Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Loading

Pangkal Pinang, Garda Indonesia | Keluarga Tangguh Bencana (Katana) merupakan mikrokosmos dari penanggulangan bencana. Dalam konteks bencana, keluarga menjadi fokus inti. Diharapkan dalam upaya peningkatan ketangguhan bencana dan ketahanan terhadap bencana, konsepsi katana menjadi penting yang dapat dikembangkan dan diterapkan secara terus menerus.

Konsepsi Katana dibahas dalam peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 di Pangkal Pinang, Bangka pada Jumat, 11 Oktober 2019; salah satu pembahasannya dalam Technical Event #12 adalah tentang Keluarga Tangguh Bencana (Katana).

Kasubdit Peran Lembaga Usaha BNPB Firza Ghozalba mengatakan bahwa Katana bagian dari Destana dan akan diimplementasikan di tahun 2020. Sasaran prioritas adalah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana berdasarkan daftar di buku katalog bencana.

“Keluarga ditingkatkan keselamatan, ketangguhannya dalam menghadapi kemungkinan atau potensi bencana. Akar permasalahan di lapangan yang ditemukan adalah kapasitas terkait pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang masih perlu ditingkatkan. Jika masalah-masalah tersebut teratasi, korban menjadi kecil,” jelas Firza Ghozalba.

Lanjutnya, Kunci Katana adalah adanya partnership/kemitraan lintas sektor. Katana bukan milik BNPB tetapi program bersama baik di pemerintahan maupun pemangku kepentingan lainnya.

Selanjutnya Firza Ghozalba menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) tahapan dalam Katana yakni :

Pertama, Sadar risiko bencana mengetahui dan sadar akan risiko bencana dilingkungannya;

Kedua, Pengetahuan : mengetahui dan memperkuat struktur bangunan paham manajemen bencana, edukasi bencana;

Ketiga, Berdaya : mampu menyelamatkan diri sendiri keluarga dan tetangga. Diselaraskan dengan hari kesiapsiagaan setiap 26 April. Evakuasi mandiri di tingkat keluarga dilakukan siang dan malam hari. Karena bencana sering terjadi pada siang dan malam hari.

Sementara itu, Save the children mengulas mengenai Google untuk Komunitas di mana disampaikan temuan scooping di Kab. Bandung Barat, Bandung dan Tasikmalaya terkait dengan kesiapsiagaan bencana gempa dan tsunami yang berfokus pada anak dan kelompok rentan.

“Rekomendasi dari proyek ini adalah peningkatan koordinasi, pemanfaatan seluruh media dan platfrom e-learning untuk belajar dan meningkatkan kapasitas dan partisipasi. Di Save the Children ada e-learning terkait Education in Emergency; keterjangkauan kelompok rentan dengan media yang aksesibilitas teknologi itu jangan sampai menjadi bencana. Jika teknologi tidak bisa dijadikan basis, maka perlu untuk menggunakan platform yang lain,” terang Budi Utama dari Save the Children.

Tambah Budi, Selain itu, Tingginya potensi ancaman dan jumlah masyarakat yang terpapar risiko bencana menyebabkan perlunya meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengetahui bagaimana harus merespon dalam menghadapi situasi kedaruratan bencana.

Sementara itu, Penasehat museum gempa, Prof. Sarwidi mengingatkan bahwa jangan membiarkan ancaman menjadi bencana.

Menurutnya, Penggunaan pedoman struktur aman gempa dalam membangun bangunan juga sangat penting. “Pembangunan rumah tahan gempa yang di Indonesia ada Risha, Barrataga, Simutaga dan Barralaga. Bangunan bisa dibuat tahan gempa. Setelah itu dilakukan pengendalian dalam penerapannya,” beber Prof. Sarwidi.

Prof Sarwidi juga mengingatkan bahwa Keluarga memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana karena keluarga adalah struktur masyarakat terkecil pertama yang memberikan sosialisasi kepada setiap anggotanya. Keluarga dapat memberikan sosialisasi pendidikan bencana sejak dini terutama kepada anak-anak dan remaja.

Tiga poin penting yang menjadi usulan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), yaitu:

  1. Katana dapat menjadi sokoguru ketangguhan komunitas dan keluarga terhadap risiko bencana;
  2. Katana menggunakan informasi berbasis teknologi untuk memperkuat upaya-upaya ketahanan keluarga dan lingkungan dan ujungnya pada ketahanan bangsa;
  3. Katana harus melibatkan kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil, lansia dan perempuan, harus dimulai dari keluarga untuk ketangguhan dalam menghadapi bencana. (*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Grasstrack & Motocross Ultras Victory’—Perebutkan Piala Bergilir VBL

    ‘Grasstrack & Motocross Ultras Victory’—Perebutkan Piala Bergilir VBL

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ultras Victory Grasstrack & Motorcross 2019 yang dihelat dan di-organized  oleh Ultras Victory pada tanggal 12—14 Juli 2019 di lokasi wisata Boneana Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; tampil beda dengan menghadirkan crosser dari luar NTT. Ketua Panitia Kejurda Ultras Victory Grasstrack & Motorcross 2019, […]

  • Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

    Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Loading

    Gunung Meja Ende mencerminkan keunikan dan kekayaan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memesona. Puncaknya yang datar menyerupai meja, gunung ini menjadi simbol alam yang ikonik sekaligus menyimpan nilai-nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Ende. Keberadaannya tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu yang memadukan tradisi, mitos, […]

  • Bhabinkamtibmas di Belu Tempeleng Warga Desa Lookeu

    Bhabinkamtibmas di Belu Tempeleng Warga Desa Lookeu

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 1Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Anggota Polsek Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Valentinus Pada, yang bertugas sebagai Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Desa Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, menempeleng Kornelis Klau, warga RT 1, RW 1, Dusun Batulu, Desa Lookeu, pada Senin siang, 14 Februari 2022. Kepala Desa […]

  • DPR Pangkas Tunjangan Listrik, Telepon, Transportasi, THP Turun Jadi Rp65,6 Juta

    DPR Pangkas Tunjangan Listrik, Telepon, Transportasi, THP Turun Jadi Rp65,6 Juta

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Selain itu, DPR juga memberlakukan moratorium perjalanan dinas luar negeri terhitung awal September, kecuali jika ada undangan resmi kenegaraan.   Jakarta | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya memutuskan untuk memangkas sejumlah tunjangan dan fasilitas yang selama ini melekat pada anggota dewan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks […]

  • Kampanye Pamungkas, Barisan Garis Keras Fatubenao Songsong Paket Sehati

    Kampanye Pamungkas, Barisan Garis Keras Fatubenao Songsong Paket Sehati

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pekikan yel–yel kemenangan paket SEHATI bergaung ria mewarnai acara penyambutan Calon Bupati/ Wakil Bupati, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 2 Desember 2020. Simak video kampaye paket Sehati di Kelurahan Fatubenao https://youtu.be/muWroG3aC4g Disaksikan Garda Indonesia, tulisan FARGAS […]

  • Tekan Angka Stunting, Penjabat Bupati Belu Tidur di Kecamatan

    Tekan Angka Stunting, Penjabat Bupati Belu Tidur di Kecamatan

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pj. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bertekad tidur di kecamatan, mulai Senin, 5 April 2021 untuk melihat dari dekat sekaligus melakukan pendataan penanganan kasus stunting di 12 kecamatan se–Kabupaten Belu. Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Program (Aksi II) Tingkat Kabupaten Belu, di Aula Dinas Pendidikan […]

expand_less