Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

Prabowo Setuju Iuran BPJS Naik, Pengeluaran Rakyat Membengkak!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Kebijakan kenaikan iuran ini juga mendapat dukungan pakar. Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai iuran memang harus naik bahkan sejak awal tahun 2025.

 

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Kebijakan ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, yang menegaskan penyesuaian iuran diperlukan demi menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal negara.

“Untuk itu, penyesuaian iuran [BPJS Kesehatan] dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal pemerintah. Pendekatan bertahap ini penting untuk meminimalisir gejolak sekaligus menjaga keberlanjutan program,” tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, Rabu, 20 Agustus 2025.

Pemerintah menjabarkan bahwa Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan diperkirakan masih terkendali hingga akhir 2025, tetapi tren penurunan mulai terlihat akibat meningkatnya klaim kesehatan di semester I/2025. Beban pembiayaan JKN juga diperkirakan makin berat karena meningkatnya klaim penyakit katastropik, potensi kenaikan tarif layanan kesehatan, hingga implementasi kelas rawat inap standar (KRIS).

Dari sisi anggaran, pemerintah menyiapkan Rp66,5 triliun untuk membayar iuran 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan besaran Rp42.000 per orang pada 2026. Selain itu, ada alokasi Rp2,5 triliun untuk subsidi iuran kelas III bagi 49,6 juta peserta PBPU dan BP, di mana peserta hanya membayar Rp35.000 per bulan, sementara Rp7.000 sisanya ditanggung negara.

Namun, tantangan tetap ada. Pemerintah menyoroti tingginya angka peserta nonaktif, rendahnya kepatuhan pembayaran iuran dari pekerja mandiri, masalah data penerima PBI yang tidak akurat, serta potensi PHK massal yang bisa menurunkan jumlah peserta aktif JKN.

Kebijakan kenaikan iuran ini juga mendapat dukungan pakar. Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai iuran memang harus naik bahkan sejak awal tahun 2025. Ia menyinggung inflasi medis akibat mahalnya obat dan bahan medis impor, serta rasio klaim DJS yang sudah membengkak di atas 100%.

“Konsekuensinya adalah biaya obat, biaya bahan-bahan medis yang sebagian besar masih impor, tentu sudah menjadi sangat mahal. Buat rumah sakit sangat berat kalau tidak terjadi kenaikan pembayaran,” ujarnya.

Hasbullah juga mengusulkan agar iuran untuk peserta mandiri atau PBPU tidak lagi ditetapkan dalam nominal tetap, melainkan disesuaikan dengan pendapatan peserta. Ia menekankan, BPJS Kesehatan harus berbenah dalam pelayanan dan tidak boleh semena-mena memutus kontrak dengan rumah sakit swasta karena imbasnya bisa merugikan peserta JKN.

Dengan berbagai tantangan tersebut, pemerintahan Prabowo menegaskan perlunya kebijakan terpadu untuk menjaga keberlangsungan JKN, mulai dari peningkatan kolektabilitas iuran, pengelolaan klaim yang lebih efisien, hingga perbaikan data peserta.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Rekomendasi Rapat Koordinasi PPPA Provinsi NTT Tahun 2019

    10 Rekomendasi Rapat Koordinasi PPPA Provinsi NTT Tahun 2019

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dihelat oleh Dinas PPPA NTT pada 26—28 Juni 2019 di Aula Hotel On The Rock Kupang yang diikuti oleh perwakilan peserta dari 22 kabupaten/ kota menghasilkan 10 (sepuluh) rekomendasi. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/06/26/responsif-gender-pug-jadi-isu-strategis-dalam-rakor-pppa-ntt-2019/ Mengusung tema “Mempercepat […]

  • Asal-usul ‘Valentine Day’ dan Maknanya

    Asal-usul ‘Valentine Day’ dan Maknanya

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Valentine ( Valentine’s Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Sekarang, hari raya ini terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines“. Simbol modern Valentine antara lain termasuk […]

  • Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan sejarah telah membuktikan bahwa perempuan patut diperhitungkan. Jika di masa lalu perempuan hanya dikonstruksikan sebagai pengurus atau pengelola rumah tangga, saat ini tidak sedikit perempuan yang menempati posisi penting dalam berbagai bidang bahkan menjadi pemimpin. “Sudah saatnya perempuan diperhitungkan tidak saja […]

  • Gugus Tugas : Kaum Muda Kebanyakan Tidak Sadar Terinfeksi Covid-19

    Gugus Tugas : Kaum Muda Kebanyakan Tidak Sadar Terinfeksi Covid-19

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Budi Santoso mengatakan kebanyakan kaum muda tidak sadar telah terinfeksi Covid-19 sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus yang bisa menularkan kepada orang lain. “Bagi kaum muda, Covid-19 kebanyakan tidak ada gejala atau tidak ada gejala klasik yang sering kita sebut sebagai orang […]

  • Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd. dalam sambutannya pada acara penutupan kegiatan pada Rabu, 23 Oktober 2019 meminta kepada pihak Perguruan Tinggi di Kota Kupang untuk membuka jurusan bahasa daerah. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/10/23/kantor-bahasa-ntt-perlu-perda-untuk-melestarikan-bahasa-daerah/ “Kami berharap kedepannya setiap Perguruan Tinggi, kami inginnya kalau bisa ada jurusan bahasa daerah”, […]

  • Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

    Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

    • calendar_month Sel, 22 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat – Gubernur NTT memberikan donasi /bantuan kursi roda kepada AngelaTekla Skolastika Mene (anak umur 8 tahun) penderita Hidrosefalus (penyakit menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak). Bantuan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tersebut diterima langsung oleh Ibu kandung Angela Eryana Abuk Bere di kediaman mereka di RT 15 […]

expand_less