Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ribka Tjiptaning Ungkap Alasan Tolak Soeharto Jadi Pahlawan

Ribka Tjiptaning Ungkap Alasan Tolak Soeharto Jadi Pahlawan

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 526
  • comment 0 komentar

Loading

Ribka Tjiptaning menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena memiliki catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa kepemimpinannya.

 

Jakarta | Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto masih menyisajkan polemik di tengah publik, tanpa terkecuali tokoh politik di partai besar seperti PDIP.

Dia adalah Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning yang menolak keras rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ia menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena memiliki catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa kepemimpinannya.

“Kalau pribadi, saya menolak keras. Apa sih hebatnya Soeharto itu sebagai pahlawan, hanya bisa membunuh jutaan rakyat Indonesia,” ujar Ribka kepada wartawan di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober 2025.

Ribka menegaskan, hingga kini belum ada pelurusan sejarah terkait berbagai pelanggaran HAM pada era Orde Baru. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan kuat untuk mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Udahlah, pelanggar HAM, membunuh jutaan rakyat. Belum ada pelurusan sejarah, enggak ada pantasnya dijadikan pahlawan nasional,” tegasnya.

Senada dengan Ribka, Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayanti juga menyoroti wacana tersebut.

Ia menyebut, pembahasan mengenai pemberian gelar kepada Soeharto kini tengah menjadi perbincangan di Komisi X DPR RI karena dinilai menimbulkan kontradiksi historis dan moral.

“Bagaimana mungkin seseorang yang dianggap melanggar HAM disandingkan dengan para korban yang juga diusulkan menjadi pahlawan? Ini logikanya dari mana? Semua harus diperjelas dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa nama Soeharto termasuk dalam 40 tokoh yang diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional tahun 2025.

Daftar tersebut diserahkan kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Beberapa nama lain yang diusulkan antara lain Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah.

Gus Ipul menegaskan, semua nama telah melalui proses panjang dan sidang berulang oleh Dewan Gelar. “Perbedaan pendapat tentu boleh saja. Tim sudah membahas secara sungguh-sungguh dan keputusan akhirnya akan ditentukan oleh Dewan Gelar,” kata Gus Ipul.

Meski masih menuai kontroversi, pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi gelar pahlawan nasional dilakukan dengan mekanisme ketat dan berlapis.

Namun, perdebatan soal kelayakan Soeharto masih menjadi sorotan publik dan memunculkan perbedaan pandangan di kalangan elite politik maupun masyarakat.(*)

 

 

  • Penulis: melihatindonesia
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Terjun Cunca Rami, Surga Tersembunyi di Pedalaman Labuan Bajo

    Air Terjun Cunca Rami, Surga Tersembunyi di Pedalaman Labuan Bajo

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Loading

    Dikelilingi oleh hutan lebat dan sawah hijau yang membentang, Cunca Rami merupakan tempat yang ideal untuk melarikan diri dari kesibukan dan menikmati keindahan alam yang alami.   Ruteng | Labuan Bajo tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai atau panorama laut dan habitat komodonya. Sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, daerah ini juga ternyata menyimpan […]

  • PLN Ajak Jurnalis Manggarai Kenal Tata Kelola PLTP Ulumbu

    PLN Ajak Jurnalis Manggarai Kenal Tata Kelola PLTP Ulumbu

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    PLN berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi dengan media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan mendukung transisi energi bersih di Nusa Tenggara.   Manggarai | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengadakan kegiatan media site visit bersama 26 jurnalis dari Kabupaten Manggarai ke lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) […]

  • 1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Selasa, 12 Mei 2020 pukul 20.30 WITA di Biro Humas dan Protokol Setda NTT menyampaikan bahwa telah meninggal dunia 1 (satu) pasien positif Covid-19 di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. “Saudara kita […]

  • Mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Juara Pidato Antarkampus

    Mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Juara Pidato Antarkampus

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Selebrasi krida Duta Bahasa bagi aktivis sekolah dan aktivis kampus penggerak literasi bertema “Pengutamaan Bahasa Negara” dihelat oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 17—18 Oktober 2024 di Hotel Aston Kupang. Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa kampus yakni Universitas Citra Bangsa (UCB), Universitas Kristen Arta Wacana ( UKAW) Kupang, Institut […]

  • Edukasi Literasi ala FKIP UPG 45 NTT Bagi Anak SD dalam Festival Li Ngae

    Edukasi Literasi ala FKIP UPG 45 NTT Bagi Anak SD dalam Festival Li Ngae

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa dan dosen FKIP Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dalam kegiatan Festival Li Ngae pada 17—25 Oktober 2019 di Pulau Semau, Kabupaten Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka memberikan edukasi literasi. Adapun bentuk edukasi literasi yang diberikan Mahasiswa dan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa […]

  • Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

    Aktivis Muhammadiyah NTT Deklarasi Dukung SIAGA

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Relawan Matahari NTT yang terdiri dari ratusan aktivis Muhammadiyah yang pernah berkecimpung di berbagai organisasi otonom bentukan Kyai Haji Ahmad Dahlan, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiah (NA), menyatakan dirinya mendukung Simon Petrus Kamlasi dan Andrianus Garu (SIAGA) pada perhelatan pilkada serentak 27 November 2024. […]

expand_less