Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Sejarah Provider XL Hingga Merger Jadi XLSmart Tembus 73 Juta Pelanggan

Sejarah Provider XL Hingga Merger Jadi XLSmart Tembus 73 Juta Pelanggan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

XLSmart adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler yang mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan perusahaan ketiga yang menyediakan layanan telepon seluler GSM di Indonesia.

XLSmart mempunyai berbagai produk utama yaitu XL Prabayar, XL Prioritas, XL Satu, XLSmart for Business, AXIS, dan Smartfren. Saat ini, saham XLSmart dimiliki oleh Axiata Investments (Indonesia) (34,8%) yang tergabung dalam Axiata Group Berhad, Malaysia, sisanya milik Sinar Mas (34,8%) dan publik (30,4%). XLSmart terus berinovasi dan menjadi operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang meluncurkan konvergensi.

Pasca-merger menjadi XLSmart, operator seluler ini langsung menunjukkan dampak besar. Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan mencapai 73 juta dengan pendapatan Rp42,5 triliun, tumbuh 23% YoY. Laba bersih melonjak 63% menjadi Rp3,0 triliun, sementara lebih dari 90% pendapatan kini berasal dari layanan data dan digital.

ARPU campuran naik ke Rp39,5 ribu, kuartal IV mencapai Rp44,8 ribu. Kecepatan download meningkat 83%, didukung 225 ribu BTS dan peluncuran 5G di 33 kota. Merger sukses capai sinergi USD250 juta, dengan Free Cash Flow Rp6,6 triliun dan Capex Rp11,2 triliun. XLSmart optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan berkelanjutan di tahun mendatang.

Sejarah provider XL di Indonesia

Pada 16 November 2009, nama perusahaan PT Excelcomindo Pratama Tbk diubah menjadi PT XL Axiata Tbk, yang menurut Presiden Direkturnya, Hasnul Suhaimi merupakan bentuk sinergitas sebagai anak perusahaan Axiata. Namun, dalam perubahan nama ini hanya nama perusahaan saja yang diubah, sementara merek dagangnya tetap.

Pada 15 Mei 2024, Axiata mengumumkan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa entitas milik Grup Sinar Mas yang memegang saham Smartfren, yaitu PT Wahana Inti Nusantara (WIN), PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), sebagai proses awal merger antara keduanya. Nota kesepahaman ini masih belum mengikat dan bersifat untuk menjajaki peluang-peluang yang ada. Seiring waktu, kedua pihak pun menyatakan kesiapannya untuk mempercepat proses tersebut, dan per Juli 2024 sudah memasuki tahap due diligence.

Berbulan-bulan kemudian, lewat ringkasan rancangan merger yang dipublikasikan pada 11 Desember 2024, rencana merger kedua perusahaan pun resmi terungkap, menyusul kesepakatan penggabungan yang telah ditandatangani sehari sebelumnya. Dalam skema merger senilai Rp 104 triliun ini PT Smartfren Telecom Tbk (plus anak usahanya, PT Smart Telecom) akan dileburkan dalam PT XL Axiata Tbk sebagai penerima penggabungan. Pemegang saham pasca-merger akan dibagi seimbang antara Axiata dan Sinar Mas (secara spesifik, oleh Franky Oesman Widjaja lewat entitas “Stellar”) sebesar 34,8%, sisanya milik publik.

Kedua pihak juga akan mengendalikan perusahaan pasca-merger secara bersamaan, dengan komposisi manajemen tinggi akan dibagi secara 50-50. Meskipun demikian, diperkirakan yang akan memainkan peran lebih besar pasca-merger nantinya adalah Axiata, karena jumlah pemegang saham ritel tersisa akan lebih banyak dari eks-XL. Bahkan disebutkan Sinar Mas harus mengeluarkan dana US$ 475 juta untuk membeli saham Axiata di perusahaan ini dalam rangka memenuhi kewajibannya. Perusahaan hasil merger diberi nama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, yang memiliki sekitar 94,5 juta pelanggan dan efektif mulai beroperasi pasca-merger pada 16 April 2025.

XLSmart tetap memiliki tiga merek: XL, AXIS dan Smartfren.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak Lebih Mudah Dengan Aplikasi LAKER

    Lapor Kekerasan Perempuan dan Anak Lebih Mudah Dengan Aplikasi LAKER

    • calendar_month Sab, 7 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Manado,gardaindonesia.id-Masyarakat saat ini dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat dan mudah. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prov Sulawesi Utara mewujudkannya melalui inovasi Aplikasi Online berbasis Android LAKER (Lapor Kekerasan). Inovasi ini muncul karena selama ini masyarakat enggan melaporkan kekerasan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) karena […]

  • Buser Polres Belu, Diduga Aniaya Warga di Kecamatan Tasifeto Barat

    Buser Polres Belu, Diduga Aniaya Warga di Kecamatan Tasifeto Barat

    • calendar_month Sab, 2 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tim Buser Polres Belu diduga telah menganiaya Mesak Bau, warga Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang pergantian tahun 2020 di Dusun Halitoko, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Kamis sore, 31 Desember 2020. Kejadian nahas itu berawal ketika korban Mesak Bau sedang berusaha menghidupkan […]

  • Menko Polhukam : “Mudik Lebaran 2019 Relatif Lancar dan Aman”

    Menko Polhukam : “Mudik Lebaran 2019 Relatif Lancar dan Aman”

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan mudik lebaran yang dilaksanakan pada tahun 2019 relatif lancar dan aman dibandingkan tahun lalu. Indikasinya dapat dilihat dari jumlah kecelakaan lalu lintas yang semakin turun dari tahun lalu. “Mudik lebaran yang dilaksanakan pada tahun ini relatif lebih lancar dan aman dibandingkan tahun […]

  • Bank NTT Pemercantik Wajah Pasar Kasih Naikoten Kupang

    Bank NTT Pemercantik Wajah Pasar Kasih Naikoten Kupang

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sabtu pagi, 8 Juli 2023 sekitar mulai pukul 06.00 WITA—selesai, tampak para karyawan ganteng dan bersih, karyawati cantik dan memesona dari Bank NTT kantor pusat rela berjibaku memungut sampah, menyapu hingga mempercantik wajah pasar teramai di ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada rangkaian menjelang HUT ke-61 Bank NTT, aksi Bank […]

  • Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak). Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, […]

  • Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

    Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang. Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan […]

expand_less