Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 7 Nov 2020
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

Loading

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 5—7 November 2020, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020.

Menurut VBL, NTT merupakan daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi ketiga di Indonesia. Sebenarnya, NTT miliki potensi sumber daya dan industri yang besar namun kurang didesain secara baik, perilaku korupsi yang masih tinggi serta pelayanan perijinan yang kurang maksimal.

“Daerah ini sangat bagus potensinya tetapi tidak didesain dengan baik. Salah satu hambatan bagi akselerasi ekonomi NTT adalah tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) atau rasio output modal tambahan yang masih tinggi. ICOR NTT di kisaran 10. Artinya untuk menghasilkan satu unit output PDRB di NTT, membutuhkan 10 modal tambahan investasi,” jelas Gubernur VBL.

Hal ini, ungkapnya, membuat ekonomi NTT inefisien. ICOR NTT ini lebih tinggi dari ICOR nasional yang ada di kisaran 6. Inilah yang menyebabkan industri di NTT sulit berkembang. Hal ini disebabkan oleh perizinan berbelit-belit serta korupsi yang masih tinggi.

“Dalam masa pemerintahan kami, saat ini berdasarkan hasil laporan KPK kepada Bapak Presiden, NTT masuk dalam lima besar provinsi terbaik dalam pengendalian korupsi. Sebelumnya, NTT masuk kategori sebagai provinsi terkorup keenam,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020

Selanjutnya VBL menguraikan, saat ini, Indonesia masih mengimpor daging sapi dengan kualitas premium. Sementara, Indonesia sesungguhnya mampu menyiapkan daging tersebut jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak yang berkompeten. Hal ini berlaku juga untuk garam industri yang potensinya sangat besar di Indonesia.

“Impor daging ini bukan dikarenakan Indonesia tidak mampu mendesain dan mengembangkan sapi seperti Sapi Wagyu akan tetapi masih kurangnya komitmen dan keberpihakan kepada para petani-peternak. Manakala empat tahun ke depan, kita menyiapkan desain bagi para petani-peternak untuk jenis Sapi Wagyu dengan kualitas daging premium, maka untuk kebutuhan daging premium dalam negeri tak perlu lagi impor,” urainya.

Sama halnya dengan Garam, imbuh VBL, Indonesia masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. “Sementara, kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Gubernur VBL, NTT melakukan percepatan pembangunan melalui cara-cara yang tidak biasa. Meretas rantai kemiskinan dengan pola pendekatan kolaborasi bersama stakeholder terkait melalui optimalisasi potensi yang ada.

“Pada sektor pariwisata dengan atraksi yang luar biasa, kami sementara menyiapkan infrastruktur pendukung dan SDM untuk mewujudkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan. Menyiapkan industri pakan ternak di NTT agar tidak terjadi capital flight dari sektor pakan ternak babi dan ayam yang setelah kami hitung, setahun senilai 1,8 triliun rupiah. Juga telah ada ranch sapi di Sumba. Kami juga siapkan anggaran untuk mereplikasi demi memenuhi kebutuhan daging premium Indonesia yang dihasilkan oleh peternak NTT,” beber VBL.

Saling bertukar cinderamata antara Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Untuk garam, lanjut VBL, “Kami memiliki lahan garam di NTT yang selama 26 sudah ada izinnya, tapi tidak berjalan. Saat ini, kami sementara menyiapkan garam lokal dengan kualitas NaCL terendah 95 persen untuk mendukung kebutuhan garam industri dalam negeri. Dan dipastikan kami menyiapkan 1.800 ha untuk tahun depan dipanen langsung oleh Bapak Presiden dan juga komoditi kelor, kopi dan coklat yang merupakan kualitas dunia, sementara kami siapkan rantai ekonominya. Semuanya ini untuk wujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera,” jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur NTT yang berkenan hadir dalam kegiatan Rakestra yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tentunya ada alasan kenapa Labuan Bajo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saat ini, kami terdiri dari 9 orang dewan komisioner dan saya ketuanya. Peserta yang hadir saat ini sebanyak 300-an lebih. Terdiri dari para pejabat OJK seluruh Indonesia yang hadir secara virtual dan fisik. Dengan pendekatan pembangunan pariwisata sebagai prime mover, pengembangan industri pertanian, peternakan dan perikanan di NTT, tentu akan berkembang pesat. Labuan Bajo juga pantas jadi destinasi wisata super prioritas di Indonesia,” jelas Wimboh.

Selanjutnya, Wimbo menegaskan, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga berkat sejumlah kebijakan yang telah dilakukan. Termasuk pemberian restrukturisasi kredit perbankan sebagai bagian dari kebijakan di luar kebiasaan karena Covid-19. Masa pemberian relaksasi restrukturisasi kredit perbankan tersebut juga diputuskan untuk diperpanjang selama setahun terhitung dari Maret 2021 menjadi Maret 2022.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid–19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022. Hal ini mesti kita optimalkan karena ruang pertumbuhan ekonomi yang besar ada daerah-daerah termasuk NTT,” pungkas Wimboh Santoso.(*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Koreh—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • dr Domi Mere : NTT Tambah 1 Kasus Positif Covid-19

    dr Domi Mere : NTT Tambah 1 Kasus Positif Covid-19

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertambah lagi 1 (satu) kasus Positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara (NTT), sehingga kasus positif Covid-19 tercatat hingga Senin, 4 Mei 2020 sebanyak 11 kasus (1 kasus telah sembuh, 7 kasus dirawat di RS Bhayangkara Kupang, 2 kasus di Labuan Bajo, dan 1 kasus baru). Kepastian penambahan kasus […]

  • Tambah Daya Super Hemat dari PLN Bagi Pelanggan Rumah Tangga & UMKM

    Tambah Daya Super Hemat dari PLN Bagi Pelanggan Rumah Tangga & UMKM

    • calendar_month Sel, 9 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PLN kembali memberikan harga spesial biaya penyambungan tambah daya kepada konsumen melalui program Layanan Paket Listrik 2021. Hal ini merupakan upaya PLN memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk melakukan penambahan daya listrik guna meningkatkan produktivitas di tengah pandemi Covid-19. “Kami terus menghadirkan kemudahan kepada pelanggan untuk menggunakan listrik dari PLN. Kami yakin […]

  • Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    • calendar_month Jum, 18 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah dapat membantu menghapuskan tagihan kredit perbankan bagi para debitur yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, pemeritah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meringankan beban pajak bagi para korban. “Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 45 […]

  • Pemprov NTT Canangkan 1000 Koperasi Go Digital

    Pemprov NTT Canangkan 1000 Koperasi Go Digital

    • calendar_month Ming, 22 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kebangkitan ekonomi dapat diwujudkan dengan menggerakkan sektor riil melalui kelembagaan yang menjadi penciri Indonesia yaitu koperasi. Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) adalah provinsi yang memiliki jumlah anggota koperasi terbesar di Indonesia sebanyak 4.202 unit (52%), dengan jumlah yang aktif 3.846 unit (91,52%), dan jumlah anggota 2.158.059 orang (data per Agustus 2020). […]

  • Desa Sebowuli Memanggil di Pesta Emas Desa, Panitia Helat Berbagai Lomba

    Desa Sebowuli Memanggil di Pesta Emas Desa, Panitia Helat Berbagai Lomba

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 Desa Sebowuli di Kecamatan Ine Rie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 27 September 2019, pihak panitia mengadakan berbagai macam kegiatan untuk menyatukan warga desa di dalam dan di luar negeri. Kegiatan-kegiatan yang bakal dihelat seperti pertandingan bola kaki, pertandingan voli putera, pertandingan […]

  • Credit Rating PT PLN Persero Naik 2 Kali Dalam Kurun Waktu Setahun

    Credit Rating PT PLN Persero Naik 2 Kali Dalam Kurun Waktu Setahun

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga Pemeringkat Kredit Standard & Poor’s (S&P) telah menaikkan peringkat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero) menjadi BBB dari yang sebelumnya BBB-, dengan outlook stabil. Kenaikan rating ini merupakan yang kedua kali dilakukan oleh S&P bagi PLN dalam waktu kurang dari satu tahun setelah sebelumnya dinaikkan ratingnya menjadi BBB- pada bulan […]

expand_less