Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Optimalisasi Layanan Digital Bank di Desa, Bank NTT Helat Festival Desa Binaan

Optimalisasi Layanan Digital Bank di Desa, Bank NTT Helat Festival Desa Binaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 20 Apr 2021
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT gencar berupaya mendorong potensi unggulan desa (sumber daya alam [SDM] dan sumber daya manusia [SDA]) sehingga dapat melahirkan desa binaan yang memiliki kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjalankan dan mengelola usahanya hingga tumbuh dan berkembang menjadi usaha mandiri dan berprestasi.

Guna melahirkan Desa Binaan yang mengoptimalkan layanan Perbankan berbasis digital dan mendorong penggunaan uang non-tunai di sentra potensi ekonomi masyarakat desa, maka Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menghelat “Festival Desa Binaan” yang diikuti oleh 47 Desa dari total 3.026 Desa di seluruh NTT (sementara diikuti oleh desa yang memiliki Kantor Cabang Bank NTT, red).

Simak contoh video YouTube Festival Desa Binaan dari Bank NTT Cabang Bajawa di bawah : https://youtu.be/leAsFttKxG4

Festival Desa Binaan Bank NTT juga merupakan implementasi dari misi Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yakni sebagai  “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif bagi Kesejahteraan Masyarakat NTT” dan bertujuan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang multiply effect, menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk Perbankan baik itu produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit, sebagai media promosi dan pemasaran produk Bank NTT, Pilot Project pengembangan Desa Binaan Bank NTT, dan menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Adapun persyaratan Desa Binaan Bank NTT antara lain memiliki akses jalan ke lokasi terjangkau; memiliki potensi ekonomi yang Multiply Effect pada masyarakat desa; memiliki keragaman usaha; produk yang dijual merupakan produk hasil dan produktivitas masyarakat setempat; transaksi penjualan produk dan jasa berbasis elektronifikasi dengan menggunakan produk-produk Bank NTT (menggunakan QRis); Desa Binaan atau produk yang dihasilkan ter-elektronifikasi memuat cerita atau history desa dan produk-produk yang dipasarkan (dalam bentuk barcode); dan produk yang dijual wajib dikemas dengan branding bank NTT.

Selain itu, Desa Binaan Bank NTT harus memiliki Lopo Dia Bisa yang dijadikan tempat usaha dan juga sebagai media informasi potensi unggulan; memiliki Agen Dia Bisa minimal 50% dari pelaku ekonomi yang ada di desa tersebut; bisnis yang dijalankan tidak melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di Negara Republik Indonesia; produk dihasilkan telah tersertifikasi oleh lembaga yang berwenang; Cabang Bank NTT di lokasi Desa Binaan wajib mengirimkan dokumen ke kantor pusat Divisi Pemasaran Kredit Mikro, Kecil dan Konsumer dalam bentuk profil Desa Binaan, foto dan video (video: cerita singkat terkait aktivitas ekonomi masyarakat setempat); dan setiap cabang wajib mengikutsertakan minimal 1 (satu) Desa.

Bank NTT menyediakan penghargaan berupa tabungan bagi pemenang Festival Desa Binaan yakni juara pertama senilai  Rp.250 juta, juara kedua Rp.150 juta, dan peringkat ketiga Rp.100 juta atau, diberikan bantuan pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana menjadi usaha yang mandiri (dalam bentuk CSR).

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho didampingi Direktur Pemasaran Kredit, Paul Stefen Mesakh, usai melaksanakan rapat dewan juri yang dihadiri oleh Dr. James Adam (Ketua) dan anggota antara lain Handrianus P. Asa (Regulator/Bank Indonesia), Abraham Paul Liyanto (Ketua Kadin Indonesia Provinsi NTT), Joni Lie Rohi Lodo dari Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif NTT, Dony Prasetyo dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Stanley Boymau dari unsur media; menyampaikan kegiatan Festival Desa Binaan merupakan kegiatan perdana yang dihelat Bank NTT.

“Kami telah melaksanakan rapat dengan dewan juri untuk menyamakan persepsi dan menyempurnakan lagi beberapa parameter, bobot, indikator, dan beberapa sasaran yang ingin kami capai bersama,” ujar Alex Riwu Kaho pada Selasa sore, 20 April 2021 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT seraya menyampaikan tujuan utama untuk memperkenalkan jasa layanan bank dan setiap desa dapat masuk dalam dunia digital dan berkompetisi secara sehat.

Festival Desa Binaan Bank NTT, imbuh Alex, diselenggarakan pada 1 April hingga 1 Juli 2021. “Puncak pengumuman Festival Desa Binaan Bank NTT disampaikan pada 17 Juli 2021,” ujarnya.

Kepada awak media, Ketua Dewan Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Dr. James Adam menyampaikan, peserta Festival Desa Binaan terdiri dari 23 cabang Bank NTT dengan lokus di 47 desa. “Jadi ada 1 cabang yang mengirim lebih dari satu lokus dan dari 47 lokus itu akan ada beberapa jenis usaha yang akan nilai. Dan dari 23 cabang yang mengirim dokumen, saya identifikasi, 18 cabang tersebut memiliki usaha pariwisata,” urainya.

Melalui Festival Desa Binaan Bank NTT ini, urai Dr. James Adam, memberikan dorongan agar pemulihan ekonomi daerah. “Bank NTT hadir tak hanya mengurus keuangan, namun mengurus perut (komsumsi, red) dan ekonomi masyarakat. Jadi misalnya, di sebuah desa memiliki banyak penenun, maka Bank NTT menjembatani melaui Festival Desa Binaan,” tegasnya sembari mengungkapkan bahwa hanya 5 cabang Bank NTT yang tidak mengirimkan lokus di luar dari pariwisata yakni ada pertanian, peternakan, dan perikanan.

Untuk diketahui, 23 cabang yang mengikutsertakan desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT di antaranya :

  1. Cabang Kota Kupang, lokasi di Lasiana
  2. Maumere, Kawasan Uma Ata
  3. Atambua, Kolam Susuk dan Fulan Fehan
  4. Ende, Kecamatan Detusoko
  5. Waingapu, Kawasan Priemadita
  6. Ruteng, Liang Bua
  7. Cabang Kefamenanu, lokus di Wini, Eban, Tanjung Bastian
  8. Soe, berlokus di kawasan Mutis, Fatumnasi, Fatukopa, dan Oetune
  9. Waikabubak, lokus di Kota Waikabubak, Lapale, Payili Dobba
  10. Lewoleba, di Lamalera
  11. Larantuka, Desa Binaan berlokus di Kota Larantuka, dan Pantai Meko Adonara
  12. Bajawa dengan 3 (tiga) lokus yakni di Kawasan Soa, Manulalu, dan Kampung Adat Bena
  13. Rote Ndao, lokus di Kawasan Mulut Seribu, Kota Ba’a, dan Kawasan Tolanamon
  14. Kabupaten Kupang, Tablololong dan Noelbaki
  15. Sabu Raijua dengan lokus di Kalabba Madja dan Kampung Adat Namata
  16. Labuan Bajo terdapat 3 (tiga) lokus yakni Kawasan Batu Cermin, Waebobok, dan Kawasan Terang
  17. Waitabula memiliki 3 lokus yaitu Kawasan Ratenggaro, Walleo, dan Kawasan Watu Maladong
  18. Mbay, Kawasan 17 Pulau Riung
  19. Kalabahi Alor di Kawasan Moru
  20. Anakalang berlokus di Kampung Adat Laitarung, Matayangu, dan Kondamaloba
  21. Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang dengan lokus di Pantai Liman Semau dan Fatuleu
  22. Borong Ruteng di Kawasan Danau Ranamese dan Menara Padang
  23. Cabang Malaka berlokus di Motadikin, Malaka Tengah, dan Desa Fahiluka

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menekankan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum dalam kasus hukum yang menjerat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. “Ya kita harus menghormati proses hukum yang ada,” ujar Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat, 19 Mei […]

  • Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengedepankan pelayanan inovasi ATM (amati, tiru, dan modifikasi), salah satunya program layanan “Hakim Masuk Desa” seperti layanan TNI ‘ABRI Masuk Desa’ (sekarang: TMMD, red.). Peran hakim dalam program layanan ‘Hakim Masuk Desa’, terang Decky, hakim berlaku sebagai narasumber untuk […]

  • NTT: Nusa Tempat Titip?

    NTT: Nusa Tempat Titip?

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Darius Beda Daton, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT Hari ini, ramai nian ocehan, sindiran dan umpatan di media sosial dan WhatsApp group. Umpatan dipicu oleh pengumuman nama-nama calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) asal panitia daerah Polda NTT Tahun 2024. Pasalnya dari 11 nama yang diumumkan, tak nampak nama marga asal NTT. Saya […]

  • Mafia Human Trafficking Mulai Incar Calon TKI Flores & Alor

    Mafia Human Trafficking Mulai Incar Calon TKI Flores & Alor

    • calendar_month Jum, 24 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Gabriel Goa,Ketua Satgas Anti Human Trafficking Golkar NTT melalui Jubir Riesta Megasari menyatakan bahwa target Mafia Human Trafficking saat ini mulai kembali mengincar calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Flores, Palue, Solor, Adonara, Lembata, dan Alor untuk dibawa ke Malaysia lewat jalur Timur yakni Nunukan. “Bujuk rayu yang mereka lakukan adalah […]

  • Sabu Timur Jadi Kawasan Industri, PLN UIW NTT Siap Pasokan Listrik

    Sabu Timur Jadi Kawasan Industri, PLN UIW NTT Siap Pasokan Listrik

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu-NTT, Garda Indonesia | Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 2 (dua) pabrik yakni satu pabrik pengolahan rumput laut dan satu pabrik air mìnum dalam kemasan (AMK). Kedua pabrik milik Pemda Sabu Raijua tersebut  diresmikan pada Agustus 2016 dan berhenti beroperasi sekitar tahun 2017—2019 (informasi dari petugas jaga di […]

  • Gaya Kaesang Santai & Santuy Bikin Anak Muda Tertarik ke PSI

    Gaya Kaesang Santai & Santuy Bikin Anak Muda Tertarik ke PSI

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Dana, seorang mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH), baru saja bergabung jadi kader PSI. Ya, dia tertarik masuk politik, menurut pengakuannya, karena ada Kaesang yang bilang di politik itu santuy dan santai saja. Rupanya ini yang bikin anak muda Gen-Z (juga millenials) tertarik. Kabarnya kesekretariatan di PSI akhir-akhir ini rada kewalahan gegara […]

expand_less