Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Saya Menangis

Saya Menangis

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Iyyas Subiakto

Pagi ini, sudah hampir dua bulan saya merasakan sakit ngilu di pinggul. Sudah di terapi dan diurut, namun tak reda juga rasa sakitnya.

Masalah usaha sudah setahun di tengah pandemi harus bertahan optimal. Ada investasi yang sudah setahun belum bisa berjalan karena pasarnya drop. Keadaan ini cukup berat juga dirasakan karena ada banyak perut yang harus diurus. Bertahan adalah pilihan satu-satunya.

Tapi begitu melihat Jokowi,  tekanan kepada kita tidak ada “Sekulit Ari” kesulitan manusia pilihan ini. Dia tegar, bekerja tanpa banyak bicara, dan jelas hasilnya. Bukan seperti pendahulunya yang cuma prihatin dan mangkrak semua.

Sambil terus mengikuti berita tentang pemerintah di tengah badai pandemi, dan musibah bencana. Pemerintahan kali ini begitu beratnya menanggung semua ini. Belum lagi caci maki tak henti dari oposisi berhati babi.

Mereka tak peduli kondisi, pandemi justru dipinjam untuk amunisi menyerang Jokowi, bahkan musibah pesawat pun sempat mereka jadikan alat menghujat.

Membayangkan Jokowi, dia ibarat berjalan di tengah ranjau. Harus berhati-hati memilih jalan, tapi tatapan ke depan juga diperlukan, belum lagi rakyat kanan kiri yang terus melambaikan tangan dengan  penuh harapan, seolah berpesan, kuatlah Pak Jokowi hidup kami di tangan dinginmu mengurus negeri ini.

Di kesempatan kunjungan meninjau banjir Kalimatan Selatan, kita melihat Jokowi masih sempat membagikan hadiah kepada anak yang menyalaminya. Ini luar biasa, bagaimana dia menata pikiran, hati, mata, dan langkahnya. Terbayang tekanannya.

Mendengar kabar dari Jiran Malaysia dan Filipina yang belum ada tanda kepastian tentang pemenuhan vaksin, bagaimana perasaan mereka. Belum lagi investornya pada lari ke Indonesia.

Sementara kita yang sudah diusahakan vaksin dengan kepastian tetap saja jadi gorengan murahan. Menyoal kualitas, halal, dan seterusnya. Kawan saya ada yang menyoal kalau nanti disuntik lalu mati, saya jawab ya tak apa-apa, wong sebentar lagi juga kau mati, lah usianya kan sudah 65 tahun, yang datang kan cuma dua kematian atau pikun.

Puncaknya adalah perilaku jahanam seorang anggota perlemen yang menunjukkan aslinya, kebanggaannya sebagai anak PKI dia obral murahan. Dendam pribadinya kepada Jokowi sampai menutup nalar nuraninya, bahwa mulutnya didengar jutaan kuping dan dilihat mata rakyat yang kadang langsung percaya.

Penolakannya itu adalah pembangkangan, tapi partainya hanya memindahkan dia dari Komisi IX ke Komisi VII, yang membidangi energi dan lingkungan hidup. Dia bisa redup atau tambah murup. Basah juga di sana.

Bak manusia kehilangan Tuhan, kok rasanya sulit bersyukur dari apa yang diterima. Tapi memang dari angka, Jokowi dipilih 85,6 juta suara, sisanya 68 juta terdiri dari pembenci, tak mengerti, tak peduli. Tapi mereka tetap rakyat yang harus diurusi, dan Jokowi adalah pemimpin sejati yang bertindak dengan dasar hati nurani, bukan pilih kasih dan membenci.

Kondisi ini membuat kita harus bersikap lebih berani kepada musuh-musuh Jokowi, tidak terkecuali. Ada mantan petinggi yang kerap mencuri kekayaan negeri tapi sok suci pakai menasihati Jokowi. Go to hell with you para gali.

Mereka kerap menutupi capaian Jokowi, dan beberapa menteri. Di tengah pandemi Indonesia masih menduduki negara ketiga didunia yg ekonominya bertahan dengan kekuatan prima, ratusan investor mengantre membawa miliaran dollar dan berdampak akan terserapnya jutaan tenaga kerja. Begitu kok diolok-olok makhluk berotak jongkok.

Saya terus mengingatkan kepada anak muda agar mereka waspada kepada “Politisi Tua Bangka” yang hidupnya ditempa oleh lingkungan tak berperikemanusiaan, mereka inilah yang  sedang mengerami keturunannya untuk melanjutkan menguasai kekuasaan.

Jangan beri mereka kesempatan, hadang mereka, karena keberadaan mereka bisa mematikan Indonesia.(*)

Foto utama oleh (*/unsplash/@louiscesar)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • WASPADA! Bibit Siklon Tropis 94S Berada di Laut Timor

    WASPADA! Bibit Siklon Tropis 94S Berada di Laut Timor

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (Forum PRB NTT) meng-update area pemantauan atau invest atau bibit siklon 94S yang saat ini berada di laut Timor yang perlu diberikan atensi khusus sebagai dasar kewaspadaan atau kesiapsiagaan bagi masyarakat dan tidak perlu disikapi dengan terlalu panik. Mengapa demikian? Simak penjelasan dari Ketua […]

  • Bantu 160 Warga Fatufeto Terdampak Covid-19, Anita Gah Imbau Konsumsi Kelor

    Bantu 160 Warga Fatufeto Terdampak Covid-19, Anita Gah Imbau Konsumsi Kelor

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya juga membagikan masker dan sabun detol. Saya berharap mama-mama bisa memakai itu di rumah dan kalau tidak terlalu penting untuk keluar rumah, jangan keluar rumah. Ingat kita sudah 12 kasus positif Covid-19,” pesan Anita Jacoba Gah kepada para lansia, kaum difabel, dan pekerja lepas di Aula Serba Guna Mosez Fatufeto, […]

  • Empat Desa Terpencil di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nikmati Aliran Listrik

    Empat Desa Terpencil di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nikmati Aliran Listrik

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    T.T.S–NTT, Garda Indonesia | Akses jalan yang sulit, dan berlumpur tidak menyurutkan semangat PLN untuk melistriki daerah-daerah terpencil. Melalui program listrik desa, PLN kembali berhasil melakukan penyambungan listrik di daerah yang sulit dijangkau, Kali ini 900 warga yang tinggal di empat desa di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu […]

  • Sandra Dewi Bantah 88 Tas Branded Miliknya Hasil Korupsi

    Sandra Dewi Bantah 88 Tas Branded Miliknya Hasil Korupsi

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Kejaksaan Agung melimpahkan sejumlah barang bukti dari Harvey Moeis di kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015—2022. Adapun barang bukti yang disita terdiri atas 1 1 rumah, 8 mobil mewah, hingga 88 tas mewah. Kuasa hukum Harvey Moeis, Harris Arthur Hedar, mengatakan 88 […]

  • Pasien 02 Covid-19 dari Rote Ndao Sembuh, Pemda Siap Terapkan ‘New Normal’

    Pasien 02 Covid-19 dari Rote Ndao Sembuh, Pemda Siap Terapkan ‘New Normal’

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Senin siang, 8 Juni 2020, Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes dalam sesi jumpa pers bersama awak media menyampaikan, terdapat 2 (dua) pasien sembuh dari Covid-19. Pasien sembuh Covid-19 tersebut yakni 1 (satu) pasien asal Kabupaten Rote Ndao dan satu pasien dari […]

  • Gerakan Kurva Landai Jadi Solusi Penurunan Angka Kasus Covid-19

    Gerakan Kurva Landai Jadi Solusi Penurunan Angka Kasus Covid-19

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, cara untuk mengurangi angka penambahan kasus Covid-19, adalah dengan melakukan “Gerakan Kurva Landai”, yang melibatkan kepedulian semua orang untuk tidak tertular dan menulari virus SARS-Cov_2 atau corona jenis baru. “Maka kita harus tahu dan paham bahwa satu-satunya cara untuk melandaikan kurva adalah […]

expand_less