Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

6 Arahan Penting Presiden Jokowi Tentang Penanggulangan Bencana

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 3 Feb 2019
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

Loading

Surabaya, gardaindonesia.id | Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Bencana tahun 2019 di Jatim Expo, Sabtu (2/2/2019), menyampaikan 6 (enam) arahan penting. Rakernas yang diinisiasi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ini dihadiri lebih dari 4.000 peserta dari BPBD seluruh Indonesia dan perwakilan dari kementerian, lembaga, gubernur, bupati/walikota, TNI, Polri, akademisi dan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa forum ini sangat strategis dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan kekuatan yang kita miliki untuk mengantisipasi bencana.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/02/02/penduduk-miskin-berkurang-8-060-orang-ntt-peringkat-3-termiskin/

6 (enam) arahan penting yang disampaikan Presiden yaitu:

Pertama, Perencanaan, rancangan dan pembangunan tata ruang harus memperhatikan peta rawan bencana dalam rangka mitigasi bencana. Dengan melihat siklus bencana yang selalu berulang, lokasi bencana sering di tempat yang sama. Misalnya di NTB, daerah yang dilanda gempa pada tahun 2018 ternyata juga pernah terjadi pada tahun 1978. Gempa di Palu juga sama terjadi sebelumnya.

Setiap rancangan pembangunan ke depan harus dilandaskan pada aspek-aspek pengurangan risiko bencana. Bappeda harus paham hal ini, di mana daerah yang boleh dan tidak boleh diperbolehkan. Rakyat betul-betul dilarang untuk masuk ke dalam tata ruang yang memang sudah diberi tanda merah. Mereka harus taat dan patuh kepada tata ruang.

Kedua, Pelibatan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk meneliti, melihat, mengkaji, titik mana yang sangat rawan bencana harus dilakukan secara masif. Para peneliti dan pakar harus mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana. Libatkan akademisi dan pakar, jangan bekerja hanya saat terjadi bencana. Pakar di Indonesia meskipun tidak banyak tetapi ada, sehingga kita mengetahui adanya megathrust, pergeseran lempeng dan lain-lain. Setelah pakar berbicara, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat.

Ketiga, Apabila ada kejadian bencana, maka otomatis Gubernur akan menjadi komandan satgas darurat bersama Pangdam dan Kapolda menjadi wakil komandan satgas. Jangan dikit-dikit naik ke pusat.

Keempat, Pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu berbasiskan rekomendasi dari pakar harus dipakai, termasuk hingga ke level daerah. Kepala BNPB mengkoordinasikan K/L terkait agar sistem peringatan dini segera terwujud dan kita pelihara dan rawat. Belajar dari Jepang, masyarakat tidak panik saat gempa. Mereka baru berlari ketika ada sirine dan mengetahui jalur evakuasi.

Kelima, Lakukan edukasi kebencanaan. Harus dimulai tahun ini yang dilakukan di daerah rawan bencana kepada sekolah melalui guru dan para pemuka agama. Oleh karena itu, papan peringatan diperlukan, rute-rute evakuasi diperlukan. Segera dikerjakan agar ada kejelasan ke mana evakuasi harus dilakukan saat ada ancaman bencana.

Keenam, Lakukan simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakat kita secara berkesinambungan sampai ke tingkat RW hingga RT, sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi bencana. Bencana bukan hanya tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi dll. Bencana yang banyak menelan korban adalah gempa bumi.

Presiden berpesan kepada Bappenas dan Bappena agar merancang jalur evakuasi dan bangunan untuk melakukan penyelamatan dari tsunami.

“Pemerintah seringkali ketinggalan dari masyarakat, karena perencanaan belum ada, tetapi masyarakat sudah tinggal di sana. Tetapi kita harus tegas dan tidak seperti dulu. Kita harus kerja cepat dan tidak bisa lagi kerja lambat. Sekali lagi, kita harus mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua kekuatan yang dimiliki untuk mengantisipasi bencana alam di Indonesia”, pesan Presiden.

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil RUPS Luar Biasa Bank NTT 2023, Alex Riwu Kaho Tetap Dirut

    Hasil RUPS Luar Biasa Bank NTT 2023, Alex Riwu Kaho Tetap Dirut

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT Bank Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menghelat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Tahunan Tahun Buku 2022 dan RUPS Luar Biasa pada Senin, 20 Maret 2023 pukul 11.30—14.30 WITA RUPS dihadiri seluruh pemegang saham Bank NTT yakni Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Bupati […]

  • Kapal ‘Bottom Glass’ Diresmikan, Gubernur NTT : Terima Kasih Presiden

    Kapal ‘Bottom Glass’ Diresmikan, Gubernur NTT : Terima Kasih Presiden

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT pada Jumat, 18 Maret 2022, dalam rangka meninjau sarana dan prasarana transportasi dan meresmikan Kapal Wisata Bottom Glass. Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhub didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. “Kita harapkan dengan […]

  • TPK Hotel Bintang di NTT pada Mei 2021 Lebih Rendah dari April 2021

    TPK Hotel Bintang di NTT pada Mei 2021 Lebih Rendah dari April 2021

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis perkembangan pariwisata dan transportasi pada Mei 2021. Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus dalam pemaparannya pada Kamis, 1 Juli 2021 menyampaikan jumlah tamu menginap pada hotel bintang Mei 2021 sejumlah 21.420 orang dengan perincian 20.739 orang tamu nusantara dan 681 orang tamu mancanegara. […]

  • Pemda Belu Cipta Lapangan Kerja Produktif bagi 100 Orang

    Pemda Belu Cipta Lapangan Kerja Produktif bagi 100 Orang

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan 5 balai besar di Bandung, Semarang, Bekasi, Tangerang dan Medan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Keterampilan Kerja Berbasis Unit Kompetensi tahun anggaran 2021; dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. di aula Kantor Camat Atambua Barat pada […]

  • ‘Mobil Listrik PLN BLITS’ Keliling Indonesia-Isi Ulang Baterai Pake SPLU

    ‘Mobil Listrik PLN BLITS’ Keliling Indonesia-Isi Ulang Baterai Pake SPLU

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | BLITS dan Kasuari, mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Budi Luhur, tiba di PLN UID Jakarta Raya pada Jumat pagi (9/11/18) untuk melakukan pengisian baterai dengan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). Kedua mobil ini sedang dalam masa pengujian dengan melakukan perjalanan keliling nusantara berjudul “PLN BLITS Explore […]

  • Mulai Januari 2021, Distribusi Pupuk Bersubsidi di TTU Pakai Kartu Tani

    Mulai Januari 2021, Distribusi Pupuk Bersubsidi di TTU Pakai Kartu Tani

    • calendar_month Sel, 22 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Gregorius Mathias Radrigis, S.P. menyampaikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi akan disalurkan kepada 5—6  kecamatan dengan alokasi 850ha untuk Ft- 1 tahun anggaran 2020/2021. Pernyataan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten TTU tersebut, disampaikannya usai menggelar rapat evaluasi kepada para admin, […]

expand_less