Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Jokowi Ingin Pariwisata Indonesia Mampu Lampaui Negara Tetangga

Presiden Jokowi Ingin Pariwisata Indonesia Mampu Lampaui Negara Tetangga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

Loading

Kepala Negara juga membahas mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus korona terhadap sektor pariwisata, salah satu yang dipertimbangkan adalah soal pemberian diskon atau insentif.

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajarannya untuk membahas upaya peningkatan indeks daya saing pariwisata serta dampak wabah virus korona terhadap pariwisata. Ratas tersebut digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2020.

“Siang hari ini rapat terbatas mengenai peningkatan peringkat pariwisata Indonesia. Tapi nanti di dalamnya juga langsung akan kita hitung kemudian akan kita putuskan mengenai stimulus pada dunia pariwisata kita karena masalah korona,” kata Presiden.

Menurut Presiden, peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun memang semakin baik. Tercatat, pada 2015 Indonesia berada pada peringkat 50, kemudian naik menjadi peringkat ke-42 pada 2017, dan naik lagi menjadi peringkat ke-40 pada 2019.

Meski demikian, peringkat Indonesia tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Presiden meminta hal tersebut dijadikan catatan untuk perbaikan peringkat Indonesia ke depannya.

Rapat Terbatas (ratas) Presiden Jokowi dan jajarannya digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2020.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari 4 subindeks dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia,” jelasnya.

Presiden menjelaskan bahwa dalam indeks tersebut Indonesia memiliki 5 keunggulan dibandingkan negara lain, yaitu yang berkaitan dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

“Kita masih lemah dalam lima pilar lainnya yaitu, di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, ini yang dalam pembenahan terus, kemudian keamanan, kemudian yang juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas,” paparnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga membahas mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus korona terhadap sektor pariwisata. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah adalah pemberian diskon atau insentif, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

“Diskon atau insentif bagi wisman yaitu 30 persen dari tarif riil. Tapi nanti kita putuskan, ini belum diputuskan. Mungkin kita beri waktu selama 3 bulan ke depan, untuk destinasi-destinasi yang nanti juga akan kita putuskan,” jelasnya.

“Untuk destinasi wisata ke mana, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus yang bisa nanti kita berikan juga minus 30 persen dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50 persen, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus korona,” tandasnya.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tom Lembong Lapor Balik Hakim Tipikor Yang Penjarakan Dirinya

    Tom Lembong Lapor Balik Hakim Tipikor Yang Penjarakan Dirinya

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Tom Lembong resmi bebas dan keluar dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, pada Jumat malam, 1 Agustus 2025 sekitar pukul 22.05 WIB. Tom bebas usai Presiden Prabowo mengusulkan abolisi dan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat.   Jakarta | Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan […]

  • Gubernur VBL Dorong Pertumbuhan Budi Daya 1 Juta Ikan Kerapu di Ngada

    Gubernur VBL Dorong Pertumbuhan Budi Daya 1 Juta Ikan Kerapu di Ngada

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Ngada, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) sangat serius dalam memperhatikan sektor perikanan dan kelautan di Provinsi NTT. Buktinya, di sela-sela kunjungan kerja (kunker) di wilayah Flores khususnya di Kabupaten Ngada, pada Kamis, 25 Juni 2020. Gubernur VBL didamping Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah […]

  • BNPB: 1.586 Kejadian Bencana s.d April 2019,Total 438 Jiwa Meninggal & Hilang

    BNPB: 1.586 Kejadian Bencana s.d April 2019,Total 438 Jiwa Meninggal & Hilang

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bencana juga cukup besar. Bencana bukan saja menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun juga menimbulkan kerugian ekonomi yang memerosotkan capaian pembangunan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, selama tahun 2019 yaitu sejak 1 Januari 2019 hingga […]

  • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

  • DPR Setuju PMN Rp3 Triliun PLN Bangun Kelistrikan Daerah 3T

    DPR Setuju PMN Rp3 Triliun PLN Bangun Kelistrikan Daerah 3T

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji selaku pimpinan rapat kerja komisi VI pada Rabu, 10 Juli 2024 menyetujui penuh alokasi penyertaan modal negara (PMN) mendukung upaya PLN memberikan akses listrik untuk masyarakat di daerah terpencil. “Kita (Komisi VI DPR RI) mendukung sepenuhnya tentang penguatan listrik desa, pemasangan jaringan listrik sampai ke pelosok-pelosok,” […]

  • Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Skema pun dibentuk Prof. Intje Picauly dan tim guna menekan prevalensi stunting di TTS sebagai salah satu penyumbang stunting di Nusa Tenggara Timur.   Soe | Tindakan menekan angka prevalensi stunting bukan hanya menjadi ranah pemerintah, perlu upaya kolaboratif dari unsur pentahelix termasuk akademisi perguruan tinggi. Layaknya dilakukan lima dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang […]

expand_less