Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

Selayang Pandang Biboki—Nekaf Mese Ansaof Mese

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : RD. Mikhael Valens Boy

Pengenalan akan adat istiadat dan kebudayaan ‘purba’ dari sebuah masyarakat tradisional membantu masyarakat modern menemukan dan mengenal ‘akar-akar’ filosofi hidupnya sendiri. Toh, manusia zaman dahululah yang ‘melahirkan’ manusia zaman sekarang.

Ada banyak pola berpikir dan bertindak manusia modern yang sesungguhnya berakar pada budaya dan peradaban yang telah dihayati oleh leluhur-leluhurnya dari ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Ada satu fenomena sosial-politik yang cukup menarik dari masyarakat Biboki di Timor Tengah Utara.

Dalam setiap Pilkada di mana orangnya dilibatkan, fenomena “nekaf mese, ansaof mese”, yaitu fenomena persatuan dan persaudaraan yang iklas serta kebulatan tekad untuk memenangkan orangnya sangat tinggi pada semua lapisan dan strata masyarakat Biboki. Mengapa? Untuk menjawab fenomena ini, izinkan saya melakukan satu tinjauan akan ‘masa lampau’ Biboki yang tetap terpelihara sebagai ‘api kehidupan’ bagi kebanyakan masyarakatnya hingga hari ini. Saya ingin menghadirkan kembali ‘roh dan jiwa’ masyarakat tradisional Biboki, yang menjadi ‘prinsip dan kekuatan’ manusia Biboki zaman sekarang.

Analisis ini juga didasarkan pada Skripsi Sarjana Muda saya di STF/TK Ledalero, Flores pada 1983 berjudul: “Sistem Politik Orang Biboki-Timor”. Skripsi saya ini diinspirasikan pula oleh karya H.G. Schulte Nordholt, yang berjudul, ‘The Political System Of Atoni Of Timor’, atau dalam bahasa aslinya, Belanda: ‘Het Politieke Systeem Van de Atoni Van Timor’ (1966).

Biboki Nekaf Mese Ansaof Mese

Ada istilah adat masyarakat tradisional Biboki yang berbunyi: “Nekaf Mese, Ansaof Mese – Tah Hunaka Mese”, Tiun Oemata Mese’. Istilah ini saya terjemahkan secara harafiah, ‘satu hati, satu dada – makan dari rumpun rumput yang satu, minum dari mataair yang satu /sama’. Inilah salah satu filosofi masyarakat tradisional Biboki, yang membuat masyarakat Biboki mempunyai “naluri dan jiwa” untuk “bersatu dan bersaudara” khususnya di antara mereka, dan serentak juga memampukan mereka untuk “bersatu dan bersaudara” dengan semua orang, baik dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan maupun dalam  konteks kehidupan menggereja.

Masyarakat Biboki sekarang ini terhimpun dalam 6 (enam) kecamatan. Dahulu hanya dua: Kecamatan Biboki Utara dengan ibukotanya Manumean, yang kemudian dipindahkan ke Lurasik, dan Kecamatan Biboki Selatan dengan ibukotanya Manufui. Sebelumnya, ketika Kabupaten Timor Tengah Utara masih dalam pola Swapraja, seluruh teritorial Kerajaan Biboki merupakan hanya satu Swapraja yaitu Swapraja Biboki dengan ibukotanya Manufui. Sekarang ini sudah ada enam Kecamatan di Biboki. Kecamatan Biboki Utara dimekarkan menjadi tiga, yaitu Biboki Utara dengan ibukotanya Lurasik, Biboki ‘Feot-Leu’ (Saudari Keramat) dengan ibukotanya Manumean, dan Biboki ‘An-Leu’ (Putra Keramat dengan ibukotanya Ponu. Biboki Selatan pun dimekarkan menjadi tiga: Kecamatan Biboki Selatan dengan ibukotanya Manufui, Kecamatan ‘Moen-Leu’ (Saudara Keramat) dengan ibukotanya Mena-Kaubele, dan Biboki ‘Tanpah’ (Penerobos Bumi) dengan ibukotanya di Oenopu. Ada filosofi di balik nama-nama dari Kecamatan-Kecamatan yang dimekarkan ini. Biboki ‘Moen-Leu’, ‘Feot-Leu’, ‘An-Leu’, dan ‘Tanpah’. Penamaan Kecamatan-Kecamatan baru ini menampakkan filsafat masyarakat Biboki yang sangat menjunjung tinggi ‘kosmopolitan’ kekeluargaan dan kekerabatan. Istilah ‘Mone-Feto-Anah’, yang artinya ‘Saudara-Saudari-Anak’ menunjukkan adanya spiritualitas kekeluargaan dan kekerabatan dalam mengelola kehidupan bersama dan dalam pemerintahan. Filosofi “afinitas dan afilialitas”, yaitu budaya “persamaan, pertalian keturunan, bergabung dan bersatu” hidup dan kuat dalam masyarakat Biboki.

Budaya “afinitas dan afilialitas” masyarakat Biboki bersumber juga pada sistem-sistem kekeluargaan yang telah dihayati sejak ratusan tahun yang lalu oleh leluhur-leluhur orang Biboki dalam pola hubungan ‘feto-mone, olif-tataf, bae feto-bae mone’, yaitu pola hubungan ‘saudara-saudari, adik-kakak, ipar perempuan-ipar laki-laki’. Pola hubungan seperti ini tidak hanya berada dalam tatanan “darah dan perkawinan”, tetapi juga dalam tatanan ‘sosial-politik’. Suku-suku dan marga-marga membangun hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persahabatan di antara mereka berdasarkan “perjanjian, kesepakatan, jasa dan persahabatan”.  Bentuk-bentuk pertalian dalam berbagai dimensi hidup yang dijiwai  oleh pola-pola hubungan tradisional ‘feto-mone, olif-tataf, bae feto-bae mone’ ini yang telah menjadi roh dan jiwa dari persatuan dan persaudaraan masyarakat Biboki hingga hari ini.

Ada istilah adat lain dari masyarakat tradisional Biboki yang biasa saya dengar dari mulut marga saya dari garis keturunan ibu, ‘Tmaneak’, adalah ‘Tmaneak Usif, Tmaneak Tob’, artinya ‘Mengasihi Raja, Mengasihi Orang Kebanyakan’. Dalam istilah adat ini terkandung filsafat “mengasihi manusia” dari segala strata dan semua golongan’. Inilah “keuniversalan manusia Biboki”, yang telah menjadi landasan persatuan dan persahabatan mereka dengan semua orang dari segala latarbelakangnya. Raja tetap raja, rakyat tetap rakyat, tetapi mereka semua adalah “manusia yang dikasihi”.

Filosofi ‘tmaneak usif, tmaneak tob’ bernilai dan  merupakan filosofi ‘kekristenan’ dari masyarakat tradlsional Biboki. Sebelum tiba agama Kristen melalui bangsa Portugis dan Belanda di Timor, leluhur-leluhur manusia Biboki sudah menemukan dan menghadirkan “nilai kesamaan dalam kemanusiaan” bagi semua orang. Satu penemuan dan terobosan yang luarbiasa dalam konteks manusia, budaya dan peradaban “purba”. Inilah salah satu landasan “keberanian dan kemuliaan’ manusia Biboki”: ‘Merah menyala dalam kobaran api cinta kasih’! Mungkin karena itu, walau masyarakat Biboki adalah “masyarakat adat”, namun darinya telah ‘lahir’ banyak imam. Adatnya keras, tetapi hatinya mulia!

Mengapa Biboki selalu “bersatu dan bersaudara”, yaitu ‘nekaf mese, ansaof mese’? Karena mereka selalu mewarisi sejarah “perjanjian dan kesepakatan” leluhur-leluhurnya untuk menjadi satu komunitas adat dalam naungan ‘Neno Biboki, Funan Biboki’. Kesetiaan kepada “janji dan kesepakatan” para leluhur masyarakat tradisional Biboki, telah menghantar manusia Biboki sampai pada ‘kekinian’ yang bersatu dan bersaudara. ‘Nekaf mese, ansaof mese. Tah toko hunaka mese, tiun toko oemata mese. Tmaneak usif ma tmaneak tob’ : “Sehati, Sejiwa. Makan dari Ladang yang sama, Minum dari Mata Air yang sama. Mengasihi Raja dan Serentak Mengasihi Rakyat”.

Proficiat Biboki!

Foto utama oleh roni banase

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor PTSP Prima : Wagub Josef Pinta Pelayanan Perizinan Dipermudah

    Rakor PTSP Prima : Wagub Josef Pinta Pelayanan Perizinan Dipermudah

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT menghelat Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorpimda) Terkait Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Hotel Sahid T-More, Kupang, pada 27—29 Agustus 2019. Dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Rakor ini dihadiri oleh Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan […]

  • Propam Polri Beber Pelanggaran Anggota Selama Tahun 2021, Ini Perinciannya

    Propam Polri Beber Pelanggaran Anggota Selama Tahun 2021, Ini Perinciannya

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Divisi Propam Polri di bawah kepemimpinan Irjen Ferdy Sambo mencatat sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama periode Januari—Oktober 2021. Namun, tahun 2021 ini pada umumnya pelanggaran yang dilakukan polisi mengalami penurunan dibanding 2020. Berdasarkan data yang dihimpun, Divisi Propam mencatat data pelanggaran disiplin, kode etik profesi […]

  • Selamat Datang Kembali Presiden Jokowi

    Selamat Datang Kembali Presiden Jokowi

    • calendar_month Sel, 17 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri “Salus Populi Suprema Lex Esto” artinya Keselamatan Rakyat merupakan Hukum Tertinggi. Demikian pesan tegas Presiden Jokowi yang disampaikan melalui pernyataan keras Menkopolhukam Mahfud MD, pada Senin, 16 November 2020 dan Presiden Jokowi telah menunjukkan diri masih sebagai “a leader in command” di Republik ini. Sikap tegas Presiden ini ditindaklanjuti oleh Kapolri […]

  • Judi Online Marak Indonesia Rugi Rp133 Triliun Setahun, Prabowo Serukan Kerja Sama Internasional

    Judi Online Marak Indonesia Rugi Rp133 Triliun Setahun, Prabowo Serukan Kerja Sama Internasional

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Pada pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menekan berbagai bentuk kejahatan lintas negara, seperti korupsi, penyelundupan, perdagangan narkoba, hingga judi online.   Gyeongju | Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian besar akibat praktik judi online yang mencapai sekitar 8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp133 triliun per tahun. Pernyataan […]

  • Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    Program Tanam Jagung Panen Sapi Berjalan, Kab. SBD Panen Perdana

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diinisiasi para peneliti handal yang dijalankan di 7 (tujuh) kabupaten yakni di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya (SBD) berjalan dan […]

  • Keluarga Besar Putra Putri Polri Daftar Anggota Via Aplikasi KBPP Polri

    Keluarga Besar Putra Putri Polri Daftar Anggota Via Aplikasi KBPP Polri

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pasca-pengukuhan dan pelantikan oleh Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Dr. Evita Nursanty, MSc. bersama Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto saat musyawarah daerah (Musda) V yang bertempat di ruang rapat utama Markas Polda NTT pada Sabtu, 20 Agustus 2022, maka kepengurusan KBPP Polri Provinsi NTT dinakhodai Ir. Lay […]

expand_less