Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
  • visibility 188
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Jangan bantu aku, alat bantuku adalah bagian dari tubuhku, jangan memegang atau memindahkan,” petikan pernyataan dari para penyandang disabilitas atau difabel yang disampaikan oleh Kuni Fatonah, Amd. saat Webinar Pelatihan Pshycology First Aid (PFA) dan Self Care oleh Humanity And Inclusion yang diikuti oleh para peserta di wilayah Kota Kupang pada tanggal 22—23 Februari 2021.

Kondisi tersebut, ujar Duta Inklusi tahun 2016 ini, dapat terjadi pada teman-teman difabel yang menggunakan tongkat. “Misalnya ada antrean di balai desa, ketika dia duduk dan tongkatnya disimpan di samping, lalu dipindahkan, bagaimana dia berjalan,” tanya Kuni seraya menyampaikan kondisi serupa dapat terjadi saat ada gempa bumi di mana semua orang lari, sementara teman difabel masih harus mencari tongkatnya.

Kondisi serupa, urai Kuni, dapat pula diberlakukan pada difabel yang menggunakan kursi roda. “Misalnya teman wartawan ingin bertanya (wawancara, red) dengan teman difabel pengguna kursi roda, maka dapat mengambil posisi jongkok agar sejajar, saat berbicara, maka upayakan pandangan mata sejajar, begitu pun ketika teman-teman non-difabel berjalan dengan teman difabel, pastikan dapat berjalan seirama,” urainya.

Ilustrasi saat mewancarai teman difabel pengguna kursi roda

Hal lain, imbuh Kuni yang juga merupakan difabel pengguna kursi roda, ketika teman non-difabel ingin membantu teman difabel pengguna kursi roda, maka pastikan jalur jalan lurus dan tidak terlalu menanjak. “Jika ingin membantu mendorong kursi pada posisi turun atau naik, maka sebaiknya buka kuncinya dulu kemudian dorong secara perlahan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kuni, jika teman non-difabel bertemu teman difabel Tuli (memiliki hambatan pendengaran, red). “Teman-teman yang memiliki hambatan pendengaran lebih nyaman dan suka dipanggil dengan “Teman Tuli” dan bukan Tuna Rungu. Cara berkomunikasi dengan mereka dapat dilakukan dengan bahasa isyarat atau dengan membuat gerakan bibir kita,” terang Asisten Program I am Safe di lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia (Kolaborasi SIGAB dan Human And Inclusion).

Maka, tegas peraih Penghargaan “Wanita Insipiratif “  di Kabupaten Sleman pada tanggal  21 April 2018, jika ingin membangun komunikasi dengan teman-teman Tuli, jangan berasumsi dengan mereka. “Saat bertemu dengan mereka, jangan bingung atau khawatir. Khusus di masa pandemi ini, tersedia masker transparan untuk Teman-teman Tuli. Juga kepada teman wartawan saat bertanya kepada Teman Tuli, upayakan bertanya tidak panjang (bertele-tele) dan dapat menggunakan gerak bibir,” jelasnya.

Kuni Fatonah (kiri bawah) saat menyampaikan materi dalam webinar yang dihelat oleh Humanity And Inclusion pada Senin, 22 Februari 2021

Bagaimana saat teman non-difabel bertemu dengan teman difabel netra (memiliki hambatan penglihatan, red) dan mengutamakan pendengaran? “Teman Netra memaksimalkan pendengaran. Ketika bertemu dengan mereka, kita dapat menggunakan cara visual (menggunakan suara dan menggambarkan situasi, red) dan saat ingin membantu menuntun berjalan, maka mereka yang memegang kita, bukan kita yang memegang mereka. Tujuannya agar saat kondisi naik atau turun mereka dapat merasakan gerak tubuh kita sambil memberikan penjelasan secara visual sambil menuntun mereka merasakan pijakan untuk mereka,” urai wanita kelahiran Bantul, 25 Mei 1973 ini dengan gamblang.

Lalu, bagaimana kita berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki hambatan  intelektual (down syndrom)? Caranya secara perlahan kita memberikan tugas satu per satu, misalnya setiap pagi kita berikan tugas menyapa di pagi hari dan dilakukan secara terus-menerus dan memberikan  kepada mereka. “Dan bagaimana berhadapan dengan teman-teman yang memiliki hambatan mental (orang dengan gangguan jiwa [ODGJ] atau orang dengan gangguan psikososial [ODGP]), maka jangan kasar kepada mereka, kita harus sabar dan menghargai mereka,” tandasnya.

Kuni Fatonah pun kembali menegaskan bahwa kita jangan berasumsi kepada teman-teman difabel. “Pernah terjadi terhadap Teman Tuli, ketika seorang dokter tak bisa bahasa isyarat dan tidak ada juru bicara bahasa isyarat, maka terjadi kesalahan dalam pemberian obat,” pungkasnya seraya menyampaikan teman difabel mempunyai hak yang sama dengan teman non-difabel sehingga perlu perlakuan yang sama.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh trubus.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emi Nomleni Tidak Bicara Janji Namun Bicara Cara Melakukan

    Emi Nomleni Tidak Bicara Janji Namun Bicara Cara Melakukan

    • calendar_month Sab, 23 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Debat Pilgub NTT III yang digelar oleh KPU NTT dan diselenggarakan di Stasiun INews TV, Sabtu/23 Juni 2018, Paslon No 2 Marianus Sae-Emilia Nomleni tampil meyakinkan memberikan solusi terhadap Persoalan Kesehatan dan Pendidikan di NTT. Tampil sendiri dan meyakinkan dengan menggunakan durasi waktu 2 menit yang diberikan oleh Desvita Bionda, Emi Nomleni membeberkan […]

  • Gempa di Lombok Timur, 2 Orang Tewas & Ratusan Rumah Rusak

    Gempa di Lombok Timur, 2 Orang Tewas & Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Lombok-NTB, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur. Gempa dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km pada Minggu,17 Maret 2019 pukul 14.07 WIB. Selang 2 (dua) menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa […]

  • Jaring Kaum Rentan, Bapperida NTT dan SIAP SIAGA Wujudkan Daerah Inklusi

    Jaring Kaum Rentan, Bapperida NTT dan SIAP SIAGA Wujudkan Daerah Inklusi

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Loading

    Hasil dari penjaringan aspirasi kaum rentan akan dibawa ke Musrenbang Inklusi Kaum rentan (MUSIK KEREN) dan akan menjadi dasar dalam perencanaan dokumen RKPD Provinsi NTT Tahun 2027.   Kupang | Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan karakteristik geografis, geologis, dan hidrometeorologi, merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Dalam kondisi seperti ini, kelompok […]

  • Bupati/Wabup Sabu Raijua & Lembata Dilantik di Masa Pandemi ke Endemi

    Bupati/Wabup Sabu Raijua & Lembata Dilantik di Masa Pandemi ke Endemi

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si. dan Yohanis Uly Kale, A.Md sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua periode 2021—2024 dan Dr. Thomas Ola Langoday, S.E. M.Si. dilantik sebagai Bupati Lembata sisa masa jabatan periode 2017—2022, oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mewakili Presiden RI Joko Widodo pada Kamis pagi, 16 September […]

  • Sri Mulyani Sebut Bayar Pajak Itu Mulia Layaknya Bayar Zakat dan Wakaf

    Sri Mulyani Sebut Bayar Pajak Itu Mulia Layaknya Bayar Zakat dan Wakaf

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Sri Mulyani mencontohkan manfaat pajak yang telah membantu 10 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), 18 juta keluarga penerima bantuan sembako, hingga modal usaha untuk UMKM.   Jakarta | Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyamakan kewajiban membayar zakat dan wakaf dengan membayar pajak, karena ketiganya merupakan bentuk penyaluran hak orang lain yang ada dalam […]

  • Kominfo Belu & Undinus Semarang Kolaborasi Bentuk KIM Desa Naitimu

    Kominfo Belu & Undinus Semarang Kolaborasi Bentuk KIM Desa Naitimu

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Dinas Kominfo Kabupaten Belu melalui bidang Hubungan Media dan Sumber Daya, mendukung program pemerintah daerah guna mewujudkan salah satu rencana strategis (Renstra) di bidang informasi masyarakat tingkat desa. Salah satu kegiatan strategis yang dilaksanakan Dinas Kominfo Belu berkolaborasi dengan Universitas Dian Nuswantoro (Undinus) Semarang menyerahkan papan nama (banner) sekretariat Kelompok Informasi […]

expand_less