Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Ketua atau Pengurus RT Tumpuan Suksesnya SP2020 di Tengah Pandemi

Ketua atau Pengurus RT Tumpuan Suksesnya SP2020 di Tengah Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 13 Sep 2020
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menghelat Sensus Penduduk secara offline sejak tanggal 1—30 September 2020, di mana sebelum pada 15 Februari—29 Mei 2020, telah dilaksanakan secara online. Sensus Penduduk offline memang diperuntukkan bagi warga yang belum mengikuti dan menunaikan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) online.

Namun, berbeda dalam kegiatan Sensus Penduduk offline, kali ini proses pendataan penduduk yang dilakukan oleh para petugas sensus yang telah direkrut oleh BPS di tengah suasana pandemi, yang harus beradaptasi dengan protokol kesehatan dan wajib berhati-hati.

Para petugas sensus dari BPS Kabupaten/Kota setempat yang telah dilengkapi dengan tanda pengenal, surat tugas, dan atribut pelindung diri berupa face shield, masker, sarung tangan, dan hand sanitizer; akan mendatangi rumah masyarakat satu per satu untuk melakukan pencatatan atau sensus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan jawaban dengan benar dan jujur.

Data merupakan kunci pembangunan di masa depan, maka peran serta seluruh penduduk, dapat mewujudkan Satu Data Kependudukan. Petugas Sensus akan datang dan Mencatat Penduduk Indonesia dengan menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan SP2020. Upaya ini menjadi langkah penting diwujudkannya Satu Data Kependudukan Indonesia. Dengan demikian, peran Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat sangat diperlukan dan dapat menunjang suksesnya SP2020, karena RT mengetahui persis kondisi riil warganya.

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus (kiri) bersama Kabid Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik, Tio Faryda Gultom; dan Kabid Statistik Distribusi, Demarce M.Sabuna. usai jumpa media terkait rilis bulanan dan Sosialisasi SP2020 Offline

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus dalam rilis media pada Selasa, 1 September 2020, mengungkapkan bahwa Sensus Penduduk (SP2020) merupakan sensus ke-7 (sensus pertama pada tahun 1961 dan terulang setiap 10 tahun, red). “Untuk SP2020, tujuannya untuk menyajikan data kependudukan yang berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengedepankan data de facto (berdasarkan fakta,red) dan de jure (registrasi),” urainya.

Kondisi di Provinsi NTT, ungkap Darwis, dari total penduduk sekitar 5,5 juta jiwa, hasil SP Online hanya dapat didata sekitar 1 juta jiwa. “Masih banyak tantangan kita, karena hasil SP Online kemarin belum maksimal, walaupun ada pandemi Covid-19, tata kelola SP2020 dilakukan dengan mengerahkan petugas sensus yang mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Untuk model pendataan, imbuh Darwis, petugas sensus menyerahkan dokumen berupa kuisioner yang harus diisi oleh masyarakat. “Ini menjadi tantangan, sehingga kita perlu menyosialisasikan agar masyarakat paham dan perlu didampingi karena banyak masyarakat yang tak bisa membaca dan menulis, sehingga diperlukan pendampingan,” bebernya.

Pendampingan pun, lanjut Darwis, dilakukan dengan memberdayakan dan melibatkan semua Ketua RT atau pengurus RT. “Mereka merupakan tumpuan harapan kita untuk melakukan pemeriksaan terhadap daftar penduduk yang telah tersusun yang bertujuan untuk verifikasi data kependudukan, sehingga tak ada masyarakat yang tak tercatat atau no left behind,” tegasnya.

Terkait pelibatan para Ketua atau pengurus RT, Kepala BPS Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo pada Jumat, 4 September 2020,mengungkapkan terdapat honor bagi para RT atau pengurus RT. “Memang ada sedikit honor bagi para RT senilai Rp.125.000,- yang sebenarnya di awal agak lebih besar, namun ada pengurangan terkait Covid-19. Jadi, setelah selesai kegiatan pendataan, maka setiap RT berhak memperoleh honor mereka,” bebernya.

Kepala BPS Kota Kupang, Ramly Kurniawan Tirtokusumo

Mengenai jumlah petugas sensus yang direkrut oleh BPS Kota Kupang dan bertugas di wilayah Kota Kupang, urai Ramly, sebanyak 310 petugas sensus dan 22 koordinator sensus kecamatan (koseka). “ 1 koseka mengkoordinasi sekitar 10—15 petugas sensus,” jelas Ramly seraya menyampaikan target untuk mendata semua penduduk di Kota Kupang. Namun, imbuh Ramly, kita mendata berbasis data dari Dukcapil, jika belum ada di dalam data, seperti penduduk baru, baru lahir, atau telah meninggal, maka akan disesuaikan karena data yang tersedia merupakan data semester I tahun 2019.

Ramly pun mengharapkan dukungan dan bantuan para Ketua RT atau Pengurus RT, karena sensus penduduk dapat berhasil, maka peran serta RT untuk dapat membantu memeriksa daftar penduduk dan memfasilitasi petugas sensus untuk memverifikasi dari rumah ke rumah agar semua penduduk tercatat.

Petugas Sensus Penduduk (SP2020), Surya Putra Indonesia Timur Tanamal (Uga) sedang mencatat data kependudukan warga RT 05 Kelurahan Oeba

Terpisah, salah satu petugas sensus penduduk (SP2020) bernama Surya Putra Indonesia Timur Tanamal yang biasa disapa Uga yang bertugas menyensus penduduk di wilayah RT 04, 05, dan 06 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang; merasa tertantang dan menarik menjadi seorang petugas sensus penduduk. “Kendala yang dihadapi terkait lokasi rumah masyarakat dan keberadaan orang di rumah karena sedang keluar atau belum pulang kantor. Jadi, harus beberapa kali melakukan kunjungan, sehingga memang sebaiknya perlu pendampingan dari Ketua atau pengurus RT,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 02 Kelurahan Oeba Nofan Immanuel Lopo kepada Garda Indonesia pada Rabu, 9 September 2020 mengatakan dirinya mendampingi petugas sensus untuk melakukan verifikasi data kependudukan, apakah ada penambahan atau pengurangan masyarakat?. “Saya mendampingi petugas sensus untuk melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) sejak pukul 09.00—16.00 WITA, sekaligus dapat mengetahui apakah ada penambahan atau pengurangan warga, jadi sekalian saya juga bisa punya data terbaru,” urainya.

Berbeda dengan Ketua RT 04 Kelurahan Oeba Robinson Baok, kepada media ini, ia menuturkan bahwa beberapa hari saat ada pendataan dari petugas sensus, dirinya sedang melaksanakan tugas kantor, namun tetap melakukan pendampingan melalui telepon. “Sebenarnya, SP2020 bertujuan untuk memvalidasi data kependudukan, karena harus dilakukan cross check data terbaru, dan saya membantu dengan  memverifikasi data penduduk dan mengarahkan arah sensus dimulai dari rumah pertama hingga rumah terakhir di wilayah RT 04,” tandasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konklaf Pilih Paus Baru Mulai 7 Mei 2025, Ini Rentetannya

    Konklaf Pilih Paus Baru Mulai 7 Mei 2025, Ini Rentetannya

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Loading

    Asap putih yang keluar dari cerobong menandakan bahwa 133 Kardinal telah memutuskan siapa pria menjadi Paus ke-267 untuk memimpin Gereja Katolik ke masa depan.   Vatikan | Kapel Sistine Vatikan telah ditentukan menjadi tuan rumah bagi 133 pemilih Kardinal untuk konklaf memilih Paus ke-267 pengganti Paus Fransiskus. Pada Jumat, 2 Mei 2025, pemadam kebakaran Vatikan […]

  • Letkol Teddy Indra Wijaya Diusulkan Jadi Duta Sekolah Rakyat

    Letkol Teddy Indra Wijaya Diusulkan Jadi Duta Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dengan pendekatan komunitas, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau layanan pendidikan formal.   Jakarta | Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Letkol Teddy Indra Wijaya, diusulkan menjadi duta Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berbasis masyarakat yang digagas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Usulan […]

  • Muhammad Kace Dianiaya, Polri Bakal Evaluasi Sistem Pengamanan Rutan

    Muhammad Kace Dianiaya, Polri Bakal Evaluasi Sistem Pengamanan Rutan

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mabes Polri akan mengevaluasi sistem pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) seluruh kantor polisi yang ada di Indonesia. Hal ini berkaca usai terjadi kasus dugaan penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhamad Kosman alias Muhammad Kace. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tahanan […]

  • Pemkot Kupang Teken MoU dengan Nippon Koei Co Menuju Kupang Smart City

    Pemkot Kupang Teken MoU dengan Nippon Koei Co Menuju Kupang Smart City

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Sebagai Persiapan dini Kota Kupang Menuju The Smart City, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH selaku Pemerintah Kota Kupang dan Mr. Tomonori Kimura dari Perusahaan Nippon Koei Co., Ltd yang mewakili Pemerintah Jepang dalam hal pengembangan Kota Kupang baik dari sarana dan prasarana. Bertempat di Ruang Rapat […]

  • Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 1Komentar

    Loading

    TTS | Calon gubernur NTT periode 2024–2029, Simon Petrus Kamlasi, kembali menyapa saudara – saudaranya di pedalaman kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu, 20 Oktober 2024. Calon gubernur nomor urut 3 (tiga) yang lahir dari rahim bumi Cendana Wangi ini sangat membumi kendati bintang menyala di pundaknya. Dia meletakkan semua kemewahannya sebagai Jenderal Bintang Satu […]

  • Hari Santri, Presiden Jokowi: “NKRI adalah Rumah Kita Sendiri“

    Hari Santri, Presiden Jokowi: “NKRI adalah Rumah Kita Sendiri“

    • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung,gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, peringatan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober yang ditetapkannya 3 (tiga) tahun lalu merupakan penghormatan dan rasa terima kasih Negara kepada para alim ulama, para kiai, para habaib, para ajengan, para santri, dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan para alim ulama, para habaib, para ajengan, para kiai. […]

expand_less