Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Warga dan Pelaku Usaha Tak Taat Aturan Covid-19, Camat & Lurah Sosialisasi

Warga dan Pelaku Usaha Tak Taat Aturan Covid-19, Camat & Lurah Sosialisasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
  • visibility 69
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi penyebaran Covid-19 di Kota Kupang dan menindaklanjuti rapat bersama Pemerintah Provinsi NTT tentang penanganan Covid-19 di wilayah Pemkot Kupang, maka Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay,  melakukan pertemuan dan memberikan arahan kepada para Camat dan Lurah di di podium upacara Kantor Wali Kota Kupang pada Jumat pagi, 29 Januari 2021.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Agus Ririmasse, memberikan pengarahan kepada para Camat dan Lurah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Elvianus Wairata, Kadis Kesehatan, drg. Retnowati, dan beberapa pimpinan perangkat daerah terkait dan turut dihadiri Kasat Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, Cornelis Wadu; Sekda meminta dukungan Camat dan Lurah untuk lebih giat menyosialisasikan tindakan pencegahan Covid-19 di wilayah masing-masing.

Karena perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Kupang kian bertambah setiap hari. Untuk itu, Sekda minta kerja sama Camat dan Lurah agar lebih ditingkatkan. “Kita semua dituntut kerja sama baik Camat dan Lurah, tidak kenal waktu baik pagi, siang sampai malam hari untuk terus melakukan sosialisasi kepada warga,” ujarnya.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay saat memberikan arahan kepada Camat dan Lurah

Evaluasi yang dilakukan terhadap surat edaran yang dikeluarkan Pemkot, terang Sekda Funay, ternyata di lapangan, masih banyak warga dan pelaku usaha yang tidak taat aturan. Karena itu, perlu memberikan kesadaran kepada warga masyarakat termasuk para pelaku usaha bahwa situasi perkembangan pandemi covid-19 di Kota Kupang saat ini sangat memprihatinkan.

“Mohon dukungan camat dan lurah bisa berikan kesadaran. Keadaan di Kota Kupang sudah emergency, sudah darurat. Masih banyak masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan bahkan menganggap remeh, padahal sudah banyak yang meninggal karena Covid-19,” tuturnya.

Di samping pandemi covid-19, Sekda juga meminta para Camat dan Lurah untuk fokus pada penanganan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang terutama di musim hujan saat ini. Kepada para Lurah agar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Para Lurah menggerakkan RT dan RW di wilayahnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan termasuk penanganan sampah. Lurah harus proaktif dalam melakukan kerja bakti bersama RT, RW dan warga masyarakat untuk membersihkan lingkungan,” ucapnya.

Terkait hasil rapat bersama dengan pemerintah provinsi NTT dan pemkot Kupang tentang penanganan Covid-19 di Kota Kupang, Sekda menyampaikan atas instruksi Wakil Gubernur, akan dilakukan kerja sama kedua tim untuk melakukan penertiban di masyarakat.(*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ghe)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Besar Anak Muda Tularkan Covid-19 ke Manula

    Potensi Besar Anak Muda Tularkan Covid-19 ke Manula

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula). Hal ini dapat terjadi ketika anak muda yang sudah terkena namun tampak sehat kemudian secara langsung maupun tak langsung membawa virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula. Kasus […]

  • Mantan Pj. Sekda Belu Purna Bakti, Pemda Beri Apresiasi

    Mantan Pj. Sekda Belu Purna Bakti, Pemda Beri Apresiasi

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Mantan penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Manafe, S.Pi. memasuki masa purna bakti, pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghargaan dalam acara perpisahan yang dirayakan secara bersahaja di ruang rapat Bupati Belu pada Senin, 1 November 2021. Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM menyampaikan […]

  • Kain Tenun Tradisional Terpanjang di Dunia Ada di Sabu Raijua

    Kain Tenun Tradisional Terpanjang di Dunia Ada di Sabu Raijua

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemkab Sabu Raijua dan Provinsi Nusa Tenggara Timur memperoleh penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai penggagas dan pembuat kain tenun terpanjang di Indonesia dan dunia. Terpilihnya Pemkab Sabu Raijua sebagai pendukung pembuatan rekor Kain Tenun Ikat Tradisional Sabu Raijua Terpanjang di Dunia sepanjang 68 […]

  • Purnatugas Pj Bupati Belu, Zaka Moruk Pamit Pulang ke Kupang

    Purnatugas Pj Bupati Belu, Zaka Moruk Pamit Pulang ke Kupang

    • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Masa tugas Zakarias Moruk, M.M. sebagai penjabat Bupati Belu sejak 27 Maret 2021 telah berakhir; ditandai dengan dilakukannya serah terima jabatan (Sertijab) kepada Bupati dr. Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Aloysius Hale Serens di Ruang Rapat Paripurna Istimewa DPRD Belu, pada Selasa, 27 April 2021. Zaka Moruk atas nama pemerintah dan […]

  • Ayodhia Kalake: Saya Sangat Cinta Tenun NTT

    Ayodhia Kalake: Saya Sangat Cinta Tenun NTT

    • calendar_month Rab, 24 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki lebih kurang 800 (delapan ratus) motif tenun (data Dekranasda Provinsi NTT) yang tersebar di wilayah Timor, Flores, Sumba, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua. Ratusan ragam motif tenun yang kaya makna dan warna tersebut sayangnya belum semua mendapatkan perlindungan hukum berupa indikasi geografis (IG) dari Dirjen […]

  • Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Loading

    Pada salah satu laporan, Abdul Wahid juga diduga mengancam akan mencopot pejabat yang tidak memenuhi permintaan setoran tersebut.   Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Riau Abdul Wahid setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan anggaran Pemerintah Provinsi Riau. Abdul Wahid terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan […]

expand_less