Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Manfaatkan Limbah Batu Bara Jadi Batako, PLN NTT Bantu Masyarakat Flores

Manfaatkan Limbah Batu Bara Jadi Batako, PLN NTT Bantu Masyarakat Flores

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Mar 2021
  • visibility 196
  • comment 0 komentar

Loading

Ende, Garda Indonesia | PLN terus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi material bangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi ini juga terlihat pada pemanfaatan FABA dari PLTU Ropa yang diolah menjadi batako.

“Pengolahan FABA dari PLTU Ropa menjadi batako akan dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masyarakat Ende, seperti pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa sebanyak 40.000 batako,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

Selain itu, imbuh Agustinus Jatmiko, batako dari FABO juga digunakan untuk pembangunan Gereja Stasi Santo Yohanes Pemandi – Patisomba Paroki St. Maria Magdalena Nangahure Keuskupan Maumere sebanyak 37.500 batako, bedah rumah di Kabupaten Ende 24.000 batako. “Termasuk pembangunan sekolah Madrasah Ibtidiyah di Talibura, Kabupaten Sikka sebanyak 15.000 batako,” bebernya.

Proses pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi batako

Menurutnya, PLN terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan FABA dari PLTU. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengategorikan FABA menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Tidak hanya FABA, Jatmiko juga menyampaikan rencana pelatihan pembuatan kompor pelet melalui pengolahan sampah untuk siswa SMK.

Bapa Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Potokota menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi untuk upaya PLN melalui inovasi pemanfaatan FABA yang berdampak bagi masyarakat. “Dimulai sejak tahun 2020, pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa kini telah mencapai progres 47. Dengan rencana bantuan 40.000 Batako dari FABA PLN diharapkan 4.000 umat dapat segera beribadah dengan nyaman di sini,” tutur Uskup Agung Ende.(*)

Sumber berita dan foto (*/Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bom Bunuh Diri di Depan Mapolsek, Ini Sikap Polri

    Bom Bunuh Diri di Depan Mapolsek, Ini Sikap Polri

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ledakan bom bunuh diri terjadi di halaman Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu, 7 Desember 2022 sekitar pukul 08.20 WIB. Ledakan itu mengakibatkan pelaku meninggal dunia, sementara 3 (tiga) orang personel Polri mengalami luka-luka dan sementara dalam perawatan di rumah sakit. Kejadian itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan […]

  • Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

    Pandemi Mengancam, Rm. Magnis Suseno Ajak Bangun Sikap Solidaritas & Tertib

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Di masa kolonialisme kuat, rakyat Indonesia mampu untuk berjuang dan meraih kemerdekaan. Perjuangan dan sikap pantang menyerah ditunjukkan bangsa ini untuk terbebas dari penjajahan. Sikap seperti ini juga diharapkan untuk mampu keluar dari krisis pandemi Covid-19 yang melanda tanah air. Romo Franz Magnis Suseno mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak menyerah […]

  • Korban Longsor Mabar Masih Terus Dicari, 684 Orang Mengungsi

    Korban Longsor Mabar Masih Terus Dicari, 684 Orang Mengungsi

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Mabar-NTT, Garda Indonesia | Penanganan darurat banjir dan longsor Manggarai Barat masih terus dilakukan oleh petugas SAR gabungan. Banjir dan longsor terjadi pada Rabu,7 Maret 2019 pukul 07.00 WITA hingga Minggu, 10 Maret 2019 pukul 13.00 WITA Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manggarai Barat, Domi Hawan melalui Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hans menyampaikan kondisi terkini […]

  • Selain Sampah, Ini 7 Fokus Kerja Bupati Edistasius Endi di Labuan Bajo

    Selain Sampah, Ini 7 Fokus Kerja Bupati Edistasius Endi di Labuan Bajo

    • calendar_month Ming, 28 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Labuan Bajo sebagai kawasan salah satu dari 5 (lima) Destinasi Wisata Super Prioritas yang digagas oleh Presiden Jokowi pada pada tahun 2020 (empat destinasi lain yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang) dengan total anggaran Rp.11 triliun; tentunya harus dikelola dan mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Pembenahan masalah sampah […]

  • Kapolres Selayar Ajak Warga Rayakan Natal & Tahun Baru Secara Sederhana

    Kapolres Selayar Ajak Warga Rayakan Natal & Tahun Baru Secara Sederhana

    • calendar_month Sel, 29 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Selayar, Garda Indonesia | Kapolres Kepulauan selayar AKBP Temmangnganro Machmud, S.IK., M.H. mengimbau warga untuk merayakan Natal dan pergantian Tahun Baru 2021 secara sederhana. Warga diharapkan merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara sederhana dan tak berlebihan dengan tetap mematuhi serta memedomani standar protokol kesehatan Covid-19. Kapolres berharap warga tetap menjaga jarak,  mengenakan masker, dan […]

  • Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ahmad Sururi Melihat Gus Yahya membawa NU ke dalam pusaran politik membuat kita, nahdliyin akar rumput ini mengelus dada. Bukan bermaksud su’ul adab atau kumeruah. Tapi manuver politik Gus Yahya memang membahayakan NU. Dengan asas kecintaan inilah, semoga saja pendapat dari orang daif ini tak salah dipahami. Saya Ahmad Sururi, bukan ulama kondang […]

expand_less