Safari Tarian Congka Sae dalam Harmoni Budaya Manggarai
- account_circle Penulis
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 129
- comment 0 komentar

![]()
Tarian Congka Sae merupakan salah satu manifestasi kebudayaan tradisional masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merepresentasikan keterpaduan antara ekspresi seni, struktur sosial, dan sistem nilai budaya. Tarian ini menggambarkan kegembiraan kolektif dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Manggarai.
Pada tarian Congka Sae, masyarakat Manggarai menunjukkan nilai-nilai solidaritas, kerja sama, dan keharmonisan sosial diekspresikan melalui rangkaian gerak yang dinamis, ritmis, dan penuh vitalitas.
Sementara, gerakan dalam tarian tersebut disusun secara terkoordinasi, mencerminkan hubungan antarpelaku budaya yang saling terikat dalam satu kesatuan sosial. Setiap gerakan memiliki simbol tertentu, baik yang berkaitan dengan proses kehidupan sosial, penghormatan terhadap leluhur, maupun ungkapan syukur atas hasil alam.
Oleh karena itu, tarian Congka Sae tidak hanya sekadar dipahami sebagai bentuk seni pertunjukan dan hiburan semata, namun juga sebagai medium simbolik yang memuat makna filosofis terkait kehidupan komunal, relasi manusia dengan alam, serta penghormatan terhadap leluhur yang hidup dalam struktur budaya masyarakat Manggarai, NTT.
Pada konteks tersebut, safari budaya tarian Congka Sae menjadi ruang strategis untuk merevitalisasi sekaligus memperkenalkan kembali makna mendalam tarian ini kepada masyarakat luas.
Safari budaya dapat dipahami sebagai kegiatan berkelanjutan yang menghadirkan kembali praktik budaya ke ruang-ruang sosial yang lebih luas, baik dalam lingkup komunitas adat maupun ruang publik modern. Melalui safari tarian Congka Sae masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk tidak hanya menyaksikan tarian sebagai tontonan, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Di sisi lain, safari budaya membuka ruang dialog antara tradisi dan konteks kekinian, sehingga tarian Congka Sae dapat terus hidup dan relevan tanpa kehilangan identitas budayanya. Hal ini menunjukkan bahwa safari budaya tidak semata berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga pada proses pemaknaan ulang dan penguatan identitas budaya lokal, sekaligus mencegah terjadinya reduksi makna tradisi akibat modernisasi.
Tarian Congka Sae juga melambangkan kegembiraan, semangat persaudaraan, dan rasa syukur kepada leluhur atau sang pencipta. Berasal dari kata Congka (menari) dan Sae (bersama-sama), tari ini diiringi musik gendang dan gong, awalnya dibawakan saat ritual adat seperti Penti atau syukuran, namun kini sering digunakan untuk penyambutan tamu penting.
Sejarah Tarian Congka Sae
Awal mulanya tarian ini berakar dari tradisi lisan dan ritual adat di wilayah Manggarai Raya. Saat itu, tarian ini hanya dipentaskan khusus dalam ritual adat seperti Penti (syukuran panen) atau Congko Lokap (peresmian rumah adat). Namun, Seiring berjalan waktu Congka Sae telah berkembang menjadi tarian penyambutan tamu terhormat, perayaan hari besar nasional, dan hiburan dalam berbagai acara sosial di wilayah Manggarai.
Makna simbol dalam Tarian Congka Sae
1. Kebersamaan dan kegembiraan
Tarian ini melambangkan kegembiraan masyarakat Manggarai dalam merayakan sesuatu secara bersama-sama. Gerak tari yang dilakukan secara berkelompok menggambarkan semangat kolektivitas serta kebahagiaan yang dirasakan masyarakat Manggarai ketika merayakan suatu peristiwa penting. Kebersamaan tersebut menegaskan kuatnya ikatan sosial dan rasa persaudaraan dalam kehidupan komunal masyarakat.
2. Rasa syukur
Tarian Congka Sae mengandung makna rasa syukur kepada Tuhan dan alam atas berkah yang diterima, terutama terkait dengan hasil panen dan kelangsungan hidup.
Melalui tarian ini, masyarakat mengekspresikan penghormatan dan terima kasih atas rezeki yang diperoleh, sekaligus memohon keberlanjutan kesejahteraan di masa mendatang.
3. Pelestarian budaya
Selain itu, Tarian Congka Sae juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya. Pelaksanaan tarian ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan terus dipentaskan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial, Tarian Congka Sae menjadi media penting dalam menjaga identitas budaya serta menanamkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.
Dengan demikian, Safari Tarian Congka Sae menjadi sarana penting dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjembatani dialog antara tradisi dan konteks kekinian. Upaya ini berkontribusi pada pencegahan reduksi makna tradisi akibat modernisasi, serta memastikan bahwa Tarian Congka Sae tetap hidup, relevan, dan bermakna dalam kehidupan masyarakat Manggarai masa kini dan masa mendatang.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Ferdy Daud
- Sumber: Tarian Tradisional











Saat ini belum ada komentar