Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Pemprov NTT Dorong Sistem Pertanian pada Musim Tanam April—September

Pemprov NTT Dorong Sistem Pertanian pada Musim Tanam April—September

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
  • visibility 129
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 65 persen penduduk NTT merupakan petani dengan menggunakan musim tanam hanya pada Oktober hingga Maret (terutama pada musim hujan), kondisi ini memicu dan memacu perhatian dan intervensi Pemprov NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mendorong mekanisme pertanian lahan kering yang belum dikelola secara maksimal dan masih menggunakan cara tradisional.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mulai mencoba mengarahkan petani untuk mengolah secara maksimal musim tanam kedua (musim kemarau, red) pada April—September. Upaya intens dilakukan melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) besutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Ardu Marius Jelamu dalam sesi jumpa media bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada Senin, 31 Agustus 2020 di Media Center Gedung Sasando menyampaikan bahwa saat ini Pemprov NTT telah menyediakan sejumlah traktor, benih, dan pupuk.

“Ada beberapa wilayah yang diberi perhatian khusus, seperti di Besipae (Kabupaten Timor Tengah Selatan, red). Setelah memperoleh kesepakatan dengan para Usif, maka kami akan menerapkan pertanian terpadu dan menjadi pusat ekonomi baru yang berorientasi pada peternakan dan pariwisata,” beber Marius Ardu Djelamu.

Selain itu, ke depan, ungkap Marius, akan dilakukan penanaman jagung (Program TJPS, red) di areal seluas 10.000 hektar di 17 kabupaten dan tak hanya jagung, komoditi kelor diharapkan menjadi komoditas unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat NTT.

Senada, Lecky Frederich Koli secara gamblang menyampaikan bahwa keinginan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk meningkatkan kehidupan ekonomi petani direspons serius oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT.

Ia menegaskan, dinasnya akan berupaya maksimal untuk melakukan intervensi pada sektor hulu sehingga produktivitas petani semakin meningkat. “Kita akan memaksimalkan musim tanam dua dari April sampai dengan September untuk menanam 10 ribu hektar tanaman jagung untuk dukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Tujuannya untuk turunkan tingkat kemiskinan dan mengubah kultur petani yang kurang optimal memanfaatkan musim tanam dua. Implikasi yang ingin dicapai adalah meningkatnya produktivitas petani,” urainya.

Lucky (sapaan akrabnya, red) saat memberikan keterangan kepada pers dan didampingi oleh Kabag Pers, Dokumentasi, Pengelolaan Pendapat Umum dan Perpustakaan, Diani Ledo; mengungkapkan lahan yang sudah diolah sampai saat ini sebesar 1.400-an hektar yang tersebar di 16 Kabupaten di NTT yang ditargetkan menuju tahun 2021, ada sekitar 40 ribu hektar lahan yang akan ditanami jagung. Pihaknya, terang Lucky, telah dan sedang melakukan konsolidasi dengan para bupati.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT serius dalam mendesain program dan merangsang masyarakat agar tetap berada di lahan pertanian. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Benih termasuk pupuk dan sarana produksi harus sudah berada di tangan petani paling lambat Maret 2021.

“Pemerintah Provinsi akan lebih banyak berada di hulu. Supaya masyarakat petani bisa mempersiapkan produksi, sarana produksi, pupuk, benih dan alat-lat pertanian agar masyarakat bergairah. Minggu depan, sudah disetujui oleh Bapak Gubernur, kita akan distribusikan dengan kapal semua traktor yang kita miliki sejumlah lebih dari 60 unit. 10 unit ke Sumba, 18 unit ke Flores dan sebagian sisanya ke Pulau Timor dan pulau-pulau lainnya,” bebernya.

Sisanya, imbuh Lucky, beberapa unit traktor tetap ada di Dinas Pertanian Provinsi beserta ekskavator untuk dimobilisasi ke tempat yang dibutuhkan. Semuanya ini bisa dipakai untuk mengolah lahan petani secara gratis. Begitu juga alat mesin untuk panen akan didistribusikan ke kabupaten.

Terkait persoalan sumber daya air, Lucky mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT. Akan dibangun sekitar 500 sumur. Polanya dalam bentuk bantuan sosial, masyarakat sendiri yang akan buat sumur-sumur tersebut. Tim teknis akan menilai kelayakan sumur tersebut. Selanjutnya, langsung dibayar untuk satu sumur sekitar 50 juta rupiah. Sumur itu akan dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan serta usaha lainnya.

“Dengan semua upaya ini, kita harapkan petani bisa mengubah pola produksi hortikultura. Menanam tanaman hortikultura seperti sayur, cabe, tomat dan lain sebagainya setiap bulan. Kita desain supaya setiap kabupaten/kota bisa memproduksi tanaman hortikultura untuk setiap jenisnya di atas lahan sekitar 40 sampai 50 hektar sehingga supply untuk pasar selalu tersedia sepanjang tahun. Nilai ekonomis untuk masyarakat juga akan meningkat. Demikian juga untuk tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, jambu mente dan kelapa juga akan ditingkatkan produksinya,” tandas Lucky.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bermitra Kemen Koperasi, BPS Mendata Lengkap Koperasi dan UMKM

    Bermitra Kemen Koperasi, BPS Mendata Lengkap Koperasi dan UMKM

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah melihat perkembangan koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dinamis dan berkembang. Pemerintah pun telah menerbitkan ragam kebijakan dalam pemberdayaan dan diperlukan basis data tunggal koperasi dan UMKM yang akurat dan menyeluruh. Itulah latar belakang mengapa BPS bekerja sama dengan Kementerian Koperasi menghelat kegiatan pendataan lengkap Koperasi dan UMKM pada […]

  • PLN Sediakan Tempat Cuci Tangan untuk Masyarakat

    PLN Sediakan Tempat Cuci Tangan untuk Masyarakat

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pandemi virus corona telah menjadi bencana global dan nasional saat ini, mengharuskan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yakni disiplin mencuci tangan, menggunakan masker, dan secara ketat melakukan social distancing dan physical distancing. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur turut berperan dalam mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan […]

  • 1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    1 Pasien Covid-19 Kota Kupang Hasil Transmisi Lokal Meninggal Dunia

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Selasa, 12 Mei 2020 pukul 20.30 WITA di Biro Humas dan Protokol Setda NTT menyampaikan bahwa telah meninggal dunia 1 (satu) pasien positif Covid-19 di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. “Saudara kita […]

  • Seminar Peluang Usaha OMK HYK Bimoku Pecut ‘Entrepreneurship’

    Seminar Peluang Usaha OMK HYK Bimoku Pecut ‘Entrepreneurship’

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang menggelar seminar kewirausahaan pada Sabtu, 12 Juni 2021, pukul 19.00 WITA—selesai, bertempat di aula Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mengusung tema “Peluang Wirausaha Bagi Kaum Muda Masa […]

  • Menteri PPPA Dorong Penguatan PUG di Kementerian/Lembaga dan Pemda

    Menteri PPPA Dorong Penguatan PUG di Kementerian/Lembaga dan Pemda

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dalam pembangunan, masih ada kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) khususnya terhadap perempuan dan anak. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, kesenjangan terjadi di berbagai bidang pembangunan, salah satunya ekonomi. “Menurut data BPS tahun 2016, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 50, 77 persen. Lebih kecil […]

  • Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Minta Setoran Rp7 Miliar dan Ancam Copot Pejabat

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Loading

    Pada salah satu laporan, Abdul Wahid juga diduga mengancam akan mencopot pejabat yang tidak memenuhi permintaan setoran tersebut.   Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Riau Abdul Wahid setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan anggaran Pemerintah Provinsi Riau. Abdul Wahid terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan […]

expand_less