Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pater Gregorius Neonbasu : “Allah, Alam, dan Arwah Itu Satu Kesatuan”

Pater Gregorius Neonbasu : “Allah, Alam, dan Arwah Itu Satu Kesatuan”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 13 Sep 2020
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Antropolog Budaya Pater Gregorius Neonbasu SVD, PhD. mengemukakan bahwa ia membutuhkan orang-orang untuk terlibat dan memastikan keberadaan makam Sobe Sonbai III. Dari menggunakan media mimpi dari cucu Sobe Sonbai III, bantuan para tetua adat untuk melakukan kontak supranatural hingga berujung pada tanda alam, maka pada tahun 2016; melalui prosesi ritual adat unik dan melibatkan dirinya dan Dr. Sulastri Banufinit (cucu Sobe Sonbai III sekaligus antropolog), Pusara Raja Sobe Sonbai III berhasil ditemukan.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/08/22/pusara-sobe-sonbai-iii-ditemukan-vbl-dukung-jadi-destinasi-budaya/

“Saya pikir semua itu, istilah bahu-membahu sampai menemukan itu. Tanpa mereka, itu sulit. Karena saya membutuhkan mereka,” ungkapnya kepada Garda Indonesia pada perayaan mangkatnya Raja Sobe Sonbai III ke-98 yang dilaksanakan di Sonaf Nai Me, Fontein Kota Kupang pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Antropolog Budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang tersebut pun menegaskan kadang-kadang ada yang datang dengan visi yang berbeda, itu tidak menjadi soal intinya terlibat dalam proses menemukan makam Sobe Sonbai III.

Macam Sonbai juga punya pemikiran lain, imbuh Gregorius Neonbasu, Jadi it takes time, alam yang membuat. “Saya memang percaya kosmos kuat. Alam hadir begini yang tidak setuju jadi setuju. Kalau saya bicara semacam doa tadi, itu tadi saya belum omong lain. Kalau saya bicara lain, ini untuk kamu orang Timor,” tuturnya.

Rumah Adat (Lopo Tobe) Suku Funan di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU

“Alam, Arwah dan Allah dalam teori sistem itu satu kesatuan. Ada satu istilah yang bilang ‘Extra Mundum Nulla Salus’, artinya tanpa dunia tidak ada keselamatan. Dunia ada baru Yesus datang untuk menyelamatkan manusia,” ungkap rohaniwan Katolik ini.

Tambah Pater Gregorius Neonbasu, “Arwah ini, setelah meninggal berada di sekitar Allah, mereka bantu manusia supaya hidup selaras dengan alam. Itu ada istilah latin ‘Serva Ordinem Et Servabit Te’, artinya peliharalah alam supaya alam memelihara engkau,” urainya.

Jadi, tandasnya, ekologi dan ekosistem kita sekarang ini rusak, karena kita memakai sistem lain bukannya sistem natural. “Karena itu Allah, Alam dan Arwah itu tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Pater Gregorius Neonbasu.

Lanjutnya, Sekarang kalau mau berbicara seperti itu dan bandingkan dengan tradisi kita, jangan pikir bahwa kita dulu tidak kenal Allah. “Itu tidak benar !, kita dulu sudah kenal. Itu tanda bahwa orang kita percaya bahwa Allah, Alam dan Arwah sebagai mediator.” pungkasnya.

Manifestasi Allah, Alam, dan Arwah bagi Orang Timor

Manifestasi keterkaitan antara Allah, Alam dan Arwah, diterapkan oleh masyarakat suku Timor di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam ritual adat dengan wadah berupa Kayu Tuhan atau Ha’u Monef. Kayu berukuran diameter relatif dengan tinggi sekitar 50—100 cm tersebut, memiliki tiga cabang dengan tinggi berbeda.

Ha’u Monef di salah satu rumah warga Desa Naiola

Satu cabang utama dari Ha’u Monef (tertinggi,red) merupakan manifestasi dari Allah, cabang kedua agak rendah sebagai manifestasi Alam, dan cabang ketiga (terendah) sebagai manifestasi Arwah, dan semua cabang tersebut berada dalam satu batang pohon sebagai simbol satu kesatuan utuh.

Seperti dituturkan oleh Tetua Adat Desa Naiola di Lopo Tobe Funan, Kecamatan Bikomi Selatan, Fransiskus Kunsaol Funan (91) pada Senin, 7 September 2020 (dengan Bahasa Daerah Timor dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia), menguraikan Ha’u Monef merupakan kekuatan bagi orang Timor. “Tiga cabang dari Ha’u Monef itu sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus,” urainya seraya menyampaikan jika dalam kondisi tertentu misalnya mengalami kekurangan, Ha’u Monef sebagai media.

Serupa, Kepala Desa Naiola Gabriel Funan selaku keturunan dari Suku Funan yang mendiami Lopo Tobe Funan (rumah adat, red) kepada Garda Indonesia pada Minggu, 13 September 2020, menguraikan tentang tiga cabang Ha’u Monef sebagai manifestasi dari Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. “Di antara ketiga cabang kayu tersebut, terdapat batu sebagai wujud dari arwah nenek moyang yang bersemayam di situ,” bebernya.

Menurut Gabriel Funan, saat ini, batu tersebut digunakan sebagai wadah untuk menyalakan dan menempatkan lilin di situ. “Wujud dari seluruh nenek moyang kita di situ, dan melalui tutur adat oleh Tetua Adat ke Apinat Aklat (Allah, red), kemudian turun ke leluhur bahwa mereka yang telah meninggal yang dekat dengan Allah, menjadi pendoa bagi kita yang masih berziarah atau hidup di dunia,” urainya.

Mengenai keberadaan Ha’u Monef hanya berada dan dipasang di rumah orang tua dari suku dan atau dipasang di rumah adat (Lopo Tobe).

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranperda Inisiatif Disabilitas Dibahas DPRD Belu & Kanwil Kemenkumham NTT

    Ranperda Inisiatif Disabilitas Dibahas DPRD Belu & Kanwil Kemenkumham NTT

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banperda) DPRD Belu berkonsultasi dengan Camat dan masyarakat Tasifeto Barat berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif Kabupaten Belu Tahun 2020 tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (PD) di Aula Kantor Camat Tasifeto Barat – Kimbana, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, […]

  • Pidato Presiden Terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo – ‘Visi Indonesia’

    Pidato Presiden Terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo – ‘Visi Indonesia’

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Joko Widodo menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019) malam. Selengkapnya, inilah pidato Jokowi yang bertajuk Visi Indonesia : Assalamuallaikum wr. Wb Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu Namo buddhaya Salam kebajikan Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. […]

  • Pemprov NTT Tutup Pintu Perbatasan ke Timor Leste Terhitung 20 April 2020

    Pemprov NTT Tutup Pintu Perbatasan ke Timor Leste Terhitung 20 April 2020

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona maka Pemprov NTT mulai menutup pintu perbatasan antara Indonesia, dalam hal ini Provinsi NTT dengan Negara Timor Leste terhitung mulai Senin, 20 April 2020 […]

  • Dengan Nahkoda Presiden Jokowi, Kapal Bernama Indonesia Tak Akan Karam

    Dengan Nahkoda Presiden Jokowi, Kapal Bernama Indonesia Tak Akan Karam

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rof Sin Presiden Jokowi paling sering dihina, direndahkan, dihujat, dicaci maki, disebarkan hoaks dan fitnah oleh para pembencinya. Sebagus dan sehebat apa pun kerja Presiden Jokowi untuk bangsa dan negara ini, tetapi di mata mereka para pembenci ini, tetap tidak pernah bagus dan semuanya salah Jokowi. Bukan hanya menimpa Presiden Jokowi sendirian, tetapi […]

  • 22 Orang Wafat & 15 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumut dan Sumbar

    22 Orang Wafat & 15 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Sab, 13 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Hujan deras yang melanda wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat selama Kamis dan Jumat,11—12 Oktober 2018 telah menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di beberapa tempat. Dampak yang ditimbulkan cukup besar. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan data sementara yang dilaporkan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan […]

  • Mahfud MD: Tinggal 4 Minggu Lagi, Pilkada Serentak Jangan Jadi Klaster Baru

    Mahfud MD: Tinggal 4 Minggu Lagi, Pilkada Serentak Jangan Jadi Klaster Baru

    • calendar_month Sab, 7 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Gunung Kidul, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD mengaku gembira mendapatkan laporan bahwa pelaksanaan tahapan-tahapan Pilkada sejauh ini tidak menimbulkan klaster baru Covid-19, karena tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Saya gembira dengar laporan Bawaslu dan KPU tadi. Kenapa, karena sebelum Pilkada disetujui dulu, terjadi protes supaya ditunda karena saat ini sedang covid. Tapi alhamdulillah, […]

expand_less