Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Pangkal Pinang, Garda Indonesia | Keluarga Tangguh Bencana (Katana) merupakan mikrokosmos dari penanggulangan bencana. Dalam konteks bencana, keluarga menjadi fokus inti. Diharapkan dalam upaya peningkatan ketangguhan bencana dan ketahanan terhadap bencana, konsepsi katana menjadi penting yang dapat dikembangkan dan diterapkan secara terus menerus.

Konsepsi Katana dibahas dalam peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 di Pangkal Pinang, Bangka pada Jumat, 11 Oktober 2019; salah satu pembahasannya dalam Technical Event #12 adalah tentang Keluarga Tangguh Bencana (Katana).

Kasubdit Peran Lembaga Usaha BNPB Firza Ghozalba mengatakan bahwa Katana bagian dari Destana dan akan diimplementasikan di tahun 2020. Sasaran prioritas adalah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana berdasarkan daftar di buku katalog bencana.

“Keluarga ditingkatkan keselamatan, ketangguhannya dalam menghadapi kemungkinan atau potensi bencana. Akar permasalahan di lapangan yang ditemukan adalah kapasitas terkait pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang masih perlu ditingkatkan. Jika masalah-masalah tersebut teratasi, korban menjadi kecil,” jelas Firza Ghozalba.

Lanjutnya, Kunci Katana adalah adanya partnership/kemitraan lintas sektor. Katana bukan milik BNPB tetapi program bersama baik di pemerintahan maupun pemangku kepentingan lainnya.

Selanjutnya Firza Ghozalba menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) tahapan dalam Katana yakni :

Pertama, Sadar risiko bencana mengetahui dan sadar akan risiko bencana dilingkungannya;

Kedua, Pengetahuan : mengetahui dan memperkuat struktur bangunan paham manajemen bencana, edukasi bencana;

Ketiga, Berdaya : mampu menyelamatkan diri sendiri keluarga dan tetangga. Diselaraskan dengan hari kesiapsiagaan setiap 26 April. Evakuasi mandiri di tingkat keluarga dilakukan siang dan malam hari. Karena bencana sering terjadi pada siang dan malam hari.

Sementara itu, Save the children mengulas mengenai Google untuk Komunitas di mana disampaikan temuan scooping di Kab. Bandung Barat, Bandung dan Tasikmalaya terkait dengan kesiapsiagaan bencana gempa dan tsunami yang berfokus pada anak dan kelompok rentan.

“Rekomendasi dari proyek ini adalah peningkatan koordinasi, pemanfaatan seluruh media dan platfrom e-learning untuk belajar dan meningkatkan kapasitas dan partisipasi. Di Save the Children ada e-learning terkait Education in Emergency; keterjangkauan kelompok rentan dengan media yang aksesibilitas teknologi itu jangan sampai menjadi bencana. Jika teknologi tidak bisa dijadikan basis, maka perlu untuk menggunakan platform yang lain,” terang Budi Utama dari Save the Children.

Tambah Budi, Selain itu, Tingginya potensi ancaman dan jumlah masyarakat yang terpapar risiko bencana menyebabkan perlunya meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengetahui bagaimana harus merespon dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana.

Sementara itu, Penasehat museum gempa, Prof. Sarwidi mengingatkan bahwa jangan membiarkan ancaman menjadi bencana.

Menurutnya, Penggunaan pedoman struktur aman gempa dalam membangun bangunan juga sangat penting. “Pembangunan rumah tahan gempa yang di Indonesia ada Risha, Barrataga, Simutaga dan Barralaga. Bangunan bisa dibuat tahan gempa. Setelah itu dilakukan pengendalian dalam penerapannya,” beber Prof. Sarwidi.

Prof Sarwidi juga mengingatkan bahwa Keluarga memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana karena keluarga adalah struktur masyarakat terkecil pertama yang memberikan sosialisasi kepada setiap anggotanya. Keluarga dapat memberikan sosialisasi pendidikan bencana sejak dini terutama kepada anak-anak dan remaja.

Tiga poin penting yang menjadi usulan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), yaitu:

  1. Katana dapat menjadi sokoguru ketangguhan komunitas dan keluarga terhadap risiko bencana;
  2. Katana menggunakan informasi berbasis teknologi untuk memperkuat upaya-upaya ketahanan keluarga dan lingkungan dan ujungnya pada ketahanan bangsa;
  3. Katana harus melibatkan kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil, lansia dan perempuan, harus dimulai dari keluarga untuk ketangguhan dalam menghadapi bencana. (*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Kupang dan 21 Kabupaten di NTT Waspada Hujan Angin Kencang

    Kota Kupang dan 21 Kabupaten di NTT Waspada Hujan Angin Kencang

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Saat ini, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada di periode musim hujan. Bibit siklon tropis 99S terpantau di Laut Timor yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan angin (konvergensi) Laut Timor. Sistem ini juga menginduksi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT. Suhu muka laut di NTT masih cukup hangat, dan gelombang […]

  • Gubernur NTT Viktor Laiskodat : Ini Beda antara Pemimpin dan Pejabat

    Gubernur NTT Viktor Laiskodat : Ini Beda antara Pemimpin dan Pejabat

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 3 September 2019, sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi NTT masa jabatan 2019—2024 diambil Sumpah/Janji dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD NTT yang dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wagub NTT Josef Nae Soi, Bupati/Wakil Bupati Se-NTT dan unsur Forkompinda NTT. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi […]

  • WASPADA! Bibit Siklon Tropis 94S Berada di Laut Timor

    WASPADA! Bibit Siklon Tropis 94S Berada di Laut Timor

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (Forum PRB NTT) meng-update area pemantauan atau invest atau bibit siklon 94S yang saat ini berada di laut Timor yang perlu diberikan atensi khusus sebagai dasar kewaspadaan atau kesiapsiagaan bagi masyarakat dan tidak perlu disikapi dengan terlalu panik. Mengapa demikian? Simak penjelasan dari Ketua […]

  • Sederhana & Meriah, Pagelaran Syukur Dies Natalis II UPG 1945 NTT

    Sederhana & Meriah, Pagelaran Syukur Dies Natalis II UPG 1945 NTT

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wujud syukur atas Dies Natalis II Universitas Persatuan Guru 45 NTT digelar di halaman Kampus UPG 45 NTT pada Jumat, 7 Juni 2019 pukul 17.00 WITA—selesai, rangkaian ujud syukur tersebut dikemas secara sederhana dan meriah Menghadirkan ZIN (Zumba Instructor Network) dari berbagai Pusat Pelatihan Zumba yang tersebar di seputaran Kota Kupang, […]

  • Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

    Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah penambahan kasus sembuh Covid-19 per Selasa, 12 Mei 2020 pukul 12.00 WIB menjadi 3.063 setelah ada penambahan sebanyak 182 orang. “Kasus sembuh meningkat 182 orang menjadi 3.063 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di […]

  • Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diinisiasi para peneliti handal yang dijalankan di 7 (tujuh) kabupaten yakni di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya (SBD) berjalan dan […]

expand_less