Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Tenun Motif Sepe Ikon Kota Kupang Dipajang di ‘Exotic Tenun Fest’

Tenun Motif Sepe Ikon Kota Kupang Dipajang di ‘Exotic Tenun Fest’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
  • visibility 183
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Tenun Motif Sepe sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) personal hasil karya dari Ketua Dekranasda, Hilda Manafe bersama penenun dari Penkase, dipajang dan dipromosikan saat Exotic Tenun Fest yang dihelat oleh Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT, di Gedung Dekranasda Provinsi NTT, pada Senin, 22 Maret 2021.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/09/kota-kupang-raih-hak-cipta-motif-tenun-bunga-sepe-merci-jone-ucap-proficiat/

Exotic Tenun Fes 2021 dihelat selama 3 (tiga) hari pada Senin—Rabu, 22—24 Maret 2021, dalam rangka melestarikan dan menguatkan identitas tenun NTT sebagai salah satu warisan budaya Indonesia serta mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)dan Karya Kreativitas Indonesia (KKI) Bank Indonesia bersama Dekranasda NTT.

Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore  menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Dekranasda Provinsi NTT yang telah melibatkan Pemerintah dan Dekranasda Kota Kupang dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi BI yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun Kota Kupang dengan menghidupkan aktivitas penenun di NTT, dan saat ini, menurutnya, BI sedang membangun gedung untuk membantu para penenun, yang terletak di Kelurahan Penkase Oeleta.

“Ada satu gedung yang sementara dibangun oleh BI untuk membantu saudara-saudara kita, ini akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, kalau dulu pembuatannya lama dan harganya tidak terjangkau, gedung inilah yang akan menjadi wadah pembuatan dan promosi Tenun Sepe asli Kota Kupang nantinya,” ucap Wali Kota Jefri.

Suami dari Hilda Manafe ini juga turut mempromosikan Bunga Sepe sebagai motif tenunan yang akan menjadi ikon ciri khas Kota Kupang, “Selama ini, Kota Kupang belum mempunyai ikon tertentu, kalau Rote, Sabu ataupun suku lainnya di NTT sudah ada, tapi Kota Kupang kan belum ada, berkat kreativitas Dekranasda Kota Kupang didukung Bank Indonesia akhirnya terciptalah Tenun Motif Sepe khas Kota Kupang. Motif baru ini akan ditenun di Kota Kupang, memakai bahan alami untuk pewarna,” ungkapnya.

Bantuan BI Perwakilan NTT berupa Galeri Tenun kepada Dekranasda Kota Kupang

Wali Kota Jefri yang menjabat sejak tahun 2017 ini meyakini bahwa melalui festival ini,  masyarakat Indonesia bahkan dunia dapat mengenal ikon baru kebanggaan Kota Kupang, “Sekarang kalau orang mau ke Kupang, orang bisa membawa pulang Tenun Sepe sebagai suvenir selain yang sudah ada lainnya, ini yang akan terus kita promosikan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang rencananya akan turut serta dalam pameran Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo, “Akan terlibat di sana, walaupun baru mendapatkan HAKI, ini sesuatu yang akan terus mendorong dan membangkitkan semangat kami, untuk terus mempromosikan tenun sepe ke luar Kota Kupang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman A. Atmaja mengatakan bahwa target penjualan tenun NTT berkisar 1,2 miliar. “Mudah-mudahan dengan banyaknya promosi diharapkan terjadinya penjualan secara online, caranya gampang tinggal klik www.exotenunfes.com kita bisa langsung pilih produknya, kemudian ketika memilih produk, maka sudah langsung terhubung dengan shopee sebagai e-commerce tempat terjadinya transaksi,” urainya.

Jika ada yang mau membelinya secara offline, tandas Nyoman, bisa langsung datang membelinya di Gedung Dekranasda Provinsi NTT dan beberapa Dekranasda Kota/Kabupaten lainnya di NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus menerobos kondisi yang terbatas dengan langkah-langkah cerdas dan adaptif untuk mengajak masyarakat memasuki era new normal yang mempertemukan UMKM dengan platform e-commerce.

Kegiatan Exotic Tenun Fest 2021 turut dihadiri Oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Naesoi, Ketua Dekranasda Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe dan diikuti secara daring oleh Deputi Gubernur BI, Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Yohan, Bupati se-NTT, Pimpinan Satuan Kerja BI dan pemerhati/pencinta tenun serta pelaku UMKM.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ sny/chr)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

    Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Loading

    Kolonel Mustafa membenarkan ada relawan yang terluka di bagian kepala saat pembubaran iring-iringan bantuan banjir. Ia menyebut insiden di lapangan melibatkan ketegangan antar pihak, dan para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.   Aceh | Aksi pengibaran bendera simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinilai semakin masif di berbagai titik di Aceh. Situasi […]

  • Presiden Jokowi: Pakai Bantuan Tunai 2021 Secara Tepat, Jangan Beli Rokok

    Presiden Jokowi: Pakai Bantuan Tunai 2021 Secara Tepat, Jangan Beli Rokok

    • calendar_month Sen, 4 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa nilai bantuan yang diserahkan kepada para penerima manfaat Bantuan Tunai Tahun 2021 tidak akan ada potongan atau pungutan dalam bentuk apa pun. Presiden juga memerintahkan jajarannya untuk mengawal dan mengawasi proses penyaluran ini. “Bantuan yang diterima ini nilainya utuh, tidak ada potongan-potongan. Diingatkan kepada penerima dan […]

  • Dokter Forensik Beber Penyebab Tewasnya Istri Satpol PP NTT

    Dokter Forensik Beber Penyebab Tewasnya Istri Satpol PP NTT

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang |Josefina Maria Mey (52), ASN Diaspora NTT tewas diduga dianiaya suaminya, Albert Solo (52) yang berstatus sebagai anggota Satpol PP Pemprov NTT. Josefina Maria Mey tewas diduga dianiaya suaminya, Albert Sollo menggunakan benda tumpul. Akibatnya, terdapat resapan darah di kepala bagian kanan korban dan pendarahan hebat. Penyebab tewasnya Josefina Maria Mey sesuai hasil autopsi […]

  • Per 21 Juni 2023, Pemerintah Cabut Status Pandemi COVID-19

    Per 21 Juni 2023, Pemerintah Cabut Status Pandemi COVID-19

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia akhirnya memasuki masa endemi. Hal itu menyusul presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang secara resmi mengumumkan pencabutan status pandemi COVID-19 di Indonesia pada Rabu, 21 Juni 2023 di Istana Merdeka, Jakarta. “Setelah tiga tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi COVID-19, sejak hari ini Rabu 21 Juni 2023, pemerintah memutuskan […]

  • Lima Desa di Manggarai Teraliri Listrik PLN, Bupati & Masyarakat Senang

    Lima Desa di Manggarai Teraliri Listrik PLN, Bupati & Masyarakat Senang

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) kembali mengaliri listriknya ke sejumlah desa di Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.Kegiatan peresmian listrik dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 5 desa yang diberi listrik, yakni Desa Bere, Desa Wae Codi, Desa Latung, Des We Renca, dan Desa Golo Lanak, pada Jumat, 10 November 2023. Bupati […]

  • Habis Gelap Terbitlah Terang

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Albertus Muda, S.Ag Kekuatan yang terbersit lewat untaian kata-kata berhikmah di atas, keluar dari mulut seorang perempuan belia yang saat ini kita kenang sebagai salah satu pahlawan nasional. Bagaimana tidak? Kata-kata di atas, menarasikan konteks budaya pada zamannya yang membelenggu, menindas dan paternalistis. Ya, situasi itu benar-benar dialami oleh Kartini di zamannya, ratusan tahun […]

expand_less