Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Vaksinasi dan Nilai Kesehatan Masyarakat

Vaksinasi dan Nilai Kesehatan Masyarakat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Karolus Ngambut, Anggota HAKLI NTT

Menyaksikan berita viral di media sosial perihal antrean masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Kupang, yang dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Kupang, mengakibatkan kerusakan fasilitas pagar dan bahkan masyarakat nekat melompat pagar untuk masuk dalam lingkungan kampus tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menurut pengakuan sejumlah masyarakat, ada yang sudah mengantre sejak pukul 04.00 dini hari untuk mendapatkan nomor antrean yang jumlahnya terbatas hanya 250 nomor tiap hari selama 3 hari (14—16 Juli 2021). Pengakuan sejumlah masyarakat seperti yang diberitakan d salah satu berita di media online  “ Tak Dapat Antrian vaksin, Warga rusak pagar Prodi Gigi Poltekes Kupang” bahwa sebagai masyarakat yang antre vaksin, guna mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat administrasi pendaftaran seleksi CPNS, persyaratan perjalanan atau untuk dokumen administrasi lainnya, atau ada kekhawatiran penularan Covid-19 yang sedang ganas di Kota Kupang, dan di Provinsi yang belum menunjukkan penurunan jumlah kasus mingguan atau harian.

Sebagai gambaran bahwa sejak awal Juli  2021 jumlah kasus harian Covid19  memasuki puncak penularan tertinggi dan meskipun belum dapat diprediksi kapan puncak penularannya akan turun, jika dibandingkan dengan puncak penularan Covid-19 bulan pada periode Januari–Februari yang lalu, maka kali ini puncaknya lebih tinggi atau julah kasus Covid-19 harian lebih banyak.

Perilaku antrean masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 mempunyai koherensi dengan kebijakan pemerintah yang mensyaratkan sertifikat vaksin diunggah pada pendaftaran seleksi CPNS dan juga untuk dokumen administrasi lainnya, seperti dokumen perjalanan, selain itu, profil masyarakat yang mengantre vaksin Covid-19, terbanyak dari kaum muda atau generasi milenial.

Hipotesis bahwa masyarakat mengantre vaksin untuk mencegah penularan Covid-19, belum terbukti. Hal ini menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan, khususnya pendidik kesehatan masyarakat di berbagai tingkatan layanan bahwa kampanye pentingnya hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak sepenuhnya dapat mengubah persepsi nilai hidup sehat yang ada di masyarkaat yang merupakan faktor pendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bidang kesehatan.

Nilai hidup sehat dalam konteks ini dikesampingkan oleh “nilai ekonomi”. Sehingga dibutuhkan kreativitas dalam memproduksi dan mengirimkan pesan kesehatan untuk menciptakan nilai publik  yang sesuai dengan norma kesehatan masyarakat. Sosiolog Carl Marx  menjelaskan hal ini, bahwa perubahan sosial dipengaruhi oleh bangunan bawah, yaitu ekonomi akan mempengaruhi bagian atas, yaitu sistem sosial.

Selain itu, dari perspektif teori perubahan sosial (Sosial change theory) , bahwa perubahan sosial di terjadi bila adanya aturan insentif dan punishment. Sertifikat vaksin menjadi insentif bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat yaitu dapat memenuhi syarat pendaftaran seleksi CPNS dan dokumen administrasi lainnya.

Yang Perlu dan Harus Dilakukan

Motivasi tinggi masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 harus direspons positif dan menjadi momentum peningkatan cakupan layanan vaksinasi Covid-19 bagi penduduk Kota Kupang  dengan menyediakan lebih banyak lagi tempat atau titik pelaksanaan vaksin Covid-19.  Atau dengan kata lain, kebijakan yang sifatnya mengatur atau membatasi masyarakat (meregulasi) harus diimbangi dengan kebijakan yang sifatnya menderegulasi (membebaskan) masyarakat untuk mendapatkan banyak pilihan lokasi layanan vaksinasi Covid-19.

Upaya ini memang tidak gampang, terkait banyak hal, seperti ketersediaan stok vaksin Covid-19, tenaga kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi hingga  manajemen pengelolaan vaksinasi Covid19.

Covid-19 yang telah menjadi krisis multi dimensi yang ditandai dengan adanya tidak pasti kapan berakhirnya pandemi, menimbulkan ancaman terhadap lunturnya nilai-nilai fundamental masyarakat yang sudah ada selama ini, misalnya nilai kekeluargaan dan lain-lain. Diperlukan strategi  keterlibatan lintas sektor dalam konteks kolaborasi, bukan hanya sekadar melakukan koordinasi yang bersifat hierarkis struktural.

Jika menganut paradigma atau rezim kolaborasi, bahwa setiap aktor seperti pemerintah, organisasi non pemerintah, media massa, akademisi, tokoh masyarakat,  lembaga keuangan dan yang memiliki sumber daya terlibat dan mempunyai kesetaraan dalam peran untuk mengatasi masalah publik yang dihadapi saat ini. (*)

Foto utama (*/tangkapan layar)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik 6 Pejabat PTP Setda NTT, Gubernur VBL : Perlu Super Tim

    Lantik 6 Pejabat PTP Setda NTT, Gubernur VBL : Perlu Super Tim

    • calendar_month Rab, 30 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 6 (enam) pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) lingkup Setda NTT, dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan pada Rabu siang, 30 Desember 2020 di aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. Enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik di antaranya : Ondy Christian Siagian, S.E., M.Si. Jabatan Lama : Kepala Bagian Pembinaan Advokasi Pengadaan […]

  • 75 Kepala Sekolah & 4 Pengawas Dilantik, Ini Daftar Nama Mereka

    75 Kepala Sekolah & 4 Pengawas Dilantik, Ini Daftar Nama Mereka

    • calendar_month Kam, 14 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | 75 Pejabat Fungsional /Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) atau Kepala Sekolah (Kepsek) dan 4 Pengawas Sekolah diambil sumpah dan dilantik oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore,MM.,MH., di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Rabu/13/2/2019 pukul 14.00 WITA. Wali Kota Kupang yang biasa disapa Jefri Riwu Kore […]

  • Kerja Nyata di Lapangan, Susteran SSpS di Maumere Jadi Andalan Gubernur NTT

    Kerja Nyata di Lapangan, Susteran SSpS di Maumere Jadi Andalan Gubernur NTT

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa Susteran SSpS adalah pasukan kerja lapangan yang kontribusinya sangat nyata membangun segala potensi yang ada di NTT. Oleh karena itu menurut Gubernur VBL, organisasi misi ini menjadi andalan Gubernur NTT saat sekarang. Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur VBL saat memberikan sambutan […]

  • Hujan Badai Terjang Sistem Kelistrikan Lembata, Petugas PLN Sigap Pulihkan

    Hujan Badai Terjang Sistem Kelistrikan Lembata, Petugas PLN Sigap Pulihkan

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Manager ULP Lembata, Vincentsius Leonardo Dwi Putra, mengungkapkan seluruh personel dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, seperti Desa Imulolong, Desa Posiwatu, wilayah Bengkari, hingga Omesuri dan Buyasuri.   Lembata | Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sistem kelistrikan di Kabupaten Lembata. Sejumlah […]

  • Mahfud MD Koordinasikan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19

    Mahfud MD Koordinasikan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD diminta Presiden Joko Widodo untuk mengoordinasikan penegakan hukum dan disiplin terkait penanganan Covid-19. Hal itu disampaikan Mahfud MD kepada wartawan, pada Jumat 7 Agustus 2020 lewat saluran zoom, sehubungan dengan terbitnya Inpres No 6 Tahun 2020, tentang Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Penanganan Covid-19. Dalam Inpres tersebut, […]

  • Transisi Pandemi ke Endemi Diumumkan Akhir Juni 2023

    Transisi Pandemi ke Endemi Diumumkan Akhir Juni 2023

    • calendar_month Kam, 15 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo akan segera mengumumkan transisi dari pandemi Covid-19 menuju ke endemi pada akhir Juni 2023. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo kepada awak media di Kantor Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta Pusat pada Rabu, 14 Juni 2023. “Insyaallah bulan ini (pengumumannya),” ujar Presiden. Sebelumnya, Presiden Joko […]

expand_less