Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Propam Polri Beber Pelanggaran Anggota Selama Tahun 2021, Ini Perinciannya

Propam Polri Beber Pelanggaran Anggota Selama Tahun 2021, Ini Perinciannya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Divisi Propam Polri di bawah kepemimpinan Irjen Ferdy Sambo mencatat sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama periode Januari—Oktober 2021. Namun, tahun 2021 ini pada umumnya pelanggaran yang dilakukan polisi mengalami penurunan dibanding 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun, Divisi Propam mencatat data pelanggaran disiplin, kode etik profesi Polri (KEPP) dan pidana selama tahun 2021. Pelanggaran disiplin anggota Polri, tercatat ada 1.694 kasus. Kemudian, pelanggaran KEPP ada 803 kasus dan pelanggaran pidana ada 147 kasus.

Dibanding tahun 2020, pelanggaran disiplin, pelanggaran KEPP maupun pelanggaran pidana mengalami penurunan pada 2021. Tahun 2020, tercatat pelanggaran disiplin sebanyak 3.304 kasus atau turun 48,7 persen pada 2021. Lalu, pelanggaran KEPP ada 2.081 kasus atau turun 61,4 persen pada 2021.

“Pelanggaran pidana tahun 2020 sebanyak 1.024 kasus atau turun 85,6 persen pada 2021,” ujar Irjen Ferdy Sambo.

Adapun, Divisi Propam Polri merinci jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan anggota Korps Bhayangkara. Tahun 2021, jenis pelanggaran disiplin berupa menurunkan kehormatan dan martabat negara sebanyak 807 kasus.

Selain itu, meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan ada 283 kasus; menghindari tanggung jawab dinas ada 258 kasus; menghambat kelancaran tugas dinas ada 128 kasus; pungutan liar (pungli) ada 38 kasus dan pelanggaran lain ada 179 kasus.

Selanjutnya, jenis pelanggaran KEPP berupa etika kepribadian (backing dan calo) ada 322 kasus; etika kelembagaan (penyalahgunaan wewenang) ada 408 kasus; etika kemasyarakatan (arogansi dan persulit penyelidikan) ada 71 kasus; etika kenegaraan (netralitas pemilu) cuma 2 kasus.

Sementara, jenis pelanggaran pidana berupa penyalahgunaan narkoba sebanyak 327 kasus; asusila/zina/cabul ada 86 kasus; penganiayaan ada 82 kasus; pencurian ada 7 kasus; penggelapan ada 17 kasus; pungli, gratifikasi, penyimpangan anggaran dan korupsi sebanyak 48 kasus serta pelanggaran pidana lain-lain nihil alias nol.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo menjelaskan ada beberapa faktor kenapa terjadi pelanggaran oleh anggota Polri semenjak Jenderal Listyo Sigit Prabowo terpilih sebagai Kapolri. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan penelitian dengan menggandeng sejumlah ahli.

“Kami gandeng akademisi, Kompolnas dan beberapa ahli sehingga nanti mitigasi dan pencegahan ini tepat. Kita lakukan penelitian dengan metode kualitatif dan kuantitatif melibatkan akademisi,” jelas Sambo.

Dari penelitian tersebut, Sambo mengatakan ada dua faktor penyebab terjadinya pelanggaran yang dilakukan anggota, yakni faktor individu anggota sendiri dan faktor dari organisasi.

Faktor individu, kata dia, yang  menyebabkan terjadinya pelanggaran anggota adalah ideologi dari anggota. Ideologi ini terkait tentang kecintaan anggota kepada institusi, dan mungkin ini terkait dengan rekrutmen.

“Kedua, masalah spiritual dari anggota. Ketiga, komunitas anggota itu. Ini juga sangat berpengaruh signifikan terhadap terjadinya pelanggaran anggota,” ujarnya.

Dari sisi organisasi, Sambo menyebut ada budaya kerja. Menurutnya, ini juga menjadi faktor penyebab terjadinya pelanggaran anggota. Lalu, mungkin belum maksimalnya sosialisasi terhadap aturan-aturan internal, fasilitas dan infrastruktur terkait anggaran.

“Keempat, masalah organisasi ini adalah indikator kinerja yang harus kita tetapkan sehingga reward dan punishment ini bisa maksimal,” jelas mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim ini.

Sementara, Sambo mengatakan ada tiga strategi dalam transformasi pengawasan yang dilakukan internal Polri yaitu preemtif, preventif dan represif. Ada terobosan kerja sama dengan fungsi pengawasan eksternal sehingga Polri terus dikontrol dalam melakukan pengawasan internal ini.

“Upaya preemtif terkait beberapa kegiatan seperti meningkatkan solidaritas internal. Jadi pimpinan harus dekat dengan anggota, tahu masalah anggotanya. Makanya Bapak Kapolri menegaskan bahwa kalau anak buah salah, pimpinan harus bertanggungjawab. Dua level di atas anggota yang melakukan kesalahan harus bertanggungjawab atas perbuatannya,” tandasnya. (*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

    Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Loading

    Musa Benu berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.   SoE | Suasana meriah dan penuh warna mewarnai pelaksanaan Lomba Upacara Adat Perkawinan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang dihelat Dinas […]

  • Listrik Tanpa Padam Saat Semana Santa, PLN Siap Support Festival Bale Nagi

    Listrik Tanpa Padam Saat Semana Santa, PLN Siap Support Festival Bale Nagi

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Semana Santa adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara keseluruhan, Semana Santa berarti pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Rabu Pengkhianatan, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Halleluya atau […]

  • BEDUKK Ramadan Pertamina Edukasi Hemat Pakai Bright Gas

    BEDUKK Ramadan Pertamina Edukasi Hemat Pakai Bright Gas

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 1Komentar

    Loading

    Program BEDUKK dilaksanakan bersama Hiswana DPC NTT, Komunitas Kupang Kawasaki Ninja, UMKM dan Yayasan Panti Asuhan Nurussa’adah bertempat di Panti Asuhan Nurussa’adah, Kota Kupang – NTT.   Kupang | Selain menyiagakan infrastruktur sarana dan fasilitas untuk menjamin ketersediaan energi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1446H tahun 2025, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales […]

  • Komandan Korps Brimob Bakal Naik Pangkat Bintang Tiga

    Komandan Korps Brimob Bakal Naik Pangkat Bintang Tiga

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan menaikkan pangkat Komandan Korps Brimob (Dankor Brimob) Polri menjadi jenderal bintang tiga atau Komjen. Oleh karena itu, Markas komando (mako) hingga personel Brimob bakal ditambah. “Tentunya kita akan tindak lanjuti seperti itu ya (menambah mako). Tentunya, nanti Polri akan menyiapkan dari segi manajemen, mulai […]

  • Didi Kempot, ‘Sosok yang Mengangkat Budaya Jawa Kembali Dicintai’

    Didi Kempot, ‘Sosok yang Mengangkat Budaya Jawa Kembali Dicintai’

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh R. Ay. Febri Dipokusumo Mengenal seniman besar ini, seperti bertemu kebanyakan orang Jawa yang apa adanya, ramah dan sederhana. Awalnya saya hanya tahu lagu Stasiun Balapan yang cukup populer dan selebihnya saya tidak terlalu menaruh perhatian, namun sejalan dengan waktu, ketika saya banyak berkumpul dengan anak-anak muda, saya mendengar mereka menyanyikan beragam lagu langgam […]

  • Pemerintah Siapkan Proses Evakuasi Empat WNI di Kapal Pesiar ‘Diamond Princess’

    Pemerintah Siapkan Proses Evakuasi Empat WNI di Kapal Pesiar ‘Diamond Princess’

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Riau, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Menurutnya, saat ini pemerintah masih dalam proses persiapan untuk evakuasi. “Ya ini dalam proses persiapan tapi belum kita putuskan. Rumah sakit juga kita siapkan, […]

expand_less