Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » We Called It As An Emotion

We Called It As An Emotion

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Sewaktu berkunjung ke pameran karya seni, kita mendengarkan musik-musik instrumen (beberapa pameran karya seni memilih untuk tidak memutarkan musik dengan alasan tertentu), namun bila kita kaji, menghadirkan musik di pameran akan mempengaruhi suasana dan mood dari pengunjung untuk menikmati pameran, sama halnya ketika kita berkunjung ke sebuah toko buku, pusat perbelanjaan ataupun restoran.

Dahulu, dalam budaya atau adat istiadat masyarakat, musik digunakan sebagai sarana upacara adat yang menghubungkan mereka dengan ilahi, sarana ekspresi diri, kemudian berkembang menjadi bagian dari kesenian dan status mata pencarian.

Di masa sekarang, ketika teknologi berkembang dengan pesat, musik dapat diakses dengan mudah karena diminati sebagai hiburan. Masih ingatkah kita akan fenomena Spotify Wrapped yang sangat hype di bulan Desember tahun 2022 lalu? Orang-orang membagikan rangkuman musik yang telah didengar selama satu tahun di berbagai media sosial. Chart menandakan inventarisir lagu-lagu pilihan tahun itu. Namun, di lain sisi rangkuman ini juga sebagai simbolis wawasan menarik tentang kebiasaan kita dalam mendengarkan musik favorit hingga pilihan musik yang mungkin tidak disangka sebelumnya. Pilihan lagu-lagu ini mengindikasikan bahwa musik juga berperan dalam hal aktualisasi diri.

Kehadiran musik tak lagi hanya bagian eksklusif bagi segelintir orang yang mencari penghidupan darinya. Musik diklaim sebagai sesuatu yang inklusif bagi semua orang dan ‘berkontribusi aktif’ di segala lini.

Dari penjelasan di atas, dalam lingkup publik atau privat, kelompok atau personal, musik bukan saja sekadar vokal, ritme, melodi dan lainnya. Ada ‘benang merah’ yang ternyata dapat menjelaskan kenapa musik itu universal membentuk ekosistem yang besar, luas dan saling terhubung, merupakan kebutuhan dunia dan akan selalu abadi. Ini semua berangkat dari bagian yang paling dekat dan terkecil dalam setiap individu yaitu emosi.

Di kondisi tertentu, tak seimbang, bahkan buruk sekalipun, kita mendengarkan musik untuk membuat diri merasa lebih baik. Musik sebagai media ungkapan perasaan yang sedang dirasakan dan sebagai pijakan untuk mengubah hidup semakin lebih baik. Pilihan genre lagu kadang disesuaikan dengan emosi kita, seakan dapat menerjemahkan perasaan dan keterwakilan diri. Dengan demikian, emosi kita dapat terealisasi dengan baik.

Dalam pengaplikasian yang lebih luas lagi, musik digunakan sebagai alat terapi. Penggunaan terapi musik mulai banyak digunakan untuk mereka yang mengalami depresi, kecemasan hingga PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Para terapis akan memutarkan dahulu sebuah lagu, kadang meminta klien yang memilih lagu sendiri. Hal ini memudahkan proses terapi karena musik dipercayai sebagai suatu kedekatan dengan emosi dan ingatan manusia serta dapat menjadi penghubung dengan alam bawah sadar yang kemungkinan adalah akar dari semua ingatan menakutkan dan mengancam bagi klien.

Selain itu, penggunaan terapi musik kepada mereka yang mengalami kejadian traumatis juga bisa membantu mengubah perasaan malu, sedih dan amarah  menjadi kekuatan. Kekuatan ini yang kemudian membantu mereka untuk sembuh.

Terlepas dari semua, musik memberikan perubahan bagi setiap internal pribadi, memberikan penyembuhan dan pengenalan akan diri sendiri. Musik adalah perwakilan emosi, kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk, genre, lalu berkembang menjadi pendukung dalam segala laku dan giat seperti iringan musik tarian, hiburan hingga ‘soundtrack’ yang kita dengar berbagai tempat; kafe, toko buku, pameran karya seni dan lain-lain, hingga media terapi.

Di Jelajah Nada Timor; perjalanan untuk merekam nada, alat musik, syair dari prosesi dan ritual adat ciri khas 5 kabupaten di Pulau Timor kemudian diselaraskan dengan musik ambient, instrumental ala post rock oleh Tarwis Lifani Haning atau yang dikenal dengan Shagah yang sudah berlangsung sejak Oktober tahun 2022 menghasilkan 1 mini album yang akan dirilis pada Januari 2023.

Musik-musik tersebut berasal dari personal dan lingkup masyarakat yang menjadikannya sebagai bagian terpenting dalam laku dan giat mereka. Musik menjadi media komunikasi spiritual, pengenal identitas diri, media relasi dengan sesama dan lingkungan serta yang paling dekat kita menyebutnya sebagai suatu emosi.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permohonan WNA Jadi WNI Melonjak, Pemerintah Perketat Seleksi

    Permohonan WNA Jadi WNI Melonjak, Pemerintah Perketat Seleksi

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Permohonan warga negara asing (WNA) untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI) terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum (Ditjen AHU Kemenkum) mencatat lonjakan permohonan perpindahan kewarganegaraan, meski proses persetujuannya tetap dilakukan secara ketat. “Sebagaimana data yang ada di Direktorat Jenderal AHU, khususnya di Direktorat Tata Negara, […]

  • PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Loading

    Seno pun menegaskan, sikap penyeimbang tidak membuat PDI Perjuangan ragu berbeda pendapat dengan pemerintah. Salah satunya terkait penolakan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.   Jakarta | Politikus muda PDI Perjuangan, Seno Bagaskoro menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang pemerintahan bukan keputusan baru. Seno menyampaikan sikap tersebut telah ditetapkan sejak Prabowo Subianto dinyatakan menang Pilpres 2024 […]

  • Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ahmad Sururi Melihat Gus Yahya membawa NU ke dalam pusaran politik membuat kita, nahdliyin akar rumput ini mengelus dada. Bukan bermaksud su’ul adab atau kumeruah. Tapi manuver politik Gus Yahya memang membahayakan NU. Dengan asas kecintaan inilah, semoga saja pendapat dari orang daif ini tak salah dipahami. Saya Ahmad Sururi, bukan ulama kondang […]

  • Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Yayasan Konstruksi Indonesia menjalin sinergitas dengan Kabupaten Karangasem-Bali dalam memperluas jaringan pengusaha dan pendampingan di bidang konstruksi dan Infrastrukstur. “Momentum tersebut diselenggarakan tepat di hari ulang tahun Bupati yang juga dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat karena bertepatan dengan pergantian tahun,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Konstruksi Indonesia Bachtiar Ravenala Ujung, BA.,SE.,MM, Kamis […]

  • Video Covid di RSUD Naibonat, Nixon Paulus—ASN Polda NTT Minta Maaf

    Video Covid di RSUD Naibonat, Nixon Paulus—ASN Polda NTT Minta Maaf

    • calendar_month Jum, 29 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Oknum penyebar video tentang penanganan pasien Covid-19 di RSUD Naibonat  pada Rabu, 27 Januari 2021 yang viral dan dibagikan berkali-kali di berbagai platform media sosial dan menjadi konsumsi publik; akhirnya melakukan klarifikasi dan memohon maaf kepada Direktur, segenap manajemen, dan tenaga medis RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang pada Jumat, 29 Januari 2021. […]

  • Wakil Bupati Belu : Pemimpin Adalah Orang yang Kedepankan Rasa Adil

    Wakil Bupati Belu : Pemimpin Adalah Orang yang Kedepankan Rasa Adil

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Manusia- manusia Indonesia yang menjadi pemimpin, mulai dari presiden sampai RT/ RW adalah orang- orang yang harus mengedepankan rasa adil demi kemakmuran rakyat. Demikian dikemukakan Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan di hadapan puluhan warga Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 15 Juli […]

expand_less