Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ribka Tjiptaning Ungkap Alasan Tolak Soeharto Jadi Pahlawan

Ribka Tjiptaning Ungkap Alasan Tolak Soeharto Jadi Pahlawan

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

Loading

Ribka Tjiptaning menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena memiliki catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa kepemimpinannya.

 

Jakarta | Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto masih menyisajkan polemik di tengah publik, tanpa terkecuali tokoh politik di partai besar seperti PDIP.

Dia adalah Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning yang menolak keras rencana pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ia menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena memiliki catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa kepemimpinannya.

“Kalau pribadi, saya menolak keras. Apa sih hebatnya Soeharto itu sebagai pahlawan, hanya bisa membunuh jutaan rakyat Indonesia,” ujar Ribka kepada wartawan di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober 2025.

Ribka menegaskan, hingga kini belum ada pelurusan sejarah terkait berbagai pelanggaran HAM pada era Orde Baru. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan kuat untuk mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Udahlah, pelanggar HAM, membunuh jutaan rakyat. Belum ada pelurusan sejarah, enggak ada pantasnya dijadikan pahlawan nasional,” tegasnya.

Senada dengan Ribka, Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayanti juga menyoroti wacana tersebut.

Ia menyebut, pembahasan mengenai pemberian gelar kepada Soeharto kini tengah menjadi perbincangan di Komisi X DPR RI karena dinilai menimbulkan kontradiksi historis dan moral.

“Bagaimana mungkin seseorang yang dianggap melanggar HAM disandingkan dengan para korban yang juga diusulkan menjadi pahlawan? Ini logikanya dari mana? Semua harus diperjelas dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa nama Soeharto termasuk dalam 40 tokoh yang diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional tahun 2025.

Daftar tersebut diserahkan kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Beberapa nama lain yang diusulkan antara lain Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah.

Gus Ipul menegaskan, semua nama telah melalui proses panjang dan sidang berulang oleh Dewan Gelar. “Perbedaan pendapat tentu boleh saja. Tim sudah membahas secara sungguh-sungguh dan keputusan akhirnya akan ditentukan oleh Dewan Gelar,” kata Gus Ipul.

Meski masih menuai kontroversi, pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi gelar pahlawan nasional dilakukan dengan mekanisme ketat dan berlapis.

Namun, perdebatan soal kelayakan Soeharto masih menjadi sorotan publik dan memunculkan perbedaan pandangan di kalangan elite politik maupun masyarakat.(*)

 

 

  • Penulis: melihatindonesia
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda

    Pemuda

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Pemuda Oleh Gregorius Bai Bagaimana bisa anak muda berdiam, ketika mereka jadi tukang pukul kekuasaan. Saat ruang publik ditentukan uang, Air di kampung pun kering kerontang. Alam berubah menjadi bencana, atas nama investasi dikeruk dan diperkosa. Benar salah diputarbalikkan, tersesat pekatnya konflik kepentingan. Dalam dunia yang penuh pura-pura, anak muda yang akhirnya pisahkan dusta dari […]

  • IKMR 2020—2024 Dikukuhkan, Wali Kota Jefri: Kontribusi Nyata di Kota Kupang

    IKMR 2020—2024 Dikukuhkan, Wali Kota Jefri: Kontribusi Nyata di Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pengukuhan dan pengucapan sumpah dan janji pengurus Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) periode 2020—2024 dilakukan oleh tiga orang Ketua panga yang mewakili 25 panga yang berasal dari tiga wilayah Manggarai Raya. Sebanyak 177 orang pengurus yang diambil sumpahnya pada kesempatan tersebut dengan komposisi penasihat/pengarah, pengurus inti dan sembilan bidang. […]

  • Wawali Kota Kupang Imbau Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

    Wawali Kota Kupang Imbau Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man Rengka menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo, S.P., MAP., beserta rombongan dalam rangka Pelaksanaan Sensus Penduduk Online Tahun 2020. Kunjungan Kepala BPS Kota Kupang di rumah jabatan Wakil […]

  • Persiapkan CSW Ke-63, Negara Asia-Pasifik Helat Pertemuan di Bangkok

    Persiapkan CSW Ke-63, Negara Asia-Pasifik Helat Pertemuan di Bangkok

    • calendar_month Rab, 13 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Bangkok, Garda Indonesia | Sejumlah perwakilan negara di kawasan Asia-Pasifik menggelar rapat persiapan di Bangkok, Thailand (13/2/2019) untuk menyambut sidang Commision on the Status of Women atau CSW ke-63 yang akan digelar pada 11—22 Maret 2019 di New York, Amerika Serikat. Pertemuan Asia-Pacific Regional Preparatory Meeting for the sixty-third session of the Commission on the […]

  • PLN UIP Nusra Inisiasi Pelatihan Motor Konversi Pertama di Lombok

    PLN UIP Nusra Inisiasi Pelatihan Motor Konversi Pertama di Lombok

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Media | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri sesi terakhir pelatihan sepeda motor konversi yang dihelat di SMKN 3 Mataram. Kegiatan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PLN ini berlangsung pada tanggal 11—13 Juli 2023, menggandeng PT Braja Elektrik Motor sebagai pemateri dan siswa dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan […]

  • Jadikan Listrik Flores Lebih Stabil, PLN Kerja Sama Icon Plus

    Jadikan Listrik Flores Lebih Stabil, PLN Kerja Sama Icon Plus

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Selama ini, sistem komunikasi listrik di Flores mengandalkan kabel OPGW (optical ground wire). Namun, beberapa bagian dari kabel OPGW di jalur Ropa–Maumere mengalami kerusakan permanen.   Flores | PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Nusa Tenggara Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat keandalan listrik di Pulau Flores. Bekerja sama dengan PT Indonesia Comnets Plus (Icon […]

expand_less