Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Oktober 2018 hingga sekarang telah membina para pemulung di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Alak Kota Kupang.

Pola pembinaan yang dilakukan dengan melatih sekitar 40 pemulung yang setiap hari mengais rezeki dengan memanfaatkan limbah sampah ini dengan mengedukasi mereka cara mengolah Pupuk Bokashi (bahan organik kaya sumber hidup) yang menggunakan kotoran sapi dan cromolaena odorata (semak bunga putih yang tumbuh liar), arang sekam dan dekomposer (starter) EM4 dan ABG-Degra.

Wadah yang diinisiasi oleh Kementerian PPPA dan memperoleh SK Gubernur NTT ini terus berkiprah sejak dibentuk pada tahun 2018.

Demikian penjelasan Dr. Twen Dami Dato dari Bidang Ketahanan Keluarga PUSPA NTT pada Sabtu, 1 Februari 2020 pukul 15.20 WITA usai mengolah pupuk bokashi bersama para pemulung di TPA Alak Kota Kupang. “Kami bersama Kelompok Pemulung di TPA Alak hari ini mengolah bokashi periode ke-4 yang rencana bakal melakukan panen pada 1 Maret 2020 nanti,” ujar Dr. Twen Dami Dato kepada Garda Indonesia.

Dr Twen Dami Dato (bertopi) sedang mengawasi Kelompok Pemulung TPA Alak mengolah pupuk bokashi

Dosen Fapet Undana Undana Kupang ini menyampaikan bahwa dirinya dan kelompok Pemulung TPA Alak telah mengolah pupuk bokashi sejak Oktober 2018.

“Tahap pertama pada 30 Oktober 2018, dihasilkan pupuk bokashi sebanyak 2,25 ton yang setara dengan Rp.2.230.000,- (Dua juta dua ratus tiga puluh ribu rupiah); Kedua pada 29 Mei 2019 sebanyak 2,3 ton (2,3 juta rupiah); Ketiga pada 26 Juni 2019 dihasilkan 3 ton (3 juta rupiah), dan Keempat 1 Februari 2020 bakal dipanen pada 1 Maret 2020 dengan estimasi sebanyak 2—3 ton,” ungkap Dr. Twen.

Menurut Koordinator Bidang Ketahanan Keluarga PUSPA NTT ini, dari 40 orang yang dilatih sejak awal namun saat ini hanya 3 orang saja yang mau bekerja hingga sekarang. “Namun pada pada periode kelima bakal ikut sekitar 3 orang lagi,” ungkapnya.

Dr Twen Dami Dato menunjukkan pupuk bokashi hasil olahan Kelompok Pemulung TPA Alak Kupang

Lebih lanjut Dr. Twen menyampaikan bahwa pola pemberdayaan yang dilaksanakan oleh PUSPA NTT adalah untuk membuka cara berpikir para pemulung agar dapat memanfaatkan sampah organik yang ada di TPA Alak untuk dijadikan pupuk.

“Memang susah untuk mengubah cara berpikir (mindset) para pemulung agar berminat menekuni di waktu senggang, namun kami berkomitmen dan konsisten melatih dan membina mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Perlindungan Anak dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi NTT Sylvia R Peku Djawang, S.P., M.M. melalui Kabid Kelembagaan Gender dan Kemitraan, drg. Maria Silalahi, MPHM. yang dihubungi pada Minggu, 2 Februari 2020 pukul 15.11 WITA menyampaikan bahwa peran Pemprov NTT melalui Dinas PPPA dapat memberikan bantuan sosial kepada para Kelompok Pemulung TPA Alak

“Sebenarnya bansos untuk Kelompok Pemulung TPA Alak dapat segera dicairkan namun terkendala karena mereka belum menyusun proposal dan menyerahkan kepada kami,” beber drg Maria.

Lanjutnya, Semoga dalam minggu ini bisa masuk sehingga minggu depan masuk dananya. drg. Maria menambahkan jika Kelompok Pemulung TPA Alak rajin membuat proposal ke pemprov maka pasti akan dibantu oleh Pemprov sepanjang dalam proposal tersebut tercantum nama dan nomor penanggung jawab yang dapat dihubungi, nomor rekening bank dan fotokopi KTP.

“Pengawasannya nanti melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) NTT,” pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Twen Dami Dato

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berdasarkan data SiskoTKLN yang terintegrasi dengan Simkim dari 1 Januari hingga 25 Juni 2020, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air mencapai 39.005. Gugus Tugas Nasional menerapkan protokol kepulangan sehingga penularan Covid-19 dari imported case dapat diminimalkan. Menghadapi kepulangan para PMI, Gugus Tugas Nasional bekerja sama dengan Badan […]

  • KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Pertemuan rutin yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dimaksudkan untuk menindaklanjuti Pencegahan Korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT. Gubernur 1 NTT, Viktor Laiskodat memberikan pernyataan usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian tanggapan Gubernur Atas Nota Keuangan Daerah di Gedung DPRD NTT, Senin/24 September 2018 petang, mengatakan pertemuan […]

  • Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Kesehatan dan Perlindungan Konsumen

    Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Kesehatan dan Perlindungan Konsumen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Loading

    Penyidik telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada Richard Lee pada 23 Desember 2025. Namun, Richard Lee meminta penjadwalan ulang pemeriksaan yang kemudian ditetapkan pada Rabu, 7 Januari 2026.   Jakarta | Polda Metro Jaya menetapkan Dokter Richard Lee sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan laporan […]

  • Sederhana & Meriah, Pagelaran Syukur Dies Natalis II UPG 1945 NTT

    Sederhana & Meriah, Pagelaran Syukur Dies Natalis II UPG 1945 NTT

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wujud syukur atas Dies Natalis II Universitas Persatuan Guru 45 NTT digelar di halaman Kampus UPG 45 NTT pada Jumat, 7 Juni 2019 pukul 17.00 WITA—selesai, rangkaian ujud syukur tersebut dikemas secara sederhana dan meriah Menghadirkan ZIN (Zumba Instructor Network) dari berbagai Pusat Pelatihan Zumba yang tersebar di seputaran Kota Kupang, […]

  • Habis Gelap Terbitlah Terang

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Albertus Muda, S.Ag Kekuatan yang terbersit lewat untaian kata-kata berhikmah di atas, keluar dari mulut seorang perempuan belia yang saat ini kita kenang sebagai salah satu pahlawan nasional. Bagaimana tidak? Kata-kata di atas, menarasikan konteks budaya pada zamannya yang membelenggu, menindas dan paternalistis. Ya, situasi itu benar-benar dialami oleh Kartini di zamannya, ratusan tahun […]

  • Alarm OJK Ketok Warga NTT Waras Literasi Keuangan

    Alarm OJK Ketok Warga NTT Waras Literasi Keuangan

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Medio Oktober 2025, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan model bisnis yang hanya mengandalkan handphone android lalu memotret tumpukan sampah. Bisnis ini cerdas mengangkat isu, perubahan iklim dan keadilan iklim. Bisnis ini pun melaju kencang ibarat raungan sepeda motor Yamaha RX King. Tak terhitung, layaknya undangan menerima bantuan langsung […]

expand_less