Survei Kaspersky : Masyarakat Indonesia Intens Pakai AI di Semua Lini
- account_circle Penulis
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 82
- comment 0 komentar

![]()
Survei Kaspersky menunjukkan peran kecerdasan buatan (AI) kian meluas dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk selama musim liburan.
Peran AI di Indonesia sangat luas, mencakup transformasi digital pemerintahan untuk layanan publik lebih efisien, akselerasi pertumbuhan UMKM dan ekonomi melalui otomatisasi dan analisis data, peningkatan kualitas pendidikan dengan pembelajaran adaptif, revolusi layanan kesehatan (diagnostik & telemedicine), hingga personalisasi pengalaman pengguna di berbagai aplikasi sehari-hari seperti asisten virtual dan rekomendasi konten.
Indonesia juga fokus pada pengembangan AI untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, mendorong talenta digital, serta mengelola AI secara bertanggung jawab untuk keadilan dan inklusivitas.
Sebanyak 74% responden berencana menggunakan AI untuk berbagai aktivitas, mulai dari mencari resep, restoran, akomodasi, hingga membantu ide hadiah dan pengelolaan belanja. Kelompok usia 18–34 tahun menjadi yang paling antusias, dengan 86% menyatakan akan memanfaatkan AI sebagai alat bantu praktis dan sumber ide dalam keseharian mereka.
Di luar fungsi teknis, AI juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang dukungan emosional. Data Kaspersky mencatat 31% responden di Indonesia mempertimbangkan “berbicara” dengan AI saat merasa sedih, angka yang lebih tinggi dibanding rata-rata global.
Meski demikian, Kaspersky mengingatkan pentingnya sikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan chatbot, serta kewaspadaan terhadap risiko privasi dan keamanan data, dengan meninjau kebijakan layanan dan menghindari berbagi informasi pribadi secara berlebihan.
Sementara itu, sebelumnya Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyampaikan pandangan strategis Indonesia mengenai peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam membentuk masa depan pekerjaan. Hal ini ia ungkap saat berbicara dalam forum Executive Dialogue bertema “The Role of Artificial Intelligence (AI) in Shaping Future Jobs: Are We Ready?”, yang dihelat pada pertemuan bersama Gubernur ke-56 Bank Dunia dan IMF di Washington D.C, Rabu, 15 Oktober 2025.
“Pertanyaan sesungguhnya bukanlah apakah kita siap untuk AI, tetapi bagaimana kita dapat membuat AI bekerja untuk kita – untuk rakyat kita dan untuk tujuan pembangunan bersama kita.” Pernyataan ini menekankan pentingnya pendekatan proaktif dan manusiawi dalam mengadopsi teknologi AI,” terang Thomas Djiwandono.
Ia pun menyoroti potensi besar AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global, termasuk estimasi peningkatan PDB dunia hingga 7% dalam satu dekade mendatang. Namun, ia juga mengingatkan perlunya memastikan bahwa manfaat AI didistribusikan secara adil agar tidak memperlebar ketimpangan.
Menurut Thomas Djiwandono, keberhasilan AI tidak hanya diukur dari peningkatan efisiensi, tetapi juga dari sejauh mana teknologi ini membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha. Untuk itu, Indonesia menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama, yaitu infrastruktur digital, pengembangan modal manusia, serta inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Ia juga menegaskan perlunya pengelolaan AI yang bertanggung jawab melalui peningkatan keterampilan berkelanjutan (reskilling), penerapan prinsip keadilan dan transparansi, serta mendorong persaingan yang sehat.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Goodnews & Kemenkeu











Saat ini belum ada komentar