Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Tidak Bersih!, 10 Kantor Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTT

Tidak Bersih!, 10 Kantor Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 28 Mar 2019
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah anggota dan pengurus daerah yang terhimpun dalam Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) melakukan penilaian terhadap Kondisi Sanitasi Perkantoran Lingkup Pemprov NTT pada 15 Maret 2019. Survei dilakukan serentak atau secara bersamaan pada semua Kantor OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Survei dilakukan terhadap hampir 37 kantor badan atau dinas lingkup provinsi NTT, penilaian dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari para Dosen dari Prodi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Kupang, dosen dari FKM Undana Kupang serta didukung oleh tenaga sanitarian Kota Kupang.

Ketua Tim Penilai John Takesan dan didukung oleh 30 penilai yang terbagi atas 10 tim (beranggotakan 3 orang) dengan susunan tim sebagai berikut : Tim 1 (Dian M Yahya,Amd.KL; Albina B Telan, ST,M.Kes.; Mustakim Shadan,SKM,M.Kes.), Tim 2 (Dr Luh Putu Ruliati,SKM,M.Kes.; Dwi Indria Kusuma Ningsih,Amd.KL; Albertus Ata Maran,SKM,M.Kes), Tim 3 (Tri Indriati,SKM;Soni Doke,S.Pt,M.Kes; Yasinta N Enas,Amd.KL), Tim 4 (Sengrawani M Nomleni,Amd.KL; Agustina, SKM, M.Kes; Agus Setyobudi, SKM,M.Kes), Tim 5 (Adrianovi B K Kleden, Amd.KL; Siprianus Singga,ST,M.Kes; Masrida Sinaga,SKM, M.Kes), Tim 6 (Ike O Giri,SKM; Ragu Theodolfi,SKM,M.Kes; Allen H Tumbio,SKM), Tim 7 (Yuliana Radja Riwu,SKM,M.Kes; Yustina Seo,Amd.KL; Waltrudis Alus,Amd.KL), Tim 8 (Enni R Sinaga,ST,M.PH), Tim 8 (Enni R Sinaga,ST,M.PH; Regina E Boru,SKM; Oka L Tihu,SKM), Tim 9 (Dr Kusmiyati,SKM,M.Kes; Frans G Mado,SKM,M.Kes; Rini A Y Muskanan,SKM) dan Tim 10 (Dr Imelda F E Manurung,SKM,M.Kes; Erika M Resi,SKM,M.Si; Debora G Suluh,ST,M.Kes)

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong para pimpinan instansi untuk lebih menaruh perhatian terhadap isu sanitasi di tempat kerjanya masing masing, dan sebagai upaya untuk menjadikan Isu Sanitasi menjadi perhatian dalam kebijakan publik pemerintah.

Kegiatan survei Sanitasi Perkantoran Lingkup Perangkat Daerah Prov. NTT dilaksanakan atas dukungan dari Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Komponen yang dinilai meliputi, kondisi toilet, ketersediaan dan kualitas air bersih, sistem pengelolaan sampah, sistem pengelolaan air buangan atau air limbah, upaya pengendalian vektor dan binatang pengganggu serta ketersediaan informasi kesehatan. Hasil penilaian terhadap 6 (enam) komponen tersebut adalah sebagai berikut :

Istimewa Data Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) NTT

Hasil penilaian seperti terlihat pada data atau tabel diatas yaitu sebanyak 10 kantor Perangkat Daerah yang masuk kategori kurang bersih, 8 kantor Perangkat Daerah yang dinilai oleh Tim cukup bersih dan 18 kantor Perangkat Daerah yang dinilai sangat bersih.

Terdapat 1 (satu) kantor perangkat daerah tidak dilakukan penilaian lanjutan oleh tim yaitu Dinas Nakertrans, karena menurut pengakuan pihak berwenang di kantor tersebut bahwa gedung kantor yang mereka tempati saat ini tidak akan digunakan lagi dalam waktu dekat , mereka akan segera dipindah ke kantor lainnya, sehingga tim penilai memutuskan tidak dilakukan penilaian lanjutan.

Istimewa Data Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) NTT

Pelaksanaan penilaian ini dilakukan dengan berpedoman pada Permenkes No. 48 tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran.

Untuk diketahui bahwa ada 2 (dua) aspek yang menjadi fokus penilaian yakni :

  • Pertama, aspek ketersediaan sarana atau fasilitas beserta jumlahnya sesuai rasio;
  • Kedua, aspek pengelolaannya termasuk pemeliharaan sarana.

Dari kedua aspek yang dinilai, aspek pengelolaan atau pemeliharaan sarana atau fasilitas banyak yang tidak sesuai dengan kriteria, sehingga dinilai kurang oleh tim, sedangkan dilihat dari aspek jumlah atau ketersediaan fasilitas pada umumnya setiap kantor perangkat daerah dinilai cukup baik dan baik. Hal ini menunjukkan bahwa aspek perilaku pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas sanitasi tersebut masih belum baik, hal ini terkait dengan kebiasaan.

Istimewa Data Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) NTT

Masalah Sanitasi Perkantoran mungkin kedengarannya sederhana atau sepele dan tidak seksi, tetapi sebenarnya sanitasi yang baik di tempat kerja sangat penting dan vital, karena dapat mendorong produktifitas dalam tugas. Bayangkan saja, kalau di suatu kantor ‘Toiletnya Tidak Berfungsi Dengan Baik’, pemenuhan ‘Urusan Belakang’ menjadi terhambat. Bisa jadi karena sanitasi tidak baik orang tidak bisa bekerja, terutama para kaum Hawa.

Seperti yang terjadi pada anak sekolah SD di salah kampung di Manggarai Barat, sesuai pengakuan mantan siswa bahwa dia bolos dari sekolahnya, karena tidak ada WC di sekolah tidak cukup, dan airnya tidak, dia malu untuk antri dengan murid perempuan lainnya di sekolah, kini dia menjadi putus sekolah (Sekolah Tompok, Bahasa Manggarai) dan menjadi buruh tani di kampungnya.

Tantangan Isu Sanitasi

Hasil penilaian tersebut diatas, dapat menjadi indikasi dari perhatian terhadap isu sanitasi. Hal ini terkonfirmasi juga dari data tentang besarnya belanja publik untuk sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan ((AMPL).

Hasil kajian yang dilakukan oleh Pokja AMPL Provinsi NTT atas kemitraan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi NTT dengan UNICEF tentang besaran belanja publik dalam bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) bahwa rata rata selama 5 (lima) tahun 2013—2017 besar anggaran sektor AMPL mencapai lebih dari 178 Miliar, dan lebih dari 78% dari anggaran tersebut bersumber dari APBN, tidak terhitung dengan anggaran dari mitra yang bergerak pada sektor AMPL.

Selain itu, besarnya anggaran sektor AMPL seperti tersebut diatas, sebagian besar untuk biaya investasi seperti pembangunan sarana dan kegiatan diklat (88,4%%), dan 10,97% biaya operasional serta 0,57% untuk biaya pemeliharaan. Sedangkan, biaya tidak langsung seperti administrasi, peningkatan kapasitas, perencanaan, monev, kesra pegawai, dan pengembangan sistem manajemen sebesar 12,70%. Biaya kegiatan langsung untuk promosi dan advokasi, pemantauan, pembangunan sarana, serta pemantauan kualitas sebesar 87,30%

Besarnya anggaran AMPL berkorelasi dengan capaian akses sanitasi di NTT. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT merilis data akses sanitasi di NTT masih rendah yaitu 15,7% masyarakat NTT masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS), hal tersebut menempatkan NTT berada pada ‘Peringkat Ketiga’ dari belakang (Peringkat 31) akses sanitasi dari 34 Provinsi lainnya di Indonesia.

Dilihat dari sektor kebijakan, sanitasi merupakan salah satu target tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals / SDGs), dan isu sanitasi juga menjadi target dalam RPJMN. Dalam konteks lokal Provinsi NTT, isu sanitasi menjadi salah satu target dalam RPJMD. Dan ditetapkannya Pergub No. 10 tahun 2012 tentang Pokja AMPL.

Kini, Pergub tersebut perlu ditinjau kembali karena adanya perubahan tata organisasi. Di tingkat kabupaten dan kota, beberapa diantaranya terdapat Peraturan Bupati atau Wali Kota, atau dalam bentuk instruksi bupati.
Pertanyaannya adalah bagaimanakah implementasi dari berbagai kebijakan tersebut dalam menyelesaikan masalah sanitasi ? Apakah ada korelasinya dengan isu capaian sanitasi di NTT ? Hipotesis saya bahwa produk kebijakan dalam bidang sanitasi tidak efektif dalam implementasinya.

Dilihat dari sisi SDM pelaksana program sanitasi, bahwa kegiatan sanitasi dilakukan oleh banyak sektor, penyediaan sarana sanitasi merupakan kewenangan sektor pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sedangkan pemberdayaan masyarakat untuk perubahan perilaku menjadi kewenangan sektor kesehatan dalam hal ini adalah para sanitarian, sehingga dalam sektor kesehatan ada pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang fokusnya adalah pendekatan pada perubahan perilaku masyarakat itu sendiri terutama untuk membangun, memelihara dan memanfaatkan sarana sanitasi. (*)

Penulis (*/Karolus Ngambut dan John Takesan)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Pengurus Muhammadiyah NTT ke Korem 161/Wira Sakti

    Silaturahmi Pengurus Muhammadiyah NTT ke Korem 161/Wira Sakti

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S,Sos. menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Muhammadiyah Provinsi NTT, pada Senin 2 September 2019 di Lobi Makorem 161/Wira Sakti. Hadir dalam silaturahmi tersebut Ketua Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT Musta’in, Lc.  Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Amir Patiradja dan Ketua Pengurus Daerah Pemuda […]

  • MPR Sukses Jadikan Pelantikan Presiden & Wapres Jadi Sarana Pemersatu Bangsa

    MPR Sukses Jadikan Pelantikan Presiden & Wapres Jadi Sarana Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019—2024 usai dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu, 20 Oktober 2019. Direktur Riset Populi Center Usep S. Ahyar menilai, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar dan […]

  • Perubahan

    Perubahan

    • calendar_month Kam, 3 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Prof. Renald Kasali Mungkin Anda sempat menerima video tentang Google Pixel Buds. Wireless headphone seharga 159 dollar AS yang akan beredar bulan depan ini, dipercaya berpotensi menghapuskan pekerjaan para penerjemah. Headphone ini mempunyai akses pada Google Assistant yang bisa memberikan terjemahan real time hingga 40 bahasa atas ucapan orang asing yang berada di […]

  • Bantu Siswa TTS Kenali Diri, Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat PKM Edukatif

    Bantu Siswa TTS Kenali Diri, Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang Helat PKM Edukatif

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Loading

    Gusti Sette juga menyampaikan PKM merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemilihan SMP Negeri Satu Amanuban Tengah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.   TTS | Program Studi Psikologi Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menghelat pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMP Negeri 1 Amanuban […]

  • Info Libur Nasional Cuti Bersama Desember dan Nataru 2025

    Info Libur Nasional Cuti Bersama Desember dan Nataru 2025

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Goodnews
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Loading

    Hari libur nasional Desember, termasuk libur Natal dan Tahun Baru 2026, sudah di depan mata. Setelah melewati Oktober dan November tanpa adanya tanggal merah maupun cuti bersama, kabar baiknya akan ada tanggal merah hingga long weekend yang menanti di bulan Desember mendatang. Momen libur di bulan Desember nanti tentunya bisa menjadi momentum untuk menikmati waktu […]

  • PAD NTT Tahun 2022 Realisasi Rp.4,38 Triliun Lebih

    PAD NTT Tahun 2022 Realisasi Rp.4,38 Triliun Lebih

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Plt. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Johanna Lisapaly memaparkan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2022 dan rencana pelaksanaan tahun anggaran 2023 dalam sesi penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah (DPA SKPD) oleh Gubernur NTT kepada seluruh pimpinan perangkat daerah NTT bertempat di ruang rapat gubernur, gedung […]

expand_less