Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Politani Kupang Dukung Pemprov NTT Bangun Pabrik Pakan Ternak

Politani Kupang Dukung Pemprov NTT Bangun Pabrik Pakan Ternak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 2 Jul 2019
  • visibility 165
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menyatakan siap berkolaborasi untuk menyukseskan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Demikian pernyataan Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan Politani, Johanis Jeremias, S.Pt, M.Sc.,saat audiensi dengan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di ruang kerja, Selasa, 2 Juli 2019.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/05/23/di-ntt-bakal-didirikan-perusahaan-pakan-ternak-ayam

“Ada beberapa program Pemerintah Provinsi yang di dalamnya kami lihat Politani dapat terlibat dan berkolaborasi. Kami mendukung rencana Pemerintah daerah untuk mendirikan pabrik pakan ternak. Karena bisa menjadi penyeimbang pakan dari luar daerah terutama dalam soal penentuan harga sehingga lebih terjangkau dan menguntungkan masyarakat,” jelas Johanis kepada Wagub NTT.

Johanis Jeremias didampingi Cardial Leopenu, S.Pt, M.Sc selaku Kepala Laboratorium (Kalab) Nutrisi dan Pakan Ternak, Anoliab Aotpah, S.Pt, Ph.D , Ketua Jurusan Peternakan, Melinda Moata, SP, Ph.D, Kalab Tanah dan Air, drh Erda Rame Hau, M. Biotech, Kalab Kesehatan Hewan. Hadir pula Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Miqdon Abolla.

“Politani sudah punya pabrik pakan ternak tapi masih sebatas untuk kepentingan pendidikan kampus. Ada niat menjadikannya sebagai salah satu unit pengembangan bisnis serta memiliki merek dagang sendiri. Tapi hal ini belum bisa terwujud karena Politani belum berbentuk Badan Layanan Umum (BLU)”, terang Johanis Jeremias.

“Pabrik kami ini kiranya dapat menjadi semacam piloct project bagi rencana pemerintah daerah dalam membangun pabrik pakan ternak. Kami juga sudah lama menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan beberapa universitas ternama di Eropa dan Australia. Seperti Universitas Vanhall Laranstein, Belanda khusus konservasi air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, Melbourne Polytechnic untuk Pelatihan Vokasi. Juga dengan Adelaide University untuk pengembangan kelor,” jelas Jeremias.

Politani, lanjut Jeremias, dapat memfasilitasi pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan universitas-universitas ini. Khusus untuk Melbourne Polytechnic, mereka punya komitmen untuk membiayai pelatihan vokasi serta memberikan pendampingan dan pembiayaan bagi para peserta untuk membuka usaha pasca pelatihan.

“Jumlah peserta untuk setiap angkatan adalah 10—15 orang. Sementara Universitas Vanhall akan mengutus tim untuk membawakan materi dalam seminar Konservasi Air pada tangga 8 Juli ini. Tim dari Belanda ini rencananya juga akan beraudiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk perkenalkan teknologi panen, tangkap dan simpan air,” jelas Johanis.

Wakil Gubernur, Josef Nae Soi menyambut positif dukungan dari Politani tersebut. Sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasional, Politani telah banyak berperan dalam pembangunan di NTT. Secara khusus Wagub sangat antusias dengan tawaran pelatihan vokasi yang ditawarkan oleh Melbourne Polytechnic karena selaras dengan tekad Pemerintah Provinsi mengirimkan banyak anak muda ke luar negeri untuk menempuh pelatihan vokasi.

“Sekarang ini, ada 25 orang anak muda yang sedang menjalani kursus dan masa persiapan di Undana untuk diberangkatkan ke Griffith University. Tentu saja tawaran dari Mellbourne, sangat bagus. Karena Pemerintah Provinsi kemungkinan hanya menanggung biaya transportasi serta akomodasi peserta. Saya minta Politani segera melakukan komunikasi dengan Melbourne (Polytechnic) agar kerja sama ini bisa direalisasikan dalam waktu tidak terlalu lama. Kalu bisa minggu depan, kami sudah mendapatkan gambaran dari Politani. Kita akan fokus pada pelatihan vokasi di bidang pertanian, peternakan dan kelor,” pinta Wagub dalam kesempatan tersebut.

Sementara terkait tekad pemerintah provinsi mendirikan pabrik pakan ternak, Wagub mengungkapkan, Pemerintah Provinsi pasti akan bekerja sama dengan Politani dan universitas-universitas lainnya. Terutama dalam pengembangan bahan bakunya.

“Saya sudah lihat mesin pakan ternak dari Politani. Sangat bagus. Saya minta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan juga Kadis Peternakan untuk menindaklajuti hal ini. Ke depan, kita konsentrasi untuk mengekspor daging bukan lagi ternak hidup yang utuh. Kita sudah mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk hal membantu peralatan terkait hal ini,” pungkas Wagub Josef. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunung Agung Erupsi Level III (Siaga), Bahaya Radius 4 km dari Kawah

    Gunung Agung Erupsi Level III (Siaga), Bahaya Radius 4 km dari Kawah

    • calendar_month Ming, 30 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, gardaindonesia.id | Telah terjadi erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali pada tanggal 30 Desember 2018 pukul 04:09 WITA, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 8 detik. KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Agung mengatakan saat ini Gunung […]

  • Heboh Harga Beras Bantuan Rp60 Ribu/kg, Mentan Angkat Suara ‘Itu Typo

    Heboh Harga Beras Bantuan Rp60 Ribu/kg, Mentan Angkat Suara ‘Itu Typo

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Loading

    Begitu unggahan itu viral, Amran mengaku langsung menghubungi Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi dan Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy.   Jakarta | Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan permintaan maaf setelah rincian bantuan beras Kementerian Pertanian untuk korban bencana di Sumatera viral dan menimbulkan anggapan harga beras mencapai Rp60.000 per […]

  • Selisik Kamp Timor Leste di Kupang, Lokasi Bantuan Fapet Undana dan BTN

    Selisik Kamp Timor Leste di Kupang, Lokasi Bantuan Fapet Undana dan BTN

    • calendar_month Kam, 17 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyusuri jalan setapak berlumpur, sebelum menggapai bekas pabrik kulit yang ditempati oleh sekitar 106 jiwa (30 kepala keluarga) di RT 09 RW 04, Dusun Air Sagu, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); sangat memprihatinkan. Kondisi tanah berlumpur plus lapak berupa rumah darurat yang dibangun menggunakan […]

  • Debat I Pilkada Belu, Agus Taolin: UU Jamin Berobat Gratis Pakai KTP

    Debat I Pilkada Belu, Agus Taolin: UU Jamin Berobat Gratis Pakai KTP

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Debat I Pasangan Calon (Paslon) Bupati/ Wakil Belu periode 2020—2025, antara Paket SAHABAT nomor urut 1, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan dan Paket SEHATI nomor urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, di Aula Hotel Matahari Atambua, pada […]

  • Hari Anak Sedunia 2020, Mari Bangun Indonesia Lebih Layak Bagi Anak-anak

    Hari Anak Sedunia 2020, Mari Bangun Indonesia Lebih Layak Bagi Anak-anak

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Momentum Hari Anak Sedunia menjadi pengingat bagi kita akan pengakuan hak-hak anak sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Persis 20 November 1989 lalu, negara-negara di dunia melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengesahkan Convention on the Rights of the Child atau Konvensi Hak Anak (KHA). Dalam situasi apa pun, termasuk […]

  • Sipri Temu : Pemimpin 5 Tahun Lalu Tak Tepati Janji, Kita Berhak Ganti Baru

    Sipri Temu : Pemimpin 5 Tahun Lalu Tak Tepati Janji, Kita Berhak Ganti Baru

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua II DPRD Belu, Siprianus Temu mengatakan bahwa jika pemimpin lima tahun lalu tidak menjalankan janjinya, maka harus cari yang lain. Beras Miskin (raskin) gratis, Maek Bako (Porang), dan banyak program lainnya yang tidak dilaksanakan sama sekali. Karena itu, kalau janji tidak dijalankan, maka masyarakat mempunyai hak untuk ganti orang […]

expand_less