Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Raffi Ahmad Pejabat Negara Ketiga Berani Minta Maaf dan Sumbang 15 Miliar

Raffi Ahmad Pejabat Negara Ketiga Berani Minta Maaf dan Sumbang 15 Miliar

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 662
  • comment 0 komentar

Loading

Di tengah gelombang duka yang menyapu Sumatra, di tanah yang retak oleh banjir dan longsor, muncul satu istilah yang kini menggema lebih keras dari sirene evakuasi, bencana tanda tangan. Bukan bencana alam. Bukan murni murka langit. Ini bencana yang lahir dari meja-meja rapat, dari berkas yang tak ditandatangani tepat waktu, dari prosedur yang tersendat seperti napas terakhir para korban. Dari puing-puing tragedi itu, hanya tiga pejabat negara yang berani memikul beban moral dan berkata, maaf.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjadi yang pertama. Ia pernah mengatakan situasi “mencekam hanya di media sosial,” sebelum kenyataan menghantamnya dengan keras. Setelah melihat sendiri 940 jenazah yang ditemukan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masing-masing 382, 330, dan 228 orang, ia tak lagi mampu menepis kenyataan. Dengan 276 orang masih hilang dan lebih dari 5.000 luka-luka, ia menunduk dan meminta maaf. Permintaan maaf yang lahir bukan dari protokol, tetapi dari hantaman rasa bersalah yang terlambat, namun tetap berarti.

Pejabat kedua, Menko PMK Pratikno, berdiri di hadapan publik pada 3 Desember 2025 dan mengakui bahwa negara belum maksimal dalam penanganan bencana ini. Ia menyebut duka Sumatra sebagai duka bersama bangsa. Pada tragedi yang merusak 655 fasilitas umum, 72 fasilitas kesehatan, 383 sekolah, 200 rumah ibadah, 29 gedung kantor, dan 64 jembatan, ia menjadi suara yang mengakui kekurangan negara, di saat banyak pejabat lain lebih memilih menghilang bersama bayangan mereka sendiri.

Kemudian muncul pejabat negara ketiga. Nama yang tidak pernah dibayangkan akan berdiri sejajar dalam momen pilu seperti ini, Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Pada sebuah negeri yang sering mengandalkan selebritas sebagai simbol harapan, justru Raffi yang muncul membawa nada paling manusiawi. Bersama Nagita Slavina, ia meminta maaf kepada korban banjir dan longsor Sumatera bukan karena ia bersalah, tetapi karena ia merasa seharusnya hadir lebih cepat menemani rakyat yang sedang luluh lantak.

Namun permintaan maaf itu tidak datang sendirian. Raffi mengirimkan Rp15 miliar sebagai bantuan pribadi, dibagi tiga, masing-masing Rp5 miliar untuk Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Bantuan itu diterima langsung oleh pejabat daerah, Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Gubernur Sumut Bobby Nasution, dan perwakilan Pemerintah Aceh melalui Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Melalui manajernya, Prio yang turun langsung sebagai penyampai amanah, Raffi menunjukkan pejabat non-struktural pun bisa hadir dengan cara yang konkret.

Dalam video call yang diunggah Wakil Gubernur Vasco, Raffi mengulangi permintaan maafnya. “Maaf kami belum ke sana,” ujarnya, berjanji akan hadir memberi dukungan psikososial, membantu penyintas bangkit dari trauma. Kata-katanya sederhana, namun di tengah bencana tanda tangan ini, ada ketulusan yang terasa lebih hangat daripada banyak pidato pejabat yang datar.

Namun betapa pun manisnya kata maaf itu, kenyataan tetap pahit. Ada 940 orang sudah tiada, 276 belum ditemukan, ribuan luka-luka, dan ratusan fasilitas runtuh. Dalam bencana tanda tangan yang menghancurkan ini, hanya tiga pejabat negara yang berani meminta maaf. Di situlah kekecewaan itu lahir. Bukan pada mereka yang meminta maaf, tetapi pada yang tidak. Sebuah negeri besar, namun keberanian moralnya terasa begitu kecil.(*)

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

    Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Sebetulnya kita rada malas juga mengomentari fenomena patung Budha di Candi Borobudur ala Roy Suryo. Entah di mana letak kelucuannya? Kok malah lebih terkesan olok-olok yang – maaf ya – kampungan! Tapi beberapa teman minta komentarnya. Jadi ya begini saja deh tanggapan kita: Dipublikasi di akun twitter @KRMTRoySuryo2 yang katanya baru […]

  • Listrik PLN di Kota Kupang Padam, Pemulihan Menyeluruh 1 Bulan

    Listrik PLN di Kota Kupang Padam, Pemulihan Menyeluruh 1 Bulan

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 08.00 WITA, banyak tiang roboh dan kabel listrik putus ditindih pohon-pohon besar, mengakibatkan jaringan listrik PLN mati total. Baca juga […]

  • Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    • calendar_month Ming, 27 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dirinya mendapatkan tugas untuk mengatasi masalah kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia. “Kami ditugasi salah satunya adalah untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh virus SARS COV-2 ini,” ujar Budi usai diumumkan menjadi calon Menkes oleh Presiden Joko Widodo di beranda belakang […]

  • Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

    Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Loading

    Musa Benu berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.   SoE | Suasana meriah dan penuh warna mewarnai pelaksanaan Lomba Upacara Adat Perkawinan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang dihelat Dinas […]

  • Heri Boki : Perilaku Arogansi Valentinus Pada Coreng Citra Polri

    Heri Boki : Perilaku Arogansi Valentinus Pada Coreng Citra Polri

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Hermanus Th. Boki, menyoroti perbuatan tidak terpuji yang dilakukan Valentinus Pada, anggota Polsek Tasifeto Barat Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/02/16/oknum-bhabinkamtibmas-desa-lookeu-aniaya-warga-tasifeto-barat/ Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, diketahui bahwa telah terjadi perbuatan dan tindakan main hakim […]

  • Tiga Pengurus Ranting WKRI DPC Kristus Raja Kupang Dikukuhkan

    Tiga Pengurus Ranting WKRI DPC Kristus Raja Kupang Dikukuhkan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Loading

    Ketua WKRI DPC Kristus Raja Kupang, Johana Dhone menyampaikan proficiat dan berharap para pengurus dapat bertanggung jawab menghadirkan karya nyata di lingkungan keluarga dan gereja.   Kupang | Penasihat Rohani WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) DPC Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Romo Ambrosius Ladjar, Pr. dalam prosesi pelantikan tiga pengurus ranting WKRI pada Minggu, 31 […]

expand_less