Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Tokoh Perempuan asal Papua Tak Sangka Masuk dalam Bursa Calon Menteri

Tokoh Perempuan asal Papua Tak Sangka Masuk dalam Bursa Calon Menteri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Tokoh perempuan asal Papua, Theresia Lusianak sontak kaget lantaran namanya tiba-tiba muncul dalam deretan calon menteri kabinet Jilid II Jokowi-Ma’ruf.

“Terus terang saya tidak menyangka kalau nama saya akan ada dalam deretan nama calon menteri Kabinet pak Jokowi-Ma’ruf,” kata Theresia Lusianak dalam acara Konferensi Pers di Cafe Kopijadi, Tebet, Jakarta, pada Senin sore, 2 September 2019.

Meski begitu, Theresia mengaku senang dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikannnya dukungan. “Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya ke saya, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih,” timpa Theresia.

Terkait dukungan tersebut, Theresia mengaku bangga sebagai salah satu keterwakilan perempuan, khususnya dari Indonesia Timur yang diharapkan bisa mewakili aspirasi warganya.

Theresia Lusianak, Tokoh Perempuan asal Papua

Menurut dia, kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat Indonesia Timur tidak kalah kualitasnya dengan yang lain.

“Orang selalu melihat Indonesia Timur tertinggal dari segi SDM, padahal faktanya tidak begitu. Justru, kalau bicara kesediaan sumber daya manusia di kawasan Timur jumlahnya sangat berlimpah. Terbukti banyak tokoh-tokoh hebat lahir dari Indonesia Timur. Jadi, saya rasa stigma itu harus dibuang jauh-jauh,” ujar politisi Demokrat itu.

Theresia mengatakan, kini saatnya pemerintah perlu membuka mata sekaligus memberikan ruang bagi putra-putri terbaik dari Indonesia Timur untuk mengisi pos-pos strategis dan penting di setiap lembaga pemerintahan.

“Jadi tidak ada lagi alasan untuk mendiskreditkan kemampuan serta skill yang dimiliki putra-putri terbaik dari Timur, hanya karena stigma yang selama ini disematkan pada orang-orang di Indonesia Timur terutama di Papua,” pungkasnya.

Saat ditanyai soal apa yang akan ia lakukan jika seandainya terpilih sebagai menteri dalam Kabinet Jilid II, Theresia menjawab akan melakukan rekapitulasi terlebih dahulu sejumlah persoalan yang ada di kawasan Timur, kemudian menyelesaikannya satu demi satu.

“Saya akan segera merekapitulasi berbagai persoalan yang ada di kawasan timur, sesudah itu akan ditangani satu per satu hingga tuntas,” cetus perempuan kelahiran Papua itu.

Sebelumnya, nama Theresia Lusianak masuk dalam daftar 20 tokoh dari Indonesia Timur yang diusulkan oleh Forum Intelektual Indonesia Timur (ITC) sebagai calon menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf, pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Selain Theresia, juga terdapat sejumlah nama yang mewakili tokoh Indonesia Timur yang diajukan ITC, di antaranya ada La Ode Ida, Amran, Ali Mochar Ngabalin, Troy Pomalingo, dan lainnya. (*)

Sumber berita (HRS—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politeknik PUPR Akan Dibuka 2019 – Cetak Tenaga Kerja Konstruksi Kompeten

    Politeknik PUPR Akan Dibuka 2019 – Cetak Tenaga Kerja Konstruksi Kompeten

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) Indonesia menjadi fokus Pemerintah pada tahun 2019, termasuk SDM bidang konstruksi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kerja konstruksi, baik tenaga terampil maupun ahli sebagai ujung tombak pembangunan infrastruktur. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan diperlukan […]

  • “Bae Sonde Bae Flobamora” Refleksi Fanatisme Anak Negeri

    “Bae Sonde Bae Flobamora” Refleksi Fanatisme Anak Negeri

    • calendar_month Sab, 18 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Menteri Dalam Negeri di era Soekarno, Sanusi  Hardjadinata dalam sebuah kesempatan menerima kunjungan Tim Pejuang Pembentukan Provinsi Baru dari negeri Flobamora di Jakarta, menghadang Frans Sales Lega sang juru bicara dengan sebuah pertanyaan, “Berapa sarjana yang kamu punya untuk membentuk provinsi?”. Lega tahu persis, ke mana arah pertanyaan Pak Menteri tersebut. […]

  • Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman. Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran […]

  • Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

    Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Pada lahan yang telah disiapkan, 48 bedengan berjejer rapi menanti bibit sayuran. Bersama tim CIRMA, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, tokoh masyarakat, Ayub Titu Eki, dan para anggota kelompok melakukan penanaman perdana beberapa jenis hortikultura.   Kupang | Di tengah keterbatasan air yang sudah dialami bertahun-tahun, petani di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, kini […]

  • Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Berkoordinasi Atasi Banjir Jabotabek

    Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Berkoordinasi Atasi Banjir Jabotabek

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo turut berduka cita atas musibah banjir yang terjadi di berbagai daerah di Jabodetabek hingga merenggut korban jiwa. Dari komunikasi yang telah lakukan dengan BNPB, BASARNAS, TNI, Polri, jajaran pemerintah dari pusat hingga daerah, seluruh kekuatan sudah terjun langsung melakukan penyelamatan sekaligus penanggulangan terhadap para korban banjir. […]

  • Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Loading

    Atoin Meto adalah sebutan lain untuk Suku Atoni, suku bangsa mendiami Pulau Timor, khususnya di Timor Barat termasuk sebagian besar Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, dan di Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Mereka sering disebut sebagai Atoin Pah Meto, yang berarti “orang dari tanah kering”. […]

expand_less