Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Hanya teringat kematian. Sudah waktunya ‘berpulang’ dan istirahat dengan tenang di sisi-Nya, menjadi isi pikiran seorang Maria Darmaningsih, ketika pertama kali divonis positif Covid-19 oleh dokter. Tidak ada harapan lagi. Hatinya ciut, gelisah dan tentunya sangat berat dirasa.

“Perasaan saya waktu itu luar biasa susah digambarkan. Sangat “hopeless”, saya pikir sudah jalannya ini. Rasanya sudah melihat jalan ‘pulang’, perasaan saya begitu,” ungkap Maria dalam dialog yang dipandu Kristomei Sianturi bersama Psikolog Ina. M. Surya Dewi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Minggu, 17 Mei 2020.

Menerima vonis positif Covid-19 dari dokter, juga membuat Maria lebih bertanya-tanya tentang penyakit yang dideritanya. Sebab pada saat itu, dia belum memperoleh pemahaman secara lengkap mengenai Covid-19.

“Saya stres, karena saya belum percaya kalau saya sakit. Karena saya hanya merasa cuma batuk dan tidak ada nafsu makan,” kata Maria.

Lantas pikiran stres itu perlahan berubah setelah seorang rekan yang tak lain adalah Psikolog Ina, menghubungi dan mengajaknya untuk membuat kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat menenangkan pikiran dengan kegiatan seni.

“Coba mbak menggambar (Maria menirukan ajakan Psikolog Ina). Saya dikirimi alat-alat gambar. Ketika menggambar saya merasa mau marah atau apa. Sepertinya berekspresi saja semau saya,” ujar Maria.

Sembari melukis sebagai bentuk mengekspresikan diri, Maria juga mendengarkan lagu Ave Maria hingga musik instrumental dari komposer Eric Alfred Leslie Satie atau Eric Satie. Lagu-lagu itu secara perlahan membantu memulihkan kondisi emosionalnya menjadi semakin stabil.

“Saya merasa di lingkaran ini mendapat ketenangan. Rasanya tidak terpikir (pikiran negatif) ketika menggambar,” terang Maria.

Akan tetapi hal itu belum cukup membuat dirinya tenang. Konsentrasi terpecah ketika para wartawan mulai menyerbu meminta keterangan dan menggali segala informasi mengenai dirinya sebagai “Pasien 02”dan kedua anaknya yang juga menyandang status “Pasien 01 dan Pasien 03” Covid-19 di Indonesia.

Pose bersama Maria Damarningsih bersama lukisan-lukisannya dan Psikolog Ina. M. Surya Dewi

“(Saat saya melukis) Ini diganggu banyak (wartawan), sampai menggambar tidak tenang,” kenang Maria sambil tersenyum.

Maria kemudian kembali mendapatkan ketenangannya setelah mendengarkan lagu “Yen Ing Tawang Ono Lintang” milik maestro keroncong Waldjinah dan “Tears in Heaven” miik musisi Eric Clapton.

Ekspresi Diri Adalah Obat

Sebagai sahabat sekaligus Psikolog, Ina M.Surya Dewi mengungkapkan bahwa pilihan terapi yang ditawarkan kepada Maria dengan melukis dapat mengeluarkan pikiran negatif dengan mengekspresikan perasaan melalui media lukis.

“Berekspresi melalui medium cat air dan kertas gambar merupakan alat untuk berekspresi diri. Dan saya kira dalam hal ini Ibu Maria sudah memilih terapi ini sendiri tanpa saya mengarahkan,” terang Ina.

Apabila melihat hasil lukisan Maria, Psikolog Ina melihat bahwa ada harapan yang dituangkan dan ingin dicapai. “Gambarnya cukup ceria. Dalam pemilihan warnanya, saya melihatnya ada warna yang cerah ada harapan,” jelas Ina.

Ina percaya bahwa media lukis menggunakan teknik cat air lebih mudah dilakukan orang awam, sehingga hal itu juga dapat sulit dilakukan siapa saja, termasuk Maria.

Maria yang juga merupakan dosen seni tari di Institut Kesenian Jakarta juga mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh dan menari di sela melakukan isolasi mandiri. Maria percaya bahwa kebahagiaan dapat meningkatkan imunitas tubuh, sebagai benteng pertahanan melawan virus.

“Tapi menghibur sekali (dengan menari) dan ada energi yang keluar. Saya bercanda juga bersama anak-anak. Karena ketika kita bahagia imunitas kita meningkat,” jelas Maria.

Bagi Ina, apa yang dilakukan Maria menurut Ina sudah sangat bagus sekali. Menurutnya, setiap orang dapat menyalurkan ekspresi untuk mengeluarkan perasaan dan pikiran negatif melalui berbagai cara, tidak perlu harus seni, bisa apa saja. “Setiap orang bisa berekspresi untuk gerak. Itu menjadi ekspresi dan mengeluarkan apa yang ada di pikiran. Perlu keberanian untuk berekspresi saja, secara bebas, tidak perlu memberikan penilaian terhadap diri kita,” jelas Ina.

Selanjutnya, beberapa lukisan karya Maria itu dicetak ke dalam tas kanvas (tote bag) yang kemudian dia berikan kepada dokter, perawat dan tenaga medis RSPI Sulianti Suroso, yang telah menolong penyembuhan dan pemulihan Maria beserta keluarga. Dalam tas tersebut juga dibubuhkan satu puisi yang khusus ditulis sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para tenaga kesehatan dan semua yang menolong Maria menaklukkan Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

    Perkuat Peran Tokoh Adat & Tokoh Agama Lindungi Perempuan & Anak di Papua

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | Perempuan dan anak seharusnya ikut terlibat aktif dalam berbagai sektor pembangunan, namun banyak di antara mereka yang masih mengalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual khususnya di tanah Papua. Selain itu, permasalahan gender seperti stereotip, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda juga banyak dialami kaum perempuan di Papua. “Tidak hanya […]

  • Cabai Rawit Picu Inflasi di Nusa Tenggara Timur

    Cabai Rawit Picu Inflasi di Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Harga cabai rawit terpantau di pasar Oeba dan pasar Naikoten Kupang (kota penentu inflasi) berkisar pada 90 ribu hingga 120 ribu rupiah per kilogram. Dan diecer pada ukuran kaleng kecil dengan harga 5—10 ribu rupiah.   Kupang | Komoditas cabai rawit merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang terus mengalami peningkatan harga atau menunjukkan inflasi […]

  • Pemerintah Indonesia Siapkan 12 Juta Masker dan Obat Covid-19

    Pemerintah Indonesia Siapkan 12 Juta Masker dan Obat Covid-19

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perkembangan data Covid-19, total kasus Covid – 19 per 20 Maret 2020 berjumlah 450 kasus. Jumlah kasus terbanyak berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta 267 kasus, Jawa Barat 55, Banten 43, Jawa Timur 26 dan Jawa Tengah 14. Kasus meninggal dunia mencapai 38 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 […]

  • Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    Kombes Pol Nelson Quintas.: Kota Kupang Relatif Terkendali dari Narkotika

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Loading

    “Kita bangga Kota Kupang dan NTT tak seperti kota besar dan provinsi lain di Indonesia,” tekan Kepala BNN Kota Kupang, Kombes Pol Nelson Quintas yang sempat pula menangkap pengedar narkoba dari India.   Kota Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama Kota Kupang cenderung tak seperti beberapa kota besar di Indonesia yang masif dari bahaya […]

  • Listrik Hijau Lintas Negara ASEAN, PLN Akselerasi Transisi Energi Bersih

    Listrik Hijau Lintas Negara ASEAN, PLN Akselerasi Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah melakukan transformasi besar untuk mewujudkan swasembada energi yang berkelanjutan.   Labuan Bajo | PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong terwujudnya integrasi sistem kelistrikan hijau lintas negara di Asia Tenggara melalui pembangunan ASEAN Power Grid sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat tercapainya […]

  • Desa Binaan Bank NTT– Lakekun dan Bianeno Kaya Aneka Potensi

    Desa Binaan Bank NTT– Lakekun dan Bianeno Kaya Aneka Potensi

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Betun, Garda Indonesia | Masih terus berlanjut, penjurian terhadap 115 peserta Festival Desa Binaan dan Festival PAD Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bank NTT. Kali ini, juri melakukan penilaian di dua desa di Kabupaten Malaka. Rabu 16 November 2022, Dr James Adam, juri yang berprofesi sebagai dosen/akademisi, didampingi oleh pendamping Kristoforus Seda dari Divisi Kredit […]

expand_less