Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Rahayu Saraswati Memilih Mundur Sendiri dari Anggota DPR

Rahayu Saraswati Memilih Mundur Sendiri dari Anggota DPR

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Loading

Salut pada orang berani mundur. Itu namanya gentle. Tak perlu dipaksa mundur, ia mundur sendiri, hebat. Itulah ponakan Prabowo, Rahayu Saraswati.

Di negeri ini, kursi kekuasaan sering lebih lengket dari permen karet di sandal jepit. Orang bisa ditangkap KPK, bisa diprotes mahasiswa, bisa dicaci di medsos, tapi tetap saja tak mau lepas. Maka ketika ada satu makhluk politik bernama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo, yang justru berani mundur dari DPR RI, kita patut berhenti sejenak, menaruh tangan di dada, dan bertanya, apakah ini mimpi?

Langkah itu diumumkan lewat video Instagram, 10 September 2025, tepat pukul senja ketika langit Jakarta sedang galau. Sara berkata dengan nada lirih, ia mundur, tapi ingin menuntaskan satu misi terakhir, pengesahan RUU Kepariwisataan di Komisi VII. Adegan ini seakan diambil dari film Hollywood, pahlawan sudah terluka parah, tapi masih bersikeras menekan tombol terakhir demi menyelamatkan umat manusia.

Alasannya mundur? Bukan karena skandal uang haram, bukan pula karena ikut joget dangdut di ruang sidang. Justru lebih sederhana sekaligus mematikan, sebuah potongan wawancara dua menit yang viral, dianggap menyinggung kaum muda yang banting tulang membangun usaha.

Sara mengaku salah, mengaku punya privilege, dan dengan jujur mengucapkan kata yang paling jarang dalam kamus politisi Indonesia, maaf.

Gerindra merespons dengan gaya yoga politik, tenang, adem, penuh kontrol napas. Mereka bilang, “Kami hormati keputusan beliau, akan diproses sesuai aturan. Sementara dinonaktifkan dulu.”

Tidak ada drama, tidak ada teriakan. Tapi mari jujur, ini juga bagian dari damage control.

Bagaimanapun, Sara bukan kader biasa. Ia adalah keponakan sang Presiden. Biarlah ia mundur dengan elegan, dari bikin bola liar yang menyerempet nama besar keluarga.

Di titik ini, kita masuk ke ranah filsafat. Mundur bukanlah tanda kekalahan. Mundur adalah seni memahami kapan panggung harus ditinggalkan. Dalam catur, kuda yang mundur bisa justru menyelamatkan raja. Dalam perang, pasukan yang mundur bisa menyusun strategi untuk menang esok hari.

Dalam politik, mundur adalah langkah paling sulit karena kursi terlalu empuk untuk dilepas. Itulah sebabnya kita perlu memuji Sara, meski mungkin terlambat menyadari, setidaknya ia berani melangkah pergi.

Sejarah mundur di Indonesia kini bertambah. Dari Joao Angelo, Dirut Agrinas BUMN yang pernah saya juluki Bapak Mundur Indonesia, hingga kini Sara yang layak disebut Putri Mundur Senayan. Mereka sama-sama menunjukkan, lebih baik mundur dengan kepala tegak, dari dipertahankan dengan harga diri tercecer.

Di sini, pesan pentingnya, jangan tunggu rakyat yang memaksa. Bila merasa gagal, mundurlah. Mundurlah dengan berani, sebelum rakyat sendiri yang menyeretmu turun dari kursi dengan paksa.(*)

Penulis (*/Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JAGA TUBUH ANDA!, Simak Bahaya Minuman Bersoda

    JAGA TUBUH ANDA!, Simak Bahaya Minuman Bersoda

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Air adalah sumber kehidupan. Biasakanlah mengonsumsi cukup air untuk menjaga keadaan kesehatan tubuh, namun banyak orang terbiasa minum minuman bersoda atau berkarbonasi saat mereka haus, karena minuman berkarbonasi lebih beraroma daripada air matang. Apa itu minuman bersoda atau berkarbonasi? Minuman ringan berkarbonasi merupakan minuman yang mengalami proses karbonasi dengan tambahan bahan asam, kafein, dan bahan […]

  • OPM Larang Kibarkan Merah Putih di Papua Jelang HUT RI ke-80

    OPM Larang Kibarkan Merah Putih di Papua Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menanggapi ancaman ini dengan optimis, menyebut warga Papua tetap mencintai Indonesia.   Papua | Menjelang peringatan HUT RI ke-80, ketegangan memanas di Papua. Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan bahwa larangan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) adalah bentuk teror terhadap masyarakat. Kepala Penerangan […]

  • Gubernur NTT : Bupati & DPRD Rote Ndao Tak Terima Gaji Selama Juli—Des 2020

    Gubernur NTT : Bupati & DPRD Rote Ndao Tak Terima Gaji Selama Juli—Des 2020

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Terhitung sejak Juli—Desember 2020 (6 bulan), Bupati, Wakil Bupati, dan Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao tak akan menerima gaji, demikian penegasan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Senin, 15 Juni 2020 saat memberikan sambutan dalam rangkaian kunjungan kerjanya sekaligus meresmikan 4 (empat) cottage di Mulut Seribu. “Saya sudah tanda […]

  • Jokowi di Pusaran Taman Renungan Bung Karno di Ende

    Jokowi di Pusaran Taman Renungan Bung Karno di Ende

    • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | Usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 1 Juni 2022, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo mengunjungi Taman Renungan Bung Karno. Dalam sejarahnya, masa pengasingan Bung Karno di Ende berlangsung dari tanggal 14 Januari 1934 sampai dengan 18 […]

  • KUB Sta.Theresia dari Avilla & Santo Polikarpus Dikukuhkan, Ini Pesan Pastor

    KUB Sta.Theresia dari Avilla & Santo Polikarpus Dikukuhkan, Ini Pesan Pastor

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Gereja masa depan ada di tangan anak muda ‘Orang Muda Katolik (OMK)’ yang dapat mendampingi orang muda untuk berorganisasi dan jangan lupa untuk menyelesaikan kuliah,” pesan Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Kristinus Saku kepada OMK yang turut dilantik dalam rangkaian Pengukuhan Badan Pengurus Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. […]

  • Kasus Tipikor DPRD Manado Berlanjut, Hukum Bakal Tegak Lurus atau Lunglai?

    Kasus Tipikor DPRD Manado Berlanjut, Hukum Bakal Tegak Lurus atau Lunglai?

    • calendar_month Sen, 7 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Sekali lagi, iya masih berlanjut! Apanya yang masih berlanjut? Itu loh, kasus korupsi berjamaah seluruh anggota DPRD Kota Manado periode 2014—2019. Kabarnya, melibatkan duit total sekitar 6 miliar rupiah. Dilanjutkan! begitulah keterangan yang disampaikan oleh almarhum Maryono, S.H., M.H. yang waktu itu masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Manado. Kita […]

expand_less