Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Apr 2021
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Loading

Koja Doi, Garda Indonesia | Menikmati listrik energi baru terbarukan dengan harga terjangkau menjadi cerita haru bagi warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT; usai hadirnya PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) pada Kamis, 28 November 2019, menjadi hari bersejarah bagi mereka di mana sejak Indonesia Merdeka, Desa Koja Doi tidak pernah menikmati terangnya cahaya dari energi listrik.

Dilansir dari Humas PLN UIW NTT, setelah penantian panjang tepat, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menerangi Desa Koja Doi yang merupakan PLTS Komunal dengan daya 190 kWp.

Desa Koja Doi berada di Pulau Koja Doi yang menyerupai janin bayi dan terkenal dengan Jembatan Batu ini merupakan 1 (satu) dari 10 desa di kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia; meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2019 oleh Kementrian Pariwisata.  Desa ini memiliki 3 dusun yakni Dusun Kojadoi, Dusun Kojagete dan Dusun Margajong.

Pendamping Lokal Desa Koja Doi, Marhaing (51) menyampaikan sebelum PLTS masuk yang jelas pertama sekali sepertinya belum Merdeka. “Dulu saat belum ada PLTS yang jelas pertama sekali sepertinya kami belum merdeka, dan setelah adanya Listrik yang terpenting ini kita punya kampung sudah terang, anak-anak bisa belajar pada malam hari, pendapatan warga ada peningkatan dan sudah masuknya informasi-informasi melalui media komunikasi ” terangnya.

Lanjutnya, “Pemakaian minyak tanah juga dulunya boros dalam sebulan pemakaiannya hampir kurang lebih 15 liter di mana 1 liter seharga Rp 10.000,- selain sebagai bahan bakar kompor mereka juga harus menyalakan lampu pelita sebagai penerangan di malam hari. Namun, sekarang dengan biaya Rp.20 ribu untuk pemakaian 1 bulan dengan daya 900VA bisa digunakan untuk Lampu, TV, dan Kipas Angin yang dinyalakan selama 24 jam.

Jaringan PLTS PLN UIW NTT di Pulau Koja Doi

Saat pembangunan PLTS di Desa Koja Doi, ungkap Marhaing, mengalami tantangan saat mobilisasi material karena jalannya yang susah untuk dilalui dan tidak adanya alat berat pengangkut material, maka warga di Desa Koja Doi bersemangat gotong royong memikul material dari pelabuhan menuju lokasi pembangunan PLTS yang jaraknya kurang lebih 3 km.

Sementara itu , Manager UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan ) Saut Pandjaitan menyampaikan, “Kehadiran PLTS ini mampu melistriki 147 KK dan dalam pemeliharaannya dilakukan oleh 2 (dua) orang. Harapannya PLTS yang telah hadir dapat dijaga bersama dan terus mendorong kesejahteraan dan menumbuhkan ekonomi warga Koja Doi.

Perekonomian Desa Koja Doi Bertumbuh Bersama Bank NTT

Desa Koja Doi pun mendapat sentuhan dan intervensi program dari Bank NTT. Pulau yang berpenghuni 1.543 jiwa (468 kepala keluarga) dan dikenal dengan wisata Batu Purba dan Jembatan Batu tersebut telah menyiapkan diri menjadi Desa Wisata Berbasis Digital.

Bank NTT telah mendirikan Lopo Dia Bisa dan menempatkan Agen Dia Bisa yang memberlakukan pembayaran QRIS (pembayaran digital) terhadap semua transaksi Perbankan yang dilakukan oleh para wisatawan saat berkunjung ke desa tersebut.

Disaksikan Garda Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat membeli kerajinan masyarakat, hanya dengan melakukan scan QR, maka pembayaran dengan uang elektronik atau sistem cashless tersebut pun selesai, sehingga tak perlu membayar dengan uang tunai.

Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga saat diwawancarai oleh Stenly Boimau dari Timor Express

Perhatian serius Bank NTT terhadap pengembangan konsep Desa Wisata Kajo Doi juga dilakukan terhadap pengelolaan hunian warga yang dijadikan sebagai homestay.

Disampaikan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga pada Selasa sore, 8 Desember 2020, sebanyak 8 dari 18 homestay telah menggunakan barcode QRIS Bank NTT. “Bank NTT membiayai perbaikan infrastruktur di dalam homestay (tempat tidur, sanitasi toilet sesuai standar wisatawan), kisaran kredit yang diberikan sebesar 5—15 juta rupiah,” urainya.

Sementara, Ketua BumDes Desa Wisata Koja Doi, Juaeni menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT yang telah menyediakan dana perbaikan fasilitas homestay termasuk fasilitasnya. “Sementara dilakukan pengembangan dengan tarif per malam sebesar 100 ribu. Kita sudah difasilitasi oleh Bank NTT, maka ke depan, bakal dinaikkan menjadi 200 ribu per malam,” ungkapnya.

Pihak BumDes juga memberdayakan masyarakat lain, termasuk kelompok dasawisma yang mengurus makan minum agar semua menerima manfaat. “Kami berterima kasih kepada Bank NTT karena telah meningkatkan kapasitas homestay, meskipun dikembalikan, selama ini kami kewalahan dengan pendanaan karena penghasilan kami pas-pasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Koja Doi, Hanawi menyampaikan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Koja Doi berasal dari domestik dan mancanegara. “Didominasi oleh wisatawan lokal, namun wisatawan dari mancanegara dari Perancis, Italia, Venezuela, dan Inggris yang menginap di rumah warga dan banyak catatan. Oleh karena itu, kami bermitra dengan Bank NTT kemudian menyesuaikan dan mengembangkan pariwisata terkait usaha homestay dan kerajinan masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho membeli kerajinan Desa Wisata Koja Doi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Dia Bisa di Desa Koja Doi menyampaikan Bank NTT merasa terpanggil untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di sana. “Kita merasa terpanggil menjadi bagian dari penggerak ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan dukungan sumber daya manusia dan sumber daya alam di Koja Doi dapat memberikan kami (Bank NTT, red) kesempatan berada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat meresmikan Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi yang berada di gugusan pulau Kabupaten Sikka pada Selasa sore, 8 Desember 2020.

Lopo Dia Bisa di Pulau Koja Doi memajang dan menjual aneka kerajinan masyarakat yang dominan berasal dari Suku Buton tersebut, seperti tenun ikat, kerajinan Perahu Pinishi, dan meja kayu unik. “Lopo Dia bisa juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi rumah tangga masyarakat saat wisatawan datang menikmati panorama wisata,” terang Alex Riwu Kaho.

Selain Lopo Dia Bisa, urai Direktur Utama Bank NTT, di Desa Wisata Koja Doi yang berada di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka; juga tersedia 2 (dua) Agen Dia Bisa Bank NTT (Digital Agen) yakni Sansa Alifa dan Atika Cell untuk membantu masyarakat menikmati layanan perbankan seperti pembelian pulsa telepon, transfer uang. “Untuk transfer, masyarakat dapat melakukan pengiriman uang hanya dengan menyebutkan nomor rekening tujuan dan jumlah ùang yang hendak dikirim, jika berhasl terkirim bakal keluar struk, kemudian menyerahkan uang sejumlah yang ditransfer,” jelas Alex Riwu Kaho.

Saat ini, tandas Alex Riwu Kaho di hadapan Kepala Desa Koja Doi, Hanawi; jika mau bayar pajak bumi dan bangunan (PBB), dan tagihan pajak kendaraan bermotor bisa melalui Lopo Dia Bisa. Selain di Koja Doi, Lopo Dia Bisa di Kabupaten Sikka juga terdapat di Sekolah Tinggi Ledelero, Daerah Kewapante, dan Cafe Rindu Lokaria.

Usai meresmikan Lopo Dia Bisa, Direktur Utama Bank NTT juga membeli kerajinan masyarakat Koja Doi berupa tenun ikat, miniatur Kapal Pinishi dan membayarnya menggunakan QRis Bank NTT. Kemudian meninjau home stay berbasis Warga Koja Doi yang memperoleh dukungan Bank NTT, melihat lebih dekat wisata Bukit Batu Purba, dan Jembatan Batu.

Saat peresmian Lopo Dia Bisa Bank NTT di Pulau Koja Doi, selain didampingi oleh Kadiv IT, Kadiv Kredit Mikro, dan Pimpinan Cabang Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga; Alex Riwu Kaho juga memboyong para pengusaha muda antara lain Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto; Ketua REI NTT, Bobby Pitoby; dan Direktur Utama Garda Maritim, Yusak Benu yang sebelumnya telah bertemu Bupati Sikka, Robby Idong guna membicarakan kerja sama peningkatan ekonomi.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh PLN UIW NTT

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. H. Asriyadi Sulaiman Jadi Pjs. Bupati Kepulauan Selayar

    Dr. H. Asriyadi Sulaiman Jadi Pjs. Bupati Kepulauan Selayar

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Selayar-Sulsel, Garda Indonesia | Baruga Karaeng Pattingalloang, rumah jabatan Gubernur, Sulsel, di ruas Jln. Sungai Tangka No. 31, Sawerugading, Kota Makassar, menjadi lokasi kegiatan pelantikan tujuh  pejabat teras Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pejabat sementara bupati oleh Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah, M. Agr. pada Sabtu, 26 September 2020. Pengukuhan pjs bupati diawali dengan […]

  • Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

    Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-N.T.T., Garda Indonesia | “Karena itu, petani merupakan profesi yang sentral di mana sangat menentukan kehidupan manusia. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini,” kata Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Kabupaten Alor, pada Jumat, 31 Juli 2020. […]

  • Jemaat Nekusuf Gapai Bantuan Bina Lingkungan dari Jasa Raharja

    Jemaat Nekusuf Gapai Bantuan Bina Lingkungan dari Jasa Raharja

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Jasa Raharja Cabang NTT menyerahkan bantuan bina lingkungan berupa fitur pengembangan sarana dan prasarana umum pembangunan bak penampung air bersih untuk Jemaat Rayon Nekusuf di Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejak lama masyarakat setempat mengalami kesulitan air bersih dan akhirnya pada bulan November […]

  • Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

    Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Loading

    Rokok-rokok ilegal ini biasanya tidak dilengkapi pita cukai resmi, sehingga bebas dari pajak dan dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok legal.   Ruteng | Aktivitas perdagangan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan serius akibat maraknya peredaran rokok ilegal yang semakin meluas. Fenomena ini tidak hanya terjadi di toko-toko ritel di pusat kota […]

  • IJTI Pengda NTT Bagi Sembako ke Warga Nanaet Duabesi

    IJTI Pengda NTT Bagi Sembako ke Warga Nanaet Duabesi

    • calendar_month Sab, 3 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah Nusa Tenggara Timur (IJTI Pengda NTT) berbagi kasih dengan memberikan sejumlah bingkisan sembako kepada warga Desa Fohoeka dan Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu pada Jumat, 2 Desember 2022. Pemberian sembako dipimpin oleh ketua IJTI Pengda NTT, Stefanus Dile Payong bersama para anggotanya yang bertugas […]

  • Pemimpin Harus Punya Nyali, Berani, Tidak Menyerah!

    Pemimpin Harus Punya Nyali, Berani, Tidak Menyerah!

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Berkali-kali ucapan itu dikatakan Jokowi. Paling akhir saat Rakernas Projo di Senayan, 14 Oktober 2023. Tantangan bukan cuma dari dalam negeri, tapi regional dan global. Berkali-kali diingatkan, bahwa “window of opportunity” kita ada di tiga masa kepemimpinan ke depan. Jangan sampai lewat, jangan sampai sia-sia. Jangan sampai terbuang percuma. Ini kesempatan […]

expand_less