Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Anggota DPRD Belu Desak Polres Proses Kasus Maek Bako, Sanitasi & Covid-19

Anggota DPRD Belu Desak Polres Proses Kasus Maek Bako, Sanitasi & Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 18 Des 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu meminta secara tegas kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Belu untuk segera melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang sempat terhenti lantaran bertepatan dengan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/12/17/buka-aib-jika-paket-sahabat-bawa-ketetapan-kpu-belu-ke-mk/

Demikian dikatakan Cypri Temu kepada Garda Indonesia ketika ditemui di Atambua, pada Kamis, 17 Desember 2020. “Dengan berakhirnya pemilihan kepala daerah kemarin, saya kira pihak kepolisian sudah harus melanjutkan pemeriksaan terhadap kasus – kasus yang sudah sempat ditangani. Sehingga, tidak terkesan pihak kepolisian membiarkan kasus begitu saja. Contohnya, Maek Bako,” urainya.

Apabila kasus dugaan korupsi tersebut tetap tidak diproses, bebernya, maka harus menjadi perhatian khusus bagi pemimpin baru dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Belu periode mendatang.

Selain Maek Bako, sebut Cypri Temu, kasus Sanitasi yang prosesnya sudah sampai ke tingkat penetapan tersangka sebanyak 5 orang, tetapi pada akhirnya diam. Ada apa sebenarnya?

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/02/12/gubernur-vbl-dapati-program-maek-bako-gagal-di-belu-plt-sekda-tuduh-warga-curi/

Kasus berikut yang juga diungkap Cypri Temu, menyangkut dugaan korupsi dana Covid–19. Menurutnya, kasus tersebut sudah pernah diperiksa oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. Tetapi, hingga saat ini belum ada lanjutan.

“Seharusnya, kasus–kasus yang sudah naik seperti ini diumumkan secara terbuka. Jangan, periksa habis diam. Kita tidak tahu sampai mana penanganan kasus–kasus itu. Orang di tempat lain sangat gencar soal pemberantasan korupsi, tapi kita di Belu, seolah–olah kabupaten ini ramah sekali soal korupsi. Itu yang tidak boleh”, tandasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Belu, Wira Satria Yudha, S.I.K yang dikonfirmasi Garda Indonesia via pesan Whatsapp pada Kamis siang, 17 Desember 2020, belum memberikan respons. Bahkan, sudah ada upaya bertemu langsung di Unit Reskrim pun, beliau sedang tidak berada di tempat. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Berpakaian Adat Dolomani Saat HUT Ke-77 RI

    Presiden Jokowi Berpakaian Adat Dolomani Saat HUT Ke-77 RI

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hari ini, 17 Agustus 2022, saya menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan baju adat Dolomani. Tahukah Anda, baju adat yang saya kenakan ini dari daerah mana? Tulis Presiden Jokowi dalam Twitter @jokowi Pakaian adat Dolomani berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Dilansir dari Tribunnews Sultra, pakaian adat dolomani adalah salah […]

  • Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

    Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa bumi saat jam kerja, di mana seluruh peserta segera melakukan evakuasi mandiri ke titik kumpul yang telah ditentukan.   Atambua | Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana alam, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik (PLN ULPL) Atambua bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

    Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghargai keputusan pengunduran diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi. “Patut kita hargai. Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI”, jelas Bamsoet. “Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya”, tutur Bamsoet. Menurut Bamsoet […]

  • 10 Anak Didik Pemasyarakatan Dapat Remisi dari Kemenkumham NTT

    10 Anak Didik Pemasyarakatan Dapat Remisi dari Kemenkumham NTT

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Pada momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2021 bertajuk “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan Remisi Anak Nasional (RAN) bagi 1.020 anak, pada Jumat, 23 Juli 2021. Di wilayah kerja Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 10 (sepuluh) anak didik […]

  • AMMTC XVII Labuan Bajo, Polri Bahas 10 Isu Kejahatan Transnasional

    AMMTC XVII Labuan Bajo, Polri Bahas 10 Isu Kejahatan Transnasional

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke-17 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bakal membahas 10 isu prioritas kejahatan transnasional. “Sepuluh isu prioritas kejahatan transnasional itu jadi keprihatinan bersama, yakni terorisme, kejahatan dunia maya, penyelundupan senjata, perdagangan satwa […]

  • Cegah “Praktik Sunat Perempuan” Kekerasan Berbasis Gender

    Cegah “Praktik Sunat Perempuan” Kekerasan Berbasis Gender

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Dulu saya menganggap sunat perempuan adalah suatu kewajiban yang harus saya laksanakan. Setelah tahu dari seminar Kemen PPPA dan UNFPA bahwa P2GP tidak dibolehkan, saya kaget dan menyesal telah melakukan praktik tersebut. Itu hanyalah tradisi kuno, yang secara medis tidak ada manfaatnya,”. Pernyataan diungkapkan Ida Yuliana Alka, perempuan berusia 55 tahun […]

expand_less