Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ratusan Anak Merauke Papua Selatan Kecanduan Lem Aibon

Ratusan Anak Merauke Papua Selatan Kecanduan Lem Aibon

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Loading

Trik kecil Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah membuahkan hasil, anak-anak dengan rela mengeluarkan lem aibon dari dalam pakaian mereka masing-masing.

 

Merauke | Perjuangan Pemerintah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, melawan penyakit sosial tak sehat ratusan anak-anak kecanduan menghirup aroma lem aibon/fox/castol, intensif dilakukan Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah. Dirinya beserta Dinas Sosial Kabupaten Merauke rajin berkeliling dan menemui anak-anak.

Seperti yang dilakukan Wabup Merauke pada Jumat, 13 Juni 2025, menyisir wilayah di sekitar GOR Hiad Say lalu menemui dan meminta dengan ramah kepada sekitar 7 (tujuh) anak untuk mengeluarkan lem aibon yang disembunyikan di dalam pakaian mereka.

Trik kecil Fauzun Nihayah membuahkan hasil, anak-anak dengan rela mengeluarkan lem aibon dari dalam pakaian mereka, seperti dipotret dari reels Facebook, FauzunNihayah Merauke. Ia pun mengimbau semua toko maupun kios agar tak lagi menjual lem aibon.

“Saya Wakil Bupati Merauke menghimbau, untuk semua #toko dan kios-kios yang berada di Kabupaten Merauke untuk tidak #menjual lem fox/aibon/castol kepada anak-anak di bawah umur. Kami akan menyelidiki jika ada yang dengan sengaja menjual kepada anak-anak untuk di konsumsi, maka kami pemerintah tidak segan-segan akan memberikan sangsi hukum,” ucapnya tegas.

Perjuangan tak henti

Sebulan sebelumnya, Sabtu, 2 Mei 2025, Fauzun Nihayah juga menemui puluhan anak-anak pecandu lem Aibon di belakang Stadion Mini Maro Merauke. Anak-anak pecandu lem aibon ini datang dari keluarga yang orang tuanya tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan orang tua mereka cenderung membiarkan anak-anak ini menjadi ‘pemulung’ untuk mendapatkan uang, membuat anak-anak ini tidak sekolah bahkan putus sekolah.

Dilansir dari Cendrawasih Pos, saat menemui puluhan anak-anak tersebut yang orang tuanya tinggal di belakang Stadion Mini Maro tersebut, Fauzun Nihayah meminta anak-anak tersebut berhenti untuk menghirup lem aibon, karena akan merusak kesehatan dan masa depan mereka.

Fauzun Nihayah bahkan menanyakan di mana mereka selalu membeli lem aibon tersebut yang jawab oleh anak-anak itu di kios sekitar Pasar Baru Merauke. “Nanti kita tertibkan untuk para pedagang baik toko maupun kios-kios untuk stop menjual lem aibon kepada anak-anak. Jangan karena hanya mau dapatkan uang sehingga melayani juga anak-anak yang datang beli lem dan ini merusak anak-anak kita,’’ tekannya.

Perjuangan melawan arus lem aibon pun diinisiasi oleh Ewin Falupi yang mengungkapkan bahwa Merauke jadi kota paling ujung di Indonesia, namun kasus lem aibon di sana belum ada ujungnya.

Diungkapkan Ewin Falupi, kasus aibon di Merauke marak sejak beberapa tahun belakang. 400 anak di Merauke dilaporkan kecanduan lem aibon. Anak-anak yang kecanduan, bebernya, pernah dibina, namun belum berhasil karena kios-kios masih bebas menjual lem aibon ke anak-anak.

Ewin Falupi pun menggagas petisi agar ada aturan yang melarang penjualan lem aibon ke anak-anak. Kalau kamu setuju, bisa dukung petisinya Ewin di http://change.org/KecanduanLemAibon (*)

Sumber (*/Cendrawasih Pos+ ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Hari Cuci Tangan Sedunia, Refleksi Budaya Cuci Tangan di Provinsi NTT

    Selamat Hari Cuci Tangan Sedunia, Refleksi Budaya Cuci Tangan di Provinsi NTT

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Karolus Ngambut Hari ini, tanggal 15 Oktober, seluruh dunia memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Ini tentang cuci tangan benaran, bukan tentang ungkapan “cuci tangan” yang artinya tidak bertanggungjawab. Menurut beberapa literatur, cuci tangan dengan sabun dan air telah dipraktikkan berabad-abad lamanya, yang merupakan bagian dari praktik keagamaan, Islam atau Kristen. Kemudian, […]

  • Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola 3 (tiga) candi yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Boko memberlakukan pembatasan kunjungan pengunjung selama 14 hari, yakni pada 16—29 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Direktur Utama PT. TWC Edy Setijono menjelaskan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, […]

  • Kemenkumham Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan

    Kemenkumham Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil meraih penghargaan atas kinerja anggaran terbaik tahun 2022 pada Rabu 17 Mei 2023. Kemenkumham menempati posisi kedua setelah Kemenkeu pada kategori Kementerian/Lembaga (K/L) pagu besar. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani kepada Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly dalam acara Rakornas Pelaksanaan Anggaran […]

  • Fanus Atok & Julio Do Carmo ‘Seruduk’ Komisi II DPRD Belu

    Fanus Atok & Julio Do Carmo ‘Seruduk’ Komisi II DPRD Belu

    • calendar_month Sel, 8 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Stefanus Atok Bau dan Julio Do Carmo bersama puluhan anggota veteran Cabang Belu ‘seruduk’ (baca: mendatangi) Komisi II DPRD Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 7 Februari 2022. Kedatangan mereka ke komisi II itu guna mempertanyakan tentang perkembangan penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Agustinho Pinto, […]

  • Tips Latih Otak Berpikir “Jika-Maka” Setiap Hari

    Tips Latih Otak Berpikir “Jika-Maka” Setiap Hari

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Loading

    Banyak keputusan buruk terdengar masuk akal di awal karena tidak pernah diuji konsekuensinya. Pikiran puas dengan niat baik tanpa menelusuri dampak. Padahal logika tidak bekerja pada niat melainkan pada hubungan sebab dan akibat. Di sinilah pola berpikir jika maka berperan sebagai alat sederhana yang sering diabaikan. Fakta menarik dari studi penalaran menunjukkan bahwa orang yang […]

  • Kejagung Tembak Jatuh Drone Melintasi Gedung Bundar JAM Pidsus

    Kejagung Tembak Jatuh Drone Melintasi Gedung Bundar JAM Pidsus

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Sehubungan adanya informasi sebuah drone yang melintas area Kantor Kejaksaan Agung pada Rabu malam, 5 Juni 2024, Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengonfirmasikan bahwa kejadian itu fakta atau benar adanya dan bukan yang pertama kalinya terjadi. “Sebagai informasi, tim keamanan dalam (Kamdal) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan dengan menembak jatuh drone yang terbang liar atau […]

expand_less