Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Target Bank NTT Menuju Peringkat Komposit 2 pada Tahun 2021

Target Bank NTT Menuju Peringkat Komposit 2 pada Tahun 2021

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TBK) secara konsolidasi dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk-based Bank Rating) dengan cakupan penilaian terhadap Profil risiko (Risk Profile), Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (Earnings), dan Permodalan (Capital). Peringkat Komposit dikategorikan antara lain Peringkat Komposit 1 (PK-1), Komposit 2 (PK-2), Komposit 3 (PK-3), Komposit 4 (PK-4), Komposit 5 (PK-5).

Peringkat Komposit 1 (PK-1), mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sangat sehat sehingga dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Sementara, Peringkat Komposit 2 (PK-2), mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal.

Sebagai Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank NTT pun mematok target menuju Peringkat Komposit 2 (PK-2), yang mana saat ini berada pada Peringkat Komposit 3 (PK-3).

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam sambutannya pada Launching Go TBK 2 Bank NTT dan Penandatangan Pakta Integritas pada Senin, 30 November 2020 pukul 09.30 WITA—selesai yang dihadiri oleh jajaran Komisaris, Direksi dan Ketua OJK NTT, mengungkapkan bahwa saat ini berada pada posisi Peringkat Komposit 3 (PK-3) atau Cukup Sehat. “Oleh karena kehadiran Pak Robert Sianipar (Kepala OJK NTT) dan Pak Made Salguna (Konsultan Bank NTT Menuju TBK 2, red) yang datang dengan kehormatan dan memberikan kehormatan kepada kita agar pantas menjadi orang terhormat dalam bank ini,” urainya.

Penandatanganan Pakta Integritas Bank NTT Go TBK 2

Selain itu, tegas Alex, harus melakukan edukasi dan sosialisasi dan setiap pemimpin wajib menjadi role model Go TKB 2 serta wajib melaksanakan pekerjaan hari ini dan tidak menunda.

“Kondisi Bank NTT cukup sehat dan jangan memanipulasi diri untuk melindungi diri dari hal yang tak pantas dan menyelamatkan Bank agar ada perbaikan menuju kepada tingkat kesehatan Bank,” tandasnya.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar dalam sambutannya mengungkapkan bahwa meski melakukan launching sebuah produk dan komitmen tak menjamin OJK akan memberikan Bank NTT Rating 2 (Peringkat Komposit 2, red) apalagi dalam tahun 2021.

“Dari 27 BPD se-Indonesia, hanya 2 atau 3 yang mempunyai peringkat komposit (PK-2), tantangan cukup besar dan berat, tapi bukan tidak mungkin,” ungkapnya.

Karakteristik BPD di Indonesia, imbuh Robert Sianipar, bisnisnya tak punya target dan tidak punya tantangan. “Saya coba membandingkan dengan operasional Bank secara umum, tingkat komposit 2 itu rating atau raport karena di dalamnya tidak hanya kuantitatif atau kualitatif, namun ada unsur tata kelola. Jadi, Bank itu service atau pelayanan,” urai Robert sembari memberikan contoh pelayanan lebih dari seorang Security yang dapat melayani nasabah.

BPD (Bank Pemerintah Daerah), tandas Robert, terlalu lama dimanjakan karena biro kas menguasai kabupaten/kota di NTT, pasti masuk ke Bank NTT dan pasti membiayai ASN (Aparatur Sipil Negara). “Komposisi kredit Bank NTT saat ini sekitar 65 persen masih pembiayaan ASN, di mana tantangannya,” tanyanya.

Jadi, tegas Kepala OJK, Bank NTT harus diberikan attachment dan menjadi Bank Devisa, supaya layak memperoleh rating 2. “Harus ada upaya, kerja keras, dan kesungguhan dari seluruh jajaran untuk menggapai posisi rating 2 tersebut karena dengan hanya launching tak menjamin Bank NTT memperoleh posisi tersebut,”ucapnya.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro—Humas Bank NTT

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jo Uly—Sosok Milenial Calon Wakil Bupati Sabu Raijua

    Jo Uly—Sosok Milenial Calon Wakil Bupati Sabu Raijua

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Johanes Uly atau akrab disapa Jo Uly merupakan sosok muda (milenial) dari Kabupaten Sabu Raijua yang menyatakan diri siap menghadapi perhelatan Pilkada Sabu Raijua pada tahun 2020. Pria kelahiran 15 Mei 1979 di Mesara Lobohede Kabupaten Sabtu Raijua yang memiliki nama lengkap Yohanes Uly Kale, A.md. secara terbuka menyatakan kesiapan diri […]

  • NTT SUSAH AIR! SIAGA Siap Geolistrik di Setiap Kecamatan

    NTT SUSAH AIR! SIAGA Siap Geolistrik di Setiap Kecamatan

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Geolistrik adalah metode geofisika yang mempelajari sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah. Cara kerjanya adalah dengan menginjeksikan arus listrik DC (direct current) ke dalam tanah melalui dua titik elektrode di permukaan tanah. Kemudian, beda potensial diukur di permukaan tanah yang sama melalui dua titik elektrode lainnya.   Waikabubak | Calon gubernur Nusa Tenggara […]

  • Pemkot Kupang Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi, Bersih & Melayani

    Pemkot Kupang Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi, Bersih & Melayani

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Guna menciptakan lingkungan birokrasi pemerintah yang bebas dari korupsi, bersih dan melayani, maka Pemerintah Kota Kupang mencanangkan pembangunan zona integritas. Pencanangan dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore pada Kamis siang, 5 November 2020 yang berlangsung di aula rumah jabatan wali kota. Pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam zona […]

  • Kini, Listrik di Pulau Rinca dan Komodo Nyala 24 Jam, Ekonomi Pariwisata Tumbuh

    Kini, Listrik di Pulau Rinca dan Komodo Nyala 24 Jam, Ekonomi Pariwisata Tumbuh

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Warga Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca dan Desa Komodo di Pulau Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini bisa menggunakan listrik secara maksimal, setelah PLN berhasil meningkatkan waktu nyala listrik dari 12 jam menjadi 24 jam. Muchtar, Kepala Desa Rinca mengaku sangat bersyukur dan gembira atas […]

  • Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dijemput dengan sapaan adat dan tarian di depan gerbang Istana Keuskupan Ruteng saat bersua dengan Uskup Mgr. Siprianus Hormat, PR. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2020/06/23/tatap-muka-dengan-warga-cunca-wulang-gubernur-vbl-pakai-riset-bangun-ntt/ Dalam kunjungan kerja hari kedua di daratan Flores tersebut, turut serta dalam rombongan Gubernur NTT antara lain sejumlah pejabat lingkup Pemerintah […]

  • Cegah KDRT? KemenPPPA Kembangkan Rumah Tangga Tangguh

    Cegah KDRT? KemenPPPA Kembangkan Rumah Tangga Tangguh

    • calendar_month Sab, 25 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua, gardaindonesia.id –KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) merupakan kekerasan berbasis gender dan masalah sosial yang kompleks. Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 menunjukkan, 1 dari setiap 4 perempuan yang pernah/sedang menikah pernah mengalami kekerasan berbasis ekonomi dan 1 dari 5 perempuan yang pernah/sedang menikah mengalami kekerasan psikis. Kondisi ini menggambarkan jika KDRT sudah […]

expand_less