Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Vaksinasi dan Nilai Kesehatan Masyarakat

Vaksinasi dan Nilai Kesehatan Masyarakat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Karolus Ngambut, Anggota HAKLI NTT

Menyaksikan berita viral di media sosial perihal antrean masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Kupang, yang dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Kupang, mengakibatkan kerusakan fasilitas pagar dan bahkan masyarakat nekat melompat pagar untuk masuk dalam lingkungan kampus tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menurut pengakuan sejumlah masyarakat, ada yang sudah mengantre sejak pukul 04.00 dini hari untuk mendapatkan nomor antrean yang jumlahnya terbatas hanya 250 nomor tiap hari selama 3 hari (14—16 Juli 2021). Pengakuan sejumlah masyarakat seperti yang diberitakan d salah satu berita di media online  “ Tak Dapat Antrian vaksin, Warga rusak pagar Prodi Gigi Poltekes Kupang” bahwa sebagai masyarakat yang antre vaksin, guna mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat administrasi pendaftaran seleksi CPNS, persyaratan perjalanan atau untuk dokumen administrasi lainnya, atau ada kekhawatiran penularan Covid-19 yang sedang ganas di Kota Kupang, dan di Provinsi yang belum menunjukkan penurunan jumlah kasus mingguan atau harian.

Sebagai gambaran bahwa sejak awal Juli  2021 jumlah kasus harian Covid19  memasuki puncak penularan tertinggi dan meskipun belum dapat diprediksi kapan puncak penularannya akan turun, jika dibandingkan dengan puncak penularan Covid-19 bulan pada periode Januari–Februari yang lalu, maka kali ini puncaknya lebih tinggi atau julah kasus Covid-19 harian lebih banyak.

Perilaku antrean masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 mempunyai koherensi dengan kebijakan pemerintah yang mensyaratkan sertifikat vaksin diunggah pada pendaftaran seleksi CPNS dan juga untuk dokumen administrasi lainnya, seperti dokumen perjalanan, selain itu, profil masyarakat yang mengantre vaksin Covid-19, terbanyak dari kaum muda atau generasi milenial.

Hipotesis bahwa masyarakat mengantre vaksin untuk mencegah penularan Covid-19, belum terbukti. Hal ini menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan, khususnya pendidik kesehatan masyarakat di berbagai tingkatan layanan bahwa kampanye pentingnya hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak sepenuhnya dapat mengubah persepsi nilai hidup sehat yang ada di masyarkaat yang merupakan faktor pendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bidang kesehatan.

Nilai hidup sehat dalam konteks ini dikesampingkan oleh “nilai ekonomi”. Sehingga dibutuhkan kreativitas dalam memproduksi dan mengirimkan pesan kesehatan untuk menciptakan nilai publik  yang sesuai dengan norma kesehatan masyarakat. Sosiolog Carl Marx  menjelaskan hal ini, bahwa perubahan sosial dipengaruhi oleh bangunan bawah, yaitu ekonomi akan mempengaruhi bagian atas, yaitu sistem sosial.

Selain itu, dari perspektif teori perubahan sosial (Sosial change theory) , bahwa perubahan sosial di terjadi bila adanya aturan insentif dan punishment. Sertifikat vaksin menjadi insentif bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat yaitu dapat memenuhi syarat pendaftaran seleksi CPNS dan dokumen administrasi lainnya.

Yang Perlu dan Harus Dilakukan

Motivasi tinggi masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 harus direspons positif dan menjadi momentum peningkatan cakupan layanan vaksinasi Covid-19 bagi penduduk Kota Kupang  dengan menyediakan lebih banyak lagi tempat atau titik pelaksanaan vaksin Covid-19.  Atau dengan kata lain, kebijakan yang sifatnya mengatur atau membatasi masyarakat (meregulasi) harus diimbangi dengan kebijakan yang sifatnya menderegulasi (membebaskan) masyarakat untuk mendapatkan banyak pilihan lokasi layanan vaksinasi Covid-19.

Upaya ini memang tidak gampang, terkait banyak hal, seperti ketersediaan stok vaksin Covid-19, tenaga kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi hingga  manajemen pengelolaan vaksinasi Covid19.

Covid-19 yang telah menjadi krisis multi dimensi yang ditandai dengan adanya tidak pasti kapan berakhirnya pandemi, menimbulkan ancaman terhadap lunturnya nilai-nilai fundamental masyarakat yang sudah ada selama ini, misalnya nilai kekeluargaan dan lain-lain. Diperlukan strategi  keterlibatan lintas sektor dalam konteks kolaborasi, bukan hanya sekadar melakukan koordinasi yang bersifat hierarkis struktural.

Jika menganut paradigma atau rezim kolaborasi, bahwa setiap aktor seperti pemerintah, organisasi non pemerintah, media massa, akademisi, tokoh masyarakat,  lembaga keuangan dan yang memiliki sumber daya terlibat dan mempunyai kesetaraan dalam peran untuk mengatasi masalah publik yang dihadapi saat ini. (*)

Foto utama (*/tangkapan layar)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Alm.Prabangsa-Jurnalis Radar Bali Pinta Remisi Susrama Dicabut

    Istri Alm.Prabangsa-Jurnalis Radar Bali Pinta Remisi Susrama Dicabut

    • calendar_month Sel, 29 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, gardaindonesia.id | Tuntutan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut remisi I Nyoman Susrama, otak pembunuhan berencana AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, wartawan Jawa Pos Radar Bali, terus menguat. Setelah komunitas pers di seluruh tanah air melakukan protes, permohonan pencabutan remisi juga disuarakan langsung istri almarhum Prabangsa, AA Sagung Mas Prihantini,(49th). Ibu dua anak itu, […]

  • Gubernur VBL Letak Batu Pertama Pembangunan Bank NTT Anakalang

    Gubernur VBL Letak Batu Pertama Pembangunan Bank NTT Anakalang

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Waibakul, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu  Laiskodat (VBL) didampingi Dirut Bank NTT, Alexander Riwu Kaho dan Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu serta sejumlah pejabat lainnya meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Bank NTT Cabang Anakalang, Waibakul, Sumba Tengah pada Minggu, 13 Februari 2024. Gubernur VBL meminta pelaksana pembangunan dapat […]

  • Supersun, Solusi PLN Desa di Sumba Belum Terjangkau Listrik

    Supersun, Solusi PLN Desa di Sumba Belum Terjangkau Listrik

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Warga Desa Kalamba menyambut baik inisiatif PLN ini. Mereka berharap kehadiran listrik, meski dalam bentuk mandiri, dapat meningkatkan kualitas hidup sehari-hari, khususnya dalam mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari.   Waingapu | PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba melakukan survei lokasi di Desa Kalamba, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, pada Selasa, 1 Juli […]

  • Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    Kini, LTMPT Kelola Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id |Kini, di tahun 2019; proses penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri diselenggarakan oleh sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh pemerintah; karena diperlukan lembaga penyelenggara tes yang tetap, kredibel, proporsional, efisien dan efektif sehingga pemerintah membentuk Lembaga bernama LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, […]

  • Meski Alami Deflasi 0,04%, Bahan Makanan Justru Alami Inflasi 0,84%

    Meski Alami Deflasi 0,04%, Bahan Makanan Justru Alami Inflasi 0,84%

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | NTT (Nusa Tenggara Timur) kembali mengalami deflasi sebesar 0,04% di bulan Oktober 2018 (sebelumnya periode Juli—Sept juga alami deflasi). Kondisi sama juga dialami Kota Kupang dan Maumere dengan tingkat deflasi sebesar 0,005 dan 0,04%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia melalui Demarce M. Sabuna, SST SE..M.Si – Kepala Bidang Statistik Distribusi, […]

  • Indonesia Butuh Banyak Psikolog Forensik Untuk Perlindungan Khusus Anak

    Indonesia Butuh Banyak Psikolog Forensik Untuk Perlindungan Khusus Anak

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Peran psikolog dalam isu perlindungan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) sangat penting. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu menuturkan peran psikolog dibutuhkan dalam hal pencegahan agar anak tidak berhadapan dengan hukum maupun penanganan ABH, baik sebagai anak yang berkonflik dengan hukum, anak korban, atau […]

expand_less