Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : RD. Mikhael Valens Boy

Pengenalan akan adat istiadat dan kebudayaan ‘purba’ dari sebuah masyarakat tradisional membantu masyarakat modern menemukan dan mengenal ‘akar-akar’ filosofi hidupnya sendiri. Toh, manusia zaman dahululah yang ‘melahirkan’ manusia zaman sekarang.

Ada banyak pola berpikir dan bertindak manusia modern yang sesungguhnya berakar pada budaya dan peradaban yang telah dihayati oleh leluhur-leluhurnya dari ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Ada satu fenomena sosial-politik yang cukup menarik dari masyarakat Biboki di Timor Tengah Utara.

Dalam setiap Pilkada di mana orangnya dilibatkan, fenomena “nekaf mese, ansaof mese”, yaitu fenomena persatuan dan persaudaraan yang iklas serta kebulatan tekad untuk memenangkan orangnya sangat tinggi pada semua lapisan dan strata masyarakat Biboki. Mengapa? Untuk menjawab fenomena ini, izinkan saya melakukan satu tinjauan akan ‘masa lampau’ Biboki yang tetap terpelihara sebagai ‘api kehidupan’ bagi kebanyakan masyarakatnya hingga hari ini. Saya ingin menghadirkan kembali ‘roh dan jiwa’ masyarakat tradisional Biboki, yang menjadi ‘prinsip dan kekuatan’ manusia Biboki zaman sekarang.

Analisis ini juga didasarkan pada Skripsi Sarjana Muda saya di STF/TK Ledalero, Flores pada 1983 berjudul: “Sistem Politik Orang Biboki-Timor”. Skripsi saya ini diinspirasikan pula oleh karya H.G. Schulte Nordholt, yang berjudul, ‘The Political System Of Atoni Of Timor’, atau dalam bahasa aslinya, Belanda: ‘Het Politieke Systeem Van de Atoni Van Timor’ (1966).

Biboki Nekaf Mese Ansaof Mese

Ada istilah adat masyarakat tradisional Biboki yang berbunyi: “Nekaf Mese, Ansaof Mese – Tah Hunaka Mese”, Tiun Oemata Mese’. Istilah ini saya terjemahkan secara harafiah, ‘satu hati, satu dada – makan dari rumpun rumput yang satu, minum dari mataair yang satu /sama’. Inilah salah satu filosofi masyarakat tradisional Biboki, yang membuat masyarakat Biboki mempunyai “naluri dan jiwa” untuk “bersatu dan bersaudara” khususnya di antara mereka, dan serentak juga memampukan mereka untuk “bersatu dan bersaudara” dengan semua orang, baik dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan maupun dalam  konteks kehidupan menggereja.

Masyarakat Biboki sekarang ini terhimpun dalam 6 (enam) kecamatan. Dahulu hanya dua: Kecamatan Biboki Utara dengan ibukotanya Manumean, yang kemudian dipindahkan ke Lurasik, dan Kecamatan Biboki Selatan dengan ibukotanya Manufui. Sebelumnya, ketika Kabupaten Timor Tengah Utara masih dalam pola Swapraja, seluruh teritorial Kerajaan Biboki merupakan hanya satu Swapraja yaitu Swapraja Biboki dengan ibukotanya Manufui. Sekarang ini sudah ada enam Kecamatan di Biboki. Kecamatan Biboki Utara dimekarkan menjadi tiga, yaitu Biboki Utara dengan ibukotanya Lurasik, Biboki ‘Feot-Leu’ (Saudari Keramat) dengan ibukotanya Manumean, dan Biboki ‘An-Leu’ (Putra Keramat dengan ibukotanya Ponu. Biboki Selatan pun dimekarkan menjadi tiga: Kecamatan Biboki Selatan dengan ibukotanya Manufui, Kecamatan ‘Moen-Leu’ (Saudara Keramat) dengan ibukotanya Mena-Kaubele, dan Biboki ‘Tanpah’ (Penerobos Bumi) dengan ibukotanya di Oenopu. Ada filosofi di balik nama-nama dari Kecamatan-Kecamatan yang dimekarkan ini. Biboki ‘Moen-Leu’, ‘Feot-Leu’, ‘An-Leu’, dan ‘Tanpah’. Penamaan Kecamatan-Kecamatan baru ini menampakkan filsafat masyarakat Biboki yang sangat menjunjung tinggi ‘kosmopolitan’ kekeluargaan dan kekerabatan. Istilah ‘Mone-Feto-Anah’, yang artinya ‘Saudara-Saudari-Anak’ menunjukkan adanya spiritualitas kekeluargaan dan kekerabatan dalam mengelola kehidupan bersama dan dalam pemerintahan. Filosofi “afinitas dan afilialitas”, yaitu budaya “persamaan, pertalian keturunan, bergabung dan bersatu” hidup dan kuat dalam masyarakat Biboki.

Budaya “afinitas dan afilialitas” masyarakat Biboki bersumber juga pada sistem-sistem kekeluargaan yang telah dihayati sejak ratusan tahun yang lalu oleh leluhur-leluhur orang Biboki dalam pola hubungan ‘feto-mone, olif-tataf, bae feto-bae mone’, yaitu pola hubungan ‘saudara-saudari, adik-kakak, ipar perempuan-ipar laki-laki’. Pola hubungan seperti ini tidak hanya berada dalam tatanan “darah dan perkawinan”, tetapi juga dalam tatanan ‘sosial-politik’. Suku-suku dan marga-marga membangun hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persahabatan di antara mereka berdasarkan “perjanjian, kesepakatan, jasa dan persahabatan”.  Bentuk-bentuk pertalian dalam berbagai dimensi hidup yang dijiwai  oleh pola-pola hubungan tradisional ‘feto-mone, olif-tataf, bae feto-bae mone’ ini yang telah menjadi roh dan jiwa dari persatuan dan persaudaraan masyarakat Biboki hingga hari ini.

Ada istilah adat lain dari masyarakat tradisional Biboki yang biasa saya dengar dari mulut marga saya dari garis keturunan ibu, ‘Tmaneak’, adalah ‘Tmaneak Usif, Tmaneak Tob’, artinya ‘Mengasihi Raja, Mengasihi Orang Kebanyakan’. Dalam istilah adat ini terkandung filsafat “mengasihi manusia” dari segala strata dan semua golongan’. Inilah “keuniversalan manusia Biboki”, yang telah menjadi landasan persatuan dan persahabatan mereka dengan semua orang dari segala latarbelakangnya. Raja tetap raja, rakyat tetap rakyat, tetapi mereka semua adalah “manusia yang dikasihi”.

Filosofi ‘tmaneak usif, tmaneak tob’ bernilai dan  merupakan filosofi ‘kekristenan’ dari masyarakat tradlsional Biboki. Sebelum tiba agama Kristen melalui bangsa Portugis dan Belanda di Timor, leluhur-leluhur manusia Biboki sudah menemukan dan menghadirkan “nilai kesamaan dalam kemanusiaan” bagi semua orang. Satu penemuan dan terobosan yang luarbiasa dalam konteks manusia, budaya dan peradaban “purba”. Inilah salah satu landasan “keberanian dan kemuliaan’ manusia Biboki”: ‘Merah menyala dalam kobaran api cinta kasih’! Mungkin karena itu, walau masyarakat Biboki adalah “masyarakat adat”, namun darinya telah ‘lahir’ banyak imam. Adatnya keras, tetapi hatinya mulia!

Mengapa Biboki selalu “bersatu dan bersaudara”, yaitu ‘nekaf mese, ansaof mese’? Karena mereka selalu mewarisi sejarah “perjanjian dan kesepakatan” leluhur-leluhurnya untuk menjadi satu komunitas adat dalam naungan ‘Neno Biboki, Funan Biboki’. Kesetiaan kepada “janji dan kesepakatan” para leluhur masyarakat tradisional Biboki, telah menghantar manusia Biboki sampai pada ‘kekinian’ yang bersatu dan bersaudara. ‘Nekaf mese, ansaof mese. Tah toko hunaka mese, tiun toko oemata mese. Tmaneak usif ma tmaneak tob’ : “Sehati, Sejiwa. Makan dari Ladang yang sama, Minum dari Mata Air yang sama. Mengasihi Raja dan Serentak Mengasihi Rakyat”.

Proficiat Biboki!

Foto utama oleh roni banase

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Belu Bangga, KSP Kopdit Cendana Timor Lahir dari Rahim Kimbana

    Bupati Belu Bangga, KSP Kopdit Cendana Timor Lahir dari Rahim Kimbana

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 1Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH,Finasim menyatakan rasa bangga terhadap lahirnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Kredit (Kopdit) Cendana Timor Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Sebagai orang yang lahir di Halilulik, Naitimu, Tasifeto Barat, saya bangga, hari ini kita berdiri di sini, sudah […]

  • Debut Neo Tenun by Erwin Yuan di Jogja Fashion Parade 2025

    Debut Neo Tenun by Erwin Yuan di Jogja Fashion Parade 2025

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Loading

    Erwin Yuan dan model Timor Creative People (TCP), Nadia Riwu Kaho hadir di Yogyakarta dalam debut Jogja Fashion Parade 2025 pada Minggu, 16 Februari 2025, jadi panggung Padu Padan Tenun memperkenalkan koleksi eksklusif.   Kupang | Padu Padan Tenun by Erwin Yuan dengan bangga mempersembahkan koleksi terbarunya, Neo-Tenun, sebuah eksplorasi mode pria yang menggabungkan kain […]

  • Hingga 14 April, Korban Meninggal Akibat Badai Seroja NTT Capai 181 Orang

    Hingga 14 April, Korban Meninggal Akibat Badai Seroja NTT Capai 181 Orang

    • calendar_month Rab, 14 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jumlah korban meninggal akibat bencana alam siklon tropis (Badai Seroja) yang memorak-porandakan wilayah NTT, kini mencapai 181 jiwa. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT (Aula El Tari) pada Rabu, 14 April 2021. “Berdasarkan data dari lapangan […]

  • ‘Covid-19 di NTT’ Rencana Penutupan Bandara dan Pelabuhan Perlu Dikaji

    ‘Covid-19 di NTT’ Rencana Penutupan Bandara dan Pelabuhan Perlu Dikaji

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana penutupan bandara di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meminimalkan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang diusulkan berbagai kalangan termasuk oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang NTT, ditanggapi oleh Pemprov NTT dalam sesi konferensi pers pada Minggu, 22 Maret 2020 pukul 14.30 WITA—selesai di Kantor Dinkes Provinsi NTT. […]

  • PLN Resmikan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sumba

    PLN Resmikan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sumba

    • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur ( UIW NTT) terus melakukan penguatan pelayanan kelistrikan di Pulau Sumba. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menggenjot percepatan penambahan desa berlistrik serta rasio elektrifikasi di daerah tersebut. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Fintje Lumembang meresmikan unit pelaksana baru PLN […]

  • HUT Ke-113 Ebenhaezer Oeba, George Hadjoh Ajak Peduli Sampah

    HUT Ke-113 Ebenhaezer Oeba, George Hadjoh Ajak Peduli Sampah

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, S.H. melepas peserta jalan sehat dan peduli sampah yang dihelat GMIT Ebenhaezer Oeba pada Sabtu pagi, 1 April 2023. Jalan sehat dan aksi pungut sampah bersama jemaat dilaksanakan dalam rangka menyongsong Paskah 2023 dan memperingati HUT ke-113 Gereja GMIT Ebenhaezer Oeba. Jalan sehat […]

expand_less