Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Macron Diduga Langgar Aturan Candi Borobudur

Presiden Macron Diduga Langgar Aturan Candi Borobudur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Loading

Aksi yang sama juga dilakukan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Ketiganya menginjak stupa untuk menyentuh patung Buddha. Aksi rombongan kenegaraan ini pun ramai jadi perbincangan di media sosial.

 

Magelang | Kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron beserta rombongan ke Candi Borobudur, Jawa Tengah; disoroti karena melanggar aturan. Seperti aksi merogoh stupa hingga tidak menggunakan sandal khusus atau upanat sebagai upaya pelestarian warisan dunia ini.

Sebelumnya, pelanggaran merogoh stupa itu dibagikan akun Sekretariat Kabinet pada Kamis, 28 Mei 2025. Macron dan ibu negara Brigitte nampak memanjat stupa untuk menjangkau patung di dalamnya.

Aksi yang sama juga dilakukan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya. Ketiganya menginjak stupa untuk menyentuh patung Buddha. Aksi rombongan kenegaraan ini pun ramai jadi perbincangan di media sosial.

Selain aksi rogoh stupa, rombongan Macron yang menaiki lantai dan tangga Candi Borobudur ini juga tidak memakai sandal khusus. Padahal mulai Desember 2023, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf/Baparekraf) memberlakukan aturan bagi wisatawan yang ingin naik ke tangga dan lantai Candi Borobudur.

Pengunjung diwajibkan menggunakan alas kaki khusus, yakni sandal upanat. Penggunaan alas kaki khusus ini didasari pada penelitian yang dilakukan Balai Konservasi Borobudur.

Berjalan di atas batuan candi menggunakan alas kaki konvensional secara tidak disadari akan menggerus permukaan batuan candi. Sehingga penggunaan sandal upanat dilakukan sebagai upaya pelestarian pada Candi Borobudur agar tidak korosi.

Sandal ini didesain khusus dan sudah melalui riset cukup panjang sejak Januari 2022, dan dinyatakan memenuhi kriteria durability, ergonomi, dan keselarasan visual oleh Pengkaji Pelestari Balai Konservasi Borobudur.

Kritikan ini juga disampaikan lembaga Young Buddhist Association (YBA). YBA menyoroti adanya tebang pilih dalam penerapan aturan pelestarian Borobudur.

Sudah sejak lama, pengunjung yang datang ke Borobudur wajib bersikap hormat pada objek destinasi wisata religi ini. Seperti tidak menaiki atau menduduki stupa-stupa. Kemudian pengunjung juga harus menggunakan sandal khusus atau upanat.

Rogoh Stupa Dilarang

Mitos Kunto Bimo sudah lama berkembang di masyarakat. Sayangnya mitos ini bisa berdampak buruk pada pelestarian Candi Borobudur. Kunto Bimo adalah sebuah stupa yang di dalamnya dijumpai arca, di mana orang banyak memasukkan tangan untuk menyentuh jari dari arca yang ada di dalam estupa itu. Dengan maksud, apabila berhasil menyentuh, maka akan mempunyai keinginan yang terkabul.

“Mitos ini sekarang menjadi masalah pelestarian dari Candi Borobudur,” ujar Perwakilan dari Museum Cagar Budaya, Hari Setyawan.

Ia mengatakan, arca yang ada di dalam stupa merupakan obyek pemujaan atau simbol religius dari umat Buddha.

“Pantaskah kita menaikkan kaki ke dalam simbol religius ini? Tentu tidak. Karena ini adalah elemen yang disakralkan oleh saudara-saudara umat Buddha. Sudah seharusnya semua menghargainya kembali kepada toleransi umat beragama,” pesan Hari Setyawan.(*)

Sumber (*/tribunnews.com)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIP Nusra dan Komunitas GELISAH Ubah Sampah Plastik Jadi Bernilai

    PLN UIP Nusra dan Komunitas GELISAH Ubah Sampah Plastik Jadi Bernilai

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Pada dua bulan terakhir, komunitas GELISAH telah mengolah 105 kilogram sampah tutup botol plastik menjadi 25 produk asbak yang seluruhnya sudah terjual. Untuk membuat satu asbak dibutuhkan sekitar 100 gram plastik.   Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (GELISAH) memperkuat inisiatif peduli lingkungan melalui […]

  • Asal Usul Kompas

    Asal Usul Kompas

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kompas, yang dikenal sebagai Sinan pada zaman kuno, adalah salah satu dari 4 (empat) penemuan besar peradaban Tiongkok kuno. Komponen utamanya adalah jarum magnet yang dipasang pada sebuah poros. Jarum magnetik dalam peran medan geomagnetik alami dapat dengan bebas berputar dan tetap berada di arah garis singgung dengan meridian magnetik, selain itu kutub selatan jarum […]

  • Mahfud MD Nilai Soeharto Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    Mahfud MD Nilai Soeharto Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Loading

    Mahfud menilai bahwa semua mantan presiden sebenarnya tidak perlu lagi melalui proses penelitian ulang dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional.   Yogyakarta | Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dinilai layak secara hukum untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Pandangan ini disampaikan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat ditemui di Yogyakarta, […]

  • 76 Hari Awal Tahun 2022, Bank NTT Raih Laba Rp100 Miliar

    76 Hari Awal Tahun 2022, Bank NTT Raih Laba Rp100 Miliar

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2021 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2022 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT), berlangsung sukses dihelat di Labuan Bajo pada Kamis, 17 Maret 2022. Seperti sudah diprediksi sebelumnya, RUPS ini berlangsung selama dua jam. Dibuka pukul 10.00 WITA dan […]

  • ‘Biji Asam Sebagai Pakan Ternak’ – Fapet Undana Gapai Doktor Pertama

    ‘Biji Asam Sebagai Pakan Ternak’ – Fapet Undana Gapai Doktor Pertama

    • calendar_month Sel, 29 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Prodi Ilmu Peternakan pascasarjana jenjang S3 Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang berbangga dan berbahagia dapat menelurkan atau menghasilkan gelar ‘Doktor Pertama’ dari Program Pascasarjana Undana yang dipelopori pendiriannya oleh Prof Ir Frans Umbu Datta; sejak didirikan tahun 2013—Januari 2019 telah menghasilkan 5 (lima) gelar Doktor. Dari 5 gelar Doktor terdapat 2 gelar […]

  • Electrifying Agriculture PLN Gapai 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    Electrifying Agriculture PLN Gapai 53.539 Pelanggan Baru di Tahun 2024

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Sepanjang tahun 2024, total daya tersambung dalam Program Electrifying Agriculture PLN mencapai 4.203,36 Mega Volt Ampere (MVA), dengan konsumsi listrik mencapai 6,17 terawatt hour (TWh).   Jakarta | Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) menunjukkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Program PLN khusus untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan ini tercatat telah […]

expand_less