Arsip Tag: wakil gubernur ntt

Pemprov NTT Kaji Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

185 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rencana wilayah Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan di Kabupaten Kupang yang akan bergabung ke dalam wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikaji agar sesuai dengan prosedur administrasi tata kelola pemerintahan.

Maka, dilaksanakan Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang, yang dilaksanakan di Aula Fernandez, pada Rabu, 8 Juli 2020. Seminar tersebut dilaksanakan atas kerja sama Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT dan Universitas Nusa Cendana  (Undana) Kupang

Dalam hasil paparan kajian oleh tim peneliti Undana dikatakan memang layak dilakukan pengalihan wilayah Semau ke Kota Kupang atas pertimbangan antara lain, masyarakat Semau lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah dalam mengakses layanan publik di Kota Kupang dibandingkan di Oelamasi (Pusat Kabupaten Kupang). Karena alasan geografis Pulau Semau yang lebih dekat dengan Kota Kupang. Termasuk aktivitas masyarakat Semau yang lebih sering atau lebih dekat interaksinya dengan masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan kesulitan akses tersebut, pengalihan Pulau Semau juga telah disetujui oleh kebanyakan tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa, ketua BPD, pelaku pendidikan, pelaku kesehatan, dan pelaku bisnis. Hal tersebut berdasarkan survei dari tim peneliti Undana.

Wagub Josef Nae Soi memberikan arahan dalam Seminar Kajian Pengalihan Wilayah Administrasi Kecamatan Semau dan Kecamatan Semau Selatan dari Kabupaten Kupang ke Kota Kupang

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam kesempatan tersebut menyampaikan Pemprov NTT meminta tim peneliti Undana untuk melakukan penelitian dan mengkaji rencana bergabung Semau ke dalam wilayah Kota Kupang.

“Maka sebagai Pemprov kita minta pihak Akademisi Universitas Nusa Cendana untuk melihat dan mengkaji dengan melakukan penelitian dan seminar supaya kita bisa memiliki suatu data yang menunjukkan norma, prosedur dan kriteria. Sebab administrasi modern dalam pemerintahan yang kuat harus ada tata kelola yang baik,” tegas Wagub Nae Soi.

Karena itu, imbuh Nae Soi, segala pengurusan tata kelola wilayah harus bisa mendorong kesejahteraan masyarakat

Ia pun kembali menekankan tentang pentingnya mengutamakan kesejahteraan rakyat. “Semua kita memiliki wilayah dan pemerintah dan satu negara memerlukan adanya wilayah masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan wilayah dan pemerintahan harus mengutamakan kesejahteraan rakyat. Tidak boleh lupa itu. Perhatikan juga seluruh aspek kebutuhan masyarakat yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan Wagub Nae Soi, tugas pemerintah dalam hukum administrasi adalah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan berdasarkan keadilan dalam suatu negara. “Di mana ada hukum, maka ada keadilan. Oleh sebab itu, peran Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai Wakil Pemerintah pusat di daerah adalah memberikan binaan dan pengawasan sesuai dengan norma, prosedur, dan kriteria,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama oleh Sonya Marthina
Editor (+rony banase)

Satu Ton Beras bagi Susteran OMJM Kupang dari Wagub NTT Josef Nae Soi

115 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terhadap lembaga keagamaan dan lembaga kesejahteraan sosial dalam hal ini panti asuhan di Provinsi NTT semakin nyata. Bantuan berupa beras ini dimaksudkan untuk menanggulangi para penghuni panti agar sanggup bertahap hidup karena terdampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 beberapa bulan terakhir.

“Saya harus beri hormat yang luar biasa kepada Suster pimpinan OMJM, karena Spanyol dan Kupang Muy Lejos (baca muy yehos) yang artinya sangat jauh, tetapi bisa datang dan berkarya di Kupang; ini luar biasa. Kami berterima kasih karena sudah membantu anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di Kota Kupang agar bisa mengenal dunia dan kehidupan Tuhan Yesus,” sebut Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. saat menyerahkan 1 ton beras untuk biara susteran OMJM di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, pada Minggu, 28 Juni 2020.

Nampak hadir dan mendampingi Wagub Nae Soi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi NTT, Djose Nai Buti yang hadir lengkap bersama Tim Tagana Dinsos NTT.

Wagub Nae Soi mengajak para suster dan semua elemen masyarakat untuk terus berdoa agar NTT jangan sampai seperti yang terjadi di Spanyol yang terkenal dengan flu Spanyol yang mengakibatkan banyak korban meninggal. “Spanyol memberikan pelajaran yang luar biasa kepada dunia bahwa jangan main-main dengan virus seperti Covid-19. Juga seperti di Italia, karena menganggap enteng virus ini lalu banyak orang meninggal dunia,” ujar Wagub.

Wagub Nae Soi juga mengatakan bahwa Provinsi NTT telah diberikan predikat sebagai provinsi percontohan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional. “Semoga ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dan Covid-19 bisa segera berlalu,” ungkap Wagub.

Pose bersama Wagub NTT Josef Nae Soi, Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu dan para Suster OMJM

Wagub Nae Soi memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengorbanan dan perhatian pimpinan Susteran OMJM yang telah memilih Kota Kupang sebagai tempat pelayanan dan pusat OMJM di Indonesia. “Saya dan Pak Gubernur Viktor Laiskodat dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan terima kasih atas pengabdian para suster yang telah meninggalkan keluarga yang jauh di Spanyol dan berbakti di Kota Karang; Kota Kupang. Kalau mau enak, maka suster jauh lebih memilih di Spanyol. Tetapi inilah pengorbanan yang luar biasa, dan beras satu ton ini sebagai tanda terima kasih dan semoga bisa membantu para suster di biara ini,” kata Wagub Nae Soi, sambil tersenyum.

Gubernur VBL Bagi Beras di Manggarai dan Manggarai Timur 

Sementara itu, dalam kunjungan kerja (kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) wilayah Flores Barat khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur; Gubernur VBL juga menyempatkan diri untuk memberi bantuan berupa beras. Beras ini dibeli langsung dari para petani yang kini sedang memanen hasil mereka.

Di Kabupaten Manggarai, lembaga-lembaga yang mendapat bantuan berupa beras antara lain : Panti SLB Karya Murni Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Damian Cancar 400 kg, Santu Arnoldus Ruteng 400 kg, Gereja Masehi Injili Timor Imanuel Ruteng 350 kg, Yayasan Santa Elisabeth Kelurahan Pau 400 kg, Panti Asuhan Somachang Ruteng 300 kg, Panti AsuhanWae Peca Ruteng 400 kg, Paroki Pagal 400 kg, Panti Asuhan Kasih Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Rafael Balai Pengobatan Bunda SSpS, Panti Renceng Mose Ruteng 400 kg, Yayasan Insani Haji Daud Reo 400 kg dan GMIT Ephata Reo 350 kg.

Sementara, di Kabupaten Manggarai Timur antara lain : Pondok Pesantren Al Qalam Tompong, Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Gloria Pota, Paroki Pota, Paroki Sok, Mesjid Darul Arham Telaga Pota, perwakilan orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19.(*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Serahkan Bantuan Beras, Wagub Josef Nae Soi Sambangi Biara dan Panti Asuhan

118 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di masa pandemi Covid-19 semakin nyata. Sebagai pemimpin di daerah ini, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi tidak ingin masyarakat ‘terjebak” dalam kepanikan dan ketakutan karena virus corona. Karena itu, mereka hadir untuk meyakinkan dan memastikan bahwa tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan tetap berjalan.

“Kami datang membawa bantuan beras. Semoga Pater dan para frater yang ada di biara ini dapat terbantu. Apalagi di tengah pandemi Covid-19,” kata Wagub Nae Soi saat diterima Pemimpin OCD Indonesia, Pater Markus Ture, OCD dan Pemimpin Rumah Biara San Juan Kupang, Pater Sakarias Abduli, OCD di depan biara, pada Minggu siang, 21 Juni 2020

Menurut Wagub, para biarawan senantiasa bekerja untuk ladang Tuhan dan telah banyak membantu pemerintah. “Pater dan para biarawan di sini telah bekerja dengan teguh hati meski di tengah badai penderitaan. Teguh di dalam penderitaan. Ini yang luar biasa,” ucap Wagub yang saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi menyerahkan bantuan beras yang diterima pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Aisyiyah Kota Baru Kupang, Ny. Sariati A. Karim, pada Minggu, 21 Juni 2020

Usai menyerahkan bantuan beras satu ton, Wagub Nae Soi disuguhi kopi dan pisang rebus ala kadarnya. Sambil menikmati secangkir kopi, Wagub Nae Soi mendengar satu nomor lagu yang berasal dari Bajawa; kampung halamannya, yang dinyanyikan begitu merdu oleh para frater.

Berikut sepenggal syair lagu :

Dhegha-dhegha tau molo mema,
Sai kita ko’e mara me’a,
Mali zae gha au nabe,
Mona sei ee da peku wake…

Mai-mai weta o mai-mai nara
Dhegha-dhegha tau molo mema
Mali zale gha au nabe ee
Mona sei ee da peku wake

Usai mendengar lagu tersebut, Wagub Nae Soi nampak gembira. Sebelum pamit Wagub Nae Soi diajak foto bersama para frater dan pater OCD.

Dari Biara Carmel Matani Penfui Kupang rombongan Wagub melanjutkan perjalanan ke Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui Kupang. Selanjutnya ke Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Aisyiyah Kota Baru Kupang; Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang Kelurahan Fatubesi Kecamatan Kota Lama Kota Kupang; Susteran Alma Panti Asuhan Bhakti Luhur Sikumana; Susteran PRR Panti Asuhan St. Louis De Monfort Sikumana; Yayasan Bina Kasih Bukit Sion Panti Asuhan Syalom Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang dan Yayasan Kasih Agape Panti Asuhan Kasih Agape Jalan H.R. Koroh Km 8 Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Pengurus Yayasan Kasih Agape Panti Asuhan Kasih Agape, Pendeta Stef Langkameng menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Pemprov NTT. “Bantuan ini sangat meringankan kami dan kami senang. Meski bagi manusia ini sedikit tetapi di mata Tuhan bantuan ini sangat besar nilainya,” ujar Pendeta Stef Langkameng di depan Wagub Nae Soi. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Mahfud MD & Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Pilkada Serentak di NTT

74 Views

Atambua, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan perbatasan Motaain Timor Leste di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 18 Juni 2020, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan kesiapan pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/18/menko-polhukam-mendagri-kunjungi-perbatasan-motaain-timor-leste/

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi dalam sambutannya menegaskan, siap mengawal pilkada serentak, agar Pilkada di NTT berjalan tertib dan aman.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD berharap Pilkada Serentak di Provinsi NTT mampu melahirkan pemimpin yang baik. “Pemilu itu merupakan wujud nyata dari asas, sistem dan mekanisme demokrasi. Bahwa pemerintahan itu ditentukan oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat,” ujar Mahfud MD, di halaman Kantor Bupati Belu, Atambua.

Foto bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Wagub NTT Josef Nae Soi, Bupati Belu Willybrodus Lay dan unsur Forkompinda di depan Kantor Bupati Belu, Atambua

Tujuan bernegara, lanjut Menko Polhukam, adalah menjaga integritas teritori dan ideologi, mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan umum.

Terkait pelaksanaan Pilkada serentak di masa pandemi Covid 19, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mejelaskan, pelaksanaan Pilkada telah diatur di PKPU. “Sesuai protokol kesehatan. Tidak boleh ada kampanye akbar,” tegas Tito yang juga Mantan Kapolri ini.

Di daerah yang jaringan sistem komunikasinya baik, menurut Tito, semua tahapan didorong virtual. Sedangkan di daerah yang jaringan atau sistem komunikasi kurang baik, tetap dilakukan secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Kemenko Polhukam)
Editor (+rony banase)

Rakornas dengan Pemprov NTT, Presiden Minta Jaga Tata Kelola Keuangan

155 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya perlu mengingatkan bahwa Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp.677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Angka ini merupakan jumlah yang besar, maka tata kelola harus baik, sasarannya tepat, prosedur tidak berbelit dan sederhana, outcome dan output-nya harus besar dan maksimal,” pinta Presiden Jokowi saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2020 melalui video conference, pada Senin, 15 Juni 2020.

Presiden RI, Ir. Joko Widodo meminta agar setiap tata kelola keuangan dan akuntabilitas harus dijaga dan tetap transparan oleh setiap lembaga. Instruksi presiden tersebut disampaikannya kepada Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi; Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, para asisten dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk mengawal dan mengawasi dana tersebut dengan baik. “Aspek kontrol harus lebih ditingkatkan. Jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah maka harus segera diperhatikan. Jangan sampai dibiarkan. Bangun sistem peringatan dini. Perkuat tata kelola yang baik, transparan dan akuntabel. Kita tidak main-main dalam akuntabilitas,” tegas Presiden Jokowi.

“Kalau ada niat korupsi maka silakan Bapak dan Ibu digigit dengan keras. Uang negara adalah kepercayaan rakyat yang harus dijaga. Penegakan Hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Penyidik dan Aparatur Sipil Negara harus perhatikan hal itu,” katanya.

Dia menambahkan, “Saya ingatkan jangan menggigit yang tidak bersalah dan jangan menebar ketakutan pada pelaksana tugas. BPKP dan Inspektorat harus fokus pada pencegahan dan perbaikan. Perlu kerja sama dan sinergi bersama lembaga pemeriksa. Demikian juga sinergi antara aparat penegak hukum. Saya yakin kita bisa bekerja lebih baik dengan dukungan rakyat untuk mengawal agenda-agenda besar menuju Indonesia maju.”

Dijelaskannya, saat ini dunia sedang menghadapi kondisi yang luar biasa sulit. Ada 215 negara kini berjuang menghadapi darurat kesehatan dan dampak ekonomi yang dahsyat mulai dari produksi yang bermasalah, suplai terganggu dan pertumbuhan ekonomi juga terganggu.

“Sekali lagi, dalam situasi seperti ini yang tengah dihadapi semua negara dan tentunya butuh respons dari Pemerintah yang cepat dan tepat. Dari bidang kesehatan kita harus berusaha mencegah penyebaran Covid-19. Yang sehat kita jaga agar jangan sampai tertular, dan yang sakit kita rawat sampai sembuh,” ucap Presiden Jokowi.

“Di bidang sosial ekonomi kita juga harus menjamin warga yang kurang mampu, yang terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan sosial. Kita juga ingin Sektor UMKM mampu bertahan dan para pelaku usaha harus tetap bergerak. Semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat ,” tambahnya.

Dalam Laporan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI, Muhamad Yusuf Ateh, dijelaskan Rakornas tersebut dihadiri 966 peserta dan digelar dengan tema ‘Kolaborasi dan Sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Pemeriksa Eksternal, dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam rangka Pengawasan Percepatan Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional”. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Meldo Nailopo/Pelaksana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

214 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis dan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/03/27/donasi-covid-19-bank-ntt-275-juta-untuk-pencegahan-penyebaran-covid-19/

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh Manajemen Bank NTT, maka dana yang sebelumnya akan diserahkan dalam bentuk barang penunjang bagi tenaga medis menghadapi Pandemi Covid-19, selanjutnya tetap diserahkan dalam bentuk uang tunai dan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), yang diterima oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi yakni Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta beberapa Karyawan Bank NTT Divisi Humas. Sementara dari Pemprov NTT, mewakili Wagub Josef Nae Soi yakni Sekda Provinsi NTT, Ir Benediktus Polo Maing; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tampak dalam layar ponsel, Direktur Utama Bank NTT Izhak Eduard Rihi (kiri) sedang berbincang dengan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan)

Prosesi penyerahan Dana Donasi Covid-19 Bank NTT dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT pada Kamis, 23 April 2020 pukul 13.35 WITA—selesai.

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada Wagub Josef Nae Soi mengatakan, bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggung jawab Bank NTT untuk saling membantu. “Ini bantuan yang kami coba kumpulkan melalui pos-pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” ujarnya.

Izhak Eduard Rihi menjelaskan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten; ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” ungkap Direktur Utama Bank NTT.

Tampak dari ujung kiri ke kanan, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu; Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dan Valeri Guru, Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih atas kepedulian pihak Bank NTT yang memiliki respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh, bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub Josef.

Selain Pandemi Covid-19 di Provinsi NTT, Wagub Josef Nae Soi juga menyorot wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menempati urutan kedua angka kematian tertinggi di Indonesia.

“Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indonesia, dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD,” tandas Wagub Josef sembari menyampaikan menerima dengan sukacita Hibah Dana Covid-19 Donasi Bank dan berharap agar semua masalah dapat terselesaikan.

Penulis, editor dan foto (+ rony banase)

Doni Monardo Bakal Prioritaskan NTT Peroleh ‘Reagen PCR Test’

151 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional yang sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (TNI) Doni Monardo menegaskan NTT akan menjadi daerah prioritas untuk pendistribusian reagen PCR, saat alat ini tiba di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Doni menanggapi permintaan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi terkait kesulitan Provinsi NTT dalam pemeriksaan sampel swab.

“Memang untuk peralatan kesehatan, kita berebutan dengan berbagai negara untuk mendatangkan alat-alat ini. Saya akan perintahkan begitu barang datang, untuk segera kirim dan prioritaskan ke Kupang,” ujar Doni Monardo saat melakukan Video Telekonferensi dengan Wagub NTT, Josef Nae Soi di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Rabu, 22 April 2020.

Dalam Video Telekonferensi tersebut, Wagub Josef, mengungkapkan NTT sudah menyiapkan Lab Polymerase Chain Reaction (PCR), namun alat kit reagennya belum ada. “Kami sudah punya laboratorium, tinggal tunggu reagen untuk pemeriksaan Swab. Kami meminta melalui Pa Jenderal, mohon Kementerian Kesehatan lebih cepat mengirim kami reagen, supaya PCR kami bisa berfungsi,” kata Wagub Nai Soi.

Wagub Josef Nae Soi saat melakukan Video Telekonferensi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo

Wagub menginformasikan, semua sampel Swab dari NTT dikirim ke Laboratorium di Jawa. Jumlah yang terkirim sebanyak 75 sampel. Yang sudah diperiksa 44 dan belum ada hasil sebanyak 31. “Puji Tuhan, dari yang sudah diterima, hanya satu yang positif sementara yang 43 lain hasilnya negatif. Kondisi pasien positif sampai sekarang masih prima, dan kami masih tunggu swab yang kedua untuk yang bersangkutan, mudah-mudahan sudah negatif,” ungkap Wagub Nae Soi.

Wagub Josef juga memberikan apresiasi atas perhatian tim Gugus Tugas Nasional yang telah memberikan bantuan alat-alat kesehatan kepada pemerintah Provinsi NTT. “Terima kasih pak Jenderal, kami NTT sudah mendapat APD sebanyak 6.500, rapid test-nya 7.200 dan maskernya 15.500,” pungkas Wagub NTT.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo saat melakukan Video Telekonferensi dengan Wagub NTT Josef Nae Soi

Dalam kesempatan tersebut, mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden itu secara khusus mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTT yang bisa menahan laju pertambahan positif Covid-19.

“NTT (masih) relatif aman dari ancaman yang serius, walaupun ada namun masih bisa ditangani. Mudah-mudahan yang masih dirawat bisa tertangani dengan baik dan cepat sembuh. Perlu prioritas untuk kerja-kerja melayani masyarakat supaya Indonesia jangan setiap hari dipenuhi dengan berita covid terus-menerus; sebab bisa buat tambah panik. Perlu ada berita pembangunan lain,” jelas Doni.

Secara khusus Doni juga mengingatkan pemerintah Provinsi NTT untuk memperhatikan masalah Demam Berdarah Dengue di NTT. “Mohon Pa Wagub sampaikan kepada Pa Gubernur agar tetap membersihkan selokan, sumur-sumur, kamar mandi sehingga masyarakat kita bisa terbebas dari demam berdarah,” pinta Doni.

Ia juga mengingatkan agar Alat Perlindungan Diri (APD) yang dikirim ke NTT supaya dicek ulang sehingga tidak terjadi perbedaan antara di pusat dan daerah agar tidak terjadi temuan dan pelanggaran hukum.

“Yang perlu dicek ulang adalah APD yang sudah dikirim ke NTT, menurut data kami ada 7.500. Tolong nanti dicek ulang sehingga tidak menimbulkan temuan BPK. Kalau rapid test, jumlahnya sudah sama. Kalau mungkin barangnya belum sampai, masih di perjalanan, terselip atau mungkin dari pusat ada kekeliruan, harus dicek ulang dan segera dilaporkan,” ungkap Doni.(*)

Sumber berita  (*/Aven R—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase) Foto utama oleh Gugus Tugas Pusat

Wakil Gubernur NTT : Puji Tuhan NTT Masih ‘Zero Corona’ !

146 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M. mengucap syukur karena hingga kini Provinsi NTT masih negatif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Pertama-tama kami rakyat NTT, dan seluruh jajaran di Provinsi NTT; bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ASWT sampai dengan hari ini; puji Tuhan, alhamdulillah; kami masih dikatakana zero corona,” tandas Wagub menjawab pertanyaan wartawan Berita Satu TV di rumah jabatan Wagub, pada Selasa malam, 7 April 2020.

Saat ditanya soal penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang secara nasional masih negatif bersama Provinsi Gorontalo, sedangkan 32 provinsi lainnya di Indonesia sudah terpapar Covid-19, Wagub Josef Nae Soi mengatakan virus ini diketahui tidak menular.

“Kita tahu bahwa virus ini tidak menular tetapi ditularkan. Sesuai dengan kondisi kami masyarakat NTT, di mana masyarakat kami menganut nalar komunitarian yang sering berkumpul satu sama lain; maka yang pertama kami lakukan adalah bagaimana mengubah nalar dari komunitarian menjadi nalar social distance atau physical distance; itu istilah,” papar Wagub.

“Masyarakat kami selalu berkumpul dalam pesta adat, dalam beribadah dan sebagainya. Oleh sebab itu, langkah pertama yang kami ambil dari pemerintah adalah kami mengundang semua komponen yang ada di NTT, semua tokoh masyarakat, tokoh agama, semua tenaga medis; kita menentukan sekarang NTT ini dalam keadaan bagaimana, kami mengambil satu kesimpulan pada saat itu bahwa NTT walaupun belum masuk tetapi ini ada namanya kegentingan sosial,” tambah mantan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Kalau kegentingan sosial sebut Wagub Nae Soi, maka diminta kepada tokoh masyarakat, semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mari kita semua sosialisasi kepada masyarakat bahwa ikatan-ikatan kita; ikatan sosial yang selama ini merupakan budaya harus dihentikan sementara; karena ada namanya kegentingan sosial. Oleh sebab itu, kami minta kepada masyarakat dan menurut tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat supaya ditiadakan pesta-pesta adat, ditiadakan ibadah dan lain sebagainya,” tegas Wagub Josef.

Masyarakat dari Zona Merah Corona Virus Jangan Datang ke NTT

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sambung Wagub, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk dapat mengendalikan diri di tengah pandemik virus corona. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah “merah” tolong melakukan pengendalian diri supaya jangan datang ke NTT kalau misalnya tidak ada keperluan yang sangat luar biasa. Juga kepada masyarakat yang berada di luar NTT kami mohon dengan sangat supaya kalau misalnya mereka dari “daerah merah”, kami mohon dengan sangat supaya jangan datang dulu ke NTT,” pinta Wagub, datar.

Di tempat terpisah Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang juga juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar tidak panik berlebihan. “Masyarakat NTT jangan panik berlebihan. Siaga boleh. Kalau panik, imunitas tubuh menurun dan akan berdampak mudahnya berbagai wabah masuk ke dalam tubuh kita; tidak hanya wabah corona,” pinta Marius di ruang kerjanya, pada Rabu, 8 April 2020.

Justru di saat-saat seperti ini sebut Marius, tumbuh kepekaan dan rasa solidaritas kemanusiaan sebagai sesama anak bangsa. “Saat seperti ini harus timbul dan tumbuh rasa solidaritas sebagai sesama anak bangsa yang ada di daerah. Mari kita saling membantu dan meneguhkan agar wabah corona ini cepat berhenti; sembari terus berdoa kepada Tuhan Sang Empunya Kehidupan; agar kita semua senantiasa terjaga, sehat dan terlindungi,” ucap Marius, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)