Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pengurangan Risiko Bencana, Perguruan Tinggi Harus Menelurkan Kajian

Pengurangan Risiko Bencana, Perguruan Tinggi Harus Menelurkan Kajian

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
  • visibility 62
  • comment 1 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Kuliah kerja nyata (KKN), penelitian, pendidikan perguruan tinggi telah berlangsung sejak lama yang terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dikaitkan dengan isi pengurangan risiko bencana. Demikian dilontarkan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (Forum PRB NTT), Norman Riwu Kaho dalam sesi diskusi bersama SIAP SIAGA, BPBD Provinsi NTT, praktisi kebencanaan dari UPN Veteran Yogyakarta, dan kalangan perguruan tinggi.

NTT, tekan Norman Riwu Kaho, merupakan supermarket bencana yang mana saat ini (Agustus—September, red) sementara dilanda bencana kekeringan dan kebakaran hutan, pada November—April bakal terjadi bencana (banjir, longsor, angin kencang, red) plus bencana yang tak memiliki siklus seperti gempa bumi dan konflik.

Menurut Norman, meski kita hidup di daerah rawan bencana, namun riset dan penelitian, publikasi terkait bencana minim. “Bagaimana orang (pihak terkait) dapat mengambil kebajikan berbasis riset jika publikasi sepi, terkadang dipublikasikan (namun hanya dikonsumsi kalangan sendiri),” ucapnya.

Norman pun menyoroti manfaat kuliah kerja nyata (KKN) perguruan tinggi yang hanya sebatas menyapu kantor desa/kelurahan atau membuat maupun merenovasi papan informasi bagi masyarakat. “Kenapa kita tidak membuat KKK tematik desa tangguh bencana (Destana). NTT memiliki 3.353 desa/kelurahan, baru 8 persen yang menjadi desa tangguh bencana level satu,” ungkapnya.

Kalak BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo saat membeberkan data bencana

Sejurus, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kalak BPBD Provinsi NTT), Ambrosius Kodo sebagai narasumber pada sesi diskusi terbatas tersebut merindukan kolaborasi dengan semua pihak guna mewujudkan NTT tangguh bencana termasuk perguruan tinggi. Perguruan tinggi pun memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya peningkatan pengurangan risiko bencana.

“Pengurangan risiko bencana hanya dapat dilakukan dengan pendekatan ilmu dan teknologi,” ujarnya sembari mengilustrasikan fenomena gunung pindah (longsor di Takari, Kabupaten Kupang) diperlukan kajian dari akademisi Undana.

Ambrosius Kodo pun berharap teori dan kajian pengurangan risiko bencana dapat dihasilkan kampus. Pada sesi tersebut, ia membeberkan data dampak bencana alam periode 1 Januari—31 Desember 2022 yakni terjadi 2 kali gempa bumi, karhutla 21 kejadian, banjir 59 kejadian, tanah longsor 45 kejadian, cuaca ekstrem 21 kejadian, angin kencang/puting beliung 15 kejadian, gelombang pasang & abrasi 13 kejadian.

Sementara, Eko Teguh Paripurno, akademisi UPN Veteran Yogyakarta membeberkan best practice kerja Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT PRB) yang disepakati pada 19 November 2008 oleh 17 perguruan tinggi di Indonesia.

Dibeberkan Eko, saat ini ada 60 perguruan tinggi dengan mandat utama mendukung terwujudnya pengurangan risiko bencana yang dilaksanakan secara profesional dan selaras antara ilmu dan teknologi.

“Pembelajaran kebencanaan adalah hal yang tak menarik, namun kami melakukan gerakan perguruan tinggi tangguh bencana (PTTB) dan membuat kajian bencana,” seraya menukil keberadaan kuliah kerja nyata perguruan tinggi yang hanya sekadar “mengecat tembok kuburan”.

Data bencana alam NTT periode 1 Januari — 31 Desember 2022

Selain itu, Lenny Mooy selaku Ketua Kaukus Akademisi Forum PRB NTT menyoroti peluang memasukkan isu pengurangan risiko bencana dalam kurikulum Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).

Dosen Politani Kupang ini pun menyampaikan bahwa saat ini Politeknik Pertanian Negeri Kupang sementara menyiapkan panduan pelaksanaan “Membangun Desa” yakni bentuk kegiatan pembelajaran (BKP) yang mengasah softskill kemitraan dan kolaborasi lintas disiplin serta leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah desa. BKP Membangun Desa dilaksanakan selama kurun waktu 6—12 bulan diakui 20—40 SKS (sistem kredit semester).

Hadir pada diskusi terbatas yang diinisiasi oleh SIAP SIAGA dan didukung oleh BPBD Provinsi NTT pada Kamis, 3 Agustus 2023 di Palacio Room Aston Hotel Kupang antara lain perwakilan dari Universitas Nusa Cendana, Universitas Muhamadiyah, UPG 1945 NTT, Universitas Katholik Widya Mandira Kupang, Politeknik Pertanian Kupang, media massa, dan lembaga usaha.

Penulis (+Roni Banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Manggarai Raya ‘Tepo’ SIAGA

      Manggarai Raya ‘Tepo’ SIAGA

      • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
      • account_circle Penulis
      • visibility 35
      • 0Komentar

      Loading

      Ruteng | Pada Rabu malam, 25 September 2024, kampung Wangkung di Desa Pong Murung, Kabupaten Manggarai, menjadi saksi peluncuran istilah baru yang menggerakkan semangat masyarakat dalam kontestasi politik Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada acara tatap muka antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, ratusan warga bersorak menggemakan istilah […]

    • Doni Monardo : Covid-19 Bukan Rekayasa, Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

      Doni Monardo : Covid-19 Bukan Rekayasa, Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

      • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 38
      • 0Komentar

      Loading

      Surabaya, Garda Indonesia | Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dengan tegas mengatakan bahwa Covid-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Doni ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, pada Kamis, 16 Juli 2020. “Covid-19 […]

    • HUT 50 HIPMI, Presiden Jokowi Ajak Kelola Bidang Pangan

      HUT 50 HIPMI, Presiden Jokowi Ajak Kelola Bidang Pangan

      • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 35
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang di bidang pangan. Peluang tersebut muncul bersamaan dengan masalah yang dialami oleh sejumlah negara yang sedang mengalami kelangkaan pangan akibat ketidakpastian ekonomi global karena pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. Hal tersebut ditekankan Presiden […]

    • Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

      Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

      • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 29
      • 1Komentar

      Loading

      Kupang, Garda Indonesia | Duta Layanan yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kupang selalu menunaikan tanggung jawab mereka dengan memberikan layanan maksimal dengan 5 (lima) S yakni berupa senyum, salam, sapa, sopan, dan santun kepada keluarga para napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kondisi tersebut, redaksi Garda Indonesia alami saat menyempatkan diri berkunjung pada […]

    • Penjabat Wali Kota Kupang Tidak Tawar Menawar Terkait Disiplin

      Penjabat Wali Kota Kupang Tidak Tawar Menawar Terkait Disiplin

      • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 34
      • 0Komentar

      Loading

      Kota Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh dalam arahannya saat memimpin apel perdana pada Selasa pagi, 23 Agustus 2022, meminta ASN Kota Kupang untuk mulai berpikir dengan mindset yang berbeda. Menurutnya, Kota Kupang adalah Ibu Kota Provinsi NTT, maka cara berpikir ASN harus secara provinsi, dengan target kerja nasional, bila perlu […]

    • Dua Dekade PKB di Panggung Politik Nasional

      Dua Dekade PKB di Panggung Politik Nasional

      • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
      • account_circle Penulis
      • visibility 38
      • 0Komentar

      Loading

      Oleh Yucundianus Lepa (Kader PKB NTT) Sebuah Refleksi pada HUT Ke-23 Partai Kebangkitan Bangsa Panggung politik adalah sejarah hari ini. Dan di panggung itu pula, PKB melibatkan diri sebagai elemen penting untuk ikut serta menggariskan masa depan bangsa. Benar apa yang diingatkan Richard Watson,”Masa depan itu tak tertulis, tetapi bagaimana kita membayangkannya bisa memengaruhi sikap […]

    expand_less