Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pusara Sobe Sonbai III Ditemukan, VBL Dukung Jadi Destinasi Budaya

Pusara Sobe Sonbai III Ditemukan, VBL Dukung Jadi Destinasi Budaya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Raja Sobe Sonbai III yang merupakan raja kelima belas Sonbai dan juga sebagai Raja Timor terakhir, yang sampai akhir hayatnya tidak pernah menandatangani perjanjian takluk kepada Belanda (baca : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sobe_Sonbai_III).

Perjuangan heroiknya diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat pemerintahan Gubernur El Tari, dengan dibangunnya sebuah Monumen Sobe Sonbai llI terletak di jantung Kota Kupang, tepatnya di Jalan Urip Sumohardjo, monumen ini terletak di jantung Kota Kupang dibangun pada 1974 atas ide salah satu putra Timor asal Timor Tengah Selatan (T.T.S) yaitu Yapy Yapola, yang didukung oleh Suyono Hartoyo yang saat itu menjabat sebagai Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan peresmiannya pada 31 Juli 1976.

Monumen Sonbai di Jalan Urip Sumoharjo Kota Kupang

Usai ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda dan berdasarkan keputusan pengadilan; Sobe Sonbai III, kemudian diasingkan ke Waingapu Sumba Timur selama setahun. Setelah itu, Sobe Sonbai III berhasil kembali ke Kauniki Kabupaten Kupang, namun ditangkap kembali dan ditawan di Kupang hingga meninggal dunia, dalam status sebagai tawanan perang. Jenazah Sobe Sonbai III dimakamkan di Fatufeto Kupang pada Agustus 1923.

Untuk menghindari pengkultusan pahlawan yang dapat membangkitkan perlawanan oleh penduduk pribumi, oleh Belanda kuburannya disamarkan agar tidak diketahui jelas keberadaan kuburan Sobe Sonbai III, seorang pahlawan dari Timor tanpa makam.

Namun, kondisi tersebut tak mengurungkan niat keluarga, anak dan cucu Sobe Sonbai III untuk menelusuri keberadaan Pusara atau Makam Raja Sobe Sonbai III. Setelah 98 tahun, mangkatnya Sobe Sonbai III, maka pada tahun 2016; melalui prosesi ritual adat unik dan melibat antropolog Pater Dr. Gregorius Neonbasu, SVD dan Dr. Sulastri Banufinit (cucu Sobe Sonbai III sekaligus antropolog), Pusara Raja Sobe Sonbai III berhasil ditemukan.

Cucu ketiga puluh Sobe Sonbai III, Doktor Sulastri Banufinit

Berlokasi di belakang Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT dan di Rumah Sakit Tentara (RST) Wirasakti Kupang, lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang dipenuhi pohon Pisang dan dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Kini, oleh keturunan Raja Sobe Sonbai III, lokasi yang diklaim merupakan lahan milik Alfons Loimau yang berukuran sekitar 800 m2 tersebut dijadikan sebagai Sonaf Naime Fontein, tempat di mana bersemayam Pusara Sobe Sonbai III.

Kepada Garda Indonesia, salah satu Cucu Sobe Sonbai III, Dr. Sulastri Banufinit mengatakan bahwa embrio pertama untuk menemukan Pusara Sobe Sonbai III telah digumuli oleh anak, cucu, dan orang tua dari garis keturunan Sobe Sonbai III yang masih hidup sejak 6 (enam) tahun lalu.

“Tak kala kami berdoa kakak/beradik, saudara bersaudara pada 2016, kami memperoleh jawaban bahwa penampakan makam dari Sobe Sonbai III dinyatakan melalui tanda-tanda alam, karena opa kami dan keturunan Sonbai itu punya kekuatan langsung dengan alam. Karena saat belum ada agama, mereka hidup, bergaul, meminta kekuatan, dan menyembah alam bahkan selalu berubah wujud,” urai Doktor Sulastri Banufinit sebagai cucu ketiga puluh dari Sobe Sonbai III saat peringatan mangkatnya Raja Sobe Sonbai III ke-98 yang dilaksanakan di Sonaf Nai Me, Fontein Kota Kupang pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Kemudian, imbuh Doktor Sulastri, saat itu ada tanda-tanda alam yang menyertai, seperti keluarnya buaya, ular, kucing, harimau, dan burung merpati sebagai tanda roh kudus yang menyertai. “Sehingga tahun 2016, seluruh anak, cucu diminta untuk melakukan ritual di seluruh makam Saubaki (sebagai keturunan Sonbai) yang berada di Kota Kupang, lalu mengadakan ritual adat di sini (Sonaf Naeme, red) bersama Pater Gregorius Neonbasu (ahli Antropolog senior).

Pater Dr. Gregorius Neonbasu, SVD (Ahli Antropologi Senior NTT)

Saat mengadakan ritual adat, tambah Doktor Sulastri, ada tanda alam yang menyertai di mana, muncullah 2 (dua) ekor kucing dari makam yang diperintahkan secara supranatural kepada antropolog Greg Neonbasu. “Makam itu, letaknya 6 (enam) langkah dari arah pohon asam dan ternyata betul. Ketika melangkah sebanyak enam langkah, muncul suara yang menyapa, selamat datang pastor melalui kekuatan supranatural,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Doktor Sulastri, Kami menguji kekuatan alam bahwa kosmologi bisa membuka semua tabir kehidupan selama ini. “Dan ternyata betul, saat itu ada tanda alam berupa guyuran hujan lebat karena dalam kepercayaan antropolog atau Nepameto, setiap kunjungan ke makam raja selalu ada hujan,” singkapnya.

Kemudian, pada tanggal 21 Juli 2020, kata Doktor Sulastri, kami melaporkan kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk melakukan ziarah pada hari ini (Sabtu, 22 Agustus 2020 sebagai hari mangkat Sobe Sonbai III). “Dan, setelah kami melaporkan kepada Bapak Gubernur NTT, muncul lagi tanda alam berupa terdamparnya ikan Paus,” pungkasnya.

Usif Welem Sonbai, Cucu dari Sobe Sonbai III (tengah berbaju hijau dan bermahkota adat)

Sementara itu, mewakili Gubernur NTT, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT Johanna E. Lisapaly mengatakan kegigihan Raja Sobe Sonbai III dalam mengusir penjajah untuk melepaskan masyarakat dalam belenggu penjajahan harus dilanjutkan demi mewujudkan rasa cinta daerah dan tanah air sebagaimana pembangunan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Peringatan mangkatnya Sobe Sonbai III punya nilai historis yang sangat tinggi bukan saja bagi Timor NTT tetapi bagi bangsa kita dan dunia. Tentunya bisa menjadi sarana sebagai bentuk promosi pariwisata daerah kita dari sisi sejarah, adat dan budaya untuk dipromosikan dan dikenal dunia juga sangat mendukung Pariwisata sebagai prime mover pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” papar Johanna di hadapan Bupati TTU, Ray Fernandes (cucu Sobe Sonbai III), Bupati Malaka, Stef Bria Seran, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia Nomleni; Sesepuh Lembaga Adat Masyarakat Sunda, Aditya Alamsyah; Para Usif, Meo, Atoin Amaf, Tetua Adat, Tokoh Masyarakat, Kepala Suku se-daratan Timor.

Pemberian tanda mata Senjata Kujang dari Sesepuh Masyarakat Adat Sunda, Aba Alamsyah kepada Cucu Sobe Sonbai III, Usif Welem Sonbai di hadapan Pusara Sobe Sonbai III

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada Keluarga besar Sonbai dan Saubaki. Kegiatan ini sangat bermanfaat dengan bukan hanya mengingat kembali bukti sejarah keberadaan Sobe Sonbai III sebagai Raja dan pahlawan tetapi juga sebagai bentuk eksistensi bahwa leluhur kita pernah bersama-sama dengan dia melakukan perjuangan heroik membela bangsa dan daerah terkhususnya kaum dan suku-suku di Timor untuk menjaga kehormatan daerah,” tandasnya Gubernur VBL melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

    Ganjar “Melindungi” Jokowi dari Skenario Brutal

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : As Lagi-lagi saya dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap Ganjar Pranowo. Tiba-tiba, dia menolak Timnas Israel U-20 bermain di Indonesia. Padahal sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dirundung habis-habisan karena mengeluarkan statement serupa di media. Jadilah sekarang, Ganjar jadi obyek serangan selanjutnya. Para pencinta bola dan masyarakat umum kompak menyerang Ganjar. Menganggap keputusannya itu tak […]

  • “Idul Qurban Oikumene” Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    “Idul Qurban Oikumene” Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT memaknai Idul Adha 1442 H dengan kembali menyalurkan qurban kepada panti asuhan anak yang berada di seputar Kota Kupang. Prosesi Idul Qurban yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Juli 2021 pukul 08.00 WITA—selesai di halaman belakang Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT dengan […]

  • Berkah Ramadan dari Bank NTT, Aktivasi BPung Mobile Dapat Hadiah

    Berkah Ramadan dari Bank NTT, Aktivasi BPung Mobile Dapat Hadiah

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ramadan 1445 Hijri membawa berkah bagi banyak orang termasuk para calon pengguna mobile banking Bank NTT. Pada periode 1 Maret – 30 April 2024, bagi siapa pun yang melakukan aktivasi B’Pung Mobile di dalam gadget atau smartphone bakal memperoleh hadiah langsung tanpa diundi. Ini dia tautan atau link aktivasi: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dwidasa.bankntt.mb.nttmobile Namun […]

  • Covid-19 di Belu Masih Nihil, Pelaku Perjalanan Berisiko Capai 692 Orang

    Covid-19 di Belu Masih Nihil, Pelaku Perjalanan Berisiko Capai 692 Orang

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, S.E. menyampaikan perkembangan terbaru (update data monitoring) dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan hingga Selasa, 14 April 2020 pukul 14:00 WITA. “Hingga Selasa, 14 April […]

  • Helat Nikah Massal Ke-18, Pemkot Kupang Fasilitasi 65 Pasangan Suami Istri

    Helat Nikah Massal Ke-18, Pemkot Kupang Fasilitasi 65 Pasangan Suami Istri

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kegiatan nikah massal yang merupakan program Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2003, kembali dihelat. Untuk tahun ini Pemkot memfasilitasi 65 pasangan suami istri, yang beragama Kristen dari denominasi GMIT, Katolik dan Kristen denominasi lainnya dalam wilayah Kota Kupang. Kegiatan nikah massal ke-18 ini, dilaksanakan selama dua hari yakni pada 4—5 […]

  • Bank NTT Teken MoU dengan Pemkab Malaka

    Bank NTT Teken MoU dengan Pemkab Malaka

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Malaka pada Selasa siang, 17 Mei 2022, bertempat di lantai lima kantor pusat Bank NTT; menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) tentang penyediaan layanan perbankan untuk pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Malaka pada PT. BPD NTT Cabang […]

expand_less