Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PUSPA NTT Edukasi Hak Perempuan dan Anak bagi Pemulung TPA Alak

PUSPA NTT Edukasi Hak Perempuan dan Anak bagi Pemulung TPA Alak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id| Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) NTT melalui Forum Komunikasi Wilayah (Forkomwil) PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan pembekalan tentang perlindungan hak perempuan dan anak bagi para pemulung yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Alak Kota Kupang, Kamis/25 Oktober 2018 di Restoran Nelayan.

Para pemulung yang terdiri dari perempuan, anak, anak muda dan kaum bapak diberi pemahaman dasar mengenai kesetaraan gender, tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan Perdagangan Orang (Human Trafficking) yang melibatkan P2TP2A, LPA, dan LBH APIK.

Ketua PUSPA NTT, Elizabeth Rengka,S.ST mengatakan pemilihan lokasi kegiatan dipusatkan di Restoran Nelayan dengan alasan agar para pemulung juga mempunyai hak untuk dapat merasakan suasana dan lingkungan baru yang berbeda dan dapat berkonsentrasi untuk menerima dan mendengar materi.
“Rencana sebelumnya, kegiatan di TPA Alak namun pertimbangan kenyamanan dan suasana baru bagi para pemulung yang mendasari perubahan lokasi kegiatan,”ungkap Elizabeth Rengka.

“Saya senang sekali, mereka datang dalam keadaan rapi dan bersemangat. Kami berharap sekitar 40—50 % materi dapat dipahami oleh para pemulung dari TPA Alak,” ujar Ketua PUSPA NTT

Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat bagi warga di Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Sampah Alak Kota Kupang merupakan hak para kaum perempuan dan anak-anak yang mendiami lingkungan TPA Alak.  LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) memberikan edukasi praktis tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan sanksinya; P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) menyampaikan materi tentang kesetaraan gender antara laki dan perempuan; LPA (Lembaga Perlindungan Anak) memberikan materi tentang Perdagangan Orang/Human Trafficking.

Salah satu peserta laki-laki, Felipus Sobo (53) Ketua RT 01 Kelurahan Alak merasa bersyukur dapat mengetahui banyak hal tentang Undang-undang yang melindungi perempuan dan anak. Felipus berharap agar pemerintah dapat memperhatikan warga kurang mampu di TPA Alak dan berharap agar anak-anak disana dapat mengeyam pendidikan hingga tingkat atas.

Berbeda dengan peserta perempuan, Yeni Denge (23) warga TPA Alak merasa beruntung dapat mengetahui tentang hak perempuan dan anak, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan hingga ke tingkat RT.

Penulis dan Editor (+ rony banase )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat ke Kumham NTT : Terima Kasih Kami Dapat Vaksin ‘Booster’

    Masyarakat ke Kumham NTT : Terima Kasih Kami Dapat Vaksin ‘Booster’

    • calendar_month Rab, 9 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kumham NTT) berupaya memberikan layanan vaksinasi Covid-19 kepada para pegawai, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Selain itu, keluarga masyarakat umum dan keluarga pegawai Kumham NTT pun memperoleh kesempatan mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap ketiga atau […]

  • Impian Julie Laiskodat bagi Kaum Muda dan Mama Penenun NTT

    Impian Julie Laiskodat bagi Kaum Muda dan Mama Penenun NTT

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Nama Julie Sutrisno Laiskodat sangat populer dan merakyat di sanubari kaum ibu penenun dan kaum muda pencinta tenun ikat, model dan desain di Bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur (NTT). Suara dari mama-mama di kampung-kampung yang pernah dikunjungi Bunda Julie (sapaan akrabnya, red) rata-rata memberikan nuansa segar bagi dunia tenun ikat warisan karya seni para leluhur. […]

  • Akses Pelayaran Rakyat Rote Nembrala-Ndao Terancam Ditutup

    Akses Pelayaran Rakyat Rote Nembrala-Ndao Terancam Ditutup

    • calendar_month Jum, 28 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Akses masuk ke pelabuhan rakyat penyebrangan dari Nembrala (Dela) ke Pulau Ndao-Nuse dan sekitarnya, ke depan dipastikan untuk akan mengalami kebuntuan karena area tersebut melewati tanah milik warga yang sementara ini dalam proses membangun. Sebagaimana diketahui, penyebrangan dari Nembrala ke Pulau Ndao-Nuse dan sebaliknya sudah berjalan sejak abad ke-18 yang […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ Per 19 Maret 2020 ODP Capai 41 Orang dan Akan Meningkat

    ‘Update Covid-19 NTT’ Per 19 Maret 2020 ODP Capai 41 Orang dan Akan Meningkat

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Berdasar data yang di-update sejak Kamis, 19 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, dari laporan fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan kabupaten/ kota, hingga saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 41 orang. Jika siang ini ada perkembangan di beberapa fasilitas kesehatan, kami akan update dalam beberapa jam ke depan,” tutur Kepala […]

  • Dua Wartawan Surabaya Hilang Tanpa Jejak

    Dua Wartawan Surabaya Hilang Tanpa Jejak

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya,gardaindonesia.id – Dua orang wartawan dari media Koran Memo bernama Alam dan Ridwan, menghilang tanpa jejak, atau tidak diketahui keberadaannya. Sudah 4 hari ini, keduanya tidak pulang dan tanpa kabar. Pihak keluarga juga bingung atas kejadian menghilangnya dua Wartawan yang tidak wajar ini. Berdasarkan surat keterangan nomor: SKET/3009/IX/2018/Restabes Sby/Sek Skm tertanggal 04 September 2018 pukul […]

  • Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    • calendar_month Ming, 30 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loude menyampaikan klarifikasi kepada media massa terkait beredarnya rekaman suara yang berisi pembicaraan mengandung SARA dan menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat. Kepada para awak media pada Minggu malam, 30 Mei 2021, ia menyatakan bahwa apa yang terpublikasi di media dalam bentuk foto dan rekaman suara adalah […]

expand_less