Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » “Dari Sumba Menuju Indonesia” Komitmen VBL Bangun PLTS di Pulau Sumba

“Dari Sumba Menuju Indonesia” Komitmen VBL Bangun PLTS di Pulau Sumba

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terus berupaya untuk mewujudkan Pulau Sumba sebagai pusat energi baru dan terbarukan khususnya dalam pengembangan listrik tenaga surya. Sebagai daerah dengan panas sinar matahari terbaik di Indonesia, Sumba punya potensi besar untuk memasok kebutuhan listrik ke pulau Jawa dan Sumatera.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/09/26/sumba-untuk-indonesia-pjci-dukung-pemprov-bangun-listrik-tenaga-surya/

“Bapak Gubernur berinisiatif untuk jadikan Sumba sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Indonesia. Inisiatif ini dinamakan Dari Sumba Menuju Indonesia. Dan berdasarkan riset ilmiah, Sumba layak untuk itu karena punya potensi sinar matahari terbaik di Indonesia. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur kepada Bapak Presiden Jokowi saat kunjungan Presiden ke Labuan Bajo baru-baru ini (Kamis,1 Oktober 2020) ,” jelas Marius Ardu Jelamu, Karo Humas dan Protokol Setda NTT saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, pada Senin 5 Oktober 2020.

Dikatakan Marius, untuk tahap awal rencananya akan dikembangkan listrik tenaga surya berkekuatan 20 ribu megawatt. Dengan kekuatan besar ini, dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTT, NTB, Bali dan Jawa. Pembangunan PLTS akan mendatangkan multiplier efect untuk peningkatan ekonomi NTT.

“Kami mengharapkan agar para bupati di daratan Sumba bersama dengan para tokoh masyarakat serta tokoh agama mulai melakukan dialog dengan masyarakat agar tidak ada lagi permasalahan lahan dalam mewujudkan rencana ini,” jelas Marius Jelamu.

Lebih lanjut Marius mengungkapkan Pulau Sumba juga ke depannya akan dibangun secara besar-besaran. Hal ini telah didiskusikan secara khusus oleh Bapak Gubernur dengan Bapak Presiden saat kunjungan kerja Presiden ke Labuan Bajo.

“Bapak Gubernur telah meminta ratusan traktor dan alat berat untuk mengolah seluruh lahan di Sumba kepada bapak Presiden. Dan Presiden telah mengamini permintaan tersebut, sehingga bapak gubernur langsung menelepon menteri pertanian untuk menyampaikan hal ini. Kita berharap masyarakat Sumba dapat memberikan dukungan terhadap semua program pemerintah baik provinsi maupun pusat. Tidak ada cara lain untuk membebaskan diri dari kemiskinan selain memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh daerah ini,” jelas Marius.

Salah satu lembaga yang sangat mendukung inisiatif Gubernur NTT untuk pengembangan listrik tenaga surya di Sumba adalah Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). Lembaga yang beranggotakan praktisi dan akademisi yang bergerak di bidang kelistrikan ini sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Gubernur NTT pada Jumat, 25 September lalu.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada Kamis, 1 Oktober 2020 tentang rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT), PJCI menyampaikan hasil kajian mereka terkait pengembangan energi listrik berkekuatan 20 ribu megawatt di Pulau Sumba.

“Transisi energi yang merupakan spirit dari RUU EBT memerlukan perencanaan strategis yang berbeda dari dengan skenario bussines as usual ketenagalistrikan,” kata Eddie Widono, Pendiri dan Ketua PJCI dalam RDP tersebut sebagaiman rilis yang diterima oleh Humas dan Protokol NTT dari lembaga itu.

Ditegaskan PJCI, inisiatif Sumba untuk Indonesia jadi platform yang tepat untuk tunjukkan bahwa EBT butuh pemahaman yang lebih komprehensif. “Jika potensi energi surya di Sumba tidak terpakai secara optimal , kita akan kehilangan pertumbuhan ekonomi dari pengembangan PLTS ini. Karena itu perlu dikembangkan konsep interkoneksi atau keterhubungan antar-pusat beban mulai dari Sumba, NTT, NTB, Bali hingga Jawa agar potensi itu optimal. Itulah semangat transisi energi,” jelas Muhammad Yusrizki, Kepala Bidang Investasi dan Mega Proyek PJCI.

Dengan melihat model pengembangan PLTS di Filipina yang berkekuatan 500 megawatt yang mampu mendatangkan Produk Domestik Bruto sebesar 344,2 juta dolar Amerika serta membuka 32.417 lapangan pekerjaan baru , PJCI melihat potensi pengembangan 20 ribu megawatt di Sumba dapat mendatangkan PDB senilai 13,7 miliar dolar Amerika. Bagi Provinsi NTT, pertumbuhan PDB ini akan diwujudkan dalam pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia.

“Efek domino yang positif bagi banyak bidang terutama untuk pengembangan ekonomi daerah membuat inisiatif Sumba untuk Indonesia layak untuk diperjuangkan dan masuk cakupan mega proyek listrik EBT. Ini juga salah satu cara pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi yang dikenal dengan istilah Green Recovery,” pungkas alumni ITB tersebut.(*)

Sumber berita (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)
Foto utama oleh okkyboy

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perintah Julie Sutrisno Laiskodat ke Kader: Menangkan SIAGA

    Perintah Julie Sutrisno Laiskodat ke Kader: Menangkan SIAGA

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu | Kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) di Pilgub NTT 2024, menjadi target utama Partai Nasional Demokrat (NasDem). Ketua Teritori Pemenangan Pemilu Partai NasDem wilayah Bali, NTB dan NTT, Julie Sutrisno Laiskodat bahkan harus turun gunung melakukan konsolidasi dengan kadernya, agar […]

  • “Masalah Narkotika Masalah Kita” BNNP NTT Gandeng Yayasan dan Komunitas

    “Masalah Narkotika Masalah Kita” BNNP NTT Gandeng Yayasan dan Komunitas

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Narkoba sebagai kejahatan lintas negara (transnational crime), kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), kejahatan serius (serious crime), dan kejahatan terorganisir (organized crime); menjadi perhatian serius dari pemerintah terutama Badan Narkotika Nasional (BNN) sesuai dengan amanat Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam pemaparannya saat Workshop Penggiat Anti Narkoba bidang P4GN […]

  • Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

    Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut. Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), […]

  • Anies, Formula E dan Gen Z

    Anies, Formula E dan Gen Z

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josef Herman Wenas Sejauh pengamatan saya, Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D dan lembaga Indikator Politik Indonesa (IPI) yang dipimpinnya punya kredibilitas. Tak perlu diragukan. Minggu lalu, IPI release survey mereka tentang “Presiden Pilihan” anak muda. Survei dilakukan antara 4—10 Maret 2021. Total sampel yang berhasil diwawancara 1.200 responden, berusia 17—21. Jadi, anak muda yang dimaksud […]

  • Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

    Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025.   Jakarta | Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyoroti keras kondisi pangan Indonesia yang masih bergantung pada impor kedelai. Ia menyebut lebih dari 70% kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari luar […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

    ‘Update Covid-19 NTT’ Hingga 6 April 2020, 195 ODP Sembuh & PDP Capai 15 Orang

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga 6 April 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 686 orang, yang sembuh atau selesai pemantauan sebanyak 195 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 15 orang ( 7 orang lakukan isolasi mandiri dan 8 orang dirawat di rumah sakit),” terang Dr. Jelamu Ardu Marius saat menyampaikan […]

expand_less