Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman.

Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran bagi tetangga orang tua di rumah.

“Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orang tua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orang tuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya,” kata Nasaruddin di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Sabtu, 23 Mei 2020.

Dalam hal ini, kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orang tua di kampung menjadi takut tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Sebab, aktivitas mudik juga sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus, meski tanpa gejala atau tidak menunjukkan sakit, kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.

“Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita was-was,” ujar Nasaruddin menarasikan.

“Jadi kita mungkin pulang kembali kota, orang tua kita masih dikucilkan tetangga. Jadi kalau kita mudik sekarang, itu sangat membebani orang tua kita di sana (di kampung),” imbuhnya.

Oleh karena itu, Nasaruddin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik dan tetap di rumah saja. Sehingga tidak membebani orang tua di kampung halaman.

“Sudah mereka hidup rukun, tapi kehadiran kita malah justru membuat orang tua kita itu nanti dikucilkan. Kita sudah kembali ke Jakarta, orang tua kita dikucilkan. Apalagi kalau misalnya ada yang sakit di tempat itu. Jangan-jangan dikutuk, dilaknat orang tua kita.  Naudzubillah mindzalik. Jadi bukan membawa kebahagiaan tapi seperti membawa malapetaka,” jelas Nasaruddin.

Nasaruddin juga berharap agar masyarakat tetap sabar menunggu hingga keadaan menjadi lebih baik. Tentunya dia juga meminta masyarakat agar berdoa dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan, sehingga berakhirnya Bulan Suci Ramadan juga memberi keberkahan bagi umat muslim.

“Ramadan berarti menghanguskan (sesuatu yang buruk), semoga kepergian bulan Ramadan juga menggulung habis virus corona ini. Siapa tahu ada keajaiban atas doa yang kita panjatkan,” pungkas Nasaruddin.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resto Kelor & Jamur Hadir di Kupang, Diresmikan Wagub Josef

    Resto Kelor & Jamur Hadir di Kupang, Diresmikan Wagub Josef

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi melakukan pemotongan kue tar dari kelor saat meresmikan pembukaan Resto Kelor dan Jamur di Taman Dedari Sikumana,Selasa malam (13/11/18). Resto milik keluarga dr. Dewa Putu Sahadewa tersebut menyajikan aneka menu dari hasil olahan kelor dan jamur. “Saya sungguh mengapresiasi kehadiran resto ini. Saya akan informasikan […]

  • Pesan Natal Oikumene 2018 Gubernur Viktor Laiskodat : “Jangan Takut!”

    Pesan Natal Oikumene 2018 Gubernur Viktor Laiskodat : “Jangan Takut!”

    • calendar_month Jum, 4 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat- Gubernur NTT dalam pesan Natal Oikumene 2018 di Gereja Kaisarea BTN Kolhua Kota Kupang (Jumat,4/1/2019) mengangkat isu besar dunia tentang 5 P (Planet, People, Poverty, Partnership, Peace); karena itu dikenal sebuah gerakan yakni pembangunan yang inklusif dengan membangun manusia NTT seluruhnya. Karena itu, jelas Gubernur Viktor dalam pemerintahan Viktor Laiskodat […]

  • Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa sebagai masyarakat intelektual harus mampu memberi dampak bagi lingkungan dan juga bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan perayaan Dies Natalis Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Pada ulang tahun ke-51 tersebut, Prodi Pendidikan Matematika melakukan beberapa kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan juga […]

  • 70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

    70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Live in sebagai sebuah kegiatan pastoral dimana mahasiswa tinggal bersama umat dan merasakan kehidupan umat; dijalani oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang (KAK) di Ba’a dan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur Paroki Sto. Petrus Pante Baru dan Paroki Sto. Kristoforus Ba’a Kabupaten Rote […]

  • Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta warga di DKI Jakarta untuk mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah disetujui Menteri Kesehatan sebagai salah satu upaya bersama memutus penyebaran Covid-19. “Ini penting karena keputusan ini ditujukan untuk melindungi kita semua dari kemungkinan terjadi penularan Covid-19 dari orang lain,” kata Juru […]

  • Pleno 12 Kecamatan di Belu, Paket SEHATI Kalahkan SAHABAT

    Pleno 12 Kecamatan di Belu, Paket SEHATI Kalahkan SAHABAT

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat PPK 12 kecamatan di Kabupaten Belu, antara Paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Heleserens dan Paket SAHABAT, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan dimenangkan Paket SEHATI dengan selisih angka kemenangan 247 suara. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/12/11/paket-sehati-unggul-550-suara-atas-paket-sahabat-di-pilkada-belu/ Berdasarkan data yang dihimpun Garda Indonesia, dari total 426 TPS […]

expand_less