Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Surabaya, gardaindonesia.id | Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Bencana tahun 2019 di Jatim Expo, Sabtu (2/2/2019), menyampaikan 6 (enam) arahan penting. Rakernas yang diinisiasi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ini dihadiri lebih dari 4.000 peserta dari BPBD seluruh Indonesia dan perwakilan dari kementerian, lembaga, gubernur, bupati/walikota, TNI, Polri, akademisi dan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa forum ini sangat strategis dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan kekuatan yang kita miliki untuk mengantisipasi bencana.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/02/02/penduduk-miskin-berkurang-8-060-orang-ntt-peringkat-3-termiskin/

6 (enam) arahan penting yang disampaikan Presiden yaitu:

Pertama, Perencanaan, rancangan dan pembangunan tata ruang harus memperhatikan peta rawan bencana dalam rangka mitigasi bencana. Dengan melihat siklus bencana yang selalu berulang, lokasi bencana sering di tempat yang sama. Misalnya di NTB, daerah yang dilanda gempa pada tahun 2018 ternyata juga pernah terjadi pada tahun 1978. Gempa di Palu juga sama terjadi sebelumnya.

Setiap rancangan pembangunan ke depan harus dilandaskan pada aspek-aspek pengurangan risiko bencana. Bappeda harus paham hal ini, di mana daerah yang boleh dan tidak boleh diperbolehkan. Rakyat betul-betul dilarang untuk masuk ke dalam tata ruang yang memang sudah diberi tanda merah. Mereka harus taat dan patuh kepada tata ruang.

Kedua, Pelibatan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk meneliti, melihat, mengkaji, titik mana yang sangat rawan bencana harus dilakukan secara masif. Para peneliti dan pakar harus mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana. Libatkan akademisi dan pakar, jangan bekerja hanya saat terjadi bencana. Pakar di Indonesia meskipun tidak banyak tetapi ada, sehingga kita mengetahui adanya megathrust, pergeseran lempeng dan lain-lain. Setelah pakar berbicara, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat.

Ketiga, Apabila ada kejadian bencana, maka otomatis Gubernur akan menjadi komandan satgas darurat bersama Pangdam dan Kapolda menjadi wakil komandan satgas. Jangan dikit-dikit naik ke pusat.

Keempat, Pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar harus dipakai, termasuk hingga ke level daerah. Kepala BNPB mengkoordinasikan K/L terkait agar sistem peringatan dini segera terwujud dan kita pelihara dan rawat. Belajar dari Jepang, masyarakat tidak panik saat gempa. Mereka baru berlari ketika ada sirine dan mengetahui jalur evakuasi.

Kelima, Lakukan edukasi kebencanaan. Harus dimulai tahun ini yang dilakukan di daerah rawan bencana kepada sekolah melalui guru dan para pemuka agama. Oleh karena itu, papan peringatan diperlukan, rute-rute evakuasi diperlukan. Segera dikerjakan agar ada kejelasan ke mana evakuasi harus dilakukan saat ada ancaman bencana.

Keenam, Lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat RW hingga RT, sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi bencana. Bencana bukan hanya tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi dll. Bencana yang banyak menelan korban adalah gempa bumi.

Presiden berpesan kepada Bappenas dan Bappena agar merancang jalur evakuasi dan bangunan untuk melakukan penyelamatan dari tsunami.

“Pemerintah seringkali ketinggalan dari masyarakat, karena perencanaan belum ada, tetapi masyarakat sudah tinggal di sana. Tetapi kita harus tegas dan tidak seperti dulu. Kita harus kerja cepat dan tidak bisa lagi kerja lambat. Sekali lagi, kita harus mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua kekuatan yang dimiliki untuk mengantisipasi bencana alam di Indonesia”, pesan Presiden.

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah 23 April Diperingati Hari Buku Sedunia

    Sejarah 23 April Diperingati Hari Buku Sedunia

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Buku Sedunia, juga dikenal sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau Hari Buku Internasional, adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa) untuk mempromosikan membaca, menerbitkan, dan hak cipta. Hari Buku Sedunia yang pertama diperingati pada tanggal 23 April […]

  • Jadi Kapolri ke-25, Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo Dilantik Saat Pandemi Covid

    Jadi Kapolri ke-25, Jenderal Pol Lystio Sigit Prabowo Dilantik Saat Pandemi Covid

    • calendar_month Rab, 27 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah jabatan Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Rabu, 27 Januari 2021. Acara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pelantikan Listyo Sigit dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 5/POLRI […]

  • Buka Puasa Ramadan 1444H ala JNE Kupang

    Buka Puasa Ramadan 1444H ala JNE Kupang

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Momentum Ramadan 1444H dimaknai oleh Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Kupang dengan menghelat buka puasa bersama pelanggan dan masyarakat di sekitar lokasi kantor pada Kamis petang, 13 April 2023 pukul 17.00 WITA—selesai di Jalan Urip Sumohardjo Nomor 3, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Simak […]

  • Aksi Sosial ‘Adventure Trail’ Tapal Batas, Bupati Belu Minta Patuhi Prokes

    Aksi Sosial ‘Adventure Trail’ Tapal Batas, Bupati Belu Minta Patuhi Prokes

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara pada 1 Juli 2021, Polres Belu bekerja sama dengan Belu Trail Club Atambua melakukan adventure ‘jelajah’ tapal batas dan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM  didampingi Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, dan Danyon […]

  • Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Teruji ‘Polri Semakin Solid’

    Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Teruji ‘Polri Semakin Solid’

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Institusi Kepolisian Republik Indonesia kini sedang diguncang prahara. Kendati begitu, lembaga penegak hukum ini masih mampu berdiri tegak berkat kepemimpinan yang baik. Ketum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail mengatakan, kekukuhan institusi Polri ini berkat kematangan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yakub menilai, di bawah kepemimpinan Kapolri Sigit, terpaan […]

  • Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang Meninggal Dunia

    Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang Meninggal Dunia

    • calendar_month Jum, 4 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Mgr. Petrus Turang (23 Februari 1947 – 4 April 2025) adalah Uskup Agung Kupang sejak 10 Oktober 1997 hingga 9 Maret 2024.   Jakarta | Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang meninggal dunia pada Jumat, 4 April 2025 pukul 06:20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Beragam ucapan turut berdukacita memenuhi dinding WhatsApp grup dan […]

expand_less