Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kelompok Anarko, Pasukan Tempur Demo Anarkis Penolak ‘Omnibus Law’

Kelompok Anarko, Pasukan Tempur Demo Anarkis Penolak ‘Omnibus Law’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Tahukah anda Kelompok Anarko? Kelompok anak muda liar ini berideologi anti Pemerintah, anti kemapanan, anti keteraturan dan mereka ingin mengatur diri sendiri, seenak perut mereka sendiri. Ideologi sesat ini biasanya menyasar kelompok anak muda yang tidak berpendidikan, anti sosial dan anti peraturan. Mereka bergerak liar di akar rumput menyasar anak muda yang kurang dijamah nilai-nilai harmonisasi keluarga dan sayangnya negara juga abai memperhatikan mereka.

Kelompok ini diikat dalam kesamaan sikap dan pandangan bahwa mereka ingin kebebasan mutlak tanpa kendali. Mereka anti demokrasi dan mereka juga rata-rata punya pemahaman spiritualitas yang rendah bahkan cenderung tidak percaya agama. Mereka terjalin rapi di bawah tanah dengan sosial media menjadi alat bantu pergerakan mereka. Ada agitatornya dan ada penggalang massa. Kelompok Anarko ini banyak cabangnya. Satu sama lain tidak ada ikatan organisatoris. Mereka bergerak liar sesuai dengan kepentingan yang menungganginya. Ada anarko teroris dan ada juga anarko sindikalis.

Kelompok “Anarko Sindikalis” adalah kelompok yang berbasis pada pergerakan buruh. Kelompok ini yang sering menjadi pasukan tempur pada gerakan buruh di lapangan. Mereka biasanya turun ke jalan pada momen- momen protes buruh terhadap isu tertentu. Semisal pada peringatan Hari Buruh (Mayday) dan gerakan buruh lainnya. Meskipun sejatinya mereka bukan buruh atau kelompok pekerja tapi biasanya mereka yang dijadikan garda terdepan pada saat sebuah demonstrasi kaum buruh memerlukan aksen anarkisme. Kelompok anarko sindikalis yang berbasis kaum punk ini tampangnya sangar layaknya preman pasar. Mereka juga yang biasanya melakukan perusakan fasilitas umum bahkan melakukan penjarahan.

Kelompok liar anarko sindikalis ini sering dimanfaatkan oleh pada bandar demo untuk melawan negara dan aparat keamanan dengan tujuan membuat kerusuhan. Hanya dengan upah uang rokok seadanya dan asal perut mereka diisi kenyang mereka akan bergerak militan melakukan anarkisme secara liar. Pada saat para bandar dan aktor intelektual sedang ngopi di ruang ber-AC sejuk di gedung-gedung mewah, kelompok anarko sindikalis inilah yang berjibaku bertaruh nyawa di baris terdepan melawan petugas keamanan di lapangan.

Kelompok anarko sindikalis inilah yang saya duga keras yang beraksi liar di berbagai kota besar termasuk Jakarta, Bandung, Jogja dan Makassar dan beberapa kota lainnya pada demonstrasi rusuh pada tanggal 8 Oktober 2020. Pada demonstrasi yang bertajuk menentang pengesahan UU Omnibuslaw Cipta Kerja, kaum anarko sindikalis inilah yang bertugas mengacaukan situasi dengan membuat gerakan-gerakan anarki di jalanan. Tujuannya untuk memecah konsentrasi aparat keamanan.

Mereka sejatinya tidak peduli apa yang diperjuangkan, yang mereka pedulikan bahwa mereka disediakan panggung untuk beraksi menentang kemapanan. Kelompok anarko sindikalis ini biasanya hanya berani bergerak sangat secara berkelompok. Jadi tidak aneh pada saat mereka ditangkap dan ditanya Polisi atau wartawan, mereka gelagapan kucrut seperti ayam sayur atau seperti tikus dimasukkan ke got. Karena mereka hanya berperan sebagai pemain figuran dan pinggiran.

Jadi sangat aneh kalau ada kepala daerah mau tunduk pada anarkisme kelompok anarko sindikalis ini. Aktor lapangan yang menggunakan mobil komando, hanya segelintir orang, massa yang banyak biasanya diisi kelompok anarko sindikalis yang dibayar. Jadi tidak tepat apabila Kepala Daerah seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang begitu mudah ditundukkan oleh ulah permainan kelompok buruh ini.

Mungkin Ridwan Kamil begitu bodoh tidak menguasai peta permasalahan atau mungkin dia punya agenda tersendiri, saya tidak tahu. Yang jelas kalau Kepala Daerah seperti Gubernur, Bupati atau Wali Kota begitu mudah tunduk takluk kepada tuntutan demonstrasi buruh yang diramaikan pemain figuran sekelas kaum anarko sindikalis sebagai pasukan tempur, itu berarti mereka adalah pemimpin daerah yang penakut atau tidak punya nyali atau mungkin ingin berselancar demi kepentingan politik pribadi.

Meredam demonstrasi yang diramaikan oleh kelompok anarko sindikalis sebenarnya tidak terlalu sulit. Ideologi anarkisme mereka hanya di permukaan, lemah dan bersifat berjamaah. Pada saat kekuatan mereka dipecah dan apalagi komandan lapangan mereka bisa ditundukkan, anarkisme kelompok ini mudah dipatahkan. Mereka hanya sekelompok manusia liar yang tidak punya pola pergerakan. Jadi sejatinya begitu mudah dikalahkan.

Kalau aparat keamanan tahu konstelasi psikologis permainan dan pola demonstrasi kaum buruh ini, sebetulnya tidak perlu tuntutan mereka dikabulkan. Apalagi kalau Intelijen Negara tahu apa agenda sesungguhnya dari gerakan mereka. Mereka pada dasarnya bukan sedang memperjuangkan kaum pekerja, tapi mereka hanya dimanfaatkan sekelompok bandar untuk membuat kerusuhan demi ambisi pragmatisme kekuasaan dari sang bandar.

Tugas negara selanjutnya adalah mencegah kelompok anarko sindikalis ini berkembang liar tidak terkendali. Apa pun terjadi mereka adalah tunas bangsa yang kebetulan sedang tersesat. Perlu langkah persuasif yang sistematis untuk mengeluarkan mereka dari jeratan ideologi sesat kelompok anarko. Itu tugas tidak terlalu sulit asalkan negara punya kemauan.

Langkah yang paling sulit justru mengumpulkan keberanian dari aparat negara untuk membekuk sang bandar atau aktor intelektual di balik semua peristiwa ini. Karena mereka biasanya kelompok bekas penguasa yang berlimpah uang dan harta. Mereka merasa bisa berbuat apa saja.

Kalau kita mencermati kegiatan demonstrasi yang menggunakan kelompok anarko sindikalis sebagai pasukan tempur, hampir tidak pernah Negara menangkap atau menindak sang bandar atau aktor intelektual. Biasanya hanya berhenti di penangkapan beberapa anggota kelompok anarko sindikalis. Sang bandar tidak pernah tersentuh. Ini yang sering terjadi. Tidak pernah tuntas. Jadi api hanya padam sesaat kemudian akan membara lagi, menunggu momentum untuk kembali menggelar prahara.

Apa boleh buat itulah yang sering terjadi. Tapi apa pun inilah Indonesia, negeri indah tanah air beta.(*)

Foto utama oleh Antara/Aditya Pradana Putra

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Bank NTT vs Rivi Sport Bakal Berduel di Final ‘Open Tournament Volly JPO’

    Tim Bank NTT vs Rivi Sport Bakal Berduel di Final ‘Open Tournament Volly JPO’

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Semi Final Open Tournament Volly Cup IV Pemuda Lingkungan X Jemaat Pniel Oebobo (JPO) mempertemukan tim tangguh Teratai melawan juara bertahan tim Bank NTT pada partai perdana, Jumat 1 November 2019. Pertandingan yang berlangsung di lapangan Volly lingkungan x JPO, tim teratai memimpin pada set pertama. Bank NTT tidak mau menyerah […]

  • Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

    Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai menghadiri kegiatan donasi buku di TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe didampingi Ketua Komisi II DPRD, Theodorus Seran Tefa diarahkan Ketua FTBM, Romo Kris Fallo mengunjungi Kelas Tenun Ikat Nunupu, yang letaknya tidak jauh dari TBM […]

  • Axis & Miss Indonesia Berkreasi di SMK Swastisari Kupang

    Axis & Miss Indonesia Berkreasi di SMK Swastisari Kupang

    • calendar_month Ming, 15 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | “Selamat pagi dan Tuhan Yesus memberkati,” ucap pelajar SMK Katolik Swastisari Kupang sambil menepuk pundak teman-teman mereka dalam perhelatan “Axis Berkreasi di Sekolah”. Itu lah sepenggal arahan dari Putri Indonesia asal NTT, Breldy Angela Lerrick, S.H. kepada para pelajar yang terlihat antusias mengikuti presentasi bakat dan minat dari sosok yang meraih […]

  • Balap Perahu Supercepat, PLN Siap Listrik Bersih Tanpa Kedip

    Balap Perahu Supercepat, PLN Siap Listrik Bersih Tanpa Kedip

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Balige, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap memasok listrik andal berbasis energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung perhelatan internasional kompetisi balap perahu supercepat F1 Powerboat (F1H2O) di Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara pada 24—26 Februari 2023. PLN menyiapkan 2 (dua) Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) menjadi pasokan utama kelistrikan sebagai wujud komitmen mendukung […]

  • 1 Januari 2019 KD Resmi Ditutup, Pitrad-Pitrad Menyusul

    1 Januari 2019 KD Resmi Ditutup, Pitrad-Pitrad Menyusul

    • calendar_month Sel, 1 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id | Per tanggal 1 Januari 2019, hari pertama tahun baru 2019, Pemkot Kupang benar-benar menepati komitmen dan konsisten melaksanakan penutupan lokalisasi Karang Dempel (KD) di daerah Tenau Kelurahan Alak Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menindaklanjuti Keputusan Walikota Kupang Nomor : 176/KEP/HK/2018 tentang Penutupan Lokalisasi Karang Dempel di Kelurahan Alak […]

  • Bamsoet: ‘Jangan Kesampingkan Peran Perempuan dalam Partai Politik!’

    Bamsoet: ‘Jangan Kesampingkan Peran Perempuan dalam Partai Politik!’

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan tanggung jawab dan peranan partai politik di dalam pembangunan bangsa harus dikedepankan guna memperkokoh tatanan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan. Setiap kader partai politik harus mampu menatap jernih dan penuh optimisme terhadap cakrawala garis perjuangan partainya. Karena dalam negara demokratis, keberadaan partai politik mutlak diperlukan […]

expand_less