Pigai Minta Gubernur NTT Data Warga Miskin Pasca Bunuh Diri Anak SD
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 96
- comment 0 komentar

![]()
Pigai menilai masalah administrasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi negara dalam melayani warga miskin. Lanjutnya, Mendagri Tito Karnavian telah memerintahkan kepala daerah untuk menertibkan administrasi kependudukan agar kasus serupa tidak terulang.
Jakarta | Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena mengeluarkan surat edaran untuk mengidentifikasi masyarakat miskin ekstrem atau desil-1 di seluruh wilayah NTT.
Permintaan tersebut disampaikan Pigai, Kamis, 5 Februari 2026, sebagai tindak lanjut atas kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada yang diduga dipicu ketidakmampuan membeli pena dan buku.
Pigai mengatakan surat edaran itu ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di NTT agar segera melakukan pendataan warga miskin ekstrem serta membantu persoalan administrasi kependudukan. Ia menyebut Kementerian HAM telah berkoordinasi dengan Gubernur NTT untuk mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.
Pigai juga menyampaikan duka mendalam dan berencana turun langsung ke NTT untuk melihat kondisi di lapangan.
Berdasarkan data yang diterima Kementerian HAM, Pigai mengungkapkan persoalan administrasi kependudukan menjadi faktor utama yang menghambat akses bantuan bagi keluarga korban. Ia menjelaskan orang tua korban tercatat sebagai warga Kabupaten Nagekeo, sementara korban tinggal di Kabupaten Ngada, sehingga bantuan desil-1 tidak dapat diberikan.
Pigai menilai masalah administrasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi negara dalam melayani warga miskin. Ia menambahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah memerintahkan seluruh kepala daerah untuk menertibkan administrasi kependudukan agar kasus serupa tidak terulang.
Sebelumnya, YBR (10) seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis siang, 29 Januari 2026. Bocah naas tersebut mengakhiri hidupnya dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya (87) karena ibunya yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anak.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar