Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Guru Honorer Kota Kupang Gapai Gaji via Dana BOS, Perjuangan dari Hilda Manafe

Guru Honorer Kota Kupang Gapai Gaji via Dana BOS, Perjuangan dari Hilda Manafe

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
  • visibility 101
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Hilda Manafe melakukan pertemuan dengan ratusan guru honorer yang dipandu langsung tenaga ahli DPD RI, Winston Neil Rondo di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, pada Kamis, 27 Agustus 2020.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Guru Honorer Kota Kupang, Saka Nenosaban mengatakan bahwa Senator Hilda Manafe telah memperjuangkan NUPTK bagi 1.000 guru di Kota Kupang, sehingga dari perjuangan tersebut para guru bisa menikmati gaji dari APBN, karena pembayaran gaji bagi guru honorer dari dana BOS telah diubah regulasinya dengan terbitnya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS.

Dalam Permendikbud tersebut, disebutkan bahwa guru non ASN (guru honorer) dapat dibayar honornya jika memiliki NUPTK. ”Perjuangan mama Hilda telah dirasakan oleh sebagian besar guru di Kota Kupang, terima kasih untuk perjuangannya, sekalipun baru menjabat tapi langsung action,” ujar Saka.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, Winston Rondo selaku moderator memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi ratusan tenaga kependidikan dan guru honorer untuk menyampaikan unek-unek dan keluh kesah mereka.

Kris Salau, guru honorer di SDI Sikumana 2 mengatakan, sampai detik ini banyak pergumulan guru honorer yang belum terjawab. Aspirasi demi aspirasi hanya bermuara sampai di meja dewan, tanpa ada realisasi. “Jika tanya tentang kesejahteraan, jelas guru honorer tidak sejahtera. Tapi karena cinta dan peduli dengan masa depan anak bangsa, ada yang bisa eksis sampai 28 tahun,” ujar pria yang sudah mengabdi selama 5 tahun sebagai guru honorer.

Kris berharap, mimpi guru honorer untuk diangkat menjadi PNS, khususnya mereka yang sudah lama mengabdi, hendaknya ada batasan waktu. Jika tidak, sampai kapan pun, impian itu tak akan pernah terjawab. “Istilah pahlawan tanpa tanda jasa, bagi kami itu hanya semacam pemanis di bibir. Di satu sisi kami bangga jadi guru, tapi di sisi lain kehidupan kami sungguh memprihatinkan,” ucapnya.

Menurut Kris, tanggung jawab guru honorer di sekolah tidak jauh berbeda dengan guru PNS. Bahkan terkadang beberapa dari mereka mengalami perlakuan dianggap seperti bawahan dan tidak layak untuk duduk bersama dengan guru-guru PNS. Ruang lingkup kerja mereka sama besar dengan guru-guru PNS namun tidak setara dengan upah yang diterima. “Kami harap mama Hilda turut merasakan apa yang kami rasakan. Dan kami bangga, mama sudah berbuat untuk memperhatikan nasib guru honorer,” kata Kris.

Sementara Meri Letelai, guru honorer di SMPN 6 Kota Kupang, mengaku, para guru honorer K2 (Kategori Dua) yang sudah lama mengabdi, kini menanti untuk diangkat menjadi PNS. Mirisnya, guru-guru honorer hampir sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, kecuali dana BOS. Pada akhirnya mereka hanya bisa menonton ketika masyarakat menikmati bantuan seperti PKH dan bantuan lainnya.

“Mungkin orang berpikir gaji guru honorer itu besar, sehingga kami tidak layak dipertimbangkan untuk menerima bantuan,” ungkap Meri seraya menginformasikan lebih lanjut soal bantuan sosial Covid-19 dari Pemerintah Kota Kupang yang hingga hari ini belum diterima oleh tenaga kependidikan dan guru honorer.

Teresia Agustina Oliva, guru honorer di TK Sta. Maria Goreti Kupang, juga berharap agar guru honorer K2 bisa segera diangkat menjadi PNS. Sebab hanya dengan itulah, nasib mereka bisa menjadi lebih baik. “Kami harap Mama Hilda bisa menjadi perpanjangan kata dan kalimat kami ini kepada pemerintah pusat,” kata wanita yang sudah mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 1992 itu.

Senator Hilda Manafe (kiri) didampingi Tenaga Ahli DPD, Winston Rondo

Selanjutnya, Jusuf Daniel Pah, tenaga administrasi di SDI Lasiana, mengaku sudah mengabdi selama 4 tahun 10 bulan dan belum masuk K2. Dia berterima kasih kepada Senator Hilda Riwu Kore yang ikut memperjuangkan nasib guru-guru honorer di Kota Kupang untuk mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). “Saya adalah salah satu guru honorer yang baru dapat NUPTK. Terima kasih mama untuk dukungan dan bantuannya. Kami juga berharap agar dana insentif dari Pemkot Kupang tetap ada bagi kami,” katanya.

Jusuf juga mengaku belum paham soal perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurutnya, saat wacana perekrutan P3K gencar dibicarakan dua tahun lalu, hal itu menjadi angin segar bagi tenaga honor. Namun, informasi yang mereka dengar menyebutkan bahwa Kota Kupang tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai perekrutan P3K. “Kalau P3K belum sampai ke Kota Kupang, maka kami akan terus jadi penonton. Kami mohon dukungan mama Senator agar sekiranya proses ini bisa berlangsung di Kota Kupang. Kalau honorer K2 bisa diangkat jadi PNS lewat jalur ini, artinya kami yang belum K2 bisa menanti dalam kepastian,” katanya.

Yulmi Selan, guru honorer SMPN 5 Kota Kupang yang sudah mengabdi selama 20 tahun juga mengisahkan pengalaman pahitnya. Dia mengaku lulus tes CPNS di tahun 2013, namun namanya kemudian hilang saat pemberkasan. “Semua upaya sudah saya tempuh, tapi hasilnya tidak ada. Mama, tolong titipkan suara saya ini ke pusat agar teman-teman tidak mengalami hal seperti yang saya alami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yulmi juga menyinggung soal pemberian dana insentif oleh Pemkot Kupang kepada guru honorer. Dia berharap pemberian dana insentif hendaknya memperhatikan juga lamanya masa kerja. Yulmi juga menyinggung soal inkonsistensi pemerintah dan sekolah dalam perekrutan guru honorer yang baru. “Pemerintah bilang tidak boleh terima guru honorer baru, faktanya tetap terima. Otomatis berdampak kepada kami honorer yang sudah tua karena sebagian gaji kami yang bersumber dari dana BOS pasti dipotong dan dibagikan ke mereka,” ungkapnya.

Selain kelima guru honorer dan tenaga kependidikan di atas, ada beberapa guru honorer lainnya yang juga menyampaikan aspirasi mereka kepada Senator Hilda Riwu Kore. Salah satunya adalah Egberia Bengu, guru honor di SDI Osmok yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Senator Hilda Riwu Kore sambil menangis. “Saya ucapkan terima kasih kepada mama Hilda yang sudah memperjuangkan kami untuk mendapat NUPTK. Saya menanti UNPTK cukup lama dan baru terbit di tahun 2020. Saya percaya, suara hati yang sudah disampaikan teman-teman pasti akan diperjuangkan mama. Dengan dukungan doa, pasti Tuhan akan buka jalan bagi kami,” katanya.

Ungkapan terima kasih kepada Hilda Riwu Kore juga disampaikan Kabid Dikdas, Okto Naitboho. Menurutnya, pada awal tahun 2020 terbit Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS. Dalam Permendikbud tersebut, disebutkan bahwa guru non ASN (guru honorer) dapat dibayar honornya jika memiliki NUPTK. Saat divalidasi, guru honor di Kota Kupang per Juni 2020 sebanyak 2.048 orang. Dari jumlah tersebut, yang memiliki NUPTK kurang lebih 30 persen.

“Saat kita audiensi dengan ibu Hilda, kita titipkan pergumulan besar ini. Sebulan kemudian Permendikbud Nomor 8 direvisi dengan Permendikbud Nomor 19/2020. Jadi kami ucapkan terima kasih karena berkat perjuangan ibu Hilda, teman-teman yang belum punya NUPTK juga bisa dapat menikmati biaya APBN melalui dana BOS,” ungkapnya.

Menanggapi keluh kesah yang disampaikan para guru honorer, Senator Hilda Manafe mengatakan, penyelesaian pergumulan guru honorer di negeri ini memang tidak mudah. Namun sebagai Senator, juga sebagai seorang ibu, dia akan berusaha memperjuangkan itu semua sehingga pergumulan guru honorer bisa teratasi. “Dalam meeting dengan menteri, dirjen dan pejabat-pejabat yang lain, saya selalu bilang daerah kami butuh perhatian yang serius. Daerah kami di bagian timur harus diperhatikan sama seperti daerah lainnya di bagian barat,” kata Hilda yang juga adalah istri Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.

“Aspirasi yang bapa mama sampaikan memberikan semangat bagi saya untuk memperjuangkannya. Ini betul-betul beban yang berat, tapi akan terus saya perjuangkan dalam paripurna di komite III, juga dalam meeting dengan menteri. Saya yakin Tuhan pasti dengar. Seperti apa hasil pertemuan dengan menteri, saya akan sampaikan kepada bapa mama,” sambung Hilda.

Hilda mengaku terharu karena beberapa perjuangannya bersama rekan-rekan di DPD dan DPR untuk kepentingan tenaga kependidikan dan guru honorer bisa terjawab. Salah satunya adalah terkait dengan revisi Permendikbud Nomor 8/2020. “Puji Tuhan karena bapa mama punya pergumulan boleh terjawab. Banyak hal yang kita perjuangkan, sampai saya lupa kalau pergumulan itu sudah terjawab. Saya juga kaget saat diberi tahu kalau apa yang diperjuangkan itu akhirnya terjawab. Aspirasi bapa mama hari ini sudah saya catat. Tolong beri datanya dan siapkan surat pengantar dari wali kota. Saya akan berusaha perjuangkan,” tandasnya.

Terkait hal-hal yang menjadi kewenangan Pemkot Kupang, Hilda mengaku akan menginformasikan langsung kepada Wali Kota Kupang sehingga pergumulan guru honorer bisa secepatnya diselesaikan. “Mengenai bantuan covid bagi guru honor, habis pertemuan ini saya akan ketemu pak wali kota. Jadi kita selesaikan hal yang cepat untuk selesaikan. Mama bapa harus berdoa supaya semua pergumulan cepat terjawab,” ungkapnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/sny—Prokompim Setda Kota Kupang)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta. “Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status […]

  • Panitia Angket DPRD TTS Bekerja Hingga Tahap Pengumpulan Dokumen

    Panitia Angket DPRD TTS Bekerja Hingga Tahap Pengumpulan Dokumen

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Panitia angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini terus bekerja, dan sudah berjalan kurang lebih 1 (satu) bulan dan hingga saat ini telah berada pada tahap menyurati sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ketua panitia angket, Dr. Marthen Tualaka kepada wartawan […]

  • Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia pada 10—17 Mei 2021

    Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia pada 10—17 Mei 2021

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hasil analisis dinamika atmosfer-laut BMKG, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang diamati bersamaan dengan aktifnya fenomena Gelombang Ekuatorial lainnya seperti Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Saat ini juga terpantau pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, yaitu di Laut Sulu dan Papua Barat yang dapat membentuk […]

  • ‘DAFA Awards 2020’ Tuas Motivasi Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor

    ‘DAFA Awards 2020’ Tuas Motivasi Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menghadiri Penganugerahan Data Forum Anak (DAFA) Award Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual. DAFA Award 2020 mengangkat tema “Petualangan di Gunung Kebahagiaan” dan terdapat 13 Nominasi Penghargaan untuk Forum Anak. “Penghargaan ini menjadi motivasi agar anak-anak dapat terus memberikan sumbangsih terbaik bagi […]

  • Potongan Tubuh, Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Tim Kopaska TNI AL

    Potongan Tubuh, Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan Tim Kopaska TNI AL

    • calendar_month Sen, 11 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim penyelam dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu, juga ditemukan puing-puing pesawat. Tim melaporkan organ tubuh itu diangkat dari bawah air dengan kedalaman 17—20  meter. Bagian tubuh itu telah tercampur dengan beberapa potongan puing pesawat […]

  • Terkait Laskar FPI, Polri Hormati Hasil Investigasi Komnas HAM

    Terkait Laskar FPI, Polri Hormati Hasil Investigasi Komnas HAM

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono menghormati hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal kasus penyerangan Laskar FPI di Tol Jakarta–Cikampek. “Tentunya yang pertama Polri menghargai hasil investigasi dan rekomendasi dan Komnas HAM,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Januari 2021. […]

expand_less