Arsip Tag: bupati ttu

Kristiana Muki Beberkan Perannya dalam Proyek di Kabupaten TTU

3.777 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | “Saya pribadi, terus terang kalau mulai dari bapak masuk ke dunia politik, saya tidak pernah menyentuh hal-hal yang seperti itu. Ini kasih ke sini, ini kasih ke sini. Itu tidak pernah!. Saya melihat istri-istri pejabat yang lain, sampai ada yang lain datang dan mengatakan saya berbeda,” ungkap Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem kepada Garda Indonesia pada akhir Juni 2020 di kediamannya.

Ia menegaskan kondisi tersebut terkait beragam pemberitaan yang menyudutkan dirinya, bahwa ia terlibat dalam makelar proyek hingga terindikasi dugaan korupsi di beberapa proyek di Kabupaten Timor Tengah Utara (T.T.U).

“Kakak, saya tidak mau seperti itu. Kalau itu konsekuensi untuk laki-laki, tapi saya istri harus ada di rumah untuk menguatkan anak-anak. Jangan sampai suami ada di dalam, istri juga ada di dalam. Saya tidak mau,!” tegasnya lagi.

Istri dari Bupati T.T.U Raymundus Sau Fernandes ini dengan penuh keyakinan menyampaikan rentetan kondisi sejak suaminya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten T.T.U. “Kalau dari bapak menjadi DPRD periode pertama tidak masalah, tapi saat bapak jadi Bupati dua periode, saya tidak pernah masuk untuk hal-hal seperti itu!. Saya tidak pernah seperti itu, bisa ditanyakan langsung pada OPD-OPD yang terkait,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Ikut tender, siapa menang kenapa tidak. Pasti ada juga dari luar TTU yang ikut tender, kalau menang ya silakan kalau tidak ya sudah selesai.”

Terkait kasus yang sedang bergulir dan dilaporkan oleh beberapa pihak ke Polda NTT, Kristiana Muki pun menerangkan bahwa itu merupakan kasus 5 (lima) tahun lalu. “Seperti saya baca bahwa ini kasus lima tahun lalu. Saya pikir kalau mereka punya bukti baru silakan mereka mengangkat itu, tapi selama periode yang lalu saya belum pernah dipanggil untuk dimintai keterangan. Kalau bapak pernah dipanggil. Setelah bapak turun baru saya tanya itu perkara apa,” urainya.

Hingga saat ini, wanita kelahiran 2 Oktober 1974 tersebut memutuskan untuk tidak membaca koran. Ia pun mengungkapkan alasannya. “Saya terus terang, saya malas baca koran. Saya punya pengalaman yang kurang enak ketika bapak masih DPRD dan harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Sementara, saya tahu suami saya tidak pernah seperti itu. Media tulis secara berlebihan. Sejak saat itu, bapak bawa koran saya tidak baca koran sampai hari ini,” ceritanya.

Wanita yang kerap disapa Irna ini pun menyampaikan, “Kadang ada tangan orang-orang tangan tertentu, tetapi saya salut dengan wartawan yang melakukan konfirmasi dengan kedua belah pihak baru dimuat.”

“Saya baca itu, ketika ada hubungannya dengan pekerjaan. Kalau menyangkut kasus-kasus orang lain, saya tidak pernah berkeinginan untuk mengetahui semua itu. Saya juga punya pikiran sendiri dan jangan sampai terbawa. Saya ambil nilai positif sebagai pembelajaran. Tidak semua, saya terima,” tandas wanita sederhana yang tak suka bersolek ini menutup percakapan kami.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Selama Pandemi Covid-19, Masuk ke Kabupaten TTU Wajib Dikarantina 14 Hari

482 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Utara (T.T.U) telah memberlakukan aturan ketat bagi semua orang yang masuk ke TTU, melalui semua pintu masuk di Pos Oeperigi, pos Napan Eban, Oepoli Noelelo dan Malaka Belu di Marobo; bakal diperiksa.

Demikian penegasan Bupati T.T.U, Raymundus Sau Fernandes dalam percakapan telepon dengan Garda Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2020.

“Semua pelintas dari luar masuk ke T.T.U, diperiksa!,” tegas Bupati Ray.

Selanjutnya, imbuhnya, Kalau mereka melakukan perjalanan ke Kabupaten Belu dan Malaka, setelah diperiksa akan dilepas untuk melakukan perjalanan.

“Sedangkan mereka (pelaku perjalanan, red) yang menuju ke T.T.U wajib dikarantina,” ujarnya.

Pemerintah T.T.U telah menyiapkan tempat karantina sementara di Rumah Susun (Rusun) Nawa, BLK, dan RBK Dinas Sosial.

“Apabila tiga tempat ini tidak bisa menampung karena pelaku perjalanannya banyak, maka kita sudah koordinasi untuk menggunakan losmen-losmen yang ada di T.T.U,” beber Bupati T.T.U seraya menyampaikan bahwa selama mereka ditampung atau dikarantina, maka konsumsi ditanggung oleh pemerintah.

“Jadi, kebutuhan selama 14 hari karantina ditanggung oleh pemerintah,” tandas Bupati Ray Fernandes sembari mengungkapkan waktu pelaksanaan bakal hingga 30 Mei 2020 atau diperpanjang sesuai masa darurat Covid-19.

Sebelumnya, Bupati Timor Tengah Utara melalui Pengumuman Nomor: 360/57/Set/V/2020 tanggal 18 Mei 2020 yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara dengan isi pengumuman : mengingat semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di kabupaten/kota se-Provinsi NTT, di mana terdapat kabupaten tetangga yang sudah dinyatakan daerah terpapar Covid-19, dengan demikian perlu dilakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten TTU.

Sehubungan dengan itu, maka diumumkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai berikut:

  1. Seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara diimbau untuk sementara tidak melakukan perjalanan keluar dari daerah Kabupaten Timor Tengah Utara kecuali untuk urusan mendesak seperti urusan kedukaan, sakit, dan tugas dengan ketentuan wajib membawa surat tugas dan kartu kuning hasil pemeriksaan awal yang dikeluarkan oleh gugus tugas Covid-19 pada posko gugus tugas Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten T.T.U;
  2. Kepada pelaku perjalanan yang berasal dari luar Kabupaten Timor Tengah Utara yang hendak datang ke Kabupaten Timor Tengah Utara wajib dikarantina pada tempat karantina yang telah disediakan sesuai dengan aturan protokol kesehatan Covid-19 kecuali:
  • Aparatur negara dengan ketentuan menunjukan surat tugas dan dilampirkan keterangan sehat Covid-19 sesuai ketentuan yang berlaku;
  • Pengemudi kendaraan pengangkut bahan bangunan, sembako dan kebutuhan logistik lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, cuci tangan, dan dilakukan pemeriksaan awal di pos pintu masuk.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Klarifikasi Laporan ARAKSI, Bupati TTU : Mereka Sebar Berita Bohong & Cemarkan Nama Baik

391 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes menyampaikan klarifikasi terkait laporan Ketua ARAKSI yang melaporkan dirinya dan istri ke Polda NTT terkait dugaan korupsi DAK Pendidikan T.A. 2007 senilai sekitar Rp.47,5 Miliar.

Kepada Garda Indonesia, melalui percakapan telepon pada Rabu, 20 Mei 2020 pukul 11.03 WITA, menyampaikan bahwa kapasitas dirinya dalam pengelolaan APBD tanggung jawab sebagai bupati pada tataran kebijakan, tetapi pelaksanaan teknis ada pada pengguna anggaran. Pengguna anggaran sudah melaksanakan pelelangan dan dinyatakan selesai.

“Yang mereka laporkan bahwa tidak ada dalam APBD itu omong kosong (tidak benar,red),” tegas Bupati T.T.U.

Lanjutnya, “Itu semua ada dalam APBD 2011 dan semua Dana SILPA sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan tidak boleh menumpuk Dana SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, red). Pemerintah diminta untuk segera.”

Oleh karena itu, imbuh Bupati Ray Fernandes (sapaan akrabnya, red), DAK 2007 dan 2008 dimasukkan dalam APBD 2011 dan kemudian dilaksanakan dan dilelang seperti biasa.

“Yang mereka nyatakan bahwa tidak ada kesepakatan dengan DPRD, Itu bohong! karena semua ada di dalam Perda APBD,” ungkapnya.

Terkait Pergub yang mereka singgung di dalam laporan, urai Bupati Ray, itu adalah itu perda harus ada pergub untuk penjabaran. Kalau pergub tidak ada, maka perda tidak bisa dijalankan.

Oleh karena itu, tambah Bupati Ray, Pergub pada bulan September 2011 itu terjadi perubahan pergub penjabaran karena juknis untuk pelaksanaan DAK baru turun, maka pemerintah daerah wajib untuk melakukan perubahan pergub untuk masukkan petunjuk teknis dari kementerian terkait dengan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus tersebut.

“Itulah kronologis seperti itu,” jelas Bupati Ray Fernandes sembari mengungkapkan melalui kuasa hukum sudah melaporkan ARAKSI ke Polres TTU terkait menyebar berita bohong dan pencemaran nama baik.

Dalam pemberitaan konferensi pers yang dilakukan oleh saudara kita ini Alfred Baun, beber Bupati Ray, bukan praduga tak bersalah, ini langsung menuding.

“Ini berhubungan dengan kepastian hukum. Maka saya menggunakan hak hukum saya melalui kuasa hukum untuk membuat laporan polisi,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bupati TTU Ray Fernandes: Kita Harus Hargai & Hormati Tata Busana Adat

536 Views

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | “Selama kurun waktu 9 (sembilan) tahun kami telah mewajibkan ASN dan masyarakat untuk mengenakan busana adat lengkap,” ujar Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) usai upacara bendera memperingati HUT ke-97 Kota Kefamenanu pada Minggu, 22 September 2019 di Kantor Bupati TTU.

“Setiap hari kamis sejak sembilan tahun lalu, seluruh aparatur mengenakan atribut adat lengkap,” ungkap Bupati Ray yang tampil elegan dengan balutan busana adat dari Insana.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab TTU dengan balutan busana adat lengkap

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt. kepada para awak media cetak, elektronik dan daring (online) saat wawancara eksklusif dalam rangkaian kegiatan HUT ke-97 Kota Kefamenanu.

Bupati Ray juga menekankan pentingnya menghormati dan menghargai atribut adat. “Kalau kita tidak menghargai tata cara berbusana adat yang benar lalu siapa yang menghormati dan menghargai,” tanya Bupati Ray yang telah memimpin Kabupaten Timor Tengah Utara selama 2 (dua) periode.

Selain itu, ujar Bupati Ray, setiap pengenaan busana adat lengkap menunjukkan strata sosial yang ada di masyarakat Timor Tengah Utara. “Oleh karena itu kita mengharapkan masyarakat dapat memahami dan menggunakan secara benar sehingga tidak mengaburkan makna dan pesan dari atribut adat itu,” pinta Bupati Ray.

Murid SD dan SMP mengenakan busana adat dari daerah masing-masing

Upacara bendera yang dimulai pada pukul 10.00 WITA—selesai tersebut mewajibkan peserta upacara untuk mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing yang memberikan warna menarik dan unik. tak hanya busana ada TTU namun berbagai busana adat nusantara tampak dikenakan oleh murid SD, SMP, SMA/SMK/MAN, Mahasiswa, ASN, Muspida TTU, dan Forkompinda.

Pantauan Garda Indonesia, tampak hadir Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora yang mengenakan busana adat lengkap dari Insana.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)