Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Warga NTT di Bali Terdampak Covid-19 Resah, Perlu Perhatian Pemprov NTT

Warga NTT di Bali Terdampak Covid-19 Resah, Perlu Perhatian Pemprov NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 29 Apr 2020
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Loading

Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Sekitar 11.000 warga NTT yang berdomisili di Provinsi Bali terdampak Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang berakibat pada hilangnya mata pencaharian dan penghasilan. Menyikapi kondisi tersebut, Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora pun prihatin dan telah memberikan bantuan sembako ala kadarnya, namun bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tidak bisa diperoleh terkait regulasi setempat.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora NTT Daerah Bali, Yulius Yosep Diaz melalui rilis yang diterima Garda Indonesia pada Rabu, 29 April 2020, mengatakan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, IKB Flobamora juga ikut prihatin dengan kondisi warga NTT di Bali.

“Kami sudah membagikan sembako kepada warga NTT, karena bantuan yang diturunkan dari pemerintah Provinsi Bali itu hanya dibagikan kepada orang lokal yang notabene ber-KTP Bali saja. Karena warga perantauan dianggap “krama tamiu” (warga tamu/pendatang). Inilah inti persoalannya sehingga bantuan tersebut tidak diberikan kepada warga perantauan,” ungkap Yulius.

Maka dalam kondisi tersebut, beber Yulius, otomatis warga NTT, kini kelaparan karena tidak mempunyai pekerjaan lagi.

“Mau cari makan di mana?” tanya Ketua IKB Flobamora seraya berkata ketika ada niat untuk pulang ke NTT, namun tidak bisa karena semua akses ditutup oleh pemerintah bahkan kebijakan penutupan telah diberlakukan sejak Jumat, 17 April 2020.

Pertanyaannya dengan ada penutupan ini apa solusi dari pemerintah? “Kita berharap agar Pemrov NTT dan Bali harus berkoordinasi mencari jalan keluar untuk memulangkan warga NTT yang tidak mempunyai apa-apa lagi. Yang terpenting pemulangannya tetap mengikuti SOP Kesehatan. “Saya rasa yang pulang itu mau kok dikarantina sampai di kampung mereka masing-masing. Flobamora sangat siap sekali kalau diminta untuk mendata membantu Pemprov NTT untuk mendata warga yang terkena dampak,” harapnya.

Menanggapi keresahan warga perantauan asal NTT yang berdomisili di Bali saat ini yang terdampak Wabah pandemi Coronavirus atau Covid-19, Yulius Yosep Diaz menyampaikan telah mengantisipasinya, namun kurang responsifnya Pemerintah Provinsi dan Pemda se-NTT sehingga berbagai masalah muncul pasca Pandemi Covid-19.

“Saya kurang memahami kebijakan Gubernur NTT dan sebagian Pimpinan Daerah sekarang yang terkesan kurang responsif dengan keberadaan warga perantauan melalui paguyubannya. Padahal Paguyuban Flobamora sebelumnya ada pengakuan dari pemerintah NTT, dalam hal ini Gubernur-Gubernur terdahulu. Inilah yang menjadi kendala bagi kami di Flobamora untuk melalukan komunikasi,” bebernya.

Tentunya, lanjut Yulius, hal ini yang membuat kita susah untuk berkomunikasi dengan pemangku kebijakan di NTT. “Kita sudah beberapa kali bersurat dan meminta untuk audiensi tetapi tidak ada respons dari Pemprov NTT,” ungkapnya, pada Selasa malam, 28 April 2020 di kediamannya.

“Untuk diketahui, keberadaan IKB Flobamora di Bali telah banyak berbuat baik untuk kemanusiaan maupun terkait promosi pariwisata daerah asal di NTT. Inilah yang ingin disampaikan ke Pemprov NTT, bagaimanapun juga kita sudah ikut mempromosikan pariwisata NTT bahkan sampai ke tingkat internasional,” papar Ketua IKB Flobamora Bali seraya mengungkapkan keyakinannya bahwa Pemprov NTT tidak punya data berapa jumlah warga NTT yang ada di Bali.

Imbuh Yulius melanjutkan, “Kalau diminta, kita IKB Flobamora punya data sekitar 11 ribuan orang.”

Ketua IKB Flobamora pun mengingatkan bahwa banyaknya perantau di Bali itu karena tidak mempunyai lapangan pekerjaan di daerah asalnya di NTT. “Ini kan juga harus dipikirkan oleh pemerintah. Jangan kemudian di situasi seperti ini, membiarkan warga sengsara. Coba kita lihat aksi nyata dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengunjungi indekos para perantau yang tidak mudik untuk memberikan bantuan,” pintanya.

“Semoga Pemprov dan Pemda di NTT melakukan hal yang sama,” harap Ketua IKB Flobamora NTT Daerah Bali. (*)

Sumber berita dan foto (*/BFT/DPS/Gre/Don)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Judicial Review’ UU Pers, Keterangan Saksi DP & Pemerintah Bertentangan

    ‘Judicial Review’ UU Pers, Keterangan Saksi DP & Pemerintah Bertentangan

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keterangan saksi Bambang Sadono yang dihadirkan Dewan Pers pada sidang lanjutan perkara: Nomor 38/PUU-XIX/2021 di Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 21 April 2022, mengundang pertanyaan kuasa hukum pemohon dan majelis hakim. Bambang Sadono menyatakan Dewan Pers mempunyai kewenangan untuk membuat regulasi, termasuk memfasilitasi organisasi pers untuk membuat regulasi. Dan saksi juga mengatakan […]

  • JarNas Anti TPPO Siap Kerja Sama dengan Kementerian PPPA Akhiri Trafficking

    JarNas Anti TPPO Siap Kerja Sama dengan Kementerian PPPA Akhiri Trafficking

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah memilih para menteri untuk menduduki posisi di kabinetnya yang baru dan salah satunya adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). KPPPA memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk mengurus dan memastikan adanya perlindungan bagi perempuan dan anak di Indonesia. KPPPA juga mendapatkan mandat sebagai Ketua […]

  • 24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

    24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Loading

    Banyak pasangan suami istri tak punya anak. Segala cara ia usahakan demi mendapatkan momongan. Begitu hamil, apa lagi melahirkan, ia umumkan ke publik. Berbeda dengan Denada, ia punya anak justru dirahasiakan ke khalayak. Akhirnya, rahasia itu terbongkar oleh pengakuannya sendiri. Kebenaran itu rupanya seperti sel kanker jinak yang terlalu lama disembunyikan. Awalnya kecil, tak terasa, […]

  • Meutya Hafid Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri

    Meutya Hafid Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengajak wartawan lebih peduli akan keselamatan diri saat mewartakan informasi di lapangan terutama informasi yang berhubungan dengan Covid-19. Meutya mengaku risau saat mendapat kabar adanya sejumlah wartawan yang dinyatakan positif Covid-19 karena masih harus bertugas di lapangan. “Kepada para wartawan yang menjadi garda terdepan […]

  • Semester I 2020, Ini Torehan Prestasi KPK; Selamatkan Uang Negara Rp.79 Triliun

    Semester I 2020, Ini Torehan Prestasi KPK; Selamatkan Uang Negara Rp.79 Triliun

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Selama satu semester kerja sejak Januari—Juni 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di bawah komando Firli Bahuri ternyata banyak menorehkan prestasi, sehingga publik dapat mengetahui torehan prestasi dimaksud. “Penyampaian capaian-capaian hasil kerja KPK selama satu semester ini tidak dimaksudkan untuk show off, tapi hanya sebatas menginformasikan apa-apa saja capaian kinerja, […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

    ‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga 6 April 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 686 orang, yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 195 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 15 orang ( 7 orang lakukan isolasi mandiri dan 8 orang dirawat di rumah sakit),” terang Dr. Jelamu Ardu Marius saat menyampaikan […]

expand_less