Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Mar 2021
  • visibility 165
  • comment 0 komentar

Loading

Ruteng, Garda Indonesia | Menanggapi pengelolaan aset Pemda Manggarai yang bermasalah, saat hari pertama berkantor pada Senin, 1 Maret 2021, Bupati Hery Nabit sentil penertiban aset daerah. Bahkan Bupati Hery Nabit didamping Wakil Bupati Heri Ngabut, langsung melakukan pertemuan dengan para Pejabat Eselon II Pemkab Manggarai. Pertemuan perdana tersebut dalam rangka membahas pendapatan daerah, khususnya soal optimalisasi aset.

Heribertus Erik San, S.Fil., M.AP. Ketua Umum Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD) Manggarai, mengapresiasi langkah tegas Pemerintah Daerah Manggarai tersebut.

Kepada Garda Indonesia, dia mengatakan, “Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai sebetulnya memiliki aset publik dalam jumlah yang signifikan. Namun, masih minimnya kesadaran yang dimiliki Pemda bahwa aset publik merupakan portofolio yang seharusnya dikelola dengan baik. Aset Pemda dapat memberi manfaat langsung yaitu efisiensi atas anggaran yang terbatas dan potensi penerimaan atas pemanfaatan aset tersebut,” terang Erik San.

Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menghambat pengelolaan aset di daerah Manggarai. “Sebetulnya, selama ini ada empat faktor lambannya pengelolaan aset di daerah Manggarai. Pertama, belum komprehensifnya kerangka kebijakan di daerah. Kedua, persepsi “tradisional” yang tidak mengedepankan potensi pemanfaatan aset publik bagi pemasukan daerah. Ketiga, keterbatasan data; dan keempat, Keterbatasan kapabelitas SDM,” tegas Ketua Umum LPPKPD Manggarai ini.

Ketua Umum Lembaga Pusat Pengkajian Kebijakan Pembangunan Daerah (LPPKPD) Manggarai

Menurut Erik San, pemerintah perlu bersikap tegas dan cepat tanggap masalah pengelolaan aset daerah. Gebrakan baru Pemerintah Daerah Manggarai di bawah Kepemimpinan Bupati Hery Nabit dan Wakil Bupati Heri Ngabut, bisa dimulai dari pengamanan aset-aset Pemda yang bermasalah tersebut. “Sekarang kita punya Bupati dan Wakil Bupati yang baru dengan slogan kampanye waktu Pilkada kemarin, ‘Menuju Perubahan’. Yang rakyat butuh itu perubahan arah kebijakan mengelola daerah ini. Harus ada gebrakan baru, termasuk urus aset daerah yang salah selama ini. Ini bisa jadi pekerjaan rumah pertama Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” tegasnya.

Terkait solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah pengelolaan aset daerah, Erik San selaku Ketua Umum Lembaga LPPKPD Manggarai menawarkan beberapa kebijakan yang perlu ditindaklanjuti. “Yang paling utama itu Pemerintah Daerah Manggarai perlu membenahi kebijakan pengelolaan aset daerah secara komprehensif, tidak boleh setengah-setengah, apalagi seakan berjalan di tempat.  Adopsi kebijakan bukan hanya pada tataran formulasi kebijakan saja, tapi implementasi yang penting. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” urainya.

Lanjutnya Erik San, ada lima solusi yang Lembaga LPPKPD Manggarai tawarkan. “Pertama, perlu adanya pencatatan atau pendataan aset yang akurat. Kedua, harus ada Standar Operating Prosedur (SOP) yang disusun. Ketiga, aset Pemda berupa tanah perlu disertifikatkan atas nama Pemda. Keempat, Aset Pemda yang dikuasai pihak lain perlu dikaji kembali baik dari isi perjanjian kontrak maupun laba untung bagi pendapatan daerah. Kelima, mekanisme penghapusan aset harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tegas Alumni Pasca Sarjana Universitas Nasional Jakarta ini.

Erik San juga mengimbau segenap elemen masyarakat untuk sama-sama kontrol kebijakan Pemerintah Daerah Manggarai Periode 2021—2024 ini. “Masyarakat Manggarai perlu juga sadar betapa pentingnya permasalahan aset ini karena sebagian besar dibeli dari pajak yang mereka bayarkan, sehingga wajib mendorong pengelolaan aset pemerintah agar lebih baik,” terangnya.

Oleh karena itu, tegas Erik San, diperlukan peran serta masyarakat untuk tidak menganggap kecil persoalan aset daerah ini. Elemen masyarakat perlu bersama-sama kontrol kebijakan Pemerintah Daerah Manggarai di bawah kepemimpinan Bupati Hery Nabit dan Wakil Bupati Heri Ngabut sekarang.(*)

Sumber berita (*/jivan)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh floreseditorial.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Eliminasi TBC di Indonesia, Presiden: Utamakan Tindakan Pencegahan

    Gerakan Eliminasi TBC di Indonesia, Presiden: Utamakan Tindakan Pencegahan

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Cimahi, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 29 Januari 2020. Presiden secara tegas menyatakan dukungan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, terutama mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja […]

  • SAH! Empat Kursi DPD RI Asal NTT Periode 2024—2029

    SAH! Empat Kursi DPD RI Asal NTT Periode 2024—2029

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) sementara menghelat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi pada tanggal 6—10 Maret 2024. Pada hari ketiga pleno, Jumat, 8 Maret 2024, telah ditetapkan 4 (empat) peraih  suara terbanyak untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024—2029. Dari 17 calon […]

  • Menkopulhukam : Antisipasi ‘Hate Speech’ dengan Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga

    Menkopulhukam : Antisipasi ‘Hate Speech’ dengan Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan mengatakan bahwa sinergitas antar Kementerian /Lembaga perlu untuk ditingkatkan dalam mengantisipasi penyebaran berita hoaks. Melihat kondisi bangsa saat ini, khususnya di media sosial, sering kita dihadapkan pada permasalahan berita hoaks maupun hate speech (ujaran kebencian) yang berdampak pada kegaduhan yang terjadi di masyarakat. “Kegaduhan yang […]

  • Jokowi: Layanan Imigrasi Harus Lebih Memudahkan & Melayani

    Jokowi: Layanan Imigrasi Harus Lebih Memudahkan & Melayani

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat bersama jajarannya secara khusus membahas mengenai visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Rapat tersebut dihelat di Istana Merdeka pada Jumat, 9 September 2022. Presiden Jokowi menyebutkan banyak keluhan yang masuk mengenai urusan imigrasi sehingga ia mengharapkan perubahan total dalam pelayanan imigrasi menjadi lebih […]

  • Kementerian PUPR Bangun 27 Rusun Ponpes di Jawa Barat

    Kementerian PUPR Bangun 27 Rusun Ponpes di Jawa Barat

    • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kini menjadi fokus utama Pemerintah. Salah satunya dengan menyediakan hunian yang layak berupa Rumah Susun (Rusun) Sewa bagi santri. Dengan adanya Rusun diharapkan mendukung Ponpes dalam menghasilkan santri yang religius, nasionalis dan berakhlakul karimah sebagaimana pesan Presiden Joko […]

  • HIMAKEB & PERMADA Peduli Tragedi Kebakaran Kampung Adat Nggela

    HIMAKEB & PERMADA Peduli Tragedi Kebakaran Kampung Adat Nggela

    • calendar_month Rab, 31 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia|Kampung Adat Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/10/18) siang berduka akibat dilanda bencana kebakaran. Sebanyak 31 unit bangunan rumah termasuk 21 unit rumah adat di lokasi kejadian, ludes terbakar. “Dari 31 rumah yang terbakar, 21 rumah di antaranya adalah rumah adat. Sedangkan sisanya yakni rumah warga. Saat kejadian sekitar pukul […]

expand_less