Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tangis Haru, Nikah Massal 7 Pasutri Katolik Diaspora NTT Jakarta

Tangis Haru, Nikah Massal 7 Pasutri Katolik Diaspora NTT Jakarta

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Keluarga Besar Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) didukung oleh Pusat Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (PUSPAS KAJ) Wisma Samadi Klender dan Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora (FKM FLOBAMORA) menyelenggarakan pernikahan massal untuk 7 (tujuh) pasangan suami-istri (Pasutri) Katolik diaspora NTT di gedung Pusat Pastoral (Puspas) Samadi, Klender Jakarta Timur pada Minggu, 20 November 2022.

Ketujuh pasangan yang diberkati tersebut adalah warga yang tinggal di seputaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka adalah Fabianus Indrawan dan Lesta Neng Parung, Hubertus Aur dan Yustina Majabubun, Yosef Alifandri dan Maria Oda Elisan, Agustinus Ganti dan Maria Goreti Manur, Venansius Alfianus Kase dan Maria Dhiu Bate, Antonio Alfiano Saratoga dan Visna Rivantai serta Vicky Fernando Baptista dan Wihelmina Timbu.

Pemberkatan nikah secara Gereja Katolik tersebut dipimpin oleh Uskup Mgr. Paulinus Yan Ola, MSF, bersama konselebran RD Yustinus Ardianto, RD Stafanus T Rahmat, RD Frederikus Maigahoaku Djelahu, RD P Herian Ulukyana dan RD Michael Rahankey.

Pemberkatan berjalan sangat khusuk dan meriah diiringi paduan suara dan tarian daerah asal Nusa Tenggara Timur dan dihadiri perwakilan para pengurus Ikatan keluarga Besar (IKB) NTT Se-Jabodetabek.

Beberapa tokoh IKB dan perwakilan keluarga besar merespons pemberkatan nikah massal yang mana hampir secara keseluruhan menyampaikan rasa syukur dan dukungan terhadap penyelenggaraan karena telah melakukan sebuah terobosan baru dalam membangun gereja yang hidup.

“Saya sebagai orang tua Flobamora-NTT Diaspora Jabodetabek sangat mendukung penyelenggaraan pernikahan masal hari ini dilaksanakan di PUSPAS KAJ-Wisma SAMADI ini. Terima kasih kepada Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) dan Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora (FKM FLOBAMORA) yang telah mendukung para pasutri dalam melengkapi dukungan administrasi gereja agar warisan anak dan cucu tanpa ada masalah pada amasa depan” demikian kesan Bapak Thobias Djaji Perwakilan Tokoh NTT Diaspora.

Pose bersama sesepuh diaspora NTT di Jakarta

Ketujuh pasutri merasa bahagia hingga meneteskan air mata saat pemberkatan nikah dan saat bersalam-salaman. Mereka mengaku bangga dengan kerja keras panitia penyelenggara dari KPM yang didukung oleh FKM Flobamora sehingga mulai dari persiapan surat-menyurat sampai hari pemberkatan dapat berjalan dengan lancar.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena melalui Bapak-Bapak dan Ibu-ibu dari KPM, FKM Flobamora dan semua panitia yang terlibat mengurus semua dokumen sampai acara nikah massal ini berjalan dengan lancar,” ucap pasutri Yosef dan Maria Pasutri asal kejek, Elar Selatan, Manggarai Timur.

Ketua KPM,  Emiliana A.K dalam sambutannya menyampaikan tujuan sederhana penyelenggaraan pernikahan massal ini semata hanya ingin membantu pasangan suami-istri yang selama ini mengalami kesulitan dari beberapa aspek agar segera bisa dinikahkan secara Katolik, diakui oleh agama dan negara.

“Kami terpanggil untuk melakukan kegiatan ini bukan mengambil alih peran Gereja, namun kami ingin agar anak-anak kami ini bisa tidak memiliki masalah dalam keluarga,” ungkapnya.

Tahapan pekerjaan KPM, imbuh Emiliana, tak hanya berhenti pada upaya menikahkan pasangan tersebut secara massal, namun KPM juga akan terus membantu mengurus mendaftarkan administrasi hingga ke catatan sipil.

“Sebagian besar pasangan ini sudah memiliki anak. Nanti anak-anak mereka bisa dibaptis secara gereja Katolik. Kemudian, setelah pemberkatan ini sah secara hukum gereja kami juga membantu pernikahan ini sah menurut hukum negara. Apa yang menjadi hak ataupun kewajiban kita sebagai warga negara itu bisa kita dapatkan,” tandasnya.(*)

Sumber (*/Diaspora NTT Jakarta/Martin)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 957 Bacaleg DPRD Prov Mendaftar, Hasil Penilaian KPU 21 Juli 2018

    957 Bacaleg DPRD Prov Mendaftar, Hasil Penilaian KPU 21 Juli 2018

    • calendar_month Kam, 19 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sejak KPU Prov NTT membuka pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari 4-17 Juli 2018, telah terdaftar 957 Bacaleg dari 16 Partai Politik. Adapun 16 Partai Politik yang mendaftarkan Bacaleg yakni Nasdem, Gerindra, PAN, PKB, PSI, Perindo,Demokrat, Hanura, PDIP, PKPI, Golkar, Berkarya, PPP, PKS, Berkarya dan Partai Bulan Bintang. Dari 957 Bacaleg, kuota […]

  • 11 Desa di Miomaffo Timur TTU Terima Bantuan APBN Kemensos 2021

    11 Desa di Miomaffo Timur TTU Terima Bantuan APBN Kemensos 2021

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan bantuan sembako berupa beras 14 kilogram dan 15 butir telur yang bersumber dari APBN (Anggaran Perencanaan dan belanja Negara), Kementerian Sosial RI tahun anggaran 2021. Bertempat di aula Kantor Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur, pada Sabtu, 9 […]

  • Jadikan Kota Kupang Indonesia Mini, Pemkot Libatkan Paguyuban

    Jadikan Kota Kupang Indonesia Mini, Pemkot Libatkan Paguyuban

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang melibatkan sejumlah paguyuban etnis yang ada di Kota Kupang dalam penataan taman kota di bulevar jalan utama Kota Kupang. Rencananya masing-masing paguyuban akan bertanggung jawab mulai dari proses penanaman, penataan hingga perawatan taman di sepanjang jalur utama mulai dari pintu masuk menuju Bandara El Tari hingga Patung […]

  • Camat di Sumut Pakai Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar untuk Judi Online

    Camat di Sumut Pakai Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar untuk Judi Online

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Loading

    Penggunaan dana publik untuk kepentingan pribadi ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap aturan pengelolaan keuangan daerah.   Medan | Seorang camat di Kota Medan menjadi sorotan setelah terungkap menyalahgunakan kartu kredit pemerintah daerah (KKPD) dengan total transaksi mencapai Rp 1,2 miliar sejak Agustus 2024.Dana tersebut digunakan untuk bermain judi online (judol) serta membayar kebutuhan pribadi […]

  • Empat Arahan Presiden dalam Konsolidasi Nasional Bawaslu

    Empat Arahan Presiden dalam Konsolidasi Nasional Bawaslu

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menekankan sedikitnya 4 (empat) arahan saat menyampaikan sambutan pada acara Konsolidasi Nasional Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI pada Sabtu, 17 Desember 2022 di Hotel Bidakara, Jakarta. Arahan pertama, Presiden meminta agar Bawaslu memetakan segera potensi masalah dan berbagai kemungkinan terjadinya pelanggaran. “Harus dipetakan. Pusat memetakan, provinsi memetakan, […]

  • Kenapa Advokat Terkesan Banyak dari Suku Batak? (Bagian 1)

    Kenapa Advokat Terkesan Banyak dari Suku Batak? (Bagian 1)

    • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Wina Armada Sukardi, Advokat dan Pakar Hukum Pers Pertanyaan kenapa advokat, atau yang di masyarakat luas lebih populer disebut pengacara, terkesan banyak yang berasal dari etnis atau suku Batak? Dalam pergaulan sehari-hari sering dijawab, “Karena orang Batak memang merupakan suku yang terbiasa banyak bicara !” Jawaban tersebut tidak cukup kuat, lantaran banyak juga suku […]

expand_less