Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Tanam Pohon di Gerakan Kupang Hijau, Pemkot Kupang Jamin Bakal Rawat

Tanam Pohon di Gerakan Kupang Hijau, Pemkot Kupang Jamin Bakal Rawat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
  • visibility 45
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Aksi penanaman pohon kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang di areal Jembatan Petuk II Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, pada Sabtu, 11 Juli 2020. Kegiatan yang dimotori oleh tim Gerakan Kupang Hijau (GKH) ini merupakan salah satu program yang dijabarkan dari misi Wali Kota Kupang untuk menjadikan Kupang sebagai kota yang layak huni.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/07/10/gerakan-kupang-hijau-berdayakan-62-mitra-usaha-tanpa-gunakan-apbd-kota-kupang/

Sejumlah pihak dilibatkan langsung dalam gerakan tersebut. Turut hadir Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Atmaja, Kepala OJK Kupang, Robert Sianipar, Plt. Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho bersama para direktur, Kajari Kupang Max Oder Sombu, Dandim 1604, Anggota DPD RI sekaligus KEtua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore Manafe, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Penjabat Sekda Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta para camat dan lurah. Hadir juga sejumlah sponsor GKH, pimpinan perusahaan, hotel, rumah sakit swasta dan toko.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Ketua Tim Gerakan Kupang Hijau Alex Riwu Kaho bersama para pelaku usaha atau sponsor Gowes bersama menuju lokasi penanaman pohon

Gerakan Kupang Hijau diawali dengan gowes bersama dengan posisi start di Kantor BI Perwakilan NTT dan finis di Jembatan Petuk II. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon oleh sejumlah perusahaan dan penyerahan plakat dan piagam penghargaan bagi para sponsor sebagai tanda terima kasih atas partisipasi dalam kegiatan tersebut. Diketahui bahwa GKH merupakan program yang tidak menggunakan APBD Kota Kupang dan hanya merupakan bentuk sumbangan dari sejumlah sponsor baik lembaga, instansi maupun perusahaan swasta yang ada di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, menjelaskan bahwa GKH adalah satu gerakan mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Gerakan ini mencakup tiga tujuan utama, yakni menghindari sampah plastik, menanam air dan menanam pohon, “Melalui tim kecil yang berjumlah delapan orang ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam menghijaukan kota ini. Delapan orang inilah yang menggerakkan kegiatan ini. Saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari tim ini,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Ia pun menandaskan bahwa GKH merupakan jabaran visi-misi di masa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man. Misi tersebut adalah menjadi Kota Kupang bersih, hijau dan layak huni, “Menanam pohon ini tidak hanya sekadar untuk menghijaukan kota kita saat ini, tapi juga merupakan investasi berharga untuk masa depan terutama untuk anak-cucu kita kelak,” tegasnya.

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dana dan membeli paket pohon yang ditawarkan Tim GKH. Kepada para sponsor dia berjanji akan merawat semua pohon dan menjamin tumbuhnya pohon-pohon tersebut dengan melibatkan pihak ketiga untuk pemeliharaan. Sebelumnya, Wali Kota juga menyampaikan tentang rencana Pemkot Kupang untuk membentuk UPTD Taman yang nantinya juga turut membantu pemeliharaan pohon-pohon yang sudah ditanam di seputar Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada salah satu pendukung Gerakan Kupang Hijau

Ketua Tim GKH Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan bahwa Wali Kota Kupang telah memberikan tanggung jawab kepada dirinya bersama tim dengan tiga program utama yakni mengurangi sampah plastik, menanam air dan menanam pohon, “Aksi ini akan membuat kota ini bersih dari sampah plastik, ramah lingkungan dan bermanfaat untuk meningkatkan potensi air dalam tanah,” tambahnya.

Tidak lupa dia mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang telah memberikan sumbangan untuk mendukung Gerakan Kupang Hijau. Para sponsor tersebut antara lain Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK), DPD REI, instansi dan perusahaan swasta lainnya. Tercatat kurang lebih 70-an sponsor telah berpartisipasi mendukung program ini dengan cara membeli paket pohon yang mereka tawarkan.

Alex berharap agar gerakan hari ini tidak sebatas menanam namun mampu merawatnya hingga tumbuh subur di Kota Kupang “Kita akan terus menanam hingga 2.000 pohon di sekitar lokasi ini, semoga gerakan ini bermanfaat untuk lingkungan dan masa depan kota ini,” pungkasnya.

Aksi GKH dengan gowes dan tanam pohon bersama ini ternyata disambut antusias oleh segenap warga Kota Kupang. Dapat terlihat sejak garis start gowes di depan Kantor Perwakilan BI, jalan El Tari. Semula panitia memperkirakan hanya 50-an peserta yang ikut dalam gowes tersebut. Ternyata jumlah peserta yang ikut jauh lebih banyak dari perkiraan. Demikian pula di lokasi penanaman di seputaran Jembatan Petuk II yang dipadati oleh warga dari segenap penjuru Kota Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_Chris)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri & Imigrasi Tangkap DPO Interpol Warga Negara Jepang di Batam

    Polri & Imigrasi Tangkap DPO Interpol Warga Negara Jepang di Batam

    • calendar_month Kam, 22 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau bekerja sama dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Resor Kota Barelang (Satpolairud Polresta Barelang), serta Divisi Hubungan Internasional Markas Besar Kepolisian RI (Divhubinter Mabes Polri) menangkap daftar pencarian orang (DPO) Interpol (blue notice) berinisial […]

  • Hari Aids Sedunia 2019, Kemen PPPA Ajak Jauhi Virus HIV Bukan Orangnya

    Hari Aids Sedunia 2019, Kemen PPPA Ajak Jauhi Virus HIV Bukan Orangnya

    • calendar_month Sen, 9 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Selain faktor risiko kesehatan yang besar, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga sering menghadapi stigma negatif masyarakat yang keliru dan pemahaman salah lainnya tentang penularan virus HIV terutama pada kelompok anak dengan HIV/AIDS (ADHA). “Tidak masalah apa pun yang menyebabkan mereka menerima virus itu, tidak boleh dijauhi tapi kita rangkul,” ujar Asisten […]

  • Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

    Kunjungi Akademi Teknik Kupang, VBL Minta Produksi Mesin Berkualitas

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada Selasa, 15 Juni 2021. Gubernur VBL meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT. “Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan […]

  • Cara Unik Mahasiswa Politani Kupang Belajar Perubahan Iklim

    Cara Unik Mahasiswa Politani Kupang Belajar Perubahan Iklim

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menghadirkan praktisi kebencanaan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT), Peter Heyn Ahab memberikan edukasi terkait adaptasi perubahan iklim, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko bencana kepada para mahasiswa baru periode 2024/2025. Mengambil lokasi kegiatan di lantai 4 (empat) gedung TPH (tanaman pangan hortikultura) yang tak […]

  • Biang Kerok Indonesia Batal Tuan Rumah U20 & Penghambat RUU “Antikorupsi”

    Biang Kerok Indonesia Batal Tuan Rumah U20 & Penghambat RUU “Antikorupsi”

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Gegernya dunia persepakbolaan Indonesia, bahkan dunia, lantaran batalnya Indonesia jadi tuan rumah, seiring dengan gaduhnya dunia perpolitikan nasional dengan terungkapnya siapa master-mind gagalnya RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi serta RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal. Gubernur Koster dan Gubernur Ganjar tidak mungkin bertindak atas kemauannya sendiri. Mereka berdua nampaknya bertindak atas […]

  • Kementerian PPPA Dampingi Pengelolaan  Energi Yang Responsif Gender

    Kementerian PPPA Dampingi Pengelolaan Energi Yang Responsif Gender

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu-NTT, Garda Indonesia | Kemen PPPA sebagai instansi pemerintah, memiliki kewajiban mengintegrasikan isu gender ke dalam program pembangunan. Komitmen tersebut ditunjukkan Kementerian PPPA melalui Deputi Bidang Kesetaraan Gender dengan melaksanakan kegiatan Pengembangan Model Daerah dengan Pengelolaan Energi yang Responsif Gender di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. “Komitmen Pemerintah Sumba Timur terkait isu gender dalam bidang energi […]

expand_less