Tiga Gubernur Bali Nusra Teken MoU KR-BNN, PLN UIP Nusra Ambil Bagian Strategis
- account_circle Penulis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- comment 0 komentar

![]()
Sejalan dengan RUPTL “Hijau” 2025, komitmen tersebut diejawantahkan melalui progres pembangunan PLTP Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih di Bali-Nusa Tenggara.
Labuan Bajo | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengambil bagian strategis dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Regional Bali-Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR-BNN) yang dihelat di kawasan ITDC Golo Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 28 Januari 2026.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi momen penting penguatan kolaborasi lintas provinsi di kawasan Sunda Kecil untuk mendorong pembangunan terintegrasi dan berkelanjutan.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menjelaskan bahwa para gubernur dari Bali, NTB, dan NTT telah menyepakati lima sektor prioritas yang menjadi fokus utama dalam kerja sama regional tersebut.
“Kelima sektor itu meliputi perhubungan, pariwisata, energi, perdagangan, serta integrasi perencanaan pembangunan. Seluruh sektor ini akan saling bersinergi untuk mendorong kemajuan tiga provinsi,” ujar Laka Lena.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta baik dari dalam maupun luar negeri, agar kerja sama regional ini dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dari sisi energi, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa sinergi dan konektivitas antardaerah menjadi elemen kunci dalam mendukung pengembangan sektor-sektor potensial di kawasan Bali-NTB-NTT.
“Konektivitas menjadi salah satu faktor dalam komitmen kerja sama lima sektor potensial ini, khususnya di sektor energi,” ungkap Iqbal.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan kekuatan utama sekaligus penggerak perekonomian daerah yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi lintas provinsi.
“Kami bersama Gubernur NTB dan NTT bersepakat bahwa pengembangan sektor pariwisata maupun sektor lainnya harus dilakukan secara bersama-sama. Salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah pengembangan paket wisata bahari yang menghubungkan Bali, NTB, hingga NTT,” jelas Koster.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyatakan bahwa kerja sama regional KR-BNN sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan kawasan Bali-Nusa Tenggara sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis energi bersih dan berkelanjutan.
“PLN memandang kerja sama tiga provinsi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui pemanfaatan EBT seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air, kami berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, rendah emisi, dan mendukung pengembangan pariwisata hijau,” ujar Rizki.
Sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) “Hijau” 2025, komitmen tersebut diwujudkan melalui progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, PLTP Atadei, dan PLTP Mataloko sebagai bagian dari penguatan bauran energi bersih di wilayah Bali-Nusa Tenggara.
Ke depan, PLN UIP Nusra juga merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Rote, Pulau Sumba, dan Pulau Alor, serta terus melakukan pemetaan potensi EBT lainnya sebagai langkah nyata mendukung swasembada energi dan pengembangan pariwisata hijau yang berkelanjutan di kawasan Bali-Nusa Tenggara.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIP Nusra











Saat ini belum ada komentar