Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Di Nagekeo, VBL : Tugas Utama Pemerintah Bebaskan Rakyat dari Kemiskinan

Di Nagekeo, VBL : Tugas Utama Pemerintah Bebaskan Rakyat dari Kemiskinan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2020
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

Loading

Nagekeo, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Gubernur NTT menegaskan, tugas utama dari pemerintah; baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh NTT adalah membebaskan rakyat dari belenggu penderitaan dan kemiskinan.

“Tugas utama pemerintah adalah membebaskan rakyatnya dari penderitaan. Karena itu, pemerintah bekerja untuk menyejahterakan rakyatnya,” tegas Gubernur VBL di hadapan masyarakat dan para tetamu undangan di tengah jaringan irigasi persawahan kilo meter 1 Mbay Kanan Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Ini merupakan kunjungan kerja (kunker) Gubernur VBL bersama rombongan di hari keenam. Sebagai mana diketahui Gubernur VBL memulai kunker pertama dari Kabupaten Manggarai Barat (Senin, 22 Juni 2020), Kabupaten Manggarai (Selasa, 23 Juni 2020), Kabupaten Manggarai Timur (Rabu, 24 Juni 2020), Kabupaten Ngada (Kamis 25 Juni 2020), Kabupaten Nagekeo (Jumat dan Sabtu) dan pada Sabtu sore Gubernur dan rombongan telah tiba dan berada di Kabupaten Ende; Kota Pancasila sebagai kabupaten terakhir dalam kunker kali ini.

Sejak menjadi Gubernur NTT yang dilantik Presiden Joko Widodo, pada 5 September 2018, Gubernur VBL sangat serius bekerja untuk membawa keluar masyarakat NTT dari jeritan dan jerat kemiskinan.

“Kemiskinan NTT berada di urutan ketiga secara nasional; setelah Papua dan Papua Barat. Karena itu, pemimpin harus bisa membawa rakyat ke masa depan. Pemimpin harus memiliki visi yang kuat dan fokus pada inti masalah yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan rakyat NTT,” tegas Gubernur VBL.

Menurut Gubernur, tugas menyelamatkan rakyat merupakan tugas mulia seorang pemimpin. Tetapi pemimpin yang bodoh dan malas, sebut Gubernur VBL, tidak mungkin sanggup keluar dari box atau kotak yang mengungkungnya. “Oleh karena itu, dalam memimpin mulailah berpikir dan bertindak out of the box; yang penuh inovasi dan kreatif. Jangan bosan berkreasi. Karena pemimpin punya wewenang dan kekuasaan yang besar dalam berkreasi untuk membawa rakyatnya mencapai kesejahteraan,” ucap mantan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Menyinggung tentang pariwisata, Gubernur VBL mengatakan bahwa Provinsi NTT termasuk Kabupaten Nagekeo merupakan destinasi wisata yang sangat indah dan menarik. “Kalau keadaan sudah normal kembali, maka para turis akan berbondong-bondong datang ke NTT. Karena itu, benahi semua infrastruktur, sarana prasarana, dan lain sebagainya. Saya harapkan semua Kabupaten/Kota memiliki data pembangunan wilayahnya secara detail yakni data ekonomi, data sosial, data pendidikan, kesehatan, data demografi dan lain sebagai. Pembangunan kita harus berbasis data dan riset,” pinta Gubernur sembari menambahkan, “Data tersebut harus riil dan konkret sehingga memudahkan kita dalam membangun. NTT.”

Dijelaskan, Provinsi NTT memiliki banyak potensi dan kekayaan alam yang luar biasa. “Kita kaya akan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, perikanan dan kelautan. Bahkan alam NTT yang sebagian besar kering ini sangat potensial untuk pengembangan garam. Semua kekuatan ekonomi ini kita gerakkan dan kembangkan secara maksimal dan itu semua membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kita sangat butuh kolaborasi dengan semua stake holders terkait,” kata Gubernur.

Ke depan di bidang pendidikan sambung Gubernur VBL, anak-anak NTT harus memperkuat kemampuan di aspek literasi dan numerik. “Ke depannya, kita harus memperkuat kemampuan anak-anak kita di bidang literasi dan numerik. Karena itu, saya harapkan agar kita memberikan perhatian yang serius terhadap mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), logika dan matematika,” sebut Gubernur.

Gubernur VBL juga berharap agar anak-anak NTT harus mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan aspek kognisi, psikomotorik dan afeksi. “Anak-anak NTT harus dididik untuk berkompetisi secara sehat di dalam berbagai ilmu pengetahuan. Di kemudian hari generasi NTT yang unggul ini akan menjadi kekuatan bangsa di dalam seluruh proses pembangunan; baik di Indonesia maupun di level Provinsi NTT,” tandas Gubernur VBL. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1444 Hijriah atau 2023 Masehi dengan rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Angka ini terdiri atas dua komponen, yaitu biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per jemaah sebesar […]

  • KPK : Proses Hukum Terhadap Lukas Enembe Didukung Banyak Pihak

    KPK : Proses Hukum Terhadap Lukas Enembe Didukung Banyak Pihak

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan banyak pihak yang turut mendukung proses hukum terhadap tersangka kasus tindak pidana korupsi, Lukas Enembe. Sebagaimana telah diumumkan kepada publik. KPK telah melakukan penangkapan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dan tersangka swasta RL, selaku Direktur PT TBP. Sejak proses itu dimulai, penanganan situasi […]

  • DPRD TTU Komisi III Studi Banding Layanan BLUD RSUD Atambua

    DPRD TTU Komisi III Studi Banding Layanan BLUD RSUD Atambua

    • calendar_month Rab, 13 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Komisi III DPRD Timor Tengah Utara (TTU) bersama Direktur RSUD TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  melakukan studi banding tentang sistem pelayanan dan tata kelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Kabupaten Belu pada Jumat, 8 Oktober 2021. Ketua Komisi III […]

  • Bawaslu & Pemkot Kupang Ingatkan ASN Jaga Netralitas Pilkada 2024

    Bawaslu & Pemkot Kupang Ingatkan ASN Jaga Netralitas Pilkada 2024

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Bawaslu Kota Kupang memetakan kerawanan Pemilu 14 Februari 2024 lalu, salah satu indikasi yakni netralitas aparatur sipil negara (ASN) sebab netralitas ASN masih menjadi tantangan pada setiap perhelatan Pemilu maupun Pilkada tahun 2024. Demikian ditegaskan Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adi Chandra Nange dalam sesi sosialisasi pengawasan ASN pada tahapan pencalonan pemilihan serentak serta […]

  • 18 Korban Berhasil Ditemukan & 1 Orang Hilang Pasca-longsor di Desa Ngetos

    18 Korban Berhasil Ditemukan & 1 Orang Hilang Pasca-longsor di Desa Ngetos

    • calendar_month Jum, 19 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan kembali menemukan 5 korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis, 18 Februari 2021, total korban yang ditemukan tim gabungan berjumlah 18 orang meninggal dan […]

  • AICHR Jadikan NTT Daerah Percontohan Pemberantasan TPPO

    AICHR Jadikan NTT Daerah Percontohan Pemberantasan TPPO

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id– AICHR (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) adalah Komisi Hak Asasi Manusia Antar Pemerintah ASEAN yang dibentuk pada tahun 2009. Tiap negara ASEAN punya satu orang wakil yang bertugas mengembangkan program untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia di ASEAN. Para wakil itu berkumpul secara rutin untuk menegosiasikan bentuk-bentuk pemajuan dan perlindungan HAM yang […]

expand_less