Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Hanya teringat kematian. Sudah waktunya ‘berpulang’ dan istirahat dengan tenang di sisi-Nya, menjadi isi pikiran seorang Maria Darmaningsih, ketika pertama kali divonis positif Covid-19 oleh dokter. Tidak ada harapan lagi. Hatinya ciut, gelisah dan tentunya sangat berat dirasa.

“Perasaan saya waktu itu luar biasa susah digambarkan. Sangat “hopeless”, saya pikir sudah jalannya ini. Rasanya sudah melihat jalan ‘pulang’, perasaan saya begitu,” ungkap Maria dalam dialog yang dipandu Kristomei Sianturi bersama Psikolog Ina. M. Surya Dewi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Minggu, 17 Mei 2020.

Menerima vonis positif Covid-19 dari dokter, juga membuat Maria lebih bertanya-tanya tentang penyakit yang dideritanya. Sebab pada saat itu, dia belum memperoleh pemahaman secara lengkap mengenai Covid-19.

“Saya stres, karena saya belum percaya kalau saya sakit. Karena saya hanya merasa cuma batuk dan tidak ada nafsu makan,” kata Maria.

Lantas pikiran stres itu perlahan berubah setelah seorang rekan yang tak lain adalah Psikolog Ina, menghubungi dan mengajaknya untuk membuat kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat menenangkan pikiran dengan kegiatan seni.

“Coba mbak menggambar (Maria menirukan ajakan Psikolog Ina). Saya dikirimi alat-alat gambar. Ketika menggambar saya merasa mau marah atau apa. Sepertinya berekspresi saja semau saya,” ujar Maria.

Sembari melukis sebagai bentuk mengekspresikan diri, Maria juga mendengarkan lagu Ave Maria hingga musik instrumental dari komposer Eric Alfred Leslie Satie atau Eric Satie. Lagu-lagu itu secara perlahan membantu memulihkan kondisi emosionalnya menjadi semakin stabil.

“Saya merasa di lingkaran ini mendapat ketenangan. Rasanya tidak terpikir (pikiran negatif) ketika menggambar,” terang Maria.

Akan tetapi hal itu belum cukup membuat dirinya tenang. Konsentrasi terpecah ketika para wartawan mulai menyerbu meminta keterangan dan menggali segala informasi mengenai dirinya sebagai “Pasien 02”dan kedua anaknya yang juga menyandang status “Pasien 01 dan Pasien 03” Covid-19 di Indonesia.

Pose bersama Maria Damarningsih bersama lukisan-lukisannya dan Psikolog Ina. M. Surya Dewi

“(Saat saya melukis) Ini diganggu banyak (wartawan), sampai menggambar tidak tenang,” kenang Maria sambil tersenyum.

Maria kemudian kembali mendapatkan ketenangannya setelah mendengarkan lagu “Yen Ing Tawang Ono Lintang” milik maestro keroncong Waldjinah dan “Tears in Heaven” miik musisi Eric Clapton.

Ekspresi Diri Adalah Obat

Sebagai sahabat sekaligus Psikolog, Ina M.Surya Dewi mengungkapkan bahwa pilihan terapi yang ditawarkan kepada Maria dengan melukis dapat mengeluarkan pikiran negatif dengan mengekspresikan perasaan melalui media lukis.

“Berekspresi melalui medium cat air dan kertas gambar merupakan alat untuk berekspresi diri. Dan saya kira dalam hal ini Ibu Maria sudah memilih terapi ini sendiri tanpa saya mengarahkan,” terang Ina.

Apabila melihat hasil lukisan Maria, Psikolog Ina melihat bahwa ada harapan yang dituangkan dan ingin dicapai. “Gambarnya cukup ceria. Dalam pemilihan warnanya, saya melihatnya ada warna yang cerah ada harapan,” jelas Ina.

Ina percaya bahwa media lukis menggunakan teknik cat air lebih mudah dilakukan orang awam, sehingga hal itu juga dapat sulit dilakukan siapa saja, termasuk Maria.

Maria yang juga merupakan dosen seni tari di Institut Kesenian Jakarta juga mengekspresikan diri melalui gerakan tubuh dan menari di sela melakukan isolasi mandiri. Maria percaya bahwa kebahagiaan dapat meningkatkan imunitas tubuh, sebagai benteng pertahanan melawan virus.

“Tapi menghibur sekali (dengan menari) dan ada energi yang keluar. Saya bercanda juga bersama anak-anak. Karena ketika kita bahagia imunitas kita meningkat,” jelas Maria.

Bagi Ina, apa yang dilakukan Maria menurut Ina sudah sangat bagus sekali. Menurutnya, setiap orang dapat menyalurkan ekspresi untuk mengeluarkan perasaan dan pikiran negatif melalui berbagai cara, tidak perlu harus seni, bisa apa saja. “Setiap orang bisa berekspresi untuk gerak. Itu menjadi ekspresi dan mengeluarkan apa yang ada di pikiran. Perlu keberanian untuk berekspresi saja, secara bebas, tidak perlu memberikan penilaian terhadap diri kita,” jelas Ina.

Selanjutnya, beberapa lukisan karya Maria itu dicetak ke dalam tas kanvas (tote bag) yang kemudian dia berikan kepada dokter, perawat dan tenaga medis RSPI Sulianti Suroso, yang telah menolong penyembuhan dan pemulihan Maria beserta keluarga. Dalam tas tersebut juga dibubuhkan satu puisi yang khusus ditulis sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para tenaga kesehatan dan semua yang menolong Maria menaklukkan Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

  • Diler Bosowa Tawar Damai Kasus Pecat Karyawati Covid, KNPI Komit Tuntaskan

    Diler Bosowa Tawar Damai Kasus Pecat Karyawati Covid, KNPI Komit Tuntaskan

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-pemecatan secara sepihak yang dilakukan oleh Kepala Diler Bosowa Cabang Kupang, Arfan T. Rawuetan terhadap salah satu karyawati terpapar Covid-19, Mutiara Tanof, mendapat perhatian serius Pimpinan PT. Bosowa Berlian Motor di Makassar. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/07/15/knpi-ntt-telisik-dugaan-tindak-pidana-ke-eks-karyawati-mutiara-tanof/ Bukti dari perhatian dan keseriusan tersebut, dibuktikan dengan kehadiran HR & Ga. Divisi Head PT. […]

  • Hadiri Pemakaman Edu Nabunome, VBL Kasih Beasiswa bagi Anak-anaknya

    Hadiri Pemakaman Edu Nabunome, VBL Kasih Beasiswa bagi Anak-anaknya

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Fautmolo-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri upacara pemakaman sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Anderias Hiler Eduard Nabunome (Edu Nabunome) sang Legenda Atletik Indonesia asal NTT di Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 16 Oktober 2020. Almarhum Edu Nabunome merupakan Putra NTT kelahiran Pene Utara, […]

  • IMO-Indonesia Kecam Oknum Pejabat Karawang Aniaya Wartawan

    IMO-Indonesia Kecam Oknum Pejabat Karawang Aniaya Wartawan

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengecam tindakan tak beradab yang dilakukan oknum pejabat dan ASN terhadap 2 (dua) wartawan di Karawang pada Minggu, 18 September 2022. Ketua IMO Indonesia, Yakub F Ismail menekankan aksi biadab tersebut menunjukkan betapa rendahnya kesadaran dan kualitas moral pelaku. “Ini tindakan yang tak pantas dilakukan oleh […]

  • Retret Kabinet Merah Putih Pakai Uang Pribadi Prabowo Subianto

    Retret Kabinet Merah Putih Pakai Uang Pribadi Prabowo Subianto

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Magelang | Selama tiga hari retret di Akademi Militer Magelang pada 24—27 Oktober 2024, anggota Kabinet Merah Putih menjalani kegiatan cukup padat. Rangkaian kegiatan meliputi senam pagi, sarapan bersama, latihan baris-berbaris, pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta pemberian materi tentang pencegahan korupsi, pertumbuhan ekonomi, hilirisasi, dan reformasi birokrasi. […]

  • Tak Kebayang Jadi Youtuber, Fe Naiboas Raup Penghasilan Jutaan Setiap Bulan

    Tak Kebayang Jadi Youtuber, Fe Naiboas Raup Penghasilan Jutaan Setiap Bulan

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa, Garda Indonesia | Pemilik nama lengkap Frederikus Adrianus Naiboas, S.E. (27), jebolan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Timor (UNIMOR) tahun 2019, tak membayangkan sebelumnya, dapat berkecimpung di dunia media sosial sejak setahun yang lalu dan berpenghasilan dari konten YouTube. Via WhatsApp kepada Garda Indonesia, Sapaan Fe Naiboas mengisahkan cerita panjangnya bahwa semua karena berkat […]

expand_less